Tuesday, April 26, 2011

See You Soon: (Malah) Jadi Semacam Diary


Halo halo halo! Nadia nge-blog lagi. Uaaah.. sepertinya udah lama banget nggak kemari. Yah, awalnya saya sengaja nyimpen stok tulisan buat kompetisi yang digagas Awe mulai 1 Mei 2011 besok. Hehe.. Tapi karena gemas, masa pacar saya (Alfi) lebih sering update blog ketimbang saya? Blarrr… sebagai balas jasa kebaikannya menyambut saya di Jogja kemarin, saya menulis di sini, spesial (pakai telor) dan saya tau bakalan jadi sangat panjang :D


Awal April 2011
Ah iya berawal dari desas-desus long weekend yang udah diembuskan Stardude, rekan sekantor saya sejak akhir Maret. Heboh karena tiket kereta api sudah sold out. Gilaaaa… ternyata para pendatang di Jakarta isinya dari Jogja semua apa?! Huh. Saya pun awalnya cuek aja, toh saya agak kecil kemungkinan main ke Jogja. Mau dikemanain tiket Justin Bieber saya yang satu juta blablabla itu?? (ini bagian kebohongan terbesar di sini) hahahahaha. Akhirnya saya luluh juga mulai mikirin liburan di Jogja 22-23-24 April itu. Sempat kepentok kantong yang singset dan terganjal restu si pacar yang nggak ngebolehin saya ngebolang ke Jogja karena pasti boros belaka. Demi ulang tahun pacar yang tepat di tanggal 23 itu saya bertekad ke Jogja, gimanapun caranya!


Menjelang long weekend
Makasi Ya Allah, teman-teman komunitas pers mahasiswa Bulaksumur saya tercinta di Jogja mulai mencicil CPU computer saya yang rencananya pingin mereka akuisisi. Cukup lah untuk menutupi masalah kocek ke Jogja. Naik travel juga saya jabanin, minta langsung dijemput di kantor aja pas kamis malemnya, biar makin heroik!


Kamis, 21 April 2011
Dan ntah karena kualat karena nggak ngabarin ibu saya tentang liburan abal-abal ke Jogja itu, mobil travel yang saya tumpangi itu terjebak kemacetan beruntun di Jakarta, Subang, apapun lah pokoknya saya baru bisa sampai Jogja 24 jam ++ kemudian. My back! Aaaaaa!


Jumat, 22 April 2011
Sengaja minta dijemput pacar saya di depan Indomaret Terminal Jombor, Alhamdulillah.. setelah melihat bentuk doi yang ranum itu, 40% capek saya seperti terangkut. Sisanya, saya yakin harus mandi. Teima kasih buat saudari Sania yang bersedia menyediakan tempat bernaung di kala malam dan tempat mandi di kala sempat, untuk jasanya itu saya berikan dia Maicih Makaroni, Es Jenang, dan Roti Goreng Cokelat Sunmor (ini ikhlas nggak sih sebenernya? Hihihi). Saya pun nggak melewatkan sisa malam tanggal 22 yang sia-sia karena seharian di travel ini. Saya langsung minta diajak ke Kalimilk, sebuah kafe susu yang lagi hip di sekitaran Ring Roang Utara sana. Pacar saya yang saat itu sedang agak pilek, memesan susu caramel hangat dan roti goreng pisang cokelat, sementara saya yang segar bugar butuh nutrisi seperti susu anggur dan salad macaroni. Oh iya kami juga bawa bekal martabak dan keripik Maicih level 3. Wow, kenyang tenteram lumayan, saya menyesal nggak pesen susu ukuran gelas gajah (ukuran jumbo) yang banyak dipesan orang-orang. Ih…

Teng! Jam 12 malam, pergantian dari tanggal 22 ke tanggal 23 ulang tahun si pacar.


Sabtu 23 April 2011:
Selamat Ulang Tahun, Alfi!
Selama pacar membayar di kasir Kalimilk, saya membakar lilin dan sigap menaruhnya di atas kue kecil. Gesit kan! Ada beberapa cerita yang missed di sini sehingga kalian pasti nggak tau kapan saya membeli kue tart mini itu. Hihihihihi. Pokoknya ceritanya pacar saya rada terharu gitu. Baguslah… :)

Setelah puas “merampok” episode Glee terbaru di  Platinum, kami sama-sama ngantuk dan saya di antar ke kediaman Sania. Fiuhh… What a day!

Paginya saya nggak membuang waktu lama, saya sepedaan pagi-pagi, sendiri, menyambangi pacar saya yang (pasti) masih tidur saat itu! Wussshh. Setelah dipaksa-paksa, dia pun mau mengantar saya ke Gelanggang Mahasiswa UGM demi datang ke rapat rahasia SKM UGM Bulaksumur.  Saya senang banget bisa datang ke acara ini, karena selain bisa urun rembug saya juga bisa bertemu teman-teman Bul yang sangat ngangenin ini. Curi-curi waktu untuk beli kado. Sampai berhasil memberinya ke si Muhammad Alfi dengan cara super-biasa (baca: di parkiran, disodorin, Nih!”). Kado rahasia itu diterimanya dengan lapang dada. Lagi-lagi saya senyam-senyum, karena setalah itu saya kesampaian makan Bebek Slamet lagi. Di Jakarta, Bandung, memang ada segambreng Bebek Slamet juga, tapi di Jogja tetap saja yang paling asik. Dua piring nasi, tandas!

Sorenya saya masih mesam-mesem karena berhasil nonton Festival Sinema Perancis di XXI bareng Alfi (tentu), Anji, dan Syefi! Film remaja labil berjudul Inggris Love Like Poison itu sukses bikin saya, Anji, dan Syefi cekikikan geli, sementara Alfi ketiduran. Errr… Setelah film selesai saya pun menjanjikan ikut nongkrong bareng geng Litbang di Djendelo CafĂ©. Tiba-tiba ada telepon di seberang dengan setengah ngamuk, Pipit rupanya. Dia kesal lantaran saya nggak bilang-bilang akan ke Jogja di long weekend itu. Akhirnya saya dan Alfi janjian bertemu Pipit, sambil ngemil takotaki depan Vidi 3 hotel, saya dan Pipit melepas rindu. Tsah… Pipit cerita semaksimal mungkin sampai saya bilang kami harus berpisah sampai di sini saja. Dah Pipitha, selamat menempuh hidup baru.

Dan lanjut ke Djendelo. A day completed!

Minggu, 24 April 2011
Pagi kembali saya maksimalkan, berjalan kaki ke kos pacar saya (lagi-lagi) karena dia pasti belum bangun. Parah. Sedikit merajuk saya langsung minta diajak sarapan nasi kuning sambel daging di Kindai. Merasa nggak kenyang, lanjutlah kami mengitari kawasan Sunday Morning (pasar kaget sekitaran UGM) untuk membeli jus, jajanan, roti goreng, kelepon, jenang untuk Sania, lalalalalala, rasanya kayak mimpi liburan begini… :)

Karena cuma dapat tiket bis malam bermerk RPM (Ramaya, Handoyo, yang lain sudah tandas!) saya pun harus berberes-beres ria sejak siang, karena bis seharusnya berangkat jam 4 sore. Untung saya sempat dan gesit makan banana split dan strawberry gelato di Rumah Mirota yang rame banget kalo siang itu. Serasa tak kunjung terisi, perut ini minta tambahan okonomiyaki.

We’re dumb, saya merasa nggak punya satu pun kenangan tentang liburan singkat itu karena nggak foto-foto -___- sial sial sial. Untungnya Alfi sigap membuat kami berfoto aneh tapi standard di youcam. Yes! Ada juga dokumentasi satu-satunya liburan yahud ini!

Menjelang sore, waktunya kembali ke Jakarta. Saya mulai memulai melankolia itu dengan menatap wajah pacar saya itu lekat-lekat, yang nantinya cuma bisa didengar suaranya saja via telepon. Hmm… “Makasih subsidinya tiket bis aku ya :)”

Terima kasih untuk hal-hal yang sudah kamu ketahui sebelum tulisan ini mengudara. Maaf karena momen ulang tahun kamu lebih semacam jadi proyek liburan aku.


See you soon.