Tuesday, January 22, 2013

Season of Farewell

For the last three months, there was something strong, maybe even magical, about my mind. This head getting weirder and making random lists of what I want from my mid-age life. And I was like... woaw... "How do I suppose to start?"

Dan munculah kejutan (yang sebenarnya nggak begitu mengejutkan sih, pada akhirnya) saya memutuskan keluar dari sekolah kedua. Selalu terkesan berlebihan, tapi menulis untuk majalah favorit sekaligus objek penelitian skripsi itu... benar-benar pengalaman yang tak akan terlupakan. Berada di bawah pengarahan langsung orang-orang terbaik. Bekerja dengan tim yang profesional, tapi sudah seperti keluarga, dan menjadi kebiasaan bertengkar karena hal-hal absurd.

Uhumm, dan pekerjaan saya... menulis artikel, ikut mengusulkan cover story. It was... yep, cool... hehe. Satu lagi, meliput konser-konser band/penyanyi mancanegara itu sangat menyenangkan! Bertemu dengan mereka yang bahkan cuma saya lihat di artikel-artikel di internet. Bertanya bagaimana musik dan fans membawa mereka ke Indonesia. Melihat bagaimana mereka tersanjung dengan perlakuan media kita yang terlampau semangat menyambut. Hihi... dasar Indonesia :p

Mungkin semua orang yang pernah bertanya tidak pernah betul-betul ngeh sama keputusan saya si manusia bingungan ini. Is that really what I want? Well, we don't know that yet. Saya pernah merasa sangat percaya diri. Sudah waktunya saya 'lulus' dari tempat ini. Bukannya tanpa ragu. Saya juga pernah merasa sangat gusar, menangis sebelum tidur, mengeluh, dan bahkan takut kalau sampai saya menyesali ini. Tapi tahukah kalau Dia membuat saya yakin dengan berbagai caranya. Saya cuma tahu, ada sesuatu yang harus saya bereskan di rumah. Sesuatu yang memanggil setelah saya meninggalkannya  hampir tujuh tahun ini.

"Kamu mau pindah ke mana?" Sepertinya jadi pertanyaan favorit teman-teman saya. "Nggak di Jakarta lagi, memang di Mataram mau kerja apa?" Waktu saya bilang saya akan pindah, kembali ke kota tempat saya dibesarkan.

Hmmm... di sebuah kota yang tidak menyediakan bioskop (karena memang tidak bisa hidup lama di sana). Nantinya saya mungkin akan terlihat bekerja untuk pekerjaan yang tidak 'sekeren' sewaktu di Gogirl!, Tapi saya percaya, saya bisa memutuskan sesuatu yang baik untuk hidup saya selanjutnya. Rencana selanjutnya sepertinya baka sedikit muluk-muluk. Saya mau umroh bareng mama, berlibur mengeksplor keindahan alam di Lombok, bekerja di Bali, Surabaya, atau kota yang belum pernah saya tinggali sebelumnya, dan bertemu orang-orang spesial lain yang bisa disebut keluarga baru. Siapa yang bisa menebak? Semoga bisa jadi yang terbaik =)

"This what I believe to be true... You have to do everything you can, you have to work your hardest, and if you do, if you stay positive, you have a shot of silver lining." - Pat Solitano, Silver Linings Playbook (2012).

Dan kalau sesuatu yang tidak diharapkan terjadi. Mungkin ada jalan lain masih terbuka.

Untuk keluarga Gogirl! saya, terandom, terdrama, terunyu... kalian bakal aku kangenin banget banget.

It’s gonna be really sad not seeing everybody, seeing their faces everyday...

Thank you, thank you, and thank you... It's been an incredible ride for almost two years. I have to bid farewell. I'm sorry for everything. Good luck in the future you guys.. Goodbye until we met again.


Woo Woo Woo

8 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Good Luck Mbak Nadia, pasti bakal banyak hal keren yang bisa dikerjakan di kota lain :D

    ReplyDelete
  3. Keputusan dari beberapa pilihan yang sulit. saksesss terus Nad. Gw slalu merasa kalo lo ga pernah jauh dari gw. :)

    ReplyDelete
  4. halo mba nad, tiba2 aku pingin baca blog kamu, dan post terakhir adalah si farewell ini..haha..selamat menyelam ke dunia yang baru... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo sintaa yang lagi ada di sana :)

      kamu juga ya selamat menyelami siswa-siswa unyuuu

      Delete
  5. heeeeeeeeeeh, aku nggak ada di poto ituuuuuuu
    ga valid!

    ReplyDelete