Thursday, September 22, 2016

Zaman, Zaman - The Trees and the Wild: Album (yang Bukan Sekadar) Pengobat Rindu


Rasanya kangeeen banget mendengar suara ngawang khas Remedy Waloni. Makanya saya gembira bukan main: Jumat, 16 September lalu The Trees and the Wild meluncurkan album kedua mereka secara resmi, rindu itu terbayar setengah tuntas. Melihat video ini di atas, rasanya tak tergambarkan.

Rasanya seperti masuk ke dunia antah-berantah ketika “Zaman, Zaman”, “Empati Tamako”, dan "Saija" versi rekaman ini akhirnya menelusup ke kuping. Seperti kerasukan. Aransemen "Empati Tamako" dan "Saija" bukanlah barang baru, empat tahun terakhir ini sudah khatam saya intip di berbagai channel youtube. Namun versi sealbum rilisan Black Orb Recordings berisi 7 lagu ini benar-benar game changer, this clearly is a total satisfaction for me (at least). Sebutlah genre mereka bergeser dari album Rasuk (2009) yang lebih gampang dicerna, menjadi lebih ke experimental noise, ambient post-rock, electronica, yang melodramatik.

Saya mengakses album ini kali pertama di itunes, pagi-pagi sekali saat sedang bedrest lantaran demam dan flu berat. Downloaded, loved, checked, alhamdulillah. Saya tidak menyangka ada satu lagu baru (yang kata Remedy, menjadi pendamping "Empati Tamako") berjudul "Srangan" yang durasinya paling pendek (2.55") tapi punya bius, mini tapi gils gils gils! Highlight untuk suara angelic khas Charita Utamy juga mengagumkan dan menghipnotis mulai dari track ini, ke "Monumen", ke "Tuah Sebak". Kenapa saya sebut berurutan? Karena album ini sesungguhnya disarankan untuk didengar secara runut, dari "Zaman, Zaman" sampai "Saija". Hahaha niscaya efek biusnya lebih parah dari obat dokter. Ingatan saya berkelana saat menonton pertunjukan mereka.
   
Terakhir kali menyaksikan mereka tampil live itu adalah di Joyland Festival, Sabtu 7 Desember 2013, tiga tahun lalu, aka sudah lama sekali.
Malam itu di saya duduk di tengah-tengah kerumunan orang, penuh, sambil duduk bersila. Khusuk. Seperti berasa dalam sebuah cult, karena setiap lagu yang dibawakan memang rata-rata menghabiskan sampai 10 menit per lagu. “The Trees and the Wild Therapy” saya menyebutnya begitu, beberapa kali saya merasa hampir teler (no booze needed, indeed. My sweet sweet Lord, seakan tahu saya tidak perlu alkohol untuk mabuk). Mendebarkan sekaligus menenangkan, mengobati kangen yang teramat dalam akan mendengarkan musik mereka secara langsung. 
Ah, memori. Indah bener ...

Setiap memuat album dalam blog begini banget deh, Nad. Tak ada protes hanya puja-puji *khas aku banget ya, cintaa butaaa, hahaaa. Sayangnya ada dua hal yang membuat saya sedih. Pertama, mereka tidak memasukkan "Nyiur"—lagu yang biasanya sepaket dibawakan bareng "Empati Tamako" dan "Saija", ke dalam album. Kenapa? Ya ... mereka pasti punya pertimbangan tersendiri, tapi saya tetap gemas sendiri. Kedua, bulan ini mereka tidak ada jadwal manggung di Jogja. Mungkin sampai akhir tahun ini juga tak bakal ke Jogja. Oh come ooon somebody please invite them over. Kalau tidak ya, semoga bisa menyaksikan mereka saat saya ke Jakarta, ntah kapan.

Sudah ada di itunes, Spotify, Deezer, dan album fisiknya juga tersedia di toko CD terdekat.


Update 23 November 2016

Lucky me, saya berhasil menyaksikan mereka tampil langsung, bela-belain ke Synchronize Fest di Gambir Expo Kemayoran tanggal 31 Oktober 2016 lalu. Alhamdulillah, dan nggak sabar menunggu konser tunggal mereka bertajuk 
"I'll Believe in Anything" 17 Desember nanti. Semoga berjodoh! :)

 Monumen - The Trees & the Wild



Love & light,
Nadia

Saturday, September 17, 2016

Alasan Tidak Menulis di Blog

WOWZAAA kita bertemu lagi oh dear blog dan penghuninyaaa!

Kali ini saya menulis tulisan edisi poin suka-suka berdasarkan  pengalaman saya yang tega membiarkan blog kosong selama hampir 3 bulan ini—jadi diterima saja ya, pretty please.

And you guys are very welcome to add something. Monggo. Silakan boleh menambahkan kalau merasa senasib dengan saya.

1. Ada media sosial, Facebook, Instagram, Twitter, Path, Snapchat, Ask.fm, Periscope, Bigo, you name it.

Buat saya, distraksi media sosial ini menjadi semenjak ditambahkannya fitur instagram stories di Instagram. Setiap harinya, seharian menelusur timeline instagram saja seolah tak ada habisnya, selalu saja ada akun dan tagar seru yang ingin diamati. This is alarming, I know. Makanya saya kurangi … Dang ding dong … Dua bulan lalu meluncurlah instagram stories, fitur yang membuat saya semakin terlena. Rasanya jadi mudah menceritakan hal-hal remeh temeh dalam bentuk foto/video, sekali pencet, hempas, toh akan hilang 24 jam kemudian seperti di Snapchat. Dan karena sudah laporan di instagram stories, dianggap sudah cukup. Menulis di blog jadi terasa seperti membutuhkan energi berkali-kali lipat oh beratnya. Duh instagram, nasibmu dijadikan kambing hitam melulu.

2. Terlalu banyak nonton serial televisi.

 Beruntung bagi yang mengikuti serial TV Amerika dan Inggris dengan sistem ‘ketengan’ (bukan maraton yaaa), karena serial dari negara-negara itu punya musim sendiri (September-Mei). Ada jeda untuk bernapas di tiap minggunya, ada liburan natal dan tahun baru. Naas, bagi mereka penggemar drama drama Korea, karena drama-dramanya nggak kenal musim Allahuakbarrr, tiap minggu merilis 2 episode pula, membius! Terutama bagi orang seperti saya yang kalau udah penasaran harus benar-benar diselesaikan, benar-benar harus selektif memilih tontonan supaya nggak terhanyut/terjerumus sia-sia. Hahaha. Apasih, this is superpointless-total garbage excuse, Nad! X)

3. Banyak pekerjaan lain.

Hahaha, ini sih alasan paling sering dan paling cocok dipakai. Distraksi seperti ini selalu menang. Bagaimanapun saya sehari-harinya sudah banyak menulis … (Are you sure? emm pretty much yesss), jadi lelahnya kalau harus menyelesaikan tulisan untuk blog. Ah ini sih harus belajar dari teman-teman Komunitas Emak Blogger yang disiplinnya tingkat dewa itu, mereka mengagumkan luar dalam!

4. Tidak ada yang menarik untuk diceritakan.

Tidak ada kelas baru. Tidak ada hal-hal layak review. Well, nggak sepenuhnya benar, kecuali kamu termasuk orang yang hanya bercerita tentang hal-hal aktual dengan standard keseruan tertentu di kehidupanmu. Kalau nggak ada yang terjadi atau terjadi tanpa melewati standardmu, ya nggak ada ditulis. Padahal ada yang bilang kalau menulis juga bisa dari hal-hal sederhana, ditulis secara rutin, ditulis untuk dirimu sendiri dan orang lain karena suatu hari itu akan berguna.

5. Malas menyelesaikan tulisan, itu saja.

Saya punya 5 draft tulisan yang buntung belum dijahit bagian akhirnya, alasannya? Mungkin karena saya pikir bisa dibuat lebih keren. Mungkin, alasannya sesederhana karena satu kata: malas. Period.

Kalau sudah begini, tinggal menggetok kepala sendiri. “Eh, gimana mau maju?”
.

So this is my first move, tulisan tentang hal-hal yang membuat saya menelantarkanmu wahai blog. Semoga bisa dibaca berulang-ulang, supaya ingat. Supaya bisa kembali menulis lagi.

Ah, ah. :)


Love & light,
Nadia

Sunday, June 19, 2016

Menyirami Hati, Flock Project Vol. 1




Saya selalu punya ketertarikan lebih terhadap project kolaborasi yang tidak takut keluar dari pakem. Adalah Flock Project yang baru-baru ini memikat hati, resmi menerbitkan edisi perdananya. Selamat! :)

Tiga fotografer menyumbang masing-masing sebundel berisi gambar-gambar yang menurut mereka sederhana, namun menakjubkan, menghangatkan hati siapapun yang melihatnya. 

Saya suka semangat mereka, project ini merupakan usaha mereka untuk memberi cara pandang alternatif dalam menikmati fotografi patut diapresiasi. Mereka pun pilih mengangkat yang dekat.

Kurniadi Widodo, menyirami kembali ingatannya tentang sang bapak yang sudah sewindu berpulang. Mengenang beliau yang berjarak, sosok yang gemar menyirami halaman penuh bunga dan tanaman di halaman rumah mereka. Mengenang beliau yang coba diingat dengan foto-foto lama dan tuturan ibu, Wid menuliskan hal-hal yang ingin ia sampaikan lewat "Surat untuk Bapak". Tanaman di halaman rumah mereka menjadi objek yang dibawa Mas Wid ke project ini, beserta foto-foto keluarga dan tiga lembar surat ditulis tangan (ya, ditulis tangan) yang menurut saya sangat personal. Mata saya menghangat tiap kali menelusur ulang halaman demi halaman di sana, hangat. Berkaca-kaca mata ini .... Ah Nadia, bilang aja kamu c e n g e n g .

Arif Furqan, mempertanyakan tentang definisi rumah. Bagaimana "rumah" menurutnya sementara ini lebih pantas disebut sense of belonging, sebuah momen atau perasaan di mana kita merasa utuh, hangat, dan lengkap. Rumah bukan lagi bersifat geografis atau fisik. Melalui project ini Furqan berusaha mengungkapkan keterombang-ambingan serta konflik internal yang ia rasa setiap kali proses pergi dan pulang berlangsung. Kadang, untuk merasakan rumah, kita perlu belajar memutar supaya bisa pulang. Disebutnya sebagai "Effusion" atau sebuah fase ketika kita keluar, melebur, dan memancar. Jangan-jangan, sejatinya rumah kita adalah kepergian?

Aji Susanto Anom, memberi kesempatan untuk ikut mengakrabi puisi mistis lewat sebundel berisi gambar burung-burung malam malam hasil pengamatannya sendiri. Hubungannya? Wait a second .... Kegemaran Aji ngalor-ngidul di malam hari (sambil memotret tentunya) suatu kali membawanya mempertanyakan aktivitas sekawanan burung. Sebab keberadaan mereka dikulik dari penduduk sekitar, mengaitkannya dengan fenomena mistis, yang hingga kini menjadi misteri tanpa menghadirkan jawaban yang pasti. Project ini akhirnya menjadi tempat untuk menuangkan pengalaman pribadi sekaligus merangkai puisi-puisi mistis: "They Come For The Flower."

Jika kamu mulai merasa penasaran dan ingin buku ini berada di tanganmu, kirim email ke thisistheflock@gmail.com. Rp180.000,00 adalah harga yang pantas untuk segala hal baik yang akan kamu dapatkan. Lihat saja tulisan di atas, oh I'm so hooked :)



Daaan,  ada sebuah vlog dibuat oleh Anton Ismael tentang buku ini. Kita bisa dengar penjelasan lebih mantap dari para kreator Flock Project Vol. 1 di sini:


 
Courtesy: Kelas Pagi's Youtube channel
 

Behind the scene vlog di atas versi saya (yang kebetulan mampir)



Love & light,
Nadia

Friday, June 17, 2016

Berguru dan Meramu: Klub Sajian Sehat Buka Puasa

Sudah lebih dari seminggu berjalan, bulan Ramadhan tahun ini sudah sangat menyenangkan buat saya. Minggu, 12 Juni 2016 lalu, saya dan teman-teman di @learnme.loveme sebuah gerakan berbagi dan belajar kumpul-kumpul sama memasak menu buka puasa yang enaaaak banget, sekaligus sehat tentunya.

Ada tiga resep resmi yang dibuat, semuanya sudah pernah diujicobakan sebelumnya oleh Titha dan Erlin. Seru deh, sore-sore berkumpul di kebun belakang OK Omah Kopi, di Jalan Gondosuli, Yogyakarta. Dimulai dari kebiasaan makan masing-masing berlanjut ke pilihan hidup beberapa teman yang memutuskan jadi vegetarian. Bersama kami, juga bergabung Mahayu, seorang pakar gizi yang berbagi sekelumit tentang kalori dan saran untuk nggak kalap saat berbuka puasa. Waaa, keren ya.

Titha dan Erlin (cewek-cewek bercelemek) sedang dikerubuti fans x)
Dan nggak semua dari kami merupakan vegetarian (saya omnivora, tapi dominan ke sayur dan buah), hari itu kami sengaja membuat sajian yang bertema vegan tanpa produk dairy. Sesekali boleh juga, lama-lama siapa tau bisa jadi kebiasaan baik.

Simak apa saja yang kami buat kala itu, ya:

#1 Energy Bites

Semacam pengganti snack rice-crispy kesukaan yang banyak dijual di toko dan supermarket. Kali ini dibuat versi yang lebih sehat dan rendah gula.

Bahan-bahan:

  • 1 cup kurma
  • 1 cup oat/garnola/muesli
  • pemanis (bisa gula pasir cair, gula palem dicairkan, stevia), sebahagianya
  • bubuk kayu manis, sebahagianya
Cara membuat:
  • Blender kurma dengan sedikit air, sehingga menjadi pasta kurma.
  • Siapkan mangkuk/baskom, campur oat/granola/muesli dengan pasta kurma. Tambahkan pemanis pilihan, bisa juga dicampur dengan selai kacang (diutamakan yang dibuat sendiri, tapi boleh juga kalau beli jadi), dan tambahkan kayu manis. Aduk sampai mencapai tekstur yang pas dan mudah dibentuk, bisa tambahan lagi oat kalau dirasa terlalu lembek.
Bisa ditambahkan selai kacang bila suka.
  • Bentuk sesuai keinginan, kali ini kami membuatnya dalam bentuk bola-bola.
  • Panggang sekitar 5 menit, atau cukup dimasukkan ke dalam kulkas sampai mengeras. Selamat menikmati manisnya hidup :)

#2 Sorghum Tortilla

Bahan-bahan:
  • 2 cup air
  • 2 cup tepung sorgum (bisa dibeli di toko yang menjual bahan-bahan lokal dan organik seperti Sahani dan @pojok.letusee)
  • 2 sendok makan tepung pati ganyong (bisa diganti dengan tepung pati garut, boleh juga maizena)
  • Garam secukupnya
  • Minyak secukupnya
Cara membuat:
  • Ambil tepung sorgum 2 sendok makan, sisihkan.
  • Campur adonan utama (yang sudah dikurangi tadi) bersama pati ganyong dan garam, aduk rata.
  • Rebus air dengan 2 sendok makan tepung sorgum, aduk/kocok hingga mendidih, kecilkan api. Masukkan campuran adonan utama ke dalam air rebusan dan aduk hingga menggumpal dan kalis.
Aduk-aduk sampai kalis!
  • Bagi adonan menjadi 10 bagian dan gulung per bagian menggunakan rolling pin hingga tipis. Tipis sehingga nanti mudah dilipat (tapi lebih tebal dari kulit lumpia).
  • Panaskah adonan tortilla yang sudah ditipiskan tadi di atas api kecil dengan atau tanpa minyak. Angka dari kompor dan sajikan dengan diisi filling* favoritmu.
 *Filling atau bahan untuk mengisi tortilla ini bisa bebas kita kreasikan. Kala itu Erlin dan Titha membuat dua jenis filling, salad sayuran segar (sayuran seperti selada, tomat, wortel diiris tipis-tipis dan diberi dressing olive oil, cuka apel, dan lemon), dan tumis jamur kancing (tumis: jamur, bawang putih, dan bawang bombay, beri: garam, lada hitam, lada putih, basil.)

Filling salad sudah siap, selagi memanaskan tortilla sorgum
Filling jamur yang oh so yummm!

#3 Smoothie Art

Kalau pengunjung blog saya biasanya sering membaca resep smoothie racikan saya, kali ini saya senang banget bisa ketambahan ilmu baru dan styling smoothie ala ala latte art.
Dan ternyata gampang juga, lho. Bisa nih buat variasi selain toping smoothie bowl dengan buah-buahan potong dan oat/granola/muesli.

Yuk coba bikin!

Bahan-bahan smoothie:
  • 1/2 ikat pakcoy (atau bayam, atau kale)
  • 2 buah pisang (pisang raja, cavendish, pisang emas). Teksturnya akan lebih asik kalau dibekukan di freezer dulu.
  • 1/2 buah nanas
  • Air kelapa muda
Bahan-bahan untuk spread:
  • 1 cup daging kelapa muda + air kelapa, takaran sebahagianya
  • Pewarna alami buah naga atau buah bit (blender buah naga tanpa air atau buah bit dengan sedikit air)
Cara membuat:

  • Blender sayuran hijau, pisang beku, nanas, dan air kelapa muda. Tuangkan ke dalam mangkuk. 
  • Blender daging kelapa muda dan air kelapa muda hingga mengental. 
  • Tuang sebagian ke dalam gelas, tambahkan pewarna buah naga atau buah bit yang sudah disiapkan sebelumnya. Masukkan smoothie kelapa yang sudah berwarna merah tadi ke dalam piping bag, gunting sedikit ujungnya. Lakukan langkah yang sama untuk smoothie kelapa yang belum diberi pewarna merah. Kita punya dua warna alami sekarang: merah/agak pink dan putih.
  • Kreasikan smoothie art dengan menghias permukaan smoothie bowl warna hijau tadi. Voila! Jadi deh smoothie segar nan cantik.
Menghias dengan sabar dan penuh cinta *hueee

Urutan bikinnya benar-benar sesuai nomor di atas lho, jadi begitu saatnya berbuka puasa, kami bisa langsung menyendok smoothie bowls yang berjejer, masih segar jadi paaas. Tentunya sebelumnya sudah menenggak segelas air hangat pelan-pelan. Sehabis sholat magrib dilanjut makan tortilla dengan isian salad dan tumis jamur, yummm! Untuk cemal-cemil setelahnya masih ada energy bites yang baru dikeluarin dari kulkas, omnomnom :3


Urutan makan: smoothie art bowls - sorgum tortilla - energy bites


Enak! Enak di lidah dan nyaman perut, buka puasa jadi nggak begah berlebih dan tetap punya energi yang cukup untuk ibadah selanjutnya.

Kalau saya (yang masih lapar apalagi jam 8 ke atas) masih pengin makaaan, saya buat sendiri Sorgum Tumis untuk dimakan rame-rame. Resep andalan saya yang ini akan dibagi di post selanjutnya saja, ya ;)

Terima kasih sekali lagi untuk Titha dan Erlin yang sudah membagi resep-resep sehat andalan. Sampai ketemu lagi di kelas selanjutnya! :)


Love & light,
Nadia

Thursday, May 26, 2016

How will you treat yourself?

Last few weeks was brutal for me, all those kind of PMS, moodswing and stuff ...  ugh rasanya kepala ini mau meledak. Kalau menurut saya, ya biasalah masalah hormon alien yang datang bulanan, berbaur dengan faktor lain-lainnya, berkonspirasi memperburuk keadaan. Saya sampai harus mengungsi pulang sebentar ke Bali & Lombok. Syukurlah, perjalanan pulang selalu menyenangkan.

Hawa rumah yang selalu menyenangkan, menenangkan :)


Saya juga sadar kalau hampir sebulan lebih membuat blog saya terbengkalai, tak terisi dan terurus. Mana janji manismu Nadiaaa, Meinya sudah hampir habis, nih.

Makanya untuk comeback kali ini rasanya pengin menulis yang cheesy-cheesy dulu aja. Pecah telur dulu untuk bulan Mei. Emm ...

Where do I begin?

Oh.

Well .... Saya termasuk golongan yang percaya kalau kita berhak menghadiahi diri sendiri secara rutin. Kita layak menghadiahi diri ini dengan apapun itu—tak harus dengan membeli barang yang diimpi-impikan that cost you big money. Ya, tak harus juga mengusung motif sebagai seorang  single, atau istri, atau ibu dari 1-2-3 anak, atau menjelang ulang tahun kita, atau saat ada hal-hal baik terjadi di pekerjaan,atau habis dapat untung yang besar dari bisnis, tak harus ada alasannya. How will you treat yourself?

Mungkin dengan menghubungi teman lama yang pengiiin sekali kamu dengar kabarnya.
Mungkin keluar bareng teman makan es krim. Ya es krim. Gelato. Sorbet. You name it. Salah satu aktivitas yang nggak pernah gagal menaikkan mood!
Berkenalan dengan seseorang yang baru, yang mungkin berpapasan saat sama-sama mengamati lukisan di galeri asik di pinggiran kota.
Mungkin dengan membersihkan kamar. Ganti seprai. Buang alat make up yang sudah lama. Berikan diri sendiri jeda dari situasi kamar yang berantakan.
Berburu atau meramu sendiri makanan yang sekiranya akan membuat lidah dan perutmu puasss. Kalau masalah ini saya biasanya nggak pakai pantangan, pakainya prinsip "sesekali boleh, yang penting nggak berlebihan" jadi hayuuuk lah kalau menyenangkan diri dengan makanan!
 Jalan kaki di sebuah perkampungan/komplek perumahan yang bukan merupakan area tinggalmu, pandangi tipikal rumah-rumahdan lingkungannya. Please don’t take this the wrong way, maksud saya bukan mau ngajarin memata-matai (amit-amit), jadi mungkin pilihlah kawasan yang ditinggali teman atau kerabatmu. Jadi ada alasan kan, jalan-jalan di sekitarnya? Hehe.
Menjabani konser musik yang sudah kamu nanti-nantikan sejak lama. Syukur-syukur kalau bisa duduk atau menelusup sampai ke baris terdepan. Rasanya ekstatik!
Mampir dan menonton sirkus yang kebetulan mampir di kotamu.
Berlatih yoga. Bermeditasi. Bernapas dengan sadar. Setidaknya yoga menjadi satu-satunya bentuk aktifitas fisik yang saya tolerir selain jalan kaki. For those of you who already love to exercise or play for a team, kudos! I'm glad you've found a way to make being active fun. Please keep doing it.  
Enjoying an extended snuggle with your love ones, or maybe with a pillow (ooo poor me) on the bed after a hard day at work. Sambil menonton serial televisi atau film favoritmu. Ah ... This would do.
... or simply by letting yourself sleep waaaaay in on Saturday and then waking up and reading a book for pleasure? Menamatkan buku yang sudah kamu tangguhkan berbulan-bulan karena alasan sibuk. Ah. Sounds like heaven.

Oh my precious <3
Yoga suits me best
Salah satu galeri favorit saya, Sangkring Art Space di Nitiprayan, Yogyakarta
Ice Cream Date never fails me!
Makanan favorit saya yang sangat "seimbang" HAHA
Definisi memanjakan diri versi Nadia
Alternatif buat mengisi weekend dengan retreat santai dan GRATIS
Agenda retreat di atas

Dengan kata lain: You can make a reward out of anything.

Dan saya paling senang mendengar cerita dari mereka yang melakukan hal-hal seru bukan untuk orang lain, melainkan untuk menyenangkan diri mereka sendiri setelah melalui serangkaian hari dan waktu yang sulit.

So I want to ask you, guys: How will you treat yourself? 



Love and light,

Nadia

Thursday, April 14, 2016

Bersenang-senang dengan Kolase Majalah Bekas!

Kalau dipikir-dipikir, saya nggak pernah bisa bikin kolase dari kertas-kertas fancy dan baru. Well, sejak kecil saya justru lebih terobsesi dengan kertas majalah bekas, terutama membuat hiasan dari potongan gambar dan kata di dalamnya. Saya suka majalah, terus-terusan membelinya, tapi nggak sampai hati membuang.

Beberapa kali ini saya sering iseng bikin acak-adut stuff seperti beberapa hiasan dinding/collage wall decor dan storage atau wadah multifungsi. Gampang bikinnya, saya juga suka banget sama aktivitas ini. Cuma butuh niat dan sedikit imajinasi. Bahan-bahan seperti kardus, kemasan plastik makanan bekas, majalah, dan lem pun nggak sulit ditemukan.


Yang pertama kita akan membuat: Personalized wall decor!

Lantaran saya sering bingung mencari inspirasi kado yang personalized untuk orang tersayang, but not anymore cause these personalized wall/desk decors is coming to rescue!

Cara membuat:
Potong kardus bekas, buat ukuran yang sama hingga menjadi 2-3 lembar. Lalu tempelkan lembar potongan kardus tadi supaya tidak terlalu tipis. Buat pola wajah teman/kata-kata yang kiranya menarik pada permukaan kardus, lalu isi pola tadi dengan potongan kertas majalah, use your imagination, it is the only way to make this creation even more pretty and artsy!

Kedua, tentu kita bisa selalu menyulap kardus jadi semacam: Collage-Art Storage.

Jadi nggak perlu sampai membeli wadah khusus dari toko furnitur bermerk, kardus bekas bisa jadi wadah untuk barang-barangmu yang tercecer. Tinggal bagaimana menatanya supaya terlihat apik.

Cara membuat:
Bersihkan kardus dari kotoran dan debu, lalu rekatkan potongan-potongan kertas atau plastik atau kain yang bisa kamu temukan di sekitar, and that's it, done and done! Jangan dibikin susah, and just be you. Hihi.


Selesai dan hasilnya pun siap dipamerkan!



Saya nggak akan bawel soal sampah dan lainnya, we already know about the facts, and I know everyone hates being told what to do. That’s why I believe in one simple thing: Do my part. Keep my side of the street clean and leave this world as close to how it was when I came in as I possibly can. 



Love & light,
Nadia


Wednesday, April 6, 2016

Yogyakarta Workshop/Class/Market Directory, April 2016

Learning new things by challenging myself and being open minded menjadi mantra personal saya untuk menikmati hari demi hari yang tidak mudah-mudah amat ini (halah, belum apa-apa udah berat aja, Nad :p). Saya yang mungkin bukan lagi terhitung muda belia, ngerasa nggak ada waktu untuk fooling around/aneh-anehan tanpa arah. Sebentar lagi 28, dan masih lajang, jadi saya kudu sadar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk menikmati hidup dan (kalau waktu luang dan kondisi kesehatan mendukung) menambah tabungan keahlian, mencoba menambah perspektif mengenai hal-hal yang bikin saya penasaran.

Sekilas kelas, bazar, dan kumpul produktif yang pernah saya ikuti. Superfun!


Berbanding terbalik dengan pembawaan yang meledak-ledak dan (terlihat) positif, saya sebenarnya masih suka takut-takut, malu-malu dalam hal nyobain hal-hal dan ketemu orang/komunitas baru. Saya seringnya malah "memaksa" diri untuk terus nekad nyemplung, supaya jangan diam dan gini-gini aja. Lawan sih Nad malesnya, get up and go! Meski sebenernya nggak terlalu memaksa juga, kalau pas butuh istirahat dan leyeh-leyeh, ya saya akan mager sepuasnya. Ah saya ini semacam terobsesi pada keseimbangan :))

Pada akhirnya ... Saya selalu bersyukur berkesempatan tinggal di kota ini (Jogja, uwowowoooo!) yang di sini, dengan mudahnya kita bisa berpapasan dengan orang-orang tak terduga lagi baik berbudi dengan beragam misi. Berinteraksi dengan mereka yang punya manifestasi passion yang bermacam-macam, dan hasrat untuk menyalurkan ilmu kepada orang lain. That's the golden part! Terbukti dari penuhnya jadwal akhir pekan yang sempat saya kumpulkan berikut:


Yoga di Joglo Bersama

Credit: @kedairasayana

Mulai 8 April 2016 ini, dan akan terus berlanjut setiap hari Jumat, jam 8-10 pagi. Yoga bersama instruktur Mbak Agustine di Joglo Bersama Rumah Pendopo Maguwo yang supercozy itu.

Buat yang nggak ngantor di hari dan jam segitu, serta bingung mau memulai yoga dari mana, boleh lah datang dan ikut. Percayalah, kalau cocok, yoga itu sangat menyenangkan, menenangkan, bikin nagih, dan membuat perubahan yang berarti untuk tubuh dan jiwamu. Biaya kontribusi per kelas adalah Rp75.000,00. Bawa sendiri matras dan botol minummu, ya.

Info dan registrasi: @kedairasayana atau hubungi Citra: 0878-8111-0877


Kelas Membuat Minyak Kelapa Murni dan Pemanfaatannya

Credit: @kedairasayana

Sabtu, 9 April 2016.

Selain Yoga Class yang terbilang masih baru, sebenarnya Kedai Rasayana secara rutin mengadakan kelas dengan tema seru yang bervariasi setiap Sabtu, pukul 10.00-12.00, dan Sabtu ini, akan ada Kelas Membuat Minyak Kelapa Murni dan pemanfaatannya. Bisa buat oil holding ritual di pagi hari, minyak untuk memasak, dressing salad, sampai merawat kulit dan rambut. Jadi silakan follow dan rajin-rajin cek instagram mereka untuk info kelas terbaru.


Kelas Seduh Akhir Pekan

Credit: @wikikopi_id


Sabtu & Minggu, 9 & 10 April 2016 di Wikikopi, Pasar Kranggan.

Kelas ini dibuat untuk merangkul pecinta kopi untuk mengembangkan minat dan menambah keahlian dalam mengolah dan menyeduh kopi. Tak ada yang paling senior atau junior, lewat kelas ini, Wikikopi ingin merangkul pemula yang tertarik mendalami, hingga mengajak para praktisi/barista/brewer yang ingin menyegarkan lagi pemahaman mereka soal kopi. Kelas diadakan intensif selama dua hari, dari pukul 08.30 0 15.30. Setiap kelas dibatasi 5 peserta dan pendaftaran ditutup pada hari Kamis 7 April 2016 atau 3 hari sebelum kelas dimulai. Biaya untuk mengikuti kelas ini adalah Rp440.000,00 (sudah termasuk makan siang).

Info dan registrasi: Dodoy 0812-2501-4501 


Jalan-Jalan Jalur Tua Pertanian

Credit: @oceanoflife_id

Sabtu, 9 April 2016

Salah satu dari agenda rutin untuk menumbuhkan kecintaan dan penghargaan kita terhadap potensi pertanian lokal. Diselenggarakan oleh Ocean of Life Indonesia, peserta nantinya akan diajak menyusuri jalur tua pertanian dari Dusun Kelor Kidul ke Pantai Watu Kodok, tentunya dengan berjalan kaki sejauh 8 KM dengan waktu tempuh 4 jam. Nantinya peserta akan melewati pemukiman, ladang, gua, perbukitan, kali, hutan dan berakhir di Pantai Watu Kodok. Contribution fee untuk trip ini adalah Rp400.000,00 sudah termasuk:
- Transportasi jemput antar Jogja-Gunungkidul PP
- Kudapan dan makan siang di pantai Watukodok
- Donasi program

Info dan registrasi: @oceanoflife_id, 0813-2713-3030 (telepon & SMS), 0858-7819-8889 (WhatsApp), atau email ke info@oceanoflifeindonesia.org



Body Care Hacking Class 
(using ingredients from your kitchen)

Credit: @learnme.loveme

Minggu, 10 April 2016 / 13.00-16.00 di Kedai Madre, Ruang Rasa / Taman Kuliner Pringwulung. 

Nah kalau yang ini saya udah daftar, selain karena kuota pesertanya terbatas untuk 15 orang saja, saya juga udah lama penasaran sama urusan bikin body care sendiri yang bahan-bahannya sebenernya mudah dan bisa didapat dari dapur sendiri. Cuma ya ... kemarin-kemarin masih kalau harus bikin sendiri (males lagi??? haha), nunggu ada pemantik dan acara ngumpul bareng begini. Pengisinya bernama Mbak Asa, bisa kepoin kiprahnya di instagram @ktsc.witch woohoo! Info lebih lanjut mengenai contribution fee untuk kelas ini bisa langsung menghubungi kontak di bawah :).

Info dan registrasi: @learnme.loveme atau hubungi Titha: 0813-9111-1745



Saturdye Charity Workshop 

Credit: @mataharikuning

Sabtu, 16 April 2016 di Janela Guest House, Minggiran Baru, MJ 2 No. 29 (Roemah 29 on GoogleMaps)

Workshop mencelup kain dengan pewarna alami. Sedang hits dan hip, terutama buatmu yang menggemari produk-produk natural dye seperti KotakSiKuning, KanaGoods, dan Manungs. Kalau bisa membuatnya sendiri, pastinya bisa mencapai kepuasan di level berbeda, atau bahkan bisa menginspirasi peluang usaha di masa depan. Biaya untuk workshop ini Rp100.000,00 sudah termasuk kain, peralatan, dan donasi.

Info dan registrasi: @mataharikuning atau Ocit: 0857-8645-9562 



Foodie Me(eat)up Jogja

Credit: @yogyakarsa
Minggu, 17 April 2016 / 14.00-selesai di OK Omah Kopi, Jalan Gondosuli.

Sekadar kumpul-kumpul dan silaturahmi untuk siapapun, yang punya kesamaan minat dalam hal makanan, serta senang mengomentari dan mendokumentasikannya menjadi foto yang ciamik. Acara ini digagas oleh Yogyakarsa, sebuah kolaborasi dan inisiatif kolektif yang pengin membaurkan berbagai komunitas dan brand di Jogja dan sekitarnya. Di acara ini kita boleh datang bawa diri, atau jika kamu pemilik brand makanan dan ingin langsung kasih produk/tester ke para foodie yang hadir, you're more than welcome to join ;) Semuanya gratis, karena acara ini murni hore-hore, tempat icip-icip, dan saatnya mulai berkenalan.

Info dan registrasi: @kucingkeliling



Hand Lettering Art Workshop

Credit: @projectbareng

Minggu, 17 April 2016 / 13.00-17.00 di Sahid J-Walk, Babarsari. 

Seni menulis indah kembali tren dan semakin digemariii! Nggak ada kata terlambat untuk belajar, dan nggak harus jauh-jauh ikut kelas LivingLoving ke Jakarta, karena di Jogja kita juga bisa belajar dari Mbak Afida Kurnia. Untuk kelas ini dikenakan Rp85.000,00 sudah termasuk peralatan dan sertifikat, lho. Konon acara ini juga merupakan rangkaian dari roadshow festival Generasi 90an, yang bisa kamu kepoin lebih lanjut setelah ini.

Info dan registrasi: @projectbareng, misfarmdni (Line), atau 0838-6968-3613 (telepon & SMS)





Content Writer Do & Don't

Credit: @ilmuberbagi
 
Minggu, 17 April 2016 / 10.00-selesai di Rumah Komunitas Ilmu Berbagi Foundation, Jalan Pandegasiwi No.14B, Depok, Sleman.

Upgrade skill menulis memang nggak pernah jadi topik usang, apalagi kalau ngeliat perkembangan dunia penulisan online yang bisa beda banget sama dunia tulis-menulis konvensional. Hmmm... puyeng-puyeng... tapi jadi lebih mudah karena selalu ada segambreng kelas yang bisa membantu meringankan beban pikiran kita. Salah satunya kelas yang menghadirkan pemateri Mbak Indah Juli. Tau dong siapa beliau, hehehe...

Acara ini gratis untuk seluruh volunteer Ilmu Berbagi Foundation dan terbuka untuk umum. Syaratnya mudah, cukup membawa minimal dua buku bekas atau satu buku baru yang nantinya akan disalurkan ke Taman Baca Mitra Ilmu Berbagi Foundation. Jangan lupa bawa laptop masing-masing ya, karena kayaknya akan langsung praktek.

Info dan registrasi: Cek @ilmuberbagi atau dapat menghubungi Mitha: 081234414547




Geo Nature Trail

Credit: @oceanoflife_id

Sabtu-Minggu, 23-24 April 2016. 

Masih, trip ini juga diselenggarakan oleh Ocean of Life Indonesia, tapi kali ini lebih intensif dan spesifik. Kalau misal kelewatan program-program OLI sebelumnya, program akhir bulan ini bisa jadi pelipur laramu. Agendanya antara lain: menyusuri kawasanGeopark dari Pantai Siung hingga Pantai Wediombo, berjalan kaki dengan jalur yang cukup menantang sejauh 6 KM, dengan waktu tempuh sekitar 6 jam, menyusuri tebing-tebing pembatas daratan dan laut Samudera Hindia, melewati kaki gunung api purba Gunung Batur dengan segala keanekaragaman hayatinya, yang merupakan rentang kawasan batuan vulkanik di antara bentang wilayah batuan kapur (karst) dan berakhir di kawasan konservasi Pantai Wediombo. Perjalanan kembali ke Pantai Siung akan lebih romantis karena menggunakan perahu nelayan. Contribution fee untuk program ini adalah Rp700.000,00 sudah termasuk:

- Transportasi jemput antar Jogja-Gunungkidul PP
- Kemah di Pantai Siung
- Naik perahu nelayan dari Pantai Wediombo ke Pantai Siung
- Kudapan dan makan selama program
- Donasi program

Info dan registrasi: @oceanoflife_id, 0813-2713-3030 (telepon & SMS), 0858-7819-8889 (WhatsApp), atau email ke info@oceanoflifeindonesia.org



Yang Tetap dan Patut Diantisipasi:

Pasar Kamisan, setiap Kamis jam 11.00-13.00, dan SetuSelo, setiap Sabtu jam 10.00-14.00 di Kedai Rasayana, selatan Stadion Maguwoharjo. Pasar rutin yang menjadi tempat kumpulnya penjual serta penyuka makanan sehat, lokal, dan organik. Seperti yang sudah saya tulis di bagian atas, setiap Sabtu juga dihelat kelas-kelas asyik dengan tema berbeda setiap minggunya. Saya pernah ikut kelas membuat kombucha, kelas self-healing, sampai kelas membuat sarapan sehat. Semuanya seru dan ilmunya kepake terus sampai sekarang.

Pasar Sehat Demangan, setiap Jumat jam 16.00-19.00 di RM Demangan, Jalan Demangan Baru. Pasar produk pangan lokal dan organik ini biasanya penuh sesak karena puluhan orang sudah standby bahkan sebelum para penjajanya hadir. Gelar Primadona di tiap Jumat ini biasanya jatuh kepada Kebun Roti yang saking larisnya, pembeli diharapkan tertib dengan mengambil nomor antrian sebelum memilih roti kesukaannya. Wih!

Kelas Memasak Sehat Bersama Letusee di Taman Bacaan Natsuko Shioya, Jalan Sumberan 2. Setiap minggunya  Sekolahku MySchool mengadakan rangkaian acara untuk berkumpulnya orang tua murid dan siapa saja yang mau gabung. Dalam sebulan, ada satu kali kelas memasak bersama Letusee, dengan menu-menu sederhana yang lezat, sehat, dan cantik bentuknya. Saya sendiri sudah pernah ikut dua kali dan selalu bisa mengulang menu-menunya di kost saya. Follow dan cek instagram @letusee.yk untuk info kelas selanjutnya, ya!

Sasanti Healthy Hangout di Sasanti Resto & Gallery, Jalan Palagan. Sebuah pasar untuk produk homemade, lokal, dan organik yang dihelat sekali setiap bulannya. Untuk jadwal lebih lanjut, kita bisa follow atau sering-sering cek @sasanti_restaurant. Biasanya selalu ada kelas asyik juga lho, seperti kelas membuat pizza dari ragi alami yang pernah mereka buat bersama @kebunroti dan membuat spread cokelat bersama @cokelatndalem. Ini juga bisa jadi kesempatan para bunda untuk mengajak anak bermain di ruang terbuka dengan suguhan makanan dan jajanan nikmat nan sehat. Ah, couldn't ask for more.


 -


Jadi buat siapa saja yang masih bingung mau mengisi waktu dengan cara apa atau di mana, rangkuman di atas mungkin bisa memberi sedikit inspirasi. Nggak harus dijabanin semua juga, kan tiap orang punya prioritas, ketertarikan, dan waktu luang yang berbeda-beda. Investasi atau biaya yang dikeluarkan kadang setara sama ongkos sekali nongkrong di kafe-kafe cantik, ya nggak sih? Mending oh mending kalau kata saya, dipakai buat main dengan hal-hal baru yang siapa tahu cepat atau lambat terasa manfaat baiknya. Well, nothing good comes from doing nothing, anyway.

Post ini akan terus saya update kalau ada info terbaru atau poster yang menyusul di hari-hari yang akan datang. Kalau mau update terus, jangan sungkan untuk berkunjung ke instagram saya @baiqnadia (promosi dikit, hahaha). Feel free untuk berbagi info yang kamu tahu tapi belum saya cantumin di sini. Dan sampai ketemu di salah satu,dua,tiga petualangan di atas!



Love & light,
Nadia


Tuesday, March 15, 2016

Siapa Bilang Anak Kost dan Makanan Sehat Nggak Bisa Temenan?


"Saya kan anak kost," adalah satu dari segala alasan yang sering dipakai sebagai tameng untuk tidak memberikan tubuh ini asupan makanan dan minuman yang baik (dan benar). 

"Makanan sehat dan organik jaman sekarang kan rata-rata mahal." Well, that's another excuse. 

Hmmm ... Sebentar-sebentar, makan makanan/minuman "lucu" penuh perasa dan pengawet buatan juga mahal lho. Sebenarnya, dengan berhenti minum minuman kemasan saja sudah bisa menghemat dan bisa dialihkan untuk membeli sayuran sehar.

Dan kalau standard dari makanan sehat yang dimaksud tadi adalah post-post cantik di instagram dengan chia seeds, granola, muesli, salmon, kale, kiwi, dll, jadi standardnya, mungkin bisa dibilang relatif mahal ya. Akan tetapi coba deh direnungkan lagi, makanan sehat nan baik itu lebih banyak yang murah lho. Tempe misalnya, kayak nggak ada matinya. Hehe, tomat segar, seikat daun mint, seikat selada, bayam merah, sebuah apel hijau lokal, masing-masing harganya nggak ada yang lebih dari Rp5.000,00 rupiah lho. Kurang subur apa nih tanah di sekitar kita.

Pintar-pintar mencari sumber makanan sehat, alami, dan ramah di kantong. Investasi untuk sebuah blender pun nggak akan terasa berat kalau dibayangkan dengan harga nongkrong di cafe-cafe hits saat ini.

Nah, biar semakin yakin kalau anak kost (seperti saya), itu pasti bisa memberi tubuh asupan bernutrisi, yuk intip resep-resep "lucu" yang bisa jadi bagian dari dunia perbekalan setiap hari.

Go go agogo chop chop!

#1 Scrambled Tempe

Bahan:
1 papan tempe ukuran sedang
1 buah wortel ukuran sedang, potong kotak-kotak kecil
25 gram seledri, cincang halus
5 siung bawang putih
1/2 sdt merica
1/4 buah pala
1/2 sdt kaldu jamur (bisa juga kaldu ayam/daging)
1 sdt garam laut
1/2 sdt gula pasir kuning
1 buah telur
Minyak kelapa secukupnya

Cara membuat:

1. Kukus tempe kemudian hancurkan.
2. Haluskan semua bumbu (bawang, merica, pala).
3. Panaskan minyak kelapa. Masukkan bumbu halus tadi, wortel, seledri, bersama tempe kukus yang sudah dihancurkan. Tambahkan gula, garam, kaldu dan telur. Orak-arik semua bahan.
4. Sajikan selagi hangat.

*Resep bisa dimodifikasi menjadi nugget tempe. Adonan dan bumbu halus yang sudah dicampurkan, dibentuk bulat/lonjong/sesuai selera, celup ke putih telur, dan lumuri dengan tepung roti. Goreng dan sajikan.

#2 Homemade Marinara Sauce

Bahan: 
2 buah tomat ukuran besar, kupas kulitnya, potong ukuran dadu
2 siung bawang putih, cincang halus
3 siung bawang merah atau 1/2 bawang bombai, cincang halus
Garam laut dan gula kuning
1 sdm minyak kelapa/minyak zaitun/minyak bekatul

Cara membuat:
1. Blend tomat yang sudah dikupas dan dipotong dadu tadi sampai halus. Kalau tidak pakai blender, hancurkan tomat dengan sendok atau spatula.
2. Panaskan minyak di wajan, masukkan bawang putih dan merah, tumis sampai layu.
3. Masukkan tomat yang sudah halus ke dalam wajan. Aduk selama kurang lebih 15 menit, tambahkan gula garam, tunggu sampai mengental.
4. Sajikan dalam keadaan hangat bersama scrambled tempe atau nugget tempe. Atau bisa juga disimpan di kulkas dalam wadah kedap udara agar tahan sampai seminggu. 

*Saus marinara ini saking serbagunanya bisa untuk spread roti, cocolan nugget, siraman untuk scrambled tempe, brokoli rebus, dan masih banyak lagi!

#3 Classic Egg Sandwich

Bahan: 
Roti sorghum (jika tidak ada bisa diganti dengan roti lainnya)
Telur
Selada
Timun
Tomat
Mayonaise (diutamakan homemade)

Cara membuat: 
1. Semudah berhitung 123. Pertama panggang dua lembar roti terlebih dahulu.
2. Rebus telur sampai matang, kupas kulitnya, potong menjadi dua bagian.
3. Susun roti, selada, telur, tomat, timun, mayo, dan lembar roti lagi. Sajikan.

#4 Apple Ginger Cinnamon Juice

Bahan: 
3 buah apel manalagi/apel malang/apel hijau
1 ruas jari jahe
1 batang kayu manis, hancurkan. Lebih praktis menggunakan kayu manis yang sudah berbentuk bubuk.

Cara membuat:
1. Blend semua bahan sampai halus.
2. Saring dan ambil sarinya. Sajikan atau simpan dalam botol kedap udara.

#5 Peppermint Tea

Seduh 15-20 lembar daun mint segar/yang sudah dikeringkan, remas terlebih dahulu. Aduk dan tunggu sampai air menguning, manis alaminya terasa, dan wangi mentol alaminya menguar. Sajikan hangat. 

Khasiat terbaik teh peppermint ini mulai dari menyegarkan napas, melancarkan pencernaan, rileksasi, antibatuk, hingga baik untuk meluruhkan lemak-lemak jahat. Baik diminum pagi hari atau sebelum tidur untuk dapat rileks dan tidur lelap yang alami tanpa obat penenang.

*Sebagai variasi bisa dicampurkan air perasan lemon/jeruk nipis, jahe, atau gula batu. I just can't get enough of this kind of drink!

#6 Avocado Soyamilkshake

Bagi saya, beruntung itu adalah saat dapat avokad yang sempurna, moist, creamy, dan surgawi! Mari kita manfaatkan keberuntungan ini sebagai substitute dari segala milkshake penuh gula dan perasa buatan itu. Saatnya merasakan sensasi rasa alami yang bikin kita lebih menghargai hidup *cie elah, but I'm very serious about this.

Here is the avocado, belah dan keruk dagingnya. Blend dengan susu kedelai murni, tambahkan beberapa lembar daun mint. It's simply delicious, kaya akan lemak baik, tambahan energi, dan anti oksidan.

#7 Guacamole

Masih memanfaatkan avokad, kalau ada yang tersisa saat bikin milkshake tadi, kita juga bisa buat spread yang superenak. Haluskan avokad, beri perasan jeruk lemon, garam dan merica ... sudah bisa jadi semangkuk saus guacamole yang bisa dimakan bareng roti, keripik singkong panggang, atau apa saja yang bisa dicocolin.

-

After all, selain berusaha makan dengan baik dan berkesadaran ... jangan jangan oh jangan pernah malas bergerak. Jalan kaki 30 menit sehari misalnya, sederhana tapi pelan-pelan memelihara tubuh. Eits, juga jangan pernah remehkan pola tidur yang baik. Tak mesti ideal 8 jam sehari, yang penting berkualias (well, we'll get to this topic later). And see you on the next post!


Love & light,
Nadia

Sunday, March 6, 2016

Fruit Potluck Club

 

Kalau pernah menilik sekilas dari ratusan post di media sosial milik Bentang Pustaka, pasti bakal nyadar sama taman luas hijau nan asri yang sering jadi latar foto di sana.

Ada masanya di halaman samping/taman ini berkeliaran binatang peliharan Pak Pemred (dari anak anjing, burung perkutut, ayam, sampai kucing), jadi latar foto untuk berbagai event perpisahan kru yang "lulus" dari sana, hingga kedatangan tamu-tamu spesial di event seperti #WedanganInspirasi maupun #AngkringanKomik. Namun kali ini kami, para editor: saya, Dila, Ulil, Mba Intan, Mba Dhewi, Mba Noni, dan Abang, tiba-tiba (dengan terlebih dahulu dikompori si bungsu Ulil) jadi pengin piknik di taman. Mumpung lagi tenteram tanpa binatang piaraan seekorpun, mumpung lagi nggak ada tamu dan acara. Dan karena lagi gencar-gencarnya dengan kampanye #SahabatBugar serta terlalu banyak baca buku Green for Life-nya Victoria Boutenko, kami sepakat bikin potluck dengan buah-buahan smoothies.

Ya namanya juga potluck/urunan, persiapannya juga sendiri-sendiri, bawa bekal masing-masing buat dimakan bareng di hari-H. Kami pilih hari Jumat, pas setelah kelas yoga di pagi harinya. Sempat hujan sedari subuh,  untungnya hari segera cerah dan rumputnya nggak becek! (Ini ajaib banget, kami nggak hentinya bersyukur karenanya)

Saya kebagian membuat smoothie, karena dianggap semacam spesialis di bidang ini, hahaha. Saya memilih bawa blender dan meracik langsung bahan-bahannya di kantor. Dibantu temen-temen yang mau aja disuruh bantu ngupas-ngupas, kami bisa menyelesaikan 3 macam smoothie dalam waktu kurang dari 30 menit.


Horenzo Slushy: Blend nanas, horenzo, timun, jeruk, air kelapa muda.

Carrotomatogi Sensation: Blend wortel, tomat, jeruk, jahe & kunyit, air. Saring dan ambil sarinya.

Purple Splash: Blend buah naga merah, horenzo, timun, air kelapa muda.


Jadilah smoothies warna hijau, jingga, dan ungu, yang siap bersanding bersama watermelon popsicles buatan Ulil, salad buah dari Budhe Dhewi, buah gelondongan dari Mba Intan, Mba Noni, dan Abang, serta sate buah buatan Dila (semuanya buah, we did it!!!)



Kami emang janjian pakai tshirt Supernova: Inteligensi Embun Pagi (limited edition merchandise) baru, beneran baru dikasih kemarinnya. Jeng jeng jeng jadilah nuansanya menjadi putih-abu-abu-hitam mengimbangi warna-warni buah yang sudah sangat cerah dan vibrant. Tak lupa in frame buku-buku yang jadi inspirasi sehat kami.


 
 


Alhamdulillah ... IT WAS FUN!!!

Salad, sate, buah gelondongan, dan smoothies yang terkumpul banyak banget dan puas diicip-icip orang sekantor. Hihihi. Sesi foto-foto yang semula dikhawatirkan, karena persoalan "Siapa yang mau motoin???" seketika teratasi dengan hadirnya Ana magang sekretaris dan Chandra magang desain (khukhukhu, anak-anak magang memang berguna~). Not bad at all, piknik berjalan lancar dan siangnya kami sudah bisa kembali bekerja di meja masing-masing.

See, piknik kadang nggak harus terlalu jauh dan ribet. Kalau beruntung dan dikaruniai halaman hijau yang asri, langsung saja dimanfaatin. Segar dan bikin sumringah! X) X)

Semoga bisa lebih sering nih aksi impulsif yang semacam ini.



Love & light,
Nadia

Tuesday, March 1, 2016

Sarapan Sehat: Yellow Tumeric Milk Easy Recipe

Wihiii! Seminggu berlalu kayak sekedip, tiba-tiba udah masuk ke bulan ke-3 di tahun ini. March on!

Ingat kan minggu lalu saya bercerita tentang kelas Sarapan Sehat bersama Bu Janti @alterjiwo yang super menyenangkan itu? Kali ini saya coba salah satu resep yang disarankan. Resep yang aslinya bernama Golden Turmeric Milk, tapi ternyata karena hasil racikan saya kurang nge- "gold" saya ganti saja judul kali ini jadi Yellow Turmeric Milk.

Resepnya segampang berhitung 123 dan bahan-bahannya bisa jadi sudah nongkrong lama di lemari/kulkas kita sekalian. Coba intip yuk minuman berlemak (baik), anti flu, dan depresi karena sejuta manfaat kunyit dan jahe, yang sudah jadi resep merawat diri di berbagai belahan dunia sejak jaman pendudukan Portugis di Maluku *uopooo tho Nad, Nad.Rasanya gurih, manis, dan efeknya bagus banget untuk bikin rileks.

Bahan:

  • Susu kelapa (aka santan, bisa juga buat sendiri dari kelapa tua diparut, dicampur air, diblender, dan diperas sarinya). Kalau kepepet waktu kayak saya kemarin, bisa pakai santan yang dijual di supermarket, dari semua yang paling dipercaya kualitasnya adalah "Klatu" (bukan promosi ampun ampun). Susu kelapa juga bisa diganti dengan susu kedelai, atau susu nabati lainnya.
  • Kunyit, diparut
  • Jahe, diparut
  • Gula batu/madu, usahakan bukan gula pasir atau refined sugar, ya ;)  
 
Cara membuat:

  • Jerang semua bahan dalam panci, aduk rata.
  • Masukkan gula batu/madu
  • Setelah warna berubah menguning, saring dan sajikan hangat.  



Paling baik diminum di kala pagi, sehabis stretching atau yoga. Atau kapanpun kamu merasa badan terasa semriwing butuh kehangatan.


Love & light,
Nadia

Tuesday, February 23, 2016

Berguru dan Meramu: Klub Sarapan Sehat bersama Janti Alterjiwo

Saya menikmati betul saat-saat belajar dan menilik perspektif baru dalam menerapkan pola hidup yang lebih sehat. Ada banyak sekali sumber, pakar, pegiat yang bisa diserap ilmunya. Lewat Kelas SetuSelo di Rumah Pendopo Maguwo (ya, saya semacam cult sama rumah keren ini) Sabtu, 20 Februari kemarin salah satunya, belajar langsung dari Her Awesomeness Janti Wignjopranoto @alterjiwo atau akrab disapa Bude Janti.

View dari Joglo Bersama, Rumah Pendopo Maguwo. Breathtaking.

Terlihat cerah, segar, dan merepresentasikan semua yang ia citrakan, Bude menyapa kami dengan salam hangat di depan meja panjang berisi semua bahan-bahan yang sudah disiapkan segar, bahkan sudah ada hasil jadi bahan makan fermentasi di dalam cool box. This going to be so awesome, saya sampai memekik pelan.

Bahan-bahan segar dan bersih yang sudah dipersiapkan Bude Janti. Credit: @alterjiwo

Kami habiskan pagi hingga siang hari untuk berdialog mengenai pentingnya sarapan, serta tahapan dan pilihannya. Mengapa sebegitu pentingnya, karena tubuh ini semalaman sudah diistirahatkan, didinginkan. Untuk memanaskannya kembali, maka dibangkitkannya pun harus lembut. Lembut~

Sembari terus diingatkan, bahwa menentukan apa yang paling cocok untuk tubuh adalah tugas diri kita sendiri, perlu lebih sensitif mendengar apa maunya tubuh. Karena tubuh setiap orang berbeda-beda, nggak ada standar yang saklek harus makan apa, kapan, dsb. Yang ada, di sini diberi referensi baik yang sayang kalau nggak diamalkan ke tubuh.


Bude menyiapkan pisang panggang dengan kayumanis dan gula aren

Bagian paling seru, kami "diwajibkan" icip-icip/ngabisin semua minuman dan hasil olahan. Dari air lemon, kombucha, air kelapa muda, peppermint tea, golden turmeric mylk, banana-cacao-peanutbutter smoothie, pisang panggang kayumanis gula aren, coconut yogurt, fruit salad, green salad, roti dengan 4 spread yummy, sampai scrambled tofu, that many oh holy mother earth! (Hihi,meski nggak sempat difoto semua, keburu kami sikat duluan). Semua sudah termasuk belasan catatan pinggir dan tip supaya nggak ada bahan dan ampas yang tersia-sia.

Icip-icip Banana-Cocoa-Peanut Butter Smoothie, yang lebih enak dari es krim!
Membuat Scrambled Tofu yang ternyata gampang dan "suka-suka" takaran dan bahannya.
Pada akhirnya, ilmu kalau tidak dituliskan, disebar, dan dipraktekkan, cuma bakalan nganggur di pinggiran sudut pikiran. Jadi, mulai Selasa ini pelan-pelan saya akan mencoba tahapan hingga resep yang saya dapat. Semoga cukup baik untuk siapapun yang kebetulan lewat.

Untuk kali ini, sebuat saja berupa catatan umum tentang kelas kemarin sekaligus cerita awal dari "Kebiasaan Sehat di Pagi Hari" tentunya dengan tahapan yang tidak saklek. Bude terus mengingatkan, bahwa menentukan apa yang paling cocok untuk tubuh adalah tugas diri kita sendiri, perlu lebih sensitif mendengar apa maunya tubuh. Karena tubuh setiap orang berbeda-beda, nggak ada standar yang pasti, kapan, dsb. Yang ada, di sini kami diberi referensi baik yang sayang kalau nggak diamalkan ke tubuh.

Menurut saran Bude, ada baiknya kita terbangun alami setelah tidur cukup, sesaat sebelum subuh merupakan waktu yang pas. Lakukanlah ibadah sesuai kepercayaan (sholat/sembahyang/berdoa pagi) dilanjut bermeditasi, stretching. Pilih atau gabungkanlah aktivitas yang paling bisa dinikmati.

#1 Oil holding
Lebih bagus kalau sebelum memulai semuanya, pertama-tama kita menerapkan yang namanya "Oil Holding" hmmm interesting. Oil holding ini suatu kebiasaan yang baru banget saya ketahui. Tujuannya untuk membersihkan semua sisa kotoran di mulut serta memperkuat gusi dan gigi. Caranya dengan mengoleskan cold-pressed coconut oil atau minyak kelapa murni, balurkan ke seluruh mulut, kumurkan selama lebih kurang 3 menit. Setelah dibuang, pijat gusi dan dan sekitar mulut. Lalu gosok gigi dengan atau tanpa pasta gigi. Hmmm ... saya kayaknya belum pede melakukan ini (ketergantungan pasti gigi pabrikan, huks huks, pelan-pelan deh), Bu Janti mengakui kalau dirinya cukup religius menerapkan oil holding ini setiap pagi, dan sudah tidak menggunakan pasta gigi lagi, fluoride's miracle is way that overrated.

Saat ditanya tentang risiko bau mulut atau kesan kurang bersih dari oil holding plus hanya bersiwak, ia menggeleng. Nope, mulut malah lebih bersih dan jelas sangat menguntungkan bagi keseimbangan enzim di mulut. Mungkin kita sering abai sama mulut sebagai gerbang utama dan salah satu penentu kualitas makanan yang akhirnya kita cerna. It does makes sense, dan meski sedikit ragu kalau oil holding tanpa dibilas pasta gigi, saya pikir saya harus berani mencobanya suatu hari nanti.

#2 Konsumsi air lemon
Dengan meminum 1-2 gelas air lemon atau jeruk nipis dicampur jahe atau kunyit (suhu ruang atau dalam keadaan hangat), kita sudah membersihkan tubuh dari dalam. It sounds pretty effortless, tapi jangan ditanya lagi manfaatnya, pembersih, kaya vitamin c, you name it. Sepakat sama hal ini karena saya juga penggemar berat air lemon hangat di pagi hari atau kapanpun kamu butuh untuk mereset suasana mulut.

#3 Meditasi
Meditasi/streching/olah tubuh/yoga, lakukan apa yang menjadi favoritmu. Favorit saya adalah ngulet barang 3 menit, berwudhu, subuhan, dan setelah itu bersila sejenak. Bernapas 478, rasakan napas, resapi, it makes a big difference dibanding saat bangun kesiangan dan tergesa-gesa mempercepat semua aktivitas,

#4 Minum minuman hangat
Tubuh tiap orang berbeda-beda (sekali lagi bilang ini dapet payung deh Nad), tapi setiap orang sebenarnya berbakat dalam mengenali dirinya sendiri. Apa yang cocok apa yang tidak. I used to be a big milk drinker. Pernah, saya tak lepas dari susu lantaran percaya akan kemampuannya sebagai trigger untuk melancarkan proses BAB di pagi hari. Lama-lama jadwal saya tetap bisa teratur dan nyaman setelah saya fokus mencukupi sayur dan buah setiap hari. Susu hangat menjadi kebiasaan occasional saja. Minuman hangat ternyata membantu pelan-pelan menyesuaikan tubuh yang baru saja terbangun. Dari kelas kemarin saya kepincut sama Golden Turmeric Milk, yang sangat mudah dibuat: coconut milk (santan) buatan sendiri, dipanaskan sebentar dengan kunyit, jahe, dan gula batu takaran sesuai selera. Disaring, kemudian diminum hangat-hangat. Nyesss ....

#5 Smoothie dan jus
Kalau scroll blog ini ke bawah, ketahuan kalau saya adalah peminum green smoothie yang cukup ulung. Saya suka banget tekstur creamy-krenyes, rasa sedikit langu, segar, asam, berpadu manis dari smoothie. Smoothie dan jus memang disarankan diminum di sekitaran jam 8 sampai 10 saat perut masih terasa lapang karena belum kemasukan makanan berat. Jus memberi energi instan yang dirilis cepat lantaran tekstur, sedangkan smoothie yang bertekstur lebih creamy bisa bertahan lebih lama. Green smoothie andalan saya misalnya, pisang+kale+jeruk, juga beet+buah naga+air kelapa. Slurpeee!

Di kelas kami, salah satu resep smoothie yang dibuat adalah yang paling disuka siapa saja, basic banaan smoothie. Namun kali ini Bude memberi resep "to die for" dari 1-2 pisang beku, 2 sdm bubuk kakao, 2 sdm selai kacang homemade (kacang tanah sangrai, gula aren, garam, diblender sampai halus). Rasanyaaa klop, to die for beneran! Lebih enak dari es krim di supermarket dan mal-mal. Yums kuadrat.

#6 Sarapan
Kelas ini menawarkan alternatif sarapan sehat yang bisa jadi inspirasi kita: salad sayuran dengan dressing bawang putih, cuka apel, olive oil, dan lemon; coconut yogurt dengan toping potongan buah segar; pisang panggang dengan taburan kayumanis dan gula aren; roti dengan ragi alami (tanpa gula, tanpa pengawet pun) dari Kebun Roti idolaku, dicocol ke bermacam spread surgawi buatan sendiri seperti hummus, pesto, guacamole, coconut butter, ahhh~ ; scrambled tofu nikmat sebagai substitut scrambled egg; dan masih banyak lagi, saya pasti kelewat saking sibuknya megang dan icip-icip. Hihi.

CoYo aka Coconut Yogurt dengan toping semangka, nanas, pepaya, dan markisa.
Scrambled Tofu, Salad, Roti Galaxy dari Kebun Roti dengan speard surgawi.

Sekali lagi disampaikan kalau saran-saran baik ini bisa dikembangkan atau disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing, waktu, dan ketersediaan bahan. Eits, tapi kalau sudah sebanyak tadi referensinya, udah nggak bisa pakai alasan ribet dan sebagainya, ya.

Oh ya, beberapa resep yang disebut di atas akan saya ceritakan dan sekalian dipraktekkan ulang pada post-post mendatang. Semoga saya nggak males-males amat ya buat nulis dan foto. Mudah-mudahan cacatan Kelas Sarapan Sehat bersama Bude Janti ini bisa menambah referensimu about how to start your day properly.


I'll see you soon!


Love & light,
Nadia