Saturday, February 23, 2013

Get Busy Get Crafty [2] Animal Necklaces


What am I currently obsessing over? Animal stuff! That is!

Ceritanya saya baru saja membeli tang aksesoris baru (yippiii!), yang lama sudah berkarat dan tertinggal di sebuah rumah di Muntilan. Dan... masih ada mainan binatang yang bisa dipakai dan diutak-atik, dan dipilox. Jadi... saya berhasil membuat dua macam kalung aneh ini. Hihihi, and I name it... The Pink Hipoquer, and Goth Girraffe. Karena satu kudanil pink, dan jerapah gothic. Lalala~ Ngasal to the max!


The Pink Hipoquer

Goth Giraffe


Woo Woo Woo


Mutiara dari Lombok Utara


“Saya hanya ingin kembali membangun daerah kelahiran saya.”

Saya bukan tipe penonton setia televisi. Untuk menghibur diri, saya lebih suka men-download sendiri serial kesukaan saya, streaming konser dan video musik sesuai selera, pokoknya tv jadi barang langka sejak saya kuliah. Di tempat kos pun, saya nggak pernah berniat beli tv. Pernah sih masang tv tunner yang dua bulan kemudian meledak bersama layar monitor komputer saya. Hhh... Semenjak hampir sebulan di rumah dan (lalala) jobless, saya bisa dibilang mulai akrab lagi sama acara tv, nggak sengaja :p

Sabtu pagi kemarin, saya menonton sebuah acara tentang wanita inspiratif, "Tupperware She Can". Dan kayak sudah takdir, episode kali itu berkisah tentang Nursyda Syam Islam, perempuan berusia 33 tahun yang mendedikasikan diri membangun minat baca masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Di Lombok Utara. Sebuah klub membaca, disebut "Sekolah Alam Anak Negeri" bukan seperti sekolah formal dalam bayangan kita. Anggotanya juga nggak terbatas anak-anak sekolah yang ingin memperoleh kesempatan lebih buat membaca buku, bapak-bapak dan ibu-ibu pun ada yang bergabung dan ikut mencandu buku. Salut!

Latar belakang Ibu Ida (begitu ia biasa disapa) yang dibesarkan dengan tradisi membaca buku yang kuat dari sang ayah, banyak berperan membentuk dirinya seperti sekarang. Saat kuliah di Jogja, ia nggak segan mengamen demi memenuhi hasratnya membaca buku sebanyak mungkin. Saya nggak teliti waktu menonton tentang masa kuliah Ibu Ida, saya nggak memperhatikan dia lulusan jurusan apa. Yang pasti setelah lulus Ibu Ida ngotot kembali ke kampung halamannya.

Usaha pertamanya membuat klub baca nggak berjalan mulus lho... Karakter ibu-ibu setempat yang lebih suka ngerumpi di sore hari, membicarakan hal-hal kurang penting, berbenturan sama ide yang pengen disosialisasikan sama Ibu Ida waktu itu. Alhamdulillah... dengan semangat yang nggak pernah luntur, Ibu Ida berhasil mengajak anak-anak berkumpul dan menanamkan kebiasaan membaca kepada mereka. Sekarang sudah lebih dari 80 anggota di tiga dusun yang merasakan manfaat kerja keras Ibu Ida dan para pendamping lainnya.

“Membaca itu bukan lagi ekslusif untuk kalangan terpelajar saja. Justru menjadi jalan supaya bisa pintar. Tidak ada jalan lain kalau ingin meningkatkan pengetahuan masyarakat, selain kita yang berusaha mencerdaskan diri sendiri,” kata wanita yang meminta mas kawin berupa buku Fiqih Islam kepada suaminya sewaktu mau menikah itu. Selain concern buat ningkatin minat baca, Ibu Ida juga membagikan ilmu praktis berupa ketrampilan untuk kalangan ibu di sekitarnya. Mulai dari mengolah pisang supaya lebih punya nilai jual lebih, sampai melatih kerajinan tangan dari kain flanel.

God bless her. For everything she’ve been through. She’s a pearl, probably the shiniest one.

Dan...

Saya? :) Oh. Let..us..see..



Woo Woo Woo


Run Foolish Run!


People relaxes in different ways. Some take a warm-bubble-aromatic bath . Some go to wander around their favorite places. And I? I go for running.


Bermula dari satu bulan yang lalu, saya mulai ‘memaksakan’ diri bangun pagi dan berlari keliling komplek rumah. Rasanya berat banget di awal, kebiasaan abis subuh tidur lagi nih. Saya bahkan sengaja tidur pakai baju olah raga biar bangunnya bisa langsung cusss! Berhasil! Sekarang sih sudah jauh lebih gampang.Apalagi Mama saya juga sering menemani, meski beliau lebih pilih berjalan cepat. Makin semangat apalagi waktu bikin playlist pengiring lari. Lalalaaaa~ Bigbang, Jack Penate, Supergrass, Madonna, sampai Taylor Swift, bikin melek total! Ini mau lari apa karaoke-an, sih? Hohoho...

Muka-muka orang komplek yang biasa keluar pagi-pagi juga udah familiar. Bapak yang itu, Mbah yang itu, pasangan yang itu, hmmm, lama-lama ngajak kenalan juga nih. Mbah-mbah, termasuk mereka yang paling konsisten. Di sebuah lapangan dekat mesjid di dekat komplek rumah saya, mereka biasa berjalan kaki mengelilingi lapangan sampai 1 jam. Wajah mereka penuh senyum walau saya tiap pagi merangsek merusuhi track jalan santai mereka. Bahkan salah seorang Opa membantu mengusir anjing liar yang terus mengikuti saya. Hehe...

Sigi Wimala dan Agni Pratista, mungkin mereka salah satu yang menginspirasi saya buat ikut berlari. Mereka konsisten banget (nggak hanya) ngomong dan benar-benar rutin berlari. Obsesi yang menyenangkan, murah (di luar sepatu lari Nike Trainer/Nike+ yaaa...), dan pasti menyehatkan ! Memacu diri setiap hari, seberapa jauh jarak yang kamu tempuh bertambah setiap pagi. Seberapa besar inspirasi dan jalanan sunyi, dan udara segar menyesapi dengan nggak santai. Anugerah... (bukan judul sinetron).

Kalau ada satu pagi yang terlewat...  ntah karena hujan (yes, the rainy season is still on), atau bangun lewat dari jam 6. Ugh... rasanya bersalah banget dan harus diganti sore harinya. Sementara saya masih menganggur, dan nggak kesulitan mengganti waktu bangun pagi dengan tidur siang nantinya. Semoga bisa konsisten ya sampai kapanpun. Amin amin amin!


Woo Woo Woo

Friday, February 8, 2013

Get Busy, Get Crafty [1] Eccentric Jar

Helo helooo!

Seperti yang saya bilang sebelumnya, if we want a cool art or stuff , and we don't want to buy the lux version of it, we only have one option: WE CREATE IT. Jadi sekali lagi dengan batuan si adik bungsu saya, Fira, kami membuat toples lucu dari toples bekas mayonnaise. Actually, it was "Alf's Stuff " the lovely jar which gave us this kind of inspiration. Thanks <3

Oke, oke, langsung saja. Here, I show you the step-by-step-how-tos:

STEP ONE. Apa yang kita butuhkan?

  • Toples bekas/baru lengkap beserta penutupnya
  • Mainan plastik, bentuk bebas. Kali ini saya dan Fira memutuskan pakai si Guk Guk sebagai eksperimen (besok-besok pakai Son Goku). Atau bisa banget kalau mau dibikin satu set dan dikasih tema. Seru!
  • Pilox. Warnanya bebaaaasss!
  • Super glue!

STEP TWO. Semprot penutup toples dan mainan plastik dengan cat pilox. Jangan lupa pakai alas koran ya... Ulang beberapa kali sampai hasilnya merata. *menyemprot di ruang terbuka lebih disarankan, sekalian ngejemurin biar cepet kering hohoho~

STEP THREE. Taruh mainan plastik di atas tutup toples. Rekatkan dengan lem super, secukupnya aja. Tiup-tiup sedikit. Cek hasil keseluruhan, kalau kurang rapi (masih ada bagian yang belum tertutup cat, dll) bisa disemprot ulang sampai kinclong. Tunggu sekitar 1-2 jam sampai kering.

STEP FOUR: Ta-da! Setelah kering sempurna, fungsikan sebagai toples permen, atau tempat menyimpan koin, or use it as you please =)

:D


What we need

Spray spray!

Glue time!

And the jar is so ready to woof you! Woof woof!



Woo Woo Woo

Thursday, February 7, 2013

Surviving First Week


Hampir seminggu menetap di rumah, saya masih merasa seperti liburan. Kecuali, bagian waktu mama menyodori daftar lowongan pekerjaan di sekitar sini. Hihi... gerah juga kali ya melihat anaknya ini cuma leha-leha di rumah :p

Sure, on one hand, it feels awesome! (for me, maybe at first). On the other hand, ‘nothing to do’ job is always be a nightmare or taboo story to tell for my parents. Ya... bingung aja kalau ditanyain, anaknya sekarang kerja apa. Hmmm...

Saya juga tidak berpangku tangan saja, percayalah, saya juga punya rencana-rencana yang akan dikejar. Hanya untuk seminggu-dua minggu ini saya masih ingin beradaptasi. Merasa memiliki lagi kamar lama saya, mencoba lari pagi setiap hari, dan membujuk adik laki-laki saya sampai deal mau memakai kawat gigi. Hihi... remeh-temeh tapi menyenangkan.

Mataram. Masih seperti dulu, kecuali bagian duo franchise  mini market,  Indomaret dan Alfamart yang sudah tersedia sampai di pelosok sekalipun. Lainnya, saya menikmati setiap sudut kota yang ramah ini dengan rute yang itu-itu saja. Dan tempat yang paling menyenangkan tentu saja di rumah. Saya malas memikirkan berat badan saya sudah naik berapa kilo, and I don’t really care bout that, I mean it. Makan gratis sepuasnya yoohooyaabaayaabaadoo!

Adik perempuan saya, Fira, dan sepupu, Amna adalah ‘teman main’ yang sangat nggegemesin sekaligus ngeselin. Saya bertugas mengajari mereka bahasa Inggris dan menggambar, mereka harus bersedia jadi eksperimen saya: didandani dan difoto-foto =)) Ya, sebentar lagi saya akan mengajak mereka bikin video dance cover “Fantastic Baby”-nya Bigbang. Hahahahahahaha. Oh Nadia darling guess you'll never grow up....

I do know if I want new excitement, I have only one option, I can create 'the fun supply'. Like these... hihihi... 






Woo Woo Woo