Tuesday, December 29, 2015

Growing Cities Club: Menonton dan Meresapi Konsep Urban Farming

Kemarin saya mampir ke acara selamatan Kebun Komunitas RT02, Dusun Jenengan, Maguwoharjo, yang diinisiasi Kedai Rasayana. Selamatan ini semakin berkesan karena dilanjut dengan pemutaran film dokumenter Growing Cities + diskusi bareng Bu Janti @alterjiwo (yang punya lahan dan inisiatif), Pak Slamet @petanibertato, Pak Kun, Mas Rudi, dan teman-teman lain yang sudah antusias datang.

Logika nggak jalan tanpa logistik, maka sebelum nonton saya dengan lahap mamam tiwul beserta lauk pauk dan aneka sayuran dari #sekolahpagesangan juga minum bir mataram dan secang racikan @kebunkitajogja. Alhamdulillah, enak banget, sampe mau nangis.


Gambar diambil dari instagram @KedaiRasayana

How was the movie? Well, the movie was great and really edible!

Ceritanya ada dua anak muda asal Omaha, Nebraska, bernama Dan Susman dan Andrew Monbouquette melakukan perjalanan darat keliling Amerika Serikat mencari jawaban atas segala pertanyaan (tsah...). Mereka yang memang punya latar belakang sekolah tentang ketahanan pangan ini, berinteraksi dengan pegiat dan komunitas urban farming yang tak lain adalah para pejuang sumber makanan berkualitas di kota mereka masing-masing! Petualangan mereka dari Omaha-LA-SF-Portland-Detroit-(some cities I forgot the details)-New York-DC-Austin hingga kembali dari ke Omaha, membawa banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik.

(((dipetik)))

Huehehehe ... Saya yang awam dengan istilah urban farming dan printilannya sekalipun tetap dibuat terkesan. Apalagi melihat tipe lahan, komposisi penduduk, dan kendala masing-masing di tiap kota, masih saja tak menyurutkan tekad mereka untuk terus menanam dan menyediakan bahan makanan segar. Jangan keluhkan masalah ketersediaan lahan, ada banyak sekali sebenarnya tanah-tahan bahkan bangunan tak terpakai yang bisa digunakan. Asal bisa paham sama aturan, nego pemerintah setempat, dan pemilik tanah, mereka bisa! Bahkan dari jendela apartemen atau atap gedung di kota sepadat New York pun bisa ditumbuhi sayuran enak! Oh that was really amazing and they said it's simply because they can, they want to do it, and everyone needs healthy and affordable food sources. Cara mereka mengumpulkan kompos via taksi kompos pun bikin geleng-geleng, niat tenan! Rawkz sekali!!! Film ini ditutup dengan Dan dan Andrew yang menanam sayuran di bagian belakang mobil bak mereka, yang bahkan bisa tumbuh dan dipanen! See, you sure can grow food anywhere, hah, hah.
 
 Trailer Growing Cities (2012)


Biarlah saya dikata Amerika-sentris banget, tapi ya emang baru mereka yang jago mengemas perkembangan #GrowingCities jadi semenarik itu. Namun sebenarnya, film ini dibuat untuk pesan yang universal.

Dari diskusi seru bareng para pegiat urban farming Jogja dan sekitar, saya jadi sadar kondisi masyarakat dan kota-kota di Indonesia nggak berbeda dari Amerika sana. Kendala yang dihadapi juga sebenarnya dihadapi oleh kita yang katanya gemar ripah loh jinawi tapi penduduknya masih kelaparan, gizi buruk, dan obesitas di mana-mana. Kalau kata Bu Janti, idealnya kita memang bisa menanam sendiri, merawat, melihat sendiri bahan-bahan itu tumbuh, memanen, dan mengonsumsinya. Untuk saya si bujangan tak bertanah dan tak berproperti ini, hal semacam itu seperti angan-angan yang disimpan buat hari tua. Huhuhu ... susah banget, ya. Kan nggak semua orang passionate bertanam seperti itu. Namun akhirnya saya dibuat ngeh kalau sebenernya pesan dari film ini sederhana, it's as simple as to know where your food comes from. 

Paling tidak sekarang saya harus mulai bijak memilih apa yang masuk ke badan ini. Jangan asal enak, asal gratis (:p), asal gampang, lantas puas. Belajar penasaran dari mana makanan yang tersaji ini berasal, bahan-bahannya dari mana? Kalau diimpor dari jauh, sejauh apa? Dikirim ke sini dikemasnya bagaimana? Ah, ribetttt amat sih, tapi semoga bisa melangkah kecil-kecil. Kalau kata Mba Citra dari Kedai Rasayana, "Boleh kok ikut ngolah kebun di sini, belajar aja bareng-bareng," aaaa Mba Citra you're so sweet. Bismillah, saya kapan-kapan dateng dan ikutan nanem/elus-elus sayuran.

Semangat!

For the love of good food,
Nadia.

No comments:

Post a Comment