Monday, September 14, 2015

Seni Beres-beres yang Mengubah Hidup

Salah dua buku yang paling berpengaruh untuk saya akhir-akhir ini adalah Green for Life (Victoria Boutenko) dan The Life-Changing Magic of Tidying Up: The Japanese Art of Decluttering* and Organizing (Marie Kondo). Buku-buku nonfiksi yang sangat pop, favorit saya banget, lah. Kalau kata Mas Wisnu, dosen saya di Jurusan Ilmu Komunikasi UGM dulu, nge-pop di sini bisa dimaknai sebagai sesuatu yang mudah menyentuh hati karena akrab, merupakan bagian dari keseharian kita, dan terasa baik dan berguna.


*decluttering = anti menimbun barang 


Green for Life mengubah hidup saya dengan "penemuan" smoothie hijau yang benar-benar berharga itu. Saya menuliskan pengalaman menyenangkan dan resep smoothie hijau versi saya, di sini. Hope you'll find it useful enough.

Then, The Life-Changing Magic of Tidying Up was another story. Buku ini menjadi world wide best-selling book, dan berhasil menyebarkan metode KonMari (sebutan untuk metode buatan Marie). Menjadikan Marie salah satu dari 100 The Most Influential People-nya majalah TIME. Sebelumnya saya udah sering mendengar reviewnya dari CEO saya di Bentang, Mas Salman Faridi, Marie Kondo ini sudah jadi top of mind dalam dunia organizing. Wuihhh, saya pikir nih Marie pasti semacam ibu-ibu Jepang dengan OCD untuk hal-hal mengenai kerapian, clean-neat-freak yang tipikal, blablabla.

Ternyata ... ya, emang begitu sih si Marie, emang passionate mengorganisasi segala sesuatu sesuai kategori. Saya juga agak kaget, Marie ternyata masih muda dan kinyis-kinyis, kawaiii! *nggak penting kalau ini*. Apalagi setelah baca bukunya, saya tahu kalau dari kecil Marie lebih memilih untuk merapikan mainan dan  printilan di sekolahnya, dibanding keluar bermain di halaman bareng teman. Zzz .... Namun, justru passion ini yang menggerakkan Marie untuk menekuni bidang yang nggak disangka-sangka bisa jadi jenis profesi baru, yaitu ... *drumroll* it's an organizing consultant! Nah tuh, ada-ada aja ya profesi kreatif dan unik begini.

Perhaps enough about Marie. Kalau bukunya, saya belum menemukan versi terjemahan bahasa Indonesianya, soon, semoga segera ada. Namun, beruntung banget karena saya nemu buku ini Bookmate (dan masih berlabel "free"). Yippiyay! Mulailah saya menekuni buku ini dengan harapan yang sederhana, hidup saya bisa lebih terorganisir. Better, lighter, neater. Titik. Sampai ke hidup segala, Nad ... well, di buku ini saya belajar kalau suasana tempat kamu tinggal somehow bisa benar-benar berpengaruh pada badan dan pikiran.

Saya belajar bagaimana metode "KonMari" yang dijabarkan Marie di bukunya ternyata sangat mendasar, tapi kita sendiri yang masih abai dengan segala organizing stuff. Kepo dong, saya ngecek instagram Marie, dan menemukan hasgtag #KonMariMethod #sparkjoy, di mana banyak banget orang-orang yang terpengaruh Marie, berbagi pengalaman mereka.

Marie Kondo dan #KonMariMethod

Menurut Marie, prinsip beres-beres a la KonMari itu sebenernya sederhana. Ini tentang prinsip tidying up berdasarkan kategorisasi dan memaksimalkan penggunaan storage. Semua ini tentang proses, nggak ada yang instan, bertahap tapi menyeluruh. Setelah berhasil mengelompokkan semua barang berdasarkan kategorinya, bukan berdasarkan lokasi benda itu, seperti yang  selama ini biasanya kita lakukan.

Nggak ada tuh beda individu beda perlakuannya. Prinsipnya sama saja dan berlaku untuk semua orang. Semacam kalau kita punya barang baru, maka harus ada tempat menyimpan, untuk itu kadang kita harus mengurangi barang yang sudah ada, dan sudah tidak terpakai. Satu masuk, satu keluar. Dan semuanya harus berada pada tempat yang tepat, dengan kategori yang benar.

Seperti biasa, saya yang mudah terpengaruh ini tertohok. Rasanya saya pengin segera membereskan hal-hal kecil, terdekat, di sekitar saya. Sekarang juga.

Mostly my take on this book are more about organizing my life in general... It's all about:
  • De-clutter & re-organize your online history and stuff: image history, email, old "not you anymore" blog post, random account. Bersih-bersih, bersih-bersih! Ini yang paling gampang, karena bisa dilakukan sambil kerja sekalipun. Membereskan email dari spam dan promo feeds yang ngabis-ngabisin memori. Baru-baru ini saya mulai getol membereskan track record saya di internet, terutama "kenangan" lama yang sudah tidak relevan lagi. Berlaku juga untuk memori dalam smartphone, laptop, dan pc juga.
  • De-clutter & organize your working desk, your room, your house. Pelan-pelan, pelan-pelan. Kalau bagian yang ini sih saya akui sangat berat. Terutama buat kita yang berbakat penimbun (hoarder). Apa-apa disayang-sayang, dibuang sayang, disimpan tapi ujung-ujungnya nggak dipakai juga.
  • De-clutter your mind. Rapikan memori di otak, dengan merelakan hal-hal yang sudah tidak relevan untuk masuk ke recycle bin. Namun simpan memento yang sudah dikurasi, untuk waktu yang tak terduga, just in case. Caranya? Saya sendiri masih belajar, saya mencoba merapikan pikiran setiap pagi dengan meditasi singkat. Setiap habis sholat Subuh, 15 menit saja (pakai timer biasanya) memfokuskan diri pada napas. Tarik dan keluarkan udara dari hidung, sadari proses itu. Sederhana ya, tapi menyenangkan sekali efek setelahnya.
  •  
But still, it's nice to let yourself free a bit. Meski enak banget habis bebersih, buang-buang segala macem, sesekali enak juga kalau ngebiarin beberapa hal berantakan tanpa terburu-buru buat ngerapihinnya. Hehe, pokoknya saya penganut prinsip, lakuin aja segala hal yang saya suka, yang penting nggak kelewat freak aja.

Saya masih baca bukunya, jadi belum bisa membagi metode KonMari yang lebih praktikal. Huahhh, doakan saya bisa segera menulis bagian selanjutnya. AAMIIN!


Love & light,
Nadia


11 comments:

  1. Keren banget, Nad! Btw, kenangan yg udah ga relevan itu apa ya? buehehehe.
    Efek meditasinya gimana gimana? Penasaran :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Efeknya melancarkan buang air besar. Kalo udah expert kayak orang-orang bisa jadi lebih tenang dan sabar (((sabar))) x)

      Delete
  2. hai mbak.. randomly nemu blogmu ini. mau tanya, yg di bookmate itu nggak full version atau gmn sik? ak cm bs buka sampe chapter satu aja.. makasih klo berkenan respond ya.. salam kenal ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, salam kenal ;)

      Di Bookmate buku-bukunya emang nggak semua free selalu. Kadang, saat masa promonya habis, kita baru bisa buka setelah langganan sebulan Rp69.000,00 itu.

      Kabar gembira, doain sebentar lagi buku ini akan diterbitin versi Bahasa Indonesianya oleh Bentang Pustaka lho :)

      Delete
  3. Replies
    1. 15 Agustus ini, ditunggu ya :)

      Delete
    2. aku lagi blogwalking tentang konmari terus nemu komen mbak yang bilang buku konmari bakal terbit 15 agustus, berarti sekarang udah terbit donk ya?

      Delete
    3. Sudah terbittt, bisa ditemukan di toko-toko buku besar kayak Gramedia, Gunung Agung, Togamas, dan bisa beli di toko buku online kayak mizanstore.com juga.

      Selamat membaca :)

      Delete