Tuesday, May 31, 2011

Epilog: Rayakan Yuk!



Seperti kata Asep Muizudin, hari terakhir di 31 Hari Menulis ini terasa seperti hari terakhir puasa. Besok lebaran. Saatnya dirayakan (siap-siap meriam confetti). Bukannya kenapa-kenapa, semua orang yang berkontribusi di sini adalah orang-orang hebat. Hebat karena sudah berniat konsisten untuk berpikir "mau posting apa ya?" setiap harinya. Mau yang komplit maupun yang bolong, semuanya bagi saya keren punya. Urusan denda di belakang aja ya :p


Beberarapa sangat hebat karena mereka punya resolusi tersendiri. Dildol pengen kurus di hari ke-31 (gimana Dolsie kabarnya?). Binar sepertinya sudah berhasil keliling dunia lewat tulisan. Damar begitu sangar ikut program ini sambil jadi sarjana, congratulation!
Saling "mengingatkan" via tulisan di blog. Juga Memed dan Mba Mitha akan bersiap membayar denda yang lumayan.  Saya juga dulu nulisnya pengen lebih sehat, amin,  dan kayaknya sekarang nafsu makan saya sedang menggila. Semoga kita semua sehat terus deh :)


Lantas...


Bagaimana soal perayaan atas kesudahan program ini? Tanyakan langsung pada para admin deh, Nad. Tapi nggak ada salahnya buat sedikit usul, meskipun saya tau saya sendiri pasti nggak bisa menghadiri acaranya yang pasti di Jogja itu.


Mungkin...


Mungkin bisa dengan piknik ke pantai bersama, bawa bekal, hemaviton energi drink sekarung, sambil naik sepeda, dan di sana akhirnya si Blogger Terangkernya dilarung :p

Mungkin bisa ngumpul di malam penganugerahan terangker. Di sebuah rumah makan di Jakal atas, makan-makan pakai duit pemenang (dipaksa tentunya) dan pemenang si angker itu dicemplungin ke danau?

Mungkin juga dengan nonton konser KIMCHI di Istora Senayan, Sabtu ini? (emang dikira tiketnya gampang, bwahahaahaha). Itung-itung cuci mata hati telinga.

Atau mungkin cuma ngumpul di rumah Dwi terus pengajian bareng, trus bagi-bagi kotakan dan pulang? Si Blogger Terangker kemudian disuruh tinggal sehari di rumah Dwi?


Hmmm....


Ntah apa lah idenya. Semuanya sangat mungkin dan pastinya bakal asik.

Makanya, mohon dipertimbangkanlah...

Inilah penutup post terakhir saya di bulan Mei, Bos Admin semuanya!
Terima kasih untuk satu bulan berkualitasnya, ya, teman-teman. Para admin. Para penulis tamu. Tulisan-tulisan kalian menjadi bahan bacaan jika selo, sangat asik dibaca. Ampuh mengobati rindu akan teman-teman dan kampus. Dan ampuh menguras kocek jika tak disiplin juga.


Selamat berlibur!




Gambar: dari blog  31 Hari Menulis


Monday, May 30, 2011

H-1

Hampir genap sebulan lamanya 31 Hari Menulis digelar. Jadi selalu ada saja yang jadi pikiran setiap harinya. Meskipun ujung-ujungnya saya akan menulis remeh temeh. Yang semakin hari temanya semakin random saja. Tapi itu nggak apa-apa, karena saya sendiri agak bangga bisa konsistensi dalam menyampah. Itu tidak buruk sama sekali, absurd sih iya. Hehehe. Yak, nggak kapok menulis hal-hal kacangan tiap hari, hari ini pun bakal begitu lagi! GASPOL DI H-1 INI MAMEN!!! :D

...


Beberapa bulan lalu, Beryl dan Remo, dua orang teman Bul saya ‘rada’ heboh tentang sebuah film. Mereka yang berperawakan seram sedang suka banget bangetnya film Crows Zero (2007) dan Crows Zero II (2009). Keren kata mereka, bag big bug, pukul-pukulan, tawuran antar kelas, sekolah, duaaaarr seru!
 Nggak jelas bagaimana akhirnya saya jadi ikut menonton film itu juga. Hmm.. Ah iya, saya ingat. Alfi, pacar saya termakan penasaran dengan resensi dari Bermo (Beryl dan Remo, saya singkat saja kayak begitu buat selanjutnya) dan minta filmnya. Alfi menonton dan ikutan heboh. Saya yang beberapa bulan lalu senggang bukan main, akhirnya juga menontonnya.

Wow! Filmnya ternyata emang bukan tipe saya banget. Hahahahahaha, pukul-pukulan, darah, saya cuma merem aja dan berusaha mengerti jalan ceritanya. Sampai saya sadar kalo si Takiya Genji sang tokoh utama itu ternyata juga pemeran Hanazawa Rui! Tokoh semacam Hua Ce Lei (Meteor Garden) tapi dari dorama Jepang Hana Yori Dango atau Boys Over Flowers (2005). 11-12 lah ceritanya… Bwahahaha, lalu saya bilang ke mereka dengan riang. Mereka agak nggak percaya, tapi kayaknya sih lebih nggak percayanya itu karena pernyataan itu keluar dari mulut saya. Duh duh teman-teman…


Beberapa minggu kemudian muncul SMS dari Beryl yang akhirnya nanya dan memastikan juga, si Genji itu pernah main di serial apa sih. Dengan semangat langsung saya ketik jawabannya: "Hana Yori Dango, Ber! Jadi semacam Hua Ce Lei!" Khu khu khu… Saya tebak pasti Beryl akan menyebarkan cerita itu lagi ke teman-teman gaharnya yang terpikat sosok Takiya Genji di Crows Zero. Yes! Berhasil! Informasi saya sekali ini akhirnya berguna buat mereka.



Ini dia tokoh Takiya Genji idola Bermo


Semena-mena saya mengklaim, kalau mereka suka Oguri Shun, secara nggak langsung mereka juga pasti terpikat pada kelembutan hati Hanazawa Rui. Wiu…. :))
Di balik usaha mereka berpenampilan metal, tidak bisa ditampik bahwa hati mereka lembut bagai Hua Ce Lei. Karena sejauh-sejauhnya Bermo mengingkari jiwa F4 mereka, toh terbukti ujung-ujungnya mereka doyan salah satu tokohnya juga :p Hihihihihihihi…


Hanazawa Rui, idola mereka juga. Sama-sama Oguri Shun.



Beryl dan Remo

Salam blarrrr selalu!


Gambar: Berbagai sumber (ngembat :p)


Sunday, May 29, 2011

10 Tembang Gubahan Favorit Saya di Glee

Saya suka sekali menonton serial Glee. Saya sampai sedih saat musim kedua serial komedi musikal ini selesai beberapa hari yang lalu. Saya "terpaksa" jadi harus mengulang episode lama yang saya punya, berkali-kali. Freaaaakkk! Hahahahaha.


Saat menonton ulang semua episode dari season 1 sampai tamat season 2 berulang kali itu, saya nggak terlalu memperhatikan lagi jalan ceritanya. Maklum sudah hapal di luar kepala. Saya jadikan tiap momen itu semacam "menghadiri" show choir saja. Di-skip cuma bagian menyanyinya saja. Hoho. Dan ketemulah tiba-tiba, cring!! Ada banyak sekali lagu gubahan (serial ini memang selalu menggubah lagu asli, yah semacam glee club biasanya) favorit saya yang nyantol di pikiran ini. Kalau kamu juga termasuk penggemar atau suka lagu-lagu selain list di bawah ini, ya boleh, tinggal ditambahi saja. Toh aslinya saya juga bingung milihnya kalau cuma 10, saking bagus semuanya :D


Berikut daftar favorit saya:

1. Lean on Me dari Bill Withers

2.Don't Rain on My Parade dari Barbra Streisand

3. You Can't Always Get What You Want dari Rolling Stones

4. True Colors dari Phil Collins

5. Take Me or Leave dari Rent Rock Musikal

6. Don't Go Breaking My Heart dari Elton John dan Kiky Dee

7. Last Christmas dari Wham

8. Valerie dari Amy Whinehouse

9. Raise Your Glass dari P!nk

10. Ain't No Way dari Aretha Franklin

Beberapa lagu baik dari Broadway show tunes sampai lagu top 40 rata-rata belum saya kenal sampai saya menonton Glee. Ah, biarlah Kings of Leon dan Foo Fighter menolak lagu mereka dikaver ulang Glee. Hak mereka sepenuhnya. Tapi selamat juga yang sudah berhasil mengijinkan orang-orang mengapresiasi lagu mereka dengan cara ini, kalian semua memang dari awalnya sudah keren! Jadi mau dikaver bagaimanapun tetap menawan :)

Saturday, May 28, 2011

Jawaban Undangan Ardi Wilda

Ardi Wilda? Awe lagi? Awe lagi, Awe lagi... Ya mau gimana lagi, si bocah ini (herannya) nggak kunjung kehabisan ide untuk mewarnai harinya. Sepertinya tidak ada bulan yang dilewatkan tanpa produktif membikin proyek aneh tapi nyatanya itu. Menulis kali ini saja sudah merupakan bagian dari proyek Awe.


Kemarin melalui Twitter dan www.ardiwilda.com Awe menulis latar belakang sampai target yang diundangnya menulis bersama. Kira-kira ini bakal jadi sebuah proyek kumpulan cerpen kolaborasi, bernama "Sepuluh Kompilasi Bulan Juni". Di sana ringkasnya tertulis Baiq Nadia diundang untuk menulis opening sebuah cerpen dengan tema sesuka saya. Nantinya akan dilanjutkan oleh Awe. Hmm.. lagi-lagi saya geleng-geleng kepala sendiri. Ono-ono wae... Tapi setelah mengedip tiga detik, saya putuskan,"I'm in, We!"


Jujur, saya bukanlah penulis fiksi yang baik. Saya merasa cuma punya sedikit imajinasi dan lebih doyan curhat narsis diri sendiri. Tapi karena saya bukan orang yang takut memulai, saya memberanikan diri belajar lewat undangan ini. HORE, SAYA NGGAK CUPU! \:D/


Ehm, meski saya akui agak takut juga bila nanti mengecewakan Awe. Bulan ini saya memang akan sangat sibuk (ada deh pokoknya), jadi saya harus pintar mencuri-curi waktu buat nulis dan baca-baca lagi.


Akhir kata, jawaban saya IYA, dengan teriring doa tentunya. Semoga proyek kompilasi cerpen bulan Juni Awe ini bisa benar-benar kesampaian, nggak terbengkalai kayak www.katakom.com (website kumpulan tulisan mahasiswa komunikasi UGM) atau rencana magang di SD Tumbuh ya :p


Dan semoga kali ini saya bisa konsisten dengan anggukan saya. AMIN.

Friday, May 27, 2011

Lollapalooza

Iseng lagi, saya malah membaca soal Lollapalooza Music Festival. Teringat, dua tahun yang lalu saya sempat gagal membawa band "salah" asuhan, The Oncils, buat merangsek ke venue Woodstock Music Festival, dikarenakan sebab internal dan eksternal. Tulisan saya waktu itu bisa dibaca di sini.

"Eminem, Coldplay, Foo Fighters, Muse for Lollapalooza festival"

Begitu bunyi headline NME yang baru saya baca itu, isinya tentang para musisi itu yang udah resmi mengkonfirmasi bakal manggung di Grant Park, Chicago, 5-7 Agustus besok. Masih ada Artic Monkeys, Bright Eyes, My Morning Jacket, Cee Lo Green, Deadmau5 dan Deftones jadi juga masuk di list yang ditunggu keikutsertaannya di event tahunan ini. Sangar nih, mungkin bakal mendingan dari tahun lalu waktu Lady Gaga berbikini di panggung yang panas! Hahahahaha.
Saya cek email berulang kali, kok belum ada undangan resmi buat The Oncils cs sih? Padahal kan sekarang kami udah lebih siap mengguncang panggung di sana! -____- (intermezzo bok, jangan pada protes dulu)



Gini nih aslinya rencana saya buat rombongan RPM...
Kami bakal manggung di hadapan crowd yang kayak begini:



Jajan nugget tusuk di salah booth cemilan di sana:



Makan sambil gelar tiker di atas rumput, ceritanya mau berlagak kayak penonton biasa sebelum tampil di hari ke-2:



Dan tak lupa berfoto di depan tulisan Lollapalooza saat malam, buat cinderamata fans di Indonesia:




-___________-


Karena email dari panitia belum masuk (panitiaaaaaaaaaaaa hahahahahaha), kita harus bersabar teman-teman. Masih Agustus ini. Atau kalau perlu, tahun 2019 saat Lollapalooza udah habis kontrak di Chicago mungkin bakal bisa dipindahin ke Prambanan, baru deh kita manggung! Yea!


-____________-



*Tulisan ini dibuat demi formalitas dan dikerjakan semi "teler" jadi sorry sorry ye kalo banyak yang nggak nyambung hihihihi
**Gambar: Berbagai sumber


Thursday, May 26, 2011

Jam Makan Siang

Setiap hari saat siang, saya punya suatu waktu berkualitas yang bisa dibilang menyenangkan. Ya tentunya bisa ditebak bahwa itu pasti jam istirahat atau waktunya makan siang, yea yea yea!


Dulu waktu kuliah, jam makan saya jauh lebih berantakan dari sekarang. Terbiasa tidak sarapan, memilih untuk makan pagi menjelang siang supaya lebih efisien. Hehehe.. Alasan aja.


Kembali lagi ke masa sekarang, satu jam untuk makan siang tadi buat saya sangat berharga. Karena saat itu adalah waktunya memompa tenaga, menambah ilmu pengetahuan sosial (bahasa lain: ngobrol non-kerjaan sama rekan-rekan kantor), dan kalau kurang beruntung: waktunya mulai "menanam" kantuk. Di kantor ada beberapa karyawan termasuk saya yang biasa makan bersama di ruang rapat, sisanya biasanya memilih makan di warung/resto sekitar kantor.


Saya yang hampir selalu makan bersama di ruang rapat, selalu membeli makanan bungkus di warung nasi depan kantor (bisa follow juga akun twitter warung langganan karyawan ini di @nasipakde lho). Kadang pengen juga bawa bekal di kotak makan kayak beberapa teman yang biasa masak dan dimasakin itu. Hmm, tapi keadaan nggak memungkinkan saya bangun pagi dan masak-masak (lagian mau masak dimana..?) Dan setelah dipikir, beli makan bisa lebih komplit kombinasinya daripada bekal yang cuma satu macam! Hohoho.


Sambil makan atau setelah makan perbincangan a la makan siang itu mengalir. Kadang-kadang saya nyeletuk kalau topiknya nyambung. Kadang tetap fokus pada makanan. Meskipun tabu membicarakan soal kerjaan di jam ini (kata saya) tapi toh ternyata topik kerjaan bakal muncul juga otomatis. Tema liburan juga jadi favorit karena tiap orang di situ sudah penat bukan main, apa-apa yang terbayang jadi liburan. Tapi nggak lupa juga topik yang lebih maut sesekali menyeruak: nikah! Wohoho. Seru juga kalau topik ini dimunculkan teman saya yang rata-rata udah nyiapin mental buat berkeluarga itu. Dari soal masak apa buat suami sampai biaya nikah jaman sekarang yang nggak ada murah-murahnya sama sekali. Fiuh... Saya tertegun saja.


Krik. Krik.


Begitulah sedikit apa para perempuan ini bicarakan di satu jam yang sangat berharga setiap harinya. Bagaimana dengan kisah di jam makan siang, Anda?

Wednesday, May 25, 2011

Adorable Couple



Kalau orang-orang gemar banget sama pasangan Pangeran dan Putri Inggris yang baru menikah itu (saya juga sih suka banget ngeliatnya), saya tetap doyan adorable couple yang satu ini. Alex Turner dan Alexa Chung! Alex adalah frontman band Inggris, Artic Monkey, sedangkan Alexa adalah presenter TV dan icon fashion anak muda abad ini. Tsah... Apalagi Artic Monkey mau ngerilis album baru lagi, hehe... (apa hubungannya). Pasangan ini udah nge-date sejak 2007. Dan kata majalah-majalah udah putus-nyambung sampai sekarang.


Alex dan Alexa sama-sama orang Inggris. Sampai waktu Alexa makin beken sebagai presenter MTv lewat "It's On With Alexa Chung" dan pindah ke New York, Alex pun ikutan demi menyemangatinya. Deuh deuh... Manis syekaliiiii... Yang satu cantik nian, yang satu ganteng ampun-ampunan.


Freak juga ya ngomentarin pasangan yang keberadaannya antah-berantah di Amerika sana. Tapi ya mau gimana, kayak misalnya kalau kita suka banget liat Anang jadian sama Ashanti. Unyu banget.. Nah sama juga gitu yang saya rasain sama Alex-Alexa. Ah semoga mereka beranjak sampai ke pelaminan, punya anak yang lucu-lucu, biar kayak Chris Martin-Gwyneth Paltrow.


Ya suka-suka mereka di sana lah. Namanya juga saya sebagai orang yang gemar melihat mereka bersama, pasti turut memberi doa restu dong. Hihihihi...


Salam random to the max!

Gambar : nemu di sini nih...

Tuesday, May 24, 2011

Di Balik Logo Kelinci


Logo di atas jelas dong bukan logo kelinci playboy, melainkan tanda bahwa suatu produsen telah mengklaim bahwa mereka tidak melakukan tes pada hewan dalam keseluruhan  proses produksi dari barang yang dijual. Umumya terdapat pada produk kosmetik.

Kenapa kelinci?

Nah...

Ternyata ya memang kelinci albino lah yang paling sering digunakan dalam draize test. Tes yang diambil dari nama penemunya John H. Draize, ini udah dirumuskan sejak 1944, tujuannya untuk mengukur kadar suatu bahan kimia yang ditemukan di produk kebutuhan rumah tangga dan produk kecantikan, caranya dengan meneliti efek yang terjadi pada mata dan kulit hewan.

Kelinci albino paling sering digunakan selain karena murah, juga karena bermata besar, jadi katanya kalau ada iritasi mata bisa cepat terlihat. Juga karena mereka hewan yang lembut, jadi kalau kesakitan nggak akan menggigit. Selain kelinci, monyet dan kucing adalah alternatif lain yang bisa digunakan dalam tes ini.

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!

Menyakitkan mengetahuinya... Saya yang tidak mengerti anatomi atau apapun ini jadi mikir, emang sama ya kelinci sama manusia? Kalau efeknya beda gimana? Kan kasian kelinci yang biasanya kesakitan dan habis percobaan itu dibuang begitu saja.

Sedih karena saya cuma bisa sedih sebentar doang. Ah. Oh. Ah. Ngeri.

Semoga kelinci-kelincinya mendapat perjuangan yang layak.

Amin.

:'(

Monday, May 23, 2011

Lapar Akut

Sebut lima makanan yang terlintas saat kamu kira-kira selapar si gadis penjual korek api di sebuah malam bersalju yang dingin. Saat cuma cahaya dari korek api yang bisa membuaimu sambil membayangkan makan-makanan yang ingin disantap. Huashhh, saya nggak sedang dalam keadaan separah itu, cuma nggak tau kenapa malam ini laparnya mendayu-dayu banget begini.

Meracau tuh meracau.

Baso malang.

Mi ayam baso.

Ketoprak.

Mi rebus.

Udang saus mentega.

Pecel lele nasi uduk.

Zupa sup.

Sebut. Sebut saja semua!!! :D

Selanjutnya pingsan sambil batuk.



* Tulisan ini memperoleh award dari diri saya sendiri lantaran tingkat absurdnya yang sudah parah, separah kelaparan hari ini. And I don't know why :|

Sunday, May 22, 2011

Ada Aksi Kreasi

Wuiwuiwui! Hari ini saya riang senang banget. Kabarnya acara tahunan dalam rangka 'sedikit' coming out ke dunia luar a la Surat Kabar Mahasiswa Bulaksumur ini sukses memasuki hari keduanya, yea! Tentang apa sih acara ini, sudah banyak dibahas para awak Bul yang berada dimana-mana itu, tahun ini sudah yang ke-3 kalinya digelar.. Sambit eh sambutlah AKSI KREASI 3!!! (liat keterangan lengkapnya di www.bulaksumurugm.com ya)


Aksi kreasi dulu dicetuskan bareng-bareng awak bul era itu (tsah..padahal baru 3 taun yang lalu doang :p). Saya ingat betul saat semua awak menyumbang ide buat bikin acara yang unik dalam rangka ulang tahun persma kami tercinta itu. Bla bla blah. Akhirnya acara pertama terselenggara, berbentuk lomba mural di atas tas kanvas! Polesan asik tahun pertama ini bikin nagih di tahun-tahun berikutnya. Buat saya 2 tahun ikut beraksi-kreasi waktu itu super membekas! Super duper pengalaman, jadi berasa kenal plus plus sama teman sepanitiaan juga. Hohohoho.


Dan tahun ini saya benar-benar memantau dari jauh. Harfiah, jauh beneran. Hehehehehe. Meskipun saya ikut masang wallpaper komputer saya di kantor dan profile picture di facebook dengan si poster Aksi Kreasi 3, saya jelas nggak bisa ngapa-ngapain lagi. Bantu donasi kayaknya belum mungkin mengingat keadaan saya yang masih butuh donasi juga :D


Cuma dengan ngintip di jejaring sosial, nanya-nanya random ke panitia, dan doa spesial di sini.. Saya mendoakan kalian selalu dapat pelajaran yang berharga banget. Juga nggak trauma dan nggak ngabur lho setelah ini. Pastinya semoga untung materiil yang buanyak!!!


Sampai jumpa saat melihat liputan si mading 3 dimensi di surat kabar dan web ya :p Wish you guys all the good luck! BANZAI!!!

Saturday, May 21, 2011

Royal Treatment

Hehehe, tiba-tiba saja pengen menulis hal ini. Karena beberapa hari ini saya memang "tumbang" dan pikiran saya nggak fokus ngapa-ngapain.. Huh.. (alasan)


Buat saya, royal treatment tidak macam-macam dan se-royal judul ini. Hmm.. Itu adalah ketika ibu saya menulis resep tradisional supaya batuk saya bisa mereda. Tapi tetap sulit dipraktekkan karena dedaunan semacam kata beliau nggak hidup dimana saja. Hahahaha.

Ketika pacar saya sewot karena saya selalu pulang malam dan protes ketika saya bilang barusan makan mi ayam. Karena baginya makanan sehat itu ya nasi dan lauk pauk, bukan yang lain.

Ketika teman sebangku saya di kantor, Didit, minta ijin ke teman-teman yang lain untuk mematikan AC. Karena melihat saya yang menggigil, batuk, dan agak menyedihkan.

Ketika saya minta ditemani Starin ke dokter dan diiyakan olehnya.

Ketika saya bisa tidur dengan nyenyak karena kebetulan tadi malam jalanan Assiroth tidak begitu bising, seakan kooperatif sekali.

Dan ketika adik saya, Vidia (yang biasanya jarang meng-SMS) tiba-tiba ngabarin saya bahwa di Oprah show siang tadi ada bahasan tentang film Babies. Karena tau saya tergila-gila pada film itu.


Ah... Rasanya serasa ratu jika diperlakukan baik begini..

Ayo saya, cepat sembuh, jangan menyusahkan orang lagi!

Yooo!

Friday, May 20, 2011

Kepada #31harimenulis: Klarifikasi


Beginilah yang terlihat di mata saya, tanggal di multiply saya sehat wal afiat. Benar 100%. Tetapi apa yang terjadi saat saya log out dan memposisikan diri sebagai pengguna account lain?

Ya, waktunya menjadi sangat berbeda. dan hal ini terjadi berulang-ulang sampai admin #31harimenulis jadi gerah. Tapi saya sesungguhnya berkata jujur bahwa saya posting di tanggal yang tepat.


Tanggal dalam perspektif saya sebagai pemilik akun multiply ini: -->

May 18, '11 9:16 AM



diklik biar gede

Tapi bagi orang luar terlihat seperti tanggal 17 mei 10.16 pm.

Maafkan saya karena ini di luar kuasa saya, untuk selanjutnya saya akan menghindari menulis di pagi hari supaya bagi orang luar pun tanggal saya tetap terlihat benar.


Terima Kasih.
Maaf cerewet.

Thursday, May 19, 2011

Modern Family



Bukannya mau bikin ulasan, saya malah sedang ngiler banget buat bisa nonton serial ini. Kabarnya ceritanya keren banget, gabungan blibet-sederhana (nah gimana tuh?!) dengan kadar humor khas Amerika-nya yang ditakar pas.
Banyak bocah kecil yang lucu juga. Uh...
Dimana bisa mendapatkan semua episodenya sekaligus ya? Ada yang punya, nggak? :|







Foto: berbagai sumber

Wednesday, May 18, 2011

Mirip


Indepensense Surrealism
Diunduh dari sumber ini



Kebetulan atau memang
Awe terinspirasi dari foto Giuseppe Mastromatteo ini. Hmm.. Apapun lah, tapi ini penemuan yang segar di pagi hari :D



Saya dan Mereka: Nadia
Diambil dari rumah lama Awe


Tuesday, May 17, 2011

Dari Yang Tersisa Yang Bercerita


"LEFT TO TELL" adalah sebuah novel berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada masa pemusnahan etnis di Rwanda, akhir tahun 1994 silam. Saya menamatkan novel karangan Immaculee Ilibagiza dibantu Steve Erwin ini, cukup cepat, hanya dalam semalam. Selesai membaca novel ini di tengah malam ternyata bukan kondisi yang menguntungkan. Setelah itu saya hampir tak bisa tidur, masih terus terbayang bagaimana di tiap belahan dunia ini masih ada yang menganggap sesama manusia cuma seperti kecoa atau ular yang harus dibasmi. Tanpa menutup mata bahwa di Indonesia juga pernah terjadi tragedi di Sampit, perang atas nama agama, dan perang saudara di beberapa daerah rawan konflik lainnya. Ah membayangkannya hanya membuat saya tak nafsu sarapan..


Sang pencerita, Immaculee adalah sedikit dari perempuan Tutsi (suku Tutsi adalah suku yang diburu suku mayoritas saat itu, Hutu) yang selamat dari tragedi pemusnahan etsis di negara terkecil, terpadat, tapi salah satu yang termiskin di Afrika itu. Immaculee selamat dan beruntung bisa sukses sekarang ini. Bukan perkara mudah buatnya menceritakan ulang hari demi hari saat tiap orang keluarga dan orang-orang terdekatnya dibantai. Tapi selain mengenang memori ini dalam buku, dia lebih dari sekedar berhasil untuk melakukan hal yang sangat langka, memaafkan orang-orang yang tak termaafkan. Lembar-lembar di buku ini cukup hardcore buat saya, dengan detail dijelaskan bagaimana "perburuan manusia" itu dilakukan. Siang dan malam hanya diisi dengan pembunuhan di jalan-jalan, dan parahnya itu LEGAL! Bahkan mandat dari pemerintah yang disiarkan di radio secara resmi.


Saya nggak mau menyangkut-nyangkutkan dengan peristiwa yang juga terjadi di Indonesia. Perburuan PKI atau apapun. Selain saya nggak punya kapasitas dan bahan tentang aneka pembantaian di Indonesia. Semuanya sama saja mengerikan. Prinsip "mata dibalas mata, gigi dibalas gigi" jelas sungguh tidak IYE sekali.


Akhirnya untuk bisa tidur saya berdoa dan membuat pikiran baik sebanyak yang saya bisa. Tidak tahu kapan akhirnya saya tertidur, yang jelas saya bangun cukup siang. Masih terbayang pula paginya.. Huhu.. Ngilu banget. Tapi saya nggak menyesal meminjam buku ini dari perpus kantor. Paranoid pasti akan ada sampai saat saya menulis ini dan mungkin sampai besok. Saya jadi punya perspektif lain selain dari Glee dan Gossip Girl, hehehehe.


Oh dunia, oh manusia, hei nurani, jangan biarkan generasi ini dan anak-anak saya sampai keturunan-keturunan mereka yang kesekian, merasakan pertikaian apapun. Dunia ini sudah cukup keren sekarang. Please... buatlah lebih baik dan bermartabat lagi. Amin.


Gambar ngembat di sini

Monday, May 16, 2011

Buat Teman-teman Nih


Suatu keisengan siang hari saat saya kembali mengintip rumah lama Awe. Saya ingat salah satu proyek atas nama selo dan romantis yang dibuat Awe, bertajuk "Saya dan mereka". Sebuah proyek yang kalau berdasarkan dari catatan kaki di akhir tiap tulisan, adalah sebuah tag khusus untuk proyek sederhana dalam pembuatan semacam self portrait bagi teman-teman yang mempengaruhinya selama kuliah. 


Saya menghitung kalau tidak salah ada 13 tulisan (sudah termasuk satu tulisan tentang dirinya sendiri) yang sempat dibuat Awe sampai dia akhirnya akan diwisuda 19 Mei nanti. Dimulai dengan Dwi, diakhiri dengan tulisan tentang saya. Setelah itu sepertinya Awe sudah keteteran dengan banyaknya proyek yang memenuhi otak imajinatifnya itu. Antrian panjang teman, kolega, dan kerabat yang belum sempat difoto sekaligus dideskripsikan Awe, mungkin cuma tinggal antrian. (Bwahahahahahaha, sombong banget saya padahal kebetulan aja sempat difoto. Dan lagian prestisius banget apa difoto Awe itu? zzz...).


Saya memang nggak bisa dan nggak bakal sempat juga membuat yang semacam itu. Lagian, saya mikir juga, ngapain juga buru-buru nanti malah jelek. Hehehe. Jadilah saya iseng mengulik Pickaface lagi dan membuat beberapa wajah teman-teman yang sangat berpengaruh ini. Ada yang jadi mirip banget, ada yang cuma secuil doang miripnya, bahkan ada yang kayaknya ga mirip sama sekali! Aduduh... Maaf maaf... karena keterbatasan waktu dan aplikasi buat membikin avatarnya cuma ada items segitu doang, ya begini aja deh jadinya. Gapapa Nad... yang penting ikhlas :D


Inilah Dini, Awe, Pipit, Anji, Mas Jaki dan Starin :D



   


 
  



























*Catatan: sebenarnya Starin udah punya avatar versinya sendiri, tapi gapapa deh sekali ini saya buatkan ya.. :p

Sunday, May 15, 2011

Karakter Gay di Serial Favorit


Kata Chloe Sevigny (pemeran Nicki dalam serial Big Love), kalau kamu jatuh cinta sama aktor saat mereka lagi dalam karakter yang mereka mainin. Kamu terkadang harus bersiap kecewa karena saat menjadi diri mereka yang sebenarnya, mereka bisa sangat mengecewakanmu. Jadi sebaiknya kamu jatuh cinta sama sutradara atau para pencipta tokoh-tokoh itu saja. Hmm...


Maaf Mbak Cloe, saya nggak begitu setuju bagian yang terakhir :D


Saya adalah seseorang yang sangat sering jatuh cinta dengan karakter film dan serial. Saking seringnya, saya kadang tidak terima jika mereka berbeda dengan kehidupan aslinya. Sama mungkin ceritanya kalau waktu SD saya suka banget nonton Jini Oh Jini, bukan Diana Pungkinya, melainkan karakter si Bagus yang diperankan Indra Brugman. Belakangan saat saya mulai ngeh berita-berita ala selebritis yang beredar, saya cenderung defensif menerima berita gosip selebritis soal Indra yang berpacaran dengan Bertrand Antolin. Ah. Saya bukan seorang homophobic seratus persen memang, tapi ya gitu tetap saja... Ugh...


But times makes me bolder, children get older, and I'm getting older too... (Landslide - Smashing Pumpkins).


Saya memang tidak bakal membahas soal agama atau apapun, saya hidup di lingkungan yang membuat saya sadar. Manusia itu ditakdirkan menjadi bermacam-macam, dan apapun pilihan mereka itu urusan mereka sendiri. Saya mulai bisa sedikit bijaksana ketika saya mulai kagum sama karakter Barney Stinson di How I Met Your Mother. Barney yang diperankan oleh Neil Patrick Harris ini selalu berambisi mengencani wanita sekali jalan, tapi kepribadiannya yang kocak dan kelewat percaya diri membuatnya banyak disukai penggemar HIMYM. Saya pun cuma kaget saja saat tau Neil sebenarnya openly gay. Anehnya, tidak banyak merubah pandangan saya tentang Barney. Saya malah makin kagum dengan Neil yang bisa membawakan karakter Barney yang doyan wanita semeyakinkan itu.


Barney Stinson


Belum lama ini semenjak karakter Blaine Anderson, seorang siswa Dalton Academy di serial Glee mulai muncul di musim kedua. Sa
ya nggak bisa banyak berkata-kata selain: OH-WOW! Saya benar-benar jatuh cinta sama tokoh remaja gay yang diperankan Darren Criss ini. FAAAAK! Saya bahkan sampai pernah memimpikan pacaran sama Blaine saking freak-nya! Jalan-jalan di sekitaran daerah Kota Baru gitu, omaygat mimpi saya parah betul. Hahahahahaha. :D


(Tuh kan saya jadi gatal buat cerita lebih banyak tentang Blaine)
Blaine merubah pandangan saya tentang karakter gay di film. Blaine sama sekali bukan karakter banci, dia juga bukan cowok kekar doyan nge-gym. Kelebihannya selain ganteng jelas tentunya dia performer yang super hebat. Kalau ada yang membantah soal ini, sebaiknya langsung melihat sendiri penampilan The Warblers (a capella group dari Dalton Academy dengan Blaine sabagai sang frontman), niscaya setelah itu kalian bakal bungkam. The point is... Blaine, your solo is breathtaking. You are so freaking charming. And, I'm sooooooooo into you. Bwahahahahaha! Kacau nih saya kalau sedang sakau Blaine :p


Dan kayaknya kata-kata Cloe Sevigny nggak berlaku buat Blaine, hehehehe, beruntung aslinya Darren Criss is a straight male. Kebalikan dari Neil Patrick Harris tadi, Darren sangat mengesankan memainkan karakter remaja gay yang natural, nggak maksa. Yah kalaupun pada akhirnya ia ter-convert menjadi seorang gay, saya paling cuma kecewa sebentar saja, sisanya tetap saja kagum! Haha, tentunya Darren yang asli tampaknya tidak berbeda dalam hal bakat, dia pantai bermain piano, gitar, mandolin, mencipta lagu, dan bikin Katy Perry menangis terharu! Cuma ada kata, impresif, untuk tokoh Blaine dan Darren sendiri.



Blaine


Darren Criss




Sekali lagi salut untuk para sutradara pencipta karakter dan para aktor yang mengeksekusinya dengan baik. Salam metal untuk Craig Thomas dan Carter Bays yang berhasil membuat Barney tetap memesona sampai How I Met Your Mother musim ke-6! Salut juga untuk Ryan Murphy, Brad Falchuk dan Ian Brennan yang mampu menciptakan karakter yang "menyihir" seperti Blaine. Kerja keras berbulan-bulan untuk tiap episode Glee terbayar tuntas! Hidup serial Amerika!!





*tulisan ini dijamin subyektif dan terancam sangat tidak berimbang, jika b
ukan Gleek pasti sudah pada muntah :p
** Foto: Berbagai sumber


Saturday, May 14, 2011

"Trending Topic"

Dulu, sebelum tampilan depan Twitter berubah, saat membuka halaman awal Twitter kita biasa disuguhi deretan kata-kata mirip seperti running text dalam siaran televisi. dan setelah masuk ke Home, barulah deretan kata-kata populer itu pindah ke sebelah kanan bawah. Yes, itulah deretan Trending Topics yang berisi topik-topik pembicaraan yang sedang hangat dibicarakan di Twitter saat itu. Biasanya tentang film, gosip, politik, sepak bola, sampai Ariel! (Kali ini Indonesia kembali "berprestasi" karena sering sekali bisa menempatkan kata-kata berbahasa Indonesia di jajaran Trending Topic. Gilihan gini GAHUL parah! Wowowowowowowwo!

Saya juga nggak mau kalah, di pikiran saya yang beruntal-untal ini terhampar jajaran
Trending Topics versi kehidupan saya sendiri. Berikut di antaranya, tingtong!



#31harimenulis
Mau tak mau, hastagh ini memenuhi pikiran saya sebulan penuh di Mei ini. Saya memang bukan tipe orang yang doyan menulis panjang, nah apalagi menulis setiap hari satu tulisan. Lumayan bikin mati gaya dong. Bersyukur setiap hari ternyata ada saja yang bisa ditulis. Kebanyakan curhat pribadi. Ya udah lah, apa adanya aja. Pernah terpikir untuk nulis macem-macem. Tapi karena waktu dan sarana yang nggak memungkinkan, rencana itu memang cuma tinggal rencana.


Detektif!
Bakat baru saya (sombong sendiri deh mulai). Bukannya apa-apa, akhir-akhir ini kemampuan saya melacak orang-orang random semakin terasah. terima kasih untuk teknologi, teman-teman, dan temannya teman. Suatu hari bukan nggak mungkin saya bakal membuka biro detektif swasta khusus urusan yang chessy-chessy. Hihihihi.

Sensus
Masih berkaitan dengan aktivitas detektif di atas. Hehe. Mengatas namakan sensus, saya sudah "meneror" beberapa teman untuk kepentingan saya yang sangat personal itu. Via apapun. Telepon, SMS, Ym, Facebook, direct message di Twitter. Hah... penghalalan segala cara ini di suatu waktu bisa sangat membuahkan pencerahan. Di lain waktu tidak ditanggapi, saya jadi nggak enak sendiri lho sampai-sampai :( Yah kembali lagi ke prinsip lama: Namanya juga usaha.

Misjudge
Salah menilai orang itu adalah musibah yang bisa menimpa setiap orang, kapanpun dimanapun. Bisa jadi malah beruntung karena salah menilai orang yang semula dikira jahat ternyata malah baiknya minta ampun. Tapi kalau salah menilai orang baik ternyata hmm... nggak seperti yang diduga, malah nggak asik bukan main. Menjadi naif memang terkadang sangat mengesalkan, sesekali mungkin saya harus belajar dari Pipit dan Nana. Semua orang di mata mereka pada dasarnya nggak ada yang benar :p


Bayi dan Balita! :D
Beberapa orang yang dekat dengan saya, cukup mengetahui kesukaan saya pada makhluk berumur 0-5 tahun ini. Dibatasi cuma sampai kategori balita, karena (kecuali anak itu ganteng) biasanya anak-anak akan melewati fase tumbuh dan tidak selucu dulu. Tidak sepenurut dulu. Oke, lanjut soal bayi dan balita. Kalau bayi sudah jelas, karena setiap bayi dilahirkan untuk lucu. Balita mungkin relatif, tergantung bagaimana orang tua membesarkan mereka (kalau soal Sandi-Macan saya angkat tangan!).

Pengamatan terhadap makhluk-makhluk ini bisa dilakukan dimana saja. di bus, saat salah seorang bayi memegang-megang tangan saya. Di mall, saat kereta dorong mereka tidak diawasi orang tua atau pengasuh, atau balita yang jalannya masih dituntun (biasanya saya ikuti dari belakang). Bwaaaaahhahahaha, psiko sekali kalau sudah begini. Di tempat wisata apalagi deh, karena biasanya anak-anak tampil lucu casual
, dan berwajah cerah. Orang tua mereka pun biasanya ramah dan mengijikan bayi-balita-nya berkenalan dengan orang asing seperti saya. Dan yang terakhir adalah saat anak salah seorang atasan saya mampir ke kantor. Bocah itu lucu minta ampun, busananya casual tapi dandy, agak bawel (namanya juga anak-anak baru kemaren sore bisa ngomong), dan ganteng sekali! Hahahahaha, ingin rasanya meminjamnya sebentar sekedar untuk dipandangi dan diajak bicara 5 menit. Tuh kan tulisan ini melebihi kuota jadinya, haha.


Jakarta Traffic
Nggak ada yang bisa dibahas di sini. Pokoknya itu lah. Halahahay...



Yak, yak, sekarang si otak saya bersiap mengganti jajaran trending topic berikutnya.
Yuk mari juga kita semangat berakhir pekaaaaaan ya!

Friday, May 13, 2011

Alasan untuk Pulang ke Jogja

Malam ini sepulang dari berjibaku dengan macet di kawasan Kuningan, saya melihat gedung-gedung berlampu, trotoar yang rapi, dan mobil-mobil yang terburu-buru ingin berlibur. Di mobil, saya dan teman-teman kantor ditemani lagu Goodbye-nya Air Supply, mau tak mau kami semua nyanyi bareng. Sedemikian akrabnya lagu itu di telinga banyak orang ya.. Hehehe.


Saat-saat seperti tadi pun makin membuat saya ingat Jogja. Begitu banyak alasan yang bisa membuat saya nggak sayang mengeluarkan uang untuk sekedar berjumpa suasana di sana. Tempat super-homy dengan pacar yang masih berkutat dengan kewajiban akademik di sana itu begitu menggoda. Sayang, sama seperti penuturan Kemas (salah seorang peserta #31harimenulis juga) di blognya hari ini. Semua itu tinggal cerita.


Alasan kenapa ke Jogja begitu menggoda.. ribuan banyaknya (mulai deh mulai hiperbolanya) :p


Karena Alfi. Klise, gombal, tapi rasanya memang 'pegal' tanpa bertemu dia berminggu-minggu. Ah ngilu banget nulis beginian, tapi nggak apa-apa lah. Biar plong..


Sebenarnya juga kangen 'gaul' ala biasanya. Apalagi beberapa teman saya baru dan akan melewati hari terbaiknya! Anji baru saja pendadaran. Awe Kamis ini diwisuda. Hehe, meskipun kalaupun pulang di akhir pekan ini juga, nggak mungkin juga bertahan sampai seminggu. Mustahil. Bwahahahahaha.


Saya juga lagi penasaran banget seperti apa bentuk kos lama saya yang nyaman dan nggak bising itu. Udah ada yang nempatin belum ya.. Hmm..


Ah ketauan kan saya cuma cari-cari alasan banget, padahal tujuannya cuma satu. Jalan-jalan sama pacar :D



Okelah, sekian formalitas hari ini saya tunaikan. Tapi percaya deh, makna tulisan ini bukan formalitas.


Ah.. Rindunya.. HEH kamu yang di Jogja.. :)

Thursday, May 12, 2011

Gusar




Gambar sederhana tapi ruwet ini saya bikin sekitar November tahun lalu. Waktu itu hidup saya sedang ruwet banget soal skripsi. Sekarang ya sama aja sih ruwetnya. Hahahaha. Ya kalau soal ruwet itu kalau dipikir lagi emang nggak pernah ada matinya. Selalu ada aja alasan yang bikin hidup kita "berwarna". Dan untuk itu kita patut bersyukur.


Kalau di suatu malam saya pernah menangis meraung-raung karena putus asa, tidur dengan mata bengkak. Sedangkan di sebuah malam lainnya lagi saya malah tertawa-tawa, seakan beban banyak tak terpikir. Awalnya kayak misteri memang. Tapi kalau dipikir lagi.. hmm.. malam meraung tadi disebabkan karena saya telat makan malam, dan malam senyam-senyum satunya adalah karena saya makan tepat waktu dan makanannya enak.
Sesederhana itu ya saya, gusar hilang karena makan!
Hehehehe...


Kalau kalian biasanya menghilangkan gusar dengan cara apa?

:D

Wednesday, May 11, 2011

Cuci Tangan Lho


Hari cuci tangan sedunia memang masih bulan November nanti datangnya. Dan cuci tangan itu memang persoalan klise yang sudah terlalu kebal digembar-gemborkan buat bocah seusia saya ini. Tapi ya emang nggak pernah ada matinya mengkampanyekan gerakan cuci tangan sebelum makan, sehabis dari kamar mandi, sehabis megang duit sekarung, dan sehabis keliling pakai bus kota seharian. Alkisah saya terpikir meracaukan hal ini, karena tadi sore saya bersin-bersin. Nah tanda-tanda bisa jadi pilek betulan nih. Alih-alih mengambil tisu untuk menyeka bersin yang terlanjur ada di tangan. Saya ngacir ke wastafel untuk cuci tangan (tumben banget deh) pakai sabun dan damdaramdaaaam saya kayaknya batal pilek dong. Sekarang alhamdulillah saya masih segar. Hore hore! :D

Usut punya usut ternyata saya baru sadar ada hubungan antara kebiasaan jelek saya main-mainin muka pake tangan dengan tangan yang "kotor", mungkin yang sering bikin saya bersin-bersin. Tangan kotor kenap dagu, jerawatan, errrr. Tangan kotor kena jidat, jerawatan di jidat bisa-bisa, tangan kotor kena hidung, bisa pilek, zzz... Nah berdasarkan hipotesis ngasal saya , bahwa saya batal pilek setelah cuci tangan tadi, ternyata didukung oleh dokter yang saya temukan di Google, wush ini dia salah satunya (ntah siapa Pak dokter ini):

Menurut dr.Handrawan Nadesul, seorang praktisi kesehatan, tangan merupakan anggota tubuh yang paling banyak bersentuhan dengan banyak benda di sekitar. Akibatnya, tangan dengan mudah menjadi perantara penularan penyakit golongan waterborne disease (menular lewat air) maupun foodborne disease (menular lewat makanan). Penyakit tersebut antara lain, diare, tifus, kolera, disentri, hepatitis A, leptospirosis, polio, dan cacingan.

(Sumber: DetikFood)

Agen-agen yang kerap mengkampanyekan kebiasan cuci tangan pakai sabun ini masih dipegang oleh puskesmas terdekat, depkes, guru-guru sekolah dasar, dan sebagian dari orang tua yang cukup perhatian soal masalah kesehatan. Perusahaan yang memproduksi sabun kesehatan adalah pihak yang paling gemar mewanti-wanti soal hal ini (demi keuntungan mereka juga pastinya). Terima kasih juga untuk banyaknya merk hand sanitizer bentuk gel bening yang adem itu. Penemuan bagus, terutama untuk sebuah merk berkemasan bening bergari-garis hijau, oke, Detol yang tokcer banget itu. Meskipun merasakan sensasi cuci tangan pakai sabun itu sensasi bersihnya bisa lebih melegakan. Hoho.

Ah manja betul badan ini, nggak kooperatif banget sih. Padahal milyaran orang di luar sana biasa camat-comot tanpa cuci tangan pakai sabun. Cuci tangan pakai air aja udah luar biasa banget. Dan mereka tetap sehat, segar, bugar! Salut untuk para orang berdaya tahan tubuh handal.

Kayaknya saya jadi banyak cingcong banget ya, padahal biasanya saya cuek juga mau makan pake tangan bekas ngitung duit seamplop juga. Hehe. Tapi tetap saja buat kita yang berbadan cemen alias rentan berbagai penyakit dan jerawat, cuci tangan pakai sabun tetap jadi sebuah usaha yang patut dibiasakan. Kalau usia dini sudah berlalu, ya nggak salah dimulai dari sekarang. Doakan saya konsisten mencuci tangan dengan konsisten. Cuci tangan untuk sekarang dan nanti!




Poster cuci tangan yang baik dan benar ini diambil dari sini



Monday, May 9, 2011

Suatu Siang, Suatu Bincang

Hei ini udah malam, kan? Kok malah membicarakan siang? Haha, biarlah, saya ingin berbagi tentang beberapa siang yang saya alami. Terutama yang terjadi baru-baru ini saja.


Siang ini saya menuju ke sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Barat, tujuannya untuk berbincang dengan narasumber. Hehe. Berbincang dengan tiap narasumber selalu menjadi saat yang spesial. Tapi bukan untuk saya bicarakan di sini tentunya, hasilnya cukup ditengok di output cetaknya saja.


Sepulangnya dari pusat perbelanjaan, saya pun pulang dijemput sopir kantor. Berbeda dengan beberapa perjalanan sebelumnya, saat pergi dan pulang saya biasanya bersama fotografer atau siapapun yang juga punya tujuan yang sama. Tapi kali ini hanya saya yang diantar Pak Arul. Cukup krik-krik sampai radio paling gaul se-Jakarta itu mengumandangkan lagu yang familiar. Kompak, saya dan Pak Arul sama-sama bersenandung, lagu
itu adalah lagu grup band Padi, "Semua Tak Sama".


Wah, Pak Arul sobat Padi ya? begitulah "balok es" hening itu terpecahkan. Pak Arul yang baru 3 hari kerja di kantor saya itu pun, ternyata lumayan bawel itu. Bercerita soal musik, baginya Padi yang sekarang udah nggak asik lagi. Saya angguk-angguk sambil tak kalah cerewet menimpali. Beberapa topik selanjutnya adalah tentang karir, fly over, ditilang, sampai FPI. Whaaaaaaaaaaaaaat! ternyata pengajian di sekitar rumah Pak Arul itu sering diisi oleh Habib-habib FPI sana. Oh ah eh hoho. Saya cuma cengengesan saja, apalagi ketika Pak Arul bercerita tentang proses penggerebekan ala FPI yang katanya bertahap. Ada survey, ada surat-suratan, sampai penggerebekan. Jadi bukannya asal gerebek. Wah, whatsoever deh, Pak... saya udah terlanjur nggak klik sama itu ormas. Bersyukur, setelah itu saya tetap damai-damai aja meski beda prinsip sama Pak Arul. Tuh kan damai itu indah, mamen...


Setengah jam lebih berlalu, nggak terasa udah hampir sampai di kantor. Lumayan jago juga Pak Arul menyetir (sumpah bagian ini saya sotoy belagu parah, kan saya aja buta dunia persetiran!). Saya pun tahu Pak Arul mukanya agak boros, karena ternyata putrinya baru berumur 3 tahun. Nggak apa-apa, Pak, yang penting anaknya lucu dong :D (Apasih Nad..)


Bincang-bincang siang itu pun berakhir. Saya dan Pak Arul sama-sama kembali ke tugas masing-masing. Makasih Pak Arul sudah mengantar, menjemput, dan berbincang non-basa-basi tadi! Saya jadi tahu masih banyak fan-base FPI di luar sana :p



Please, ada yang tau cara mengatur ulang tanggalan di multiply? matur nuwun, makasi banget ...

Sunday, May 8, 2011

Lintas #31harimenulis

Ah semacam kewajiban kalau harus ada slot khusus untuk membahas #31harimenulis. Dan untuk slot itu saya percayakan pada hari Minggu terpilih ini. Sekaligus saat saya terpaksa menulis cuma via ponsel.

Here we go...


Tepat seminggu yang lalu, hari minggu pagi, saya pertama kali mengudarakan tulisan pertama saya untuk #31harimenulis. Kompetisi khusus lingkup mahasiswa dan alumni Ilmu Komunikasi UGM ini punya aturan main: menulis selama 31 hari di bulan Mei 2011 ini, sehari tak menulis maka akan ada denda yang menanti. Tantangan kepada saya terlampir via layanan pesan singkat. Waktu itu awal April, dan saya menolak dengan sopan. Beberapa pertimbangan jadi alasan: sibuk kerja dan hari Sabtu-Minggu yang tanpa koneksi internet. Tapi setelah menolak tantangan saya dikatai CUPU! Prek lah, tak sepadan dengan rintangan tadi, jadi saya akhirnya ikut!! (sempat pula menawar jumlah denda, tapi tentu tidak berhasil).


Awe memang biasa punya ide-ide "revolusioner" berkata bahwa berani ikut #31harimenulis adalah baik untuk percernaan, ehm, bagi kebiasaan menulis. Supaya blog kita bermutu, gemar bersedekah (absen menulis akan membuat 20 ribu rupiah kita melayang, ke tangan yang "membutuhkan"), dan menjadi makmur jika sampai memenangkan kompetisi ini.Begitulah, sampai akhirnya Awe berhasil menjaring mangsa sebanyak yang bisa kalian lihat di blog resmi www.31harimenulis.blogspot.com. Kompetisi ini resmi dihelat. (kesannya "Wah" banget apa ya hahahahahaha)


Satu hal yang saya percayai semenjak lebih intens bergaul dengan Awe sekitar dua tahunan yang lalu, yang bersangkutan tidak akan setulus ini bikin semacam "people movement". Ikhlas itu pasti ada, tapi bulus-licik juga pasti terdapat di dalamnya. Entah apa motifnya, but thank you, anyway. Seakan jatuh cinta lagi pada Multiply saya, saya jadi bersemangat lagi kemari. Setiap hari menyisihkan waktu untuk berpikir mau menulis tentang apa. Dan punya banyak bacaan baru, karena peserta yang ikut lumayan banyak! Hahahahahaha!


Seperempat jalan menuju tanggal 31, mari semuanya kita bersemangat. Jangan biarkan Awe menang mudah! :D

Saturday, May 7, 2011

Hari Berberes

Setiap akhir pekan saya anggap sebagai karunia. Itu jikalau akhirnya waktu rehat itu bisa kita manfaatkan dengan tepat guna! Yea.. tepat guna dalam berakhir pekan punya definisi yang berbeda di tiap-tiap orang. Ada yang menghabiskan hari berkualitasnya dengan menghadiri pernikahan kerabat atau teman. Ada pula yang mengolah waktunya sesuai dengan hobi masing-masing, sepedaan, hulahoop, nge-gigs nonton film, masak, menangkap belalang, dan sebagainya. Serta sebagian lagi orang (termasuk saya) memilih menjadikan pagi pertama di akhir pekannya untuk tidur! Yaaa!


Wow wow wow. Tidur bukan akhir dari segalanya, karena buat saya. Setelah tidur ekstra, saya akan merasa bersalah. Selanjutnya, terjadilah ritual mulia yang disebut.. .. .. HARI BERBERES KOS SEDUNIA!!! Fleksibel pilihan harinya, bisa terjadi di hari Sabtu, atau Minggu jika kemarinnya dilanda malas.


Keuntungan aktivitas ini? Jangan tanya karena buat saya ini adalah ajang olah tubuh dan bisa membantu tubuh ini bugar, woohoo! Kamar pun bersih, kamar mandi kincling, persediaan pakaian di lemari pun bisa kembali ke stok normal. Sensasi melihat kerapian itu juga hal terakhir yang tak bisa ditampik! :D


WELL! Setelah ekstra lelah, memanjakan diri adalah keputusan tepat ;) Sore bisa beraktivitas dengan riang, malam pun bisa tidur lelap. Teori memang, tapi prakteknya akan selalu bisa mendekati jika niat sudah dibulatkan.



Selamat memanfaatkan akhir pekan, semua!



*Seriously, tulisan kali ini bikin saya terlihat tua ya :D Tapi rasanya memang angker kalau menghabiskan weekend bersih-bersih lho.

Thursday, May 5, 2011

3 Hari (Mencoba) Jadi Vegetarian


“Dalam rangka apa kamu pingin makan vegetarian segala?” – Alfi (21), pacar, waktu saya kirimkan pesan singkat tentang saya yang penasaran kenapa orang yang jadi vegetarian bisa hidup.

“Waw, Beb… (melihat dengan tatapan
hampir antusias)” – Starin (23), aktivis anti ketoprak dan gado-gado, rekan seperkuliahan-sepermainan-seperkantoran, yang ternyata memiliki ibu seorang vegetarian.

“Oh… Hihihi… (tersenyum simpul)” Advent (?) dan Mbak Sasa (?), rekan kantor yang hari itu membawa bekal daging dan cumi. Nyamm…



Begitu anehkah membayangkan saya bisa jadi seorang vegetarian? Meskipun cuma memang kecil banget kemungkinan itu ada tapi saya sudah terlanjur penasaran. penasaran. Beberapa hariiii sajaaaa mencobanya. Aaaa... Freak sekali...


Padahal saya kan penganut brosur puskesmas jaman dulu ketika 4 sehat 5 sempurna yang itu harus termasuk daging dan susu. Lebaran  idul fitri dengan opor ayam, lebaran idul adha dengan sate kambing. Nggak jarang juga banyak yang berkomentar nyinyir kalau misalnya kita cuma makan nasi dengan sayuran saja, “Lagi ngirit ya?” atau, “Nggak bergizi banget sih nggak pakai lauk,” Nah begitu tuh komentar kalau kita makan dengan bersayur-mayur ria.


Saya juga nggak munafik. Cuma nyayur hanya akan membuat batin ini tersiksa karena saya sendiri pecinta bebek goreng, setiap minggunya pasti makan lele goreng, dan suka banget makan mi ayam. Pantas sih saya sampai penyakitan -___- Beda dengan adik saya Fira yang biasa ngemil buncis dan wortel mentah (dimakan begitu aja, atau kadang direbus) sambil nonton televisi. Mungkin saya harus banyak belajar dari bocah kelas dua SD itu.


Padahal, nggak sedikit juga lho orang-orang yang memutuskan menjadi vegetarian. Bahkan jadi vegan! Bukan hanya nggak makan daging “merah” (sapi, ayam, bebek, burung) dan daging “putih” (ikan), menolak semua dairy product (susu, telur, madu), dan semua kosmetik, pakaian, perabot, yang melibatkan “penyiksaan” terhadap hewan. Angker benerrrr… Alicia Silverstone, si Cher Horowitz di film Clueless (1955), yang sudah belasan tahun menjadi seorang vegan. Alicia yang mudanya lucu-lucu-gimana gitu itu sekarang emang nggak begitu sering terdengar kiprahnya, selain berkontribusi dari buku “The Kind Diet” yang gahul itu, juga kontribusinya di kampanye PETA. Dan saya bersumpah muka mbak Alicia masih tetap glowing, keren, badannya curvy-asik begitu. Maunya sih saya tetap bisa kece di umur 35 begitu… Eh eh mulai nih nggak fokus :p


Fiuh, karena penasaran yang menjadi-jadi, akhirnya saya pun nekad dan membulatkan tekad untuk memulai hari (sok) vegetarian saya pada Senin, 2 Mei 2011 lalu. Vegetarian yang saya maksud adalah
Lacto-ovo-vegetarian, yang tetap bisa makan penganan yang terbuat dari susu dan telur. Kesannya nggak total ya, tapi saya nggak siap kalau harus menolak susu di jus favorit, dan kandungan telur di mie dan roti. Huhuhu... (lebay) Dijabanin aja akhirnya. Berikut rangkumannya sampai Rabu, 4 Mei 2011, alias baru kemarin.



Hari Pertama, Senin, 2 Mei 2011

Asupan : Wafer Bengbeng (Sarapan – S), Nasi+jamur+toge+tempe goreng dan jus sirsak (Makan Siang – MS), Somay (tapi cuma tahu, kubis, sama kentang pakai saus kacang) + Roti Bakar Cokelat Kacang (Makan Malam – MM)



Hari Kedua, Selasa, 3 mei 2011

Asupan : Roti Bakar (S), Nasi+jamur+sayur asem+mi goreng+tempe goreng dan jus jambu (MS), Somay (kali ini beneran ada somay komplit! Kecuali telur. Nggak tahan mamen, semoga kadar ikan tenggirinya cuma 1%...)



Hari Ketiga, Rabu, 4 Mei 2011

Asupa : Oreo Cokelat Cake 2 bungkus (S), Nasi+sayur kacang+tempe goreng dan jus sirsak (MS), milo hangat, danone activia, dan snack oishi pillows rasa ubi (cemilan sore), ketoprak (Makan Malam)



Dan sudah begitu, saya memutuskan untuk nggak melanjutkannya sampai hari ke-5 seperti rencana awal. Karena tidak punya ketahanan diri dan berpikir mungkin saya akan lebih fleksibel seperti awalnya saja. Yah… asumsi awal sih, saya pengen mencoba sehari dulu, kalau berhasil baru lanjut jadi tiga hari, kalau niat bisa sampai lima hari. Pada dasarnya saya cuma penasaran, dan ketika rasa penasaran ini sudah dipuaskan, saya kembali jadi pemakan segala dengan banyak perasaan bersalah. Pelajaran tiga hari ini pun tetap bisa saya. Satu, godaan buat yang niat jadi vegetarian di dunia ini, nggak main-main. Soto berkuah kaldu ayam, ayam goreng mentega, udang saus asam manis, rendang, steak, blaarrrr, surga dunia berupa makanan berdaging bisa sangat melenakan. Biasanya orangnya bener-bener cinta binatang, punya penyakit, atau alergi-daging. Dua, tekanan sosial. Jarang-jarang ada temen kuliah yang bikin traktiran di warung jamur, biasanya di restoran yang menu daging-dagingannya menggelegar. Kecuali kalau kuat iman, semua godaan berkedok perbaikan gizi itu bisa ditampik. Prek... Tiga, makan sayur dan tempe itu bisa menghemat uang makan. Ini salah satu sisi bagusnya. Tapi lagi-lagi beberapa orang tua akan berujar, “Dimana gizinya kalo makan tempe melulu?” Lagi-lagi…



Percaya nggak percaya tiga hari kemarin saya jadi sangat bersemangat. Mungkin karena antusiasme menunaikan tantangan atau karena memang cuma makan sayuran itu berpengaruh? Hehehe… Bisa jadi dua-duanya benar. Jadi biarpun saya nggak bisa jadi vegetarian beneran, saya masih punya kesempatan jadi flexy-vegetarian kan? Makan makanan hewani pilih-pilih dan jika gratis. Itu baru keren!




Wednesday, May 4, 2011

Gossip Girl-s-Night Out


Gossip Girl (GG) adalah salah satu serial favorit saya, Dini, dan Anji. Selain tentunya kami penggemar Glee. Kedengarannya cukup gaya, doyan kok serial Amerika. Ya dulu semasa masih ada Keluarga Cemara, Si Doel, Tersanjung, sampai Petualangan Sherina saya juga doyan total. Hanya saja mengikuti kisah remaja-remaja belagu Upper East Side, New York, itu semacam bikin ketagihan. Penasaran yang tak tertahankan.


Season pertama serial ini mengudara di tahun 2007. Saya baru tahu GG waktu ngeliat iklannya di Trans TV. Karena televisi bersama, untuk menonton serial yang tayang tiap jam 8 malam ini, saya harus bersaing sama Mbak-mbak Kos yang juga mau liat sinetron di RCTI. Mereka jumlahnya lebih banyak, jadi saya kadang ngalah dan nontonnya jadi bolong-bolong. Lama-lama nggak excited lagi, sudah lupa juga.


Beruntunglah sekitar tahun 2009-2010 saya menemukan tambatan yang bisa sangat diandalkan, adalah Dini orangnya. Dialah yang kembali mengingatkan saya tentang GG, yang saat itu sudah berjalan hingga musim ke-3, wah saya tertinggal jauh. Dini yang gemar mengunduh, menyewa DVD, dan rela melakukan apa saja untuk tiap episode baru GG, berbaik hati membiarkan saya hanya tinggal comot dan nonton (akhirnya saya bisa barter dengan setumpuk file episode Glee punya saya.
Hehe...). Sesekali kami juga super antusias berbincang seputar intrik Serena, Blair, Nate, Dan, Chuck, dan Jenny itu. Lebih antusias ketimbang bicara soal skripsi :p


Meskipun saya awalnya banyak ketinggalan. Dini yang terkenal jago dalam urusan akademik ini tetap sabar dan lihai banget menjelaskan dengan runtut bagian-bagian yang saya lewatkan. Gahul kan Dini? ;) Setelah itu muncul pengakuan kalau Anji juga suka GG hanya saja sama kayak saya, nggak begitu intens ngikutinnya. Yap, dengan resminya Anji bergabung jadi penggemar GG, maka jadilah dimanapun kami berada, perbincangan kami sering bikin
orang-orang roaming sendiri, “lokal” banget sih. Sampai mungkin ada istilah baru, sambil nyekripsi (baca: mengerjakan skripsi) enaknya break pake GG lho. Hahahahahaha. Ngasal.


Sebenarnya apa sih spesialnya GG? Saya juga nggak bisa menjawab pasti. Kalau kata pacar saya dia nggak bisa dapet apa-apa dari serial ini kecuali scene ciuman dimana-mana, gonta-ganti pasangan, baju-baju bagus, dan kehidupan glamor sosialita New York. Yah, sayangnya dia benar... Tapi justru itu juga yang makin bikih kami makin betah! Lho lho, eits, selain tentunya jalan ceritanya memang bak roller coaster, wush wush.
Seru!


Geng Upper East Side yang semuanya berasal dari keluarga tersohor adalah inti utama cerita ini, sisanya para antagonis bisa berganti-ganti setiap saat. Sebenarnya mirip banget kayak sinetron di Indonesia lho, cuma ntah kenapa sinetron Indonesia buat saya nggak pernah enak diliat. Serial yang aslinya ditayangkan di The CW tiap Senin ini juga digarap jauh lebih serius, aktor-aktor di dalamnya, fortunately, jarang banget nangis. Puaslah kami cuci mata dengan kesegaran produk impor dan cerita super wah wah itu. Hehehe. Hidup kok kayak dunia mimpi. Mental terjajah banget kali ya?


Apapun lah. Pokoknya, kami menggemari GG untuk menghibur diri, membuat bahan obrolan makin panjang, dan berkhayal. Suka nggak suka orang lain, kami tetap suka. Dan bersyukur banget di kantor saya sekarang juga ada Micka yang juga doyan download GG season 4. Asik asik :))


Ah, sial. Setelah menulis racauan ini saya jadi kangen banget sama Dini dan Anji. Semoga suatu hari bisa Girls Night Out lagi... Aku kangen kalian teman-teman :)




Tuesday, May 3, 2011

Please, help. Ada yang tau cara mengubah setting tanggal di multiply? tanggalnya nggak beres :( tengkyu...

Didedikasikan untuk Diah Sri Utari


Tulisan ini saya buat karena janji yang keceplosan saya ucap, tulisan special pake telor didedikasikan buat Didi. Suka tidaknya Didi dengan tulisan ini adalah terserah dia seorang. Saya juga siap apabila ketidakpuasan klien membuat tulisan ini harus "turun".


Ya, mari saya mulai dengan sesosok Diah Sri Utari, biasa dipanggil Didi (atau untuk sebagian kliennya dia dipanggil "Mas Didi" hehehe). Gadis bertinggi 15* cm, berat ** kg ini saya anggap paling metal di antara semua anak cewek di SKM UGM Bulaksumur, media komunitas UGM tempat saya menimba ilmu dulu. Metal karena pertama, dia membayar uang CPU saya tepat waktu (ini penting demi kelangsungan hidup, tau!). Nggak usah berpanjang-panjang di bagian ini, tapi karena kesigapan Didi lah, untuk sementara saya tetap hidup meskipun kartu ATM Mandiri saya yang baru belum bisa diurus juga. Didi langsung menjadi idolaku seketika ((:



Kedua, Didi metal karena dia gigih, pekerja keras, bisa diandalkan, blablabla, pokoknya, tipe orang yang struggle pantang nyerah! Pada  sebuah kesempatan, saya pernah ikut mencari mangsa eh klien untuk diajak ngiklan di Bul. Eh Ya Allah ternyata susah banget ya merendahkan harga diri “sedikit”, mengiba sesekali, dan lebih sulit untuk bisa deal berkali-kali. Hahaha. Tapi entah bagaimana Didi melakukannya berkali-kali, sampai berbusa mulutnya berargumen dengan si klien. Tawar-menawar tiada henti tanpa memandang lelah (saya yakin saat menikah Didi pasti jadi ibu teladan) sampai akhirnya bisa deal dengan harga yang hampir diinginkan. Saya saja sampai berpikir, ini klien belagu banget, kalo nggak mau iklan ya udah, I’m done here! Terus melengos pergi, mutung. Gahahahaha, gaya kan? Pantas saya cuma bisa dapet deal Kokoh Tri Edhi waktu itu. Zzz. Sampai akhirnya Didi jadi kena kutukan Manajer Iklan dan Promosi saya sama sekali nggak heran, kayaknya sudah kodrat deh :D


Ketiga, Didi metal karena sesama penikmat dan pembuat gosip. Saya langsung merasa Didi itu titisan saya. Blarrr! Didi itu banyol banget, kalo istilah lawak, asal ketemu tiktok-nya deh, Didi langsung lancar nyela plus bikin publisitas yang aneh-aneh. Nggak sadar kalau ntar karma digosipin balik itu pasti menghinggapimu, Di. Dan kalau bercengkrama dengan anak ke-4 dari tujuh bersaudara ini, jangan harap bisa selamat tanpa pulang dengan malu. Jadi, saat terbaik bersama Didi bisa jadi adalah saat kamu bisa menangkis dan berhasil menyerang balik! Pergaulan yang sangat alami dan menyenangkan nih bareng Didi. Cikiciuw…


Terakhir, ini dia yang ditunggu-tunggu oleh Didi, ialah metal karena her lovelife. Didi seperti kebanyakan juwita lain, tergolong pemalu di urusan ini, setidaknya itu yang saya lihat di permukaan. Didi pernah menyukai seseorang yang cukup ganteng, murid teladan, bersinar, ganteng, kreatif, ganteng, lho lho gantengnya sampe tiga kali nih? Berarti emang yang ditaksir Didi dulu itu ganteng banget. Tapi langit bumi rumput bilang sekarang belum saatnya, Di. Didi yang nggak patah arang pun bertemu akhirnya bertemu dengan sinar harapannya yang baru, yang nggak kalah ganteng pastinya. Hihihi, sekarang  Didi hampir (doakan segera) jadian sama cowok yang nama yang serima dengannya, Ferdi namanya. Cinlok di Bul juga, meniru saya dan Alfi (Hahahahahaha, prek deh saya!). Apapun siapapun gimanapun, Didi adalah gadis semledot idaman. Selamat menikmati Ferdi, Di! (ambigu)


Oh, Didi. aku nggak bisa banyak berkata-kata hari ini.

Yes, janji saya ditunaikan!

Nyoh, Di!



Hehehe. Bagi kalian yang juga mengenal Didi, boleh lho ikut menambahkan :p

*Foto: Facebook Anindita Irnila



Monday, May 2, 2011

Karir Manajerial


Kesannya saya belagu banget ya sama judul di atas. Hehe. Sebenarnya ini cuma efek euforia karena salah satu tim yang pernah saya tangani, Tim Futsal Komunikasi Angkatan 2006 Minggu (24/4) lalu berhasil juara pertama di Communivassion Cup 2011! Yea! Selamat teman-teman! Hadiah kompetisi made in Komako UGM ini juga lumayan hadiahnya, Rp. 1.000.000,- mamen.. Gahul! Sayangnya, saya baru tahu kalau mereka juara (bahkan mereka ikut pun saya baru tahu lho) baru sekitar Senin lalu, sigh… mantan manajer macam apa aku ini…

Yah kalau diingat-ingat lagi, saya sering mengaku dan diaku sebagai manajer apa saja. Dari manajer band fiktif (sebut saja: The Oncils, Celengan Ayam), tim futsal (misalnya: tim futsal SKM Bulaksumur, tim futsal Komunikasi, sampai tim sepakbola Tempel-Dongkelan KKN UGM) , sampai humas manajemen musik (sebut dengan lantang: Republik Primata Manajemen)
. Fiuh tinggi juga kan jam terbang saya? Hehehe. Meskipun abal-abal, tentang karier ini saya kadang suka berkhayal, seandainya saya jadi manajer betulan, artis betulan, tim betulan, wah… pasti sekarang saya sudah gila! Hahahaha…


Berikut beberapa trivia tentang karir manajerial saya, disusun secara random. Enjoy!
1.    Karier manajerial paling “sukses”: Celengan Ayam

Band (hampir) fiktif karena cuma sesumbar doing di dunia maya. Luckily, mereka akhirnya diijinin buat jadi performer utama di Kulo Nuwun Party 2010! Yuhuuu! Tampil dengan dua lagu kemarin sore (bikinnya), “Fotografer” dan “Si Emin”, band dengan personil inti Ardi Wilda, Efan Toghas, Jimmy Urbanus, Luhky Herwanayogi, dan banyak lagi fungsi additional lain, ini sukses bikin crowd saat itu terpana! Ya jelas terpana , pakai aksi debus dan badminton sih, hahaha… Pokoknya, tanpa banyak cingcong, Celengan Ayam sukses manggung untuk pertama dan terakhir kali. Saya pun sukses melahap rider kami yang lezat-lezat itu, nyam nyam!


2.    Karir manajerial paling “rusuh”: Tim Sepak Bola Cilik Te-do

Alkisah, KKN Unit 63 2009, tempat saya ditempa dulu, bikin pertandingan sepak bola anak-anak antar desa sub-unit. Berbekal semangat, saya waktu itu dengan lancang mengukuhkan diri sebagai manajer anak-anak dukuh Tempel dan Dongkelan (selanjutnya disingkat Te-do), Klaten itu. Rechsa, rekan KKN saya yang jago bola menjadi pelatih dan saya lebih ke arah ngumpulin pemain, koordinir supporter, bikin yel-yel, dan sedikit skenario provokasi. Puncak rusuh adalah ketika saya hampir “sikut-sikutan” sama preman sub-unit sebelah. Saya ingat, waktu itu saya pulang dari kandang lawan dengan full-pengawalan. Ceritanya takut diculik, hehehe… (ini sumpah agak berlebihan) Untunglah, di akhir kompetisi tim kami juara pertama! Woohoo!

3.    Karir manajerial paling “tekor”: Tim Futsal Komunikasi C, di HI Cup 2008

Kenapa tekor? Lah emangnya sejak kapan karir abal-abal ini digaji? Hohoho. Biasanya, meski tak digaji pun saya tetap usaha supaya nggak rugi. Eh pada pertandingan ini saya ingat banyak kartu kuning dan kartu merah bertebaran. Dan didenda sama panitia dong sodara-sodara! Faaaaaaaak! Hosh hosh, ya sudah lah karena mengaku manajer, saya talangi dulu. Percaya atau tidak, saya lupa apa uang saya waktu itu sudah diganti apa belum. Kami pun kalah, saya lupa kalahnya sama Ilmu Pemerintahan atau apa. Kayaknya itu karma dari saya. Hahahahahahaha. (nggak penting selangit)


4.     Karir manajerial paling “marmos”: The Oncils.

Singkat, padat, jelas, karena The Oncils band yang paling susah disatukan. Diajak latihan? Selalu nggak pernah komplit personilnya. Diajak manggung di Woodstock? Pada mangkir. Disuruh bikin lagu baru? Cuma bisa bikin variasi "Chicken" sampai segambreng. Nggak ada yang baru. Intinya, selama memanajeri band ini saya FRUSTASI! Oh kapan Harmoko jabat lagi, jadi band ini bisa bangkit. Huhuhu…


5.    Karir manajerial paling “promising”: RPM

Bukan cuma Ahmad Dhani yang bisa bikin manajemen sendiri, Fakhri Zakaria atasan saya sekaligus pentolan Oncils juga jago bikin manajemen sarat publisitas. Semua mahasiswa Komunikasi yang dipikirnya bakal bisa diorbitkan diekspos habis-habisan! Fortunately, saya senang karena tanggapan khalayak makin bagus hari ke hari. Apalagi setelah kami resmi me-launch duet baru Dila-Fat-Mala dan Riki Oncils (a.k.a. Irham Anshari). Penjualan album via dor to dor (pake tembak-tembakan) ini cukup menjanjikan hasilnya. Harapan ke depan, saya ingin manajemen bau kencur ini bisa go international. Gak gahul kalo cuma Jabodetabek-Jogja doang, Mas! :p