Sunday, June 19, 2016

Menyirami Hati, Flock Project Vol. 1




Saya selalu punya ketertarikan lebih terhadap project kolaborasi yang tidak takut keluar dari pakem. Adalah Flock Project yang baru-baru ini memikat hati, resmi menerbitkan edisi perdananya. Selamat! :)

Tiga fotografer menyumbang masing-masing sebundel berisi gambar-gambar yang menurut mereka sederhana, namun menakjubkan, menghangatkan hati siapapun yang melihatnya. 

Saya suka semangat mereka, project ini merupakan usaha mereka untuk memberi cara pandang alternatif dalam menikmati fotografi patut diapresiasi. Mereka pun pilih mengangkat yang dekat.

Kurniadi Widodo, menyirami kembali ingatannya tentang sang bapak yang sudah sewindu berpulang. Mengenang beliau yang berjarak, sosok yang gemar menyirami halaman penuh bunga dan tanaman di halaman rumah mereka. Mengenang beliau yang coba diingat dengan foto-foto lama dan tuturan ibu, Wid menuliskan hal-hal yang ingin ia sampaikan lewat "Surat untuk Bapak". Tanaman di halaman rumah mereka menjadi objek yang dibawa Mas Wid ke project ini, beserta foto-foto keluarga dan tiga lembar surat ditulis tangan (ya, ditulis tangan) yang menurut saya sangat personal. Mata saya menghangat tiap kali menelusur ulang halaman demi halaman di sana, hangat. Berkaca-kaca mata ini .... Ah Nadia, bilang aja kamu c e n g e n g .

Arif Furqan, mempertanyakan tentang definisi rumah. Bagaimana "rumah" menurutnya sementara ini lebih pantas disebut sense of belonging, sebuah momen atau perasaan di mana kita merasa utuh, hangat, dan lengkap. Rumah bukan lagi bersifat geografis atau fisik. Melalui project ini Furqan berusaha mengungkapkan keterombang-ambingan serta konflik internal yang ia rasa setiap kali proses pergi dan pulang berlangsung. Kadang, untuk merasakan rumah, kita perlu belajar memutar supaya bisa pulang. Disebutnya sebagai "Effusion" atau sebuah fase ketika kita keluar, melebur, dan memancar. Jangan-jangan, sejatinya rumah kita adalah kepergian?

Aji Susanto Anom, memberi kesempatan untuk ikut mengakrabi puisi mistis lewat sebundel berisi gambar burung-burung malam malam hasil pengamatannya sendiri. Hubungannya? Wait a second .... Kegemaran Aji ngalor-ngidul di malam hari (sambil memotret tentunya) suatu kali membawanya mempertanyakan aktivitas sekawanan burung. Sebab keberadaan mereka dikulik dari penduduk sekitar, mengaitkannya dengan fenomena mistis, yang hingga kini menjadi misteri tanpa menghadirkan jawaban yang pasti. Project ini akhirnya menjadi tempat untuk menuangkan pengalaman pribadi sekaligus merangkai puisi-puisi mistis: "They Come For The Flower."

Jika kamu mulai merasa penasaran dan ingin buku ini berada di tanganmu, kirim email ke thisistheflock@gmail.com. Rp180.000,00 adalah harga yang pantas untuk segala hal baik yang akan kamu dapatkan. Lihat saja tulisan di atas, oh I'm so hooked :)



Daaan,  ada sebuah vlog dibuat oleh Anton Ismael tentang buku ini. Kita bisa dengar penjelasan lebih mantap dari para kreator Flock Project Vol. 1 di sini:


 
Courtesy: Kelas Pagi's Youtube channel
 

Behind the scene vlog di atas versi saya (yang kebetulan mampir)



Love & light,
Nadia

2 comments: