Tuesday, May 1, 2012

Liburan Darurat


Kalau pasangan Endah N Rhesa, punya "Liburan Indie' dengan menikmati pagi sore dan malam, sambil minum kopi, mendengar lagu-lagu syindie (syahdu-indie -Red). Versi saya namanya "Liburan Darurat". MWHOHO~

Sederhana kok. Berbekal tiket bolak-balik bus F1 Ramayana, saya ngabur Muntilan. Bawa dua set baju seadanya, cukup muat 1 backpack dan tanpa banyak cingcong. Cusss ke Terminal Lebak Bulus.

Cukup dua hari ini untuk mengunjungi teman-teman terbaik. Dan sedikit spontanitas untuk tidak banyak berencana. Soalnya kan Bunda Dorce cuma bisa berencana dan bikin salah, Tuhan yang menentukan sisanya. (halah...)

Oke.

(28/4) Di hari pertama saya berkesempatan singgah sebentar di Garasi Bus Ramayana buat menunggu jemputan Alfi. Sempat saya mampir mencoba soto legendaris generasi ke-3 Pak Much. Sampai di Jogja, saya sibuk menimpali celoteh Dini tentang patah hatinya sebagai seorang ELF (in denial) yang belum berkesempatan menonton Super Show 4-nya Super Junior.

Lalu melihat keajaiban dunia lewat baby Caka yang masih ranum, hummm (Maaf ya, Pythagora, putranya saya minta buat anak cewek saya kelak, hahahahhaahaha). Di hari pertama liburan darurat, saya merasakan kalau saya masih jago gendong bayi lho. Dan hari terasa lengkap karena saya bisa berkaraoke dan pilih lagu-lagu yang benar-benar saya suka, bukan lagu-lagu yang orang harus udah tau.

(29/4) Poof! Hari kedua jadi lebih seru lagi karena sejak pagi, saya dan Alfi udah merencanakan buat menilik pesona kota Muntilan. Hihihihihihi... Baru tau ada yang namanya Candi Ngawen di sana. Konon, candi tersebut dulu sempat dihancurkan sama penduduk setempat dengan alasan syirik. Fiuh... beruntung, sekarang udah dilindungi dan dijadikan daerah wisata.

Wisata bencana, jadi pilihan Alfi yang kedua. Tepatnya kami menilik bagian daerah Salam, yang terkena awan panas dan lahar dingin. Hmmm, bagian yang ini mungkin tidak se-creepy daerah Cangkringan. Yep, karena sebelumnya kami udah pernah ke Ketep, maka tujuan selanjutnya adalah Air Terjun Kedung Kayang. Yeaaaaaa!

Si Nona Salah Kostum (baca: saya sendiri) harus menenteng sepatu berlevelnya karena emang nggak cocok buat medan di sana. Mengutip kata teman glamor saya, saudari Diladol: "Neraka dunia deh!". Yah.. yang penting sesampainya di bawah itu, cukup menggambarkan indahnya surga dunia. :)


Baby Caka tidur melulu~

Pipit takjub akan kehebatan saya jadi Nanny

Semacam reuni KOMAKO, menunjungi Pipit dan Baby Caka.

Ultah Alfi yang tertunda, hihihi~

Aaaaaa, maaf. Nggak sedia foto yang bersih dari wajah saya.

"Sopir". "Native Guide"
Sisa reruntuhan rumah di Salam

Air terjun Kedung Kayang

Bawaan Nona Salah Kostum

Tiket Pulang ke Jakarta, Bus Ramayana F1, dibeliin Alfi. Tiket Kedung Kayangnya juga.


woo woo woo


3 comments:

  1. aku pernah dua kali ke Kedung Kayang. Capek tapi seru! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. menguji stamina banget ya luk! hihihihi ke sana lagi apa ya?

      Delete
  2. aku lupa di muntilan juga ada makam keramat di atas gunung gtu, jadi objek wisata juga tapi.. padahal deket banget sama rumahku nad, :D

    ReplyDelete