Friday, January 20, 2017

Review 2016 yang Superterlambat

Selamat datang di 2017! (jangan protes dulu, ini tahun baru versi blog saya, ya biasalah memang suka delay gini orangnya).

Sebenarnya tulisan ini jadi semacam pelunasan untuk hutang saya lebih dari setengah tahun absen menulis blog. Haha, gaya, padahal di awal tahun udah sempat on fire banget tuh menulis rangkuman apa saja yang saya pelajari dari workshop & pergaulan Jogja.  Let me make it up for now.

Ok, sejak berumur 27 saya keukeuh selalu menyederhanakan resolusi, fokus nggak macam-macam. Satu-dua-tiga terwujud sudah bikin sangat bersyukur. Sekarang masih sama, penginnya begitu. Menjadi lebih sederhana, semakin mengakrabi diri saya beserta sisi yang sebelumnya saya pojokkan di tiap sudut pikiran. Saya ingin merangkul "Nadia versi 24 tahun" yang babak belur dan masih menangis itu. Sini Nad, kupeluk. You know what? We're going to be fine... I mean look at us now, we're looking much much better, right? :).

Now, I only feel nothing but gratefulness. Bukan mau terlihat sok-sok gimana, tapi bersyukur membuat segalanya lebih ringan.

Sebelum menulis ini saya sebenarnya sudah menyiapkan tulisan yang lebih panjang tentang rencana-rencana, pertanyaan-pertanyaan, mimpi-mimpi, dan beberapa definisi kebahagiaan, lengkap curahan tentang tekanan-tekanan yang dirasakan sepanjang tahun lalu. But in the end, I just don't want to post it, saya simpan sendiri saja, ya. Lantas saya menemukan alternatif untuk menulis pendek saja (as usual), tipikal saya banget, yang penting mulai dulu. Tentang apa yang saya pelajari sampai ke bulan 12 terakhir kemari. Baby steps, baby steps ....

  • Resolusi sehat yang dengan pede saya canangkan di awal tahun lalu, sempat saya jalankan sampai tengah tahun. Kendor setelah tengah tahun, yang mengakibatkan saya ke dokter sampai 3 kali di bulan November dan Desember. Namun, akhirnya menyala lagi di akhir Desember dan awal Januari ini. Too typical, huh? Tahun ini harus lebih seimbang lagi.
  • Semakin menyadari dalam diri ini ada jiwa yang sama sekali tidak merasa semakin tua, meski saya harus bilang kalau saya mulai memperhatikan kesehatan kulit selayaknya wanita yang bersiap menginjak usia 30. Makanya suka sebal dengar mereka yang mengeluh tentang penuaan, for God's sake you're freaking young and you should be grateful for everything, your face and your body, it's actually great that you look your age than look no age at all.
  • Meskipun daya tahan tubuh saya sempat berkurang, but I've gained something more too. Saya berkesempatan menyaksikan penyanyi/band-band lokal yang ada dalam bucket list saya tahun lalu. Beberapa sudah sering saya saksikan live, juga ada yang saya saksikan untuk kali pertama: The Trees & the Wild, Efek Rumah Kaca (versi komplit saat Cholil balik ke Indonesia), Polka Wars, L’Alphalpha, Elephant Kind, Monita Tahalea, Konser Solitute Gerald Situmorang, Scaller, Homogenic, bahkan NDX. Mungkin masih belum kesampaian satuuu lagi: Kimokal. Semoga tahun ini bisa menyaksikan mereka live.
  • Semakin menyadari kalau dalam urusan finansial saya masih berantakan. Haaa, si boros yang tiap bulan beli sepatu ini, sepertinya harus dipecut untuk lebih giat lagi menabung dan teliti berinvestasi. Saya sempat menuai keuntungan reksadana saat pasar saham lagi bagus-bagusnya dan sampai bisa dipakai beli laptop baru. Lumayan seneng sih, tapi tetap masih ngerasa nol besar kalau disuruh baca laporan bulanan. Errr, biasain deh Nad, banyakin baca-baca, apalagi baru aja nanganin buku tentang saham, kan? (Editor bleong oh... editor bleong).
  • I did open my heart again, unfortunately it didn’t went as I expected, again. I messed up. But that’s ok, at least I’ve tried (Yeaaa, that's the spirit, girl!). Tahun ini saya semakin mantap pengin fokus sama urusan percintaan, karena target ya itu: menikah. Klise, ya? Ya, tujuan saya sudah bukan lagi flarta-flirty-main-main-jawabin-sudah-makan-apa-belum kind of date. Saya ingin menjalani hari-hari saya bersama partner yang bisa diandalkan, yang serius mau diajak menjalani visi bersama.
  • Pernah ikut kursus online (meskipun nggak selesai -_-) dan offline. Ok, saya memang bukan penggemar kegiatan perkuliahan, dulu saya kuliah aja empot-empotan tugas dikelarin sampai subuh *huft. Namun, saya punya kepercayaan kalau belajar itu adalah kegiatan yang nyenengin bangettt. Gimana nggak seru kalau ini saatnya kepala yang kopong ini diisi perspektif baru, mulut yang seringkali rewel ini disuruh diam dan boleh bersuara pada saatnya, dan interaksi dengan manusia lain yang nggak melulu nggosip dan nyinyirin orang. Jadi, tahun ini saya pengin coba belajar lebih banyak lagi, paling deket nih: kursus bahasa Spanyol sampai agak mahir, paling nggak bisa nulis kegiatan sehari lah. Aamiin. I won't ever I let my mind retired, haiyalah ....

Udah deh, gitu doang. Saya janji, tulisan selanjutnya akan lebih bermutu. Saya merencanakan rubrik rutin setiap bulannya: buku, musik, dan balanced lifestyle (HALAH HAHAHAHA), yang kalau terwujud merupakan suatu keajaiban tersendiri, hihihi. We'll see!

Love & light,
Nadia