Tuesday, January 25, 2011

Tarrraaaaaa!


Jadi anak kos atau anak apapun itu, intinya harus bisa bertahan dalam segala suasana, juga tentunya kreatif menyiasati berbagai hal. Terutama jika dompet sedang tipis setipis tipisnya tipis. Ah. Beruntung saya cukup sering mengalami situasi ini, diuji terus Ya Allah... huhaaa. Bodohnya, saya malah kerap jadi manja, mengeluh karena tak ada ini, tak ada itu. Untungnya ibu saya beda, beliau pintar karena selalu punya ide-ide aneh sebagai solusi masalah saya, yang awalnya pasti membuat saya mengeryitkan dahi -____-"


Aneh tapi nyata, tapi setelah dicoba ide-ide tersebut berfungsi dengan cemerlang! Tiba-tiba kok briliyan ya ketika diaplikasikan! Wow!


Misalnya dulu, waktu ibu saya memaksa saya untuk membeli magic com/rice cooker kecil. Uh. Saya yakin saya pasti akan lebih sering menyantap makanan di luar, tak mungkin sempat menanak nasi bikin lauk bla bla. Ternyataaaa... maksud ibu saya tersebut adalah magic com nantinya bukan sekadar dipakai menanak nasi, tapi juga untuk memanaskan air, menyeduh mi instan, hingga fungsi modifikasi lainnya apalah nanti. Nah, benar-benar bisa dipraktekkan! Walaupun, memang sih airnya mendidih agak lama, akhirnya tetap juga bisa menghasilkan mi instan yang matang dan yummy. Sungguh suatu inovasi saat di kos saya tidak disediakan kompor bersama. Haha!


Lain lagi ketika saya mengeluh tentang orang rumah (maksudnya, adik-adik saya) yang bisa tetap makan apa saja yang mereka suka. Makan duren sepuasnya, makan roti bakar tinggal bakar, makan ayam taliwang tinggal naik motor. Karena mereka di rumah. Ibu saya kembali melontarkan ide, "Na, (panggilannya pada saya) pake setrikaan buat bikin roti bakar aja, dialasin kertas bersih gitu, terus distrika rotinya" Ha? ... Habis waktu menganga, kemudian praktek berjalan dengan beberapa trik yang dirahasiakan. Tarrraaaa! Usaha membakar roti dengan setrika panas akhirnya berhasil! Roti Setrikaan pun tersediaaaa! Bisa dikawinkan dengan selai, meises, keju, sampai menemani makan sup asparagus. Siap dalam waktu singkat dengan peralatan metal! Cool!



Ini yang terbaru, ibu saya paling suka mengeluhkan kamar kos saya yang pengap dan apek, katanya. Padahal saya merasa baik-baik saja, udara yang saya hirup juga segar-segar saja. Dan sepertinya masalah memang berada di hidung saya, karena ternyata semua orang yang memasuki kamar saya pun mengendus bau yang sama, pengap itu ada. Oke saya turuti saran ibunda dengan lebih sering membuka jendela, memperlebar ventilasi, dan terakhir ibu saya bilang... letakkan masing-masing sebuah sabun batangan di setiap sudut kamar. Konon katanya, akan menyegarkan kamar seketika, wanginya tidak berlebihan seperti pengharum ruangan, pokoknya wangi sabuuuuuuun! Ya tentu lah. Sekali lagi benar, saudara-saudara... nyaman juga rasanya menghirup wewangian sehabis mandi itu sepanjang hari. :))))


Begitulah serangkaian  ide dari Ibunda saya, aneh, biasa, apapunlah itu. Yang pasti semua idenya terbukti nyata dan berguna. Bila cukup iseng dan
peralatan yang kalian punya terbatas, coba ikuti saja  tarrraaaa! Rasakan manfaatnya :D



Monday, January 24, 2011

Saya pikir kecanduan tidur, karena saya tidur seperti hamster. Lamaaa sekali. Tampaknya bisa sangat berbahaya karena banyak hal yang terbengkalai...

BURN YOUR IDOL | 1000 CD-R COLLECTION PROJECT

http://burnyouridol.com/
Siapa saja yang selo harap menyubmit album yang berpengaruh dalam kehidupan kalian. Saya dan album Norah Jones saya sudah lho, hoho. Niscaya nantinya hasil bakaran 1000 CD-R favorit anak muda Indonesia ini akan dipresentasikan dalam bentuk instalasi (kita tunggu saja)!

Selamat mengumpulkan :D

Monday, January 17, 2011

Cinnamon

Rating:★★★
Category:Restaurants
Cuisine: International
Location:Jl. Cempaka No. 32, Yogyakarta (Deresan, Depan Warung Gerobakku)
Ini sudah kedua kalinya mengunjungi tempat ini. Cinnamon yang dalam bahasa Indonesia disebut kayu manis, atau sebelumnya lebih sering terdengar seperti nama duo gitar akustik. Oke, pada intinya, saya suka tempat ini. Ini nih beberapa sebabnya :D

Adalah suasana di sini tenang dan nyaman, bukan seperti kafe-kafe berisik yang sebelumnya sering saya kunjungi. Mungkin ya, saya duga karena memang tempat ini masih baru, jadi belum begitu populer. Ah, ketenangan kadang tidak mutlak juga, sesekali ada suara iseng nan kencang yang akan memenuhi atmosfer ruangan.

Musik adalah faktor lain, kali kedua saya menegakkan monitor Novena ini, musik-musik bossa mendayu menghayutkan suasana. Yuhuu... Ditambah koneksi internet yang gratis di 3 jam pertama juga membuat saya terpaku. Yah koneksi internet di kosan saya memang tidak bisa diharapkan banget banget.

Interiornya khas kafe, cantik, classy. Dan karena mungkin awalnya merupakan rumah yang disulap menjadi kafe, maka di dalamnya ada beberapa ruang privat bagi yang membutuhkan keguyuban ekstra, seperti sekumpulan ibu-ibu rumpi (yang saat saya menulis ini) berada di ruangan seberang. Hehehe, ngomong-ngomong foto saya untuk kontes Dila&Zata Shop itu juga diambil oleh Dini di salah satu sudut tempat ini lho.

Yang penting ini, bagaimana dengan makanannya? Ah iya, makanan dan minumannya mungkin rasa rata-rata. Bagi saya cokelatnya terlalu pahit (berteman gula juga masih tetap pahit), dan Kafe Cokelat masih juara, namun untuk menu segarnya justru jauh lebih variatif, golongan fruity ice misalnya, lebih banyak menu spesial yang sekaligus jauh lebih mahal. Favorit saya, adalah sup szechuan (9,5 ribu) harganya pas, porsi agak imut, namun rasanya yang pedas segar membuat menu ini menjadi idola saya, seperti menyeruput tom yam kental. Kalau di cabang pancake, hmm, masih tetap lebih juara pancake dari kafe Cokelat, Dixie, maupun Pancake Company.

Apalah, tetapi keramahan pegawai beserta Pak Owner membuat ketentraman merebak meski lama tak beranjak. Dan saat membayar, harga yang tertera di menu sudah fix, tidak perlu menambahkan pajak. Sweet!

Selamat mencoba :D

Thursday, January 13, 2011

Random (lagi)

Gini lah kalau jaman sedang edan, dari Awe, Mas Jaki sampai Dwi sama-sama bikin postingan serba random. Karena mungkin hidup ini sekarang memang serandom-randomnya random, atau kalau kata anak Twitter segalau-galaunya galau. Lau. Lau. Jadi kalau saya bikin postingan random (lagi) tidak salah kan? Uyeeeaa, selain tampaknya asik banget menulis apa saja yang kita mau secara random (lagi-lagi), sesegera mungkin, keburu kita melupakannya karena malas nulis panjang atau malas tertimbun begitu saja di Twitter.


Ya ayo dimulai...
★ Berat saya sekarang 43 kg (bukan pamer), saya baru tahu waktu tadi nimbang di kamar Pipit. Saya merasa sakit. Ini berat teringan yang pernah saya dapati selama masa kuliah saya. APA YANG SALAH? Setelah menyadari, saya rasa ini karena saya makin jarang makan, entah karena apa. Kacau.
Selain dengan Alfi, saya paling sering jalan dengan Anji (yang bukan personil Drive). Setelah dipikir-pikir, itu karena kami sama-sama selo dan Anji biasanya sangat senang diajak main kemana-mana. Oh ya, bahkan saat menulis ini pun saya sedang ditemani Anji :)
★ Akhir-akhir ini saya malah merasa sombong justru karena suka membeli produk lokal, produk teman, produk anak yang dikenal. Produk inner hijabnya Dila&Zata, totebag-nya Nest of Ojanto, t-shirt keluaran Bang Ipul, dompet simponi. Argh! seandainya saya punya uang lebih, saya beli lagi dan lagi.
Saya dan Alfi sedang sangat suka menggambar. Kami tampaknya tidak berbakat, tapi ya suka aja gimana dong? Kami punya sketchbook bersama, yang digambar bergilir dengan spidol warna-warni yang dibeli patungan. Saya janji, suatu hari saya akan memamerkan hasil karya kami itu di sini. Hihihi.
★ Saya tidak pernah bisa me-review Glee, bahkan baru saja keduluan Aldi. Mungkin karena saya terlalu gila akan Glee. Jadi saya terlalu bingung, takutnya karena saya review orang-orang bisa eneg. (ALASAN)
★ Saya baru saja ikut kompetisinya Dila&Zata, yah semacam kontes untuk memenangkan inner hijab gratis. Keterangan lengkap bisa dilihat di sini. Menurut saya kompetisi ini keren. Makanya dong, minta di-like :D
★ Saya adalah penggemar aktivitas blogwalking. Mengamati blog untuk melepas penat, mencari tahu apa saja, dan menemukan bahan gosip (ehm). Belakangan ini makin marak blog-blog kreatif semacam proyek sampingan dari blog sebelumnya. Tiga blog proyek sampingan paling menarik bagi saya antara lain:
1) Ojan & Putri di http://nestofojanto.blogspot.com/ karena bisa liat barang-barang lucu.
2) Andin di http://hersketchblog.blogspot.com/ karena Andin dan semua blognya lucu :3
3) Bayu di http://theperpetualavalanche.blogspot.com/ karena Bayu hari ini ulang tahun! Hohoho.

★ Iklan paling aneh saat ini menurut saya adalah mie sedap kari. Karena ada Edwin Lau-nya? YOIYA LAH! Lucu sekali, presenter Healthy Life (Metro TV) yang dikenal terobsesi dengan kesehatan dan badan berbentuk ini, malah didaulat untuk menggemari mie sedap kari yang "bergizi" itu. Memangnya saya.
Post-power syndrome, kelewat selo, apalah, sebut apa saja karena saya sangat kangen sama Bul, orang-orangnya dan suasananya! Kalau B21-nya masih sempat sesekali saya kunjungi, meskipun lagi sepi karena kebiasaan atau memang sibuk ujian. Huha. Kangen Bul.
★ Saya baca Gogirl! bulan ini yang temanya tentang Act & Play, sungguh jadi pengen tahu pertunjukan teater itu seperti apa bentuknya jika dipentaskan dengan serius. Makanya saya pengen banget nonton Jogja Broadway. Tapi karena semua teman saya bilang harga tiketnya mahal, kecuali Anji, jadi sampai sekarang belum kesampaian.
★ Dan saya semakin berpikir, alasan saya tak kunjung kelar revisi skripsi (selain karena malas) adalah karena belum melunasi hutang nazar puasa seminggu, oh, oh.

Wup, wup, selesai!
Salam random (lagi) :)


Wednesday, January 5, 2011

Kisah Si Novena


Sore ini saya dengan semangat sedang sangat ingin menceritakan sebuah benda yang sangat berharga untuk saya, netbook saya, Novena.

Nama cantik tersebut ada sejarahnya lho. Tolong jangan terburu-buru menyambungkannya dengan Dian Novena Ratri, mbak cantik teman satu angkatan saya itu. Mungkin ada hubungannya, mungkin juga tidak. Novena itu nama pemberian teman saya, Adrian atau akrab disapa Ajepe.


Kisahnya pada November 2009 silam, saat sebuah pameran komputer di Jogja Expo Center (JEC) begitu menarik perhatian saya waktu itu. Saya yang ceritanya akan segera memulai skripsi diperbolehkan oleh ibu saya untuk melengkapi diri dengan laptop. Woohoo! Waktu itu saya girang bukan main, sejumlah budget sebesar 5 juta rupiah waktu itu dipercayakan ke saya. Sayangnya rasa "girang" saya tidak sendiri, dia pun berteman dengan "bingung" , "pusing" dan "buta".


Ajepe dengan baik hati dan waktu itu mungkin sedang selo berat, kemudian menemani saya ke JEC, wush! Sesampainya di sana, kami berputar-putar, survey, ambil-ambil brosur, duduk di bangku foodcourt menikmati takoyaki sambil menimang-nimang brosur. Pilihan yang sulit. Dengan budget segitu bisa beli apa? Mau beli apa? Yang kayak gimana? Jadilah hari itu termasuk dalam salah satu hari besar dalam kehidupan saya.


Nah, ntah bagaimana akhirnya dari sekian nominasi saya lalu memilih netbook Axioo DVJ Model warna hitam (karena waktu itu cuma memang itu warna yang ada). Saya pertimbangkan waktu itu karena em.. faktor tampilannya di etalase waktu itu, cantik! Dan sedikit terbuai dengan stiker Windows 7 starter yang melekat pada body-nya, yang bahkan saya tidak tahu itu bedanya apa dengan sistem pengoperasian lainnya. Selain itu karena faktor harganya yang di bawah budget, yah (ehem) saya pikir sisanya bisa saya gunakan untuk beli DVD eksternal dan macam-macam lagi, hahahahaha. Yowislah, pokoknya saya jadi
membelinya.


Sebagai rasa terima kasih saya karena sudah ditemani berpusing-pusing dan memilih-milih, saya ijinkan Ajepe memberi nama kepada si netbook baru. "Novena," katanya setelah jeda yang panjang, seingat saya. Katanya novena berarti doa permintaan dalam bahasa latin (eh, benar begitu tidak ya? hehe), pokoknya cukup terdengar relijius. Saya sih senang-senang saja, toh bagus sekali, hihi. Sekian kisah Novena mendapatkan namanya.


Kehidupan Novena selanjutnya bisa dibilang keras. Hidup bersama wanita teledor dan serampangan seperti saya. Bertandem dengan si Alien, personal computer saya yang sudah menemani saya sejak jaman culun, Novena tetap sering saya eksplotaisi. Alien cuma dipakai untuk nonton film saja. Novena yang aktif pun makin sibuk semenjak itu, main wi fi kemana-mana, ke perpus, dipinjam hampir semua anak Bul waktu itu jika sedang dibutuhkan. Bahkan Alfi pun pernah meminjamnya semalaman untuk menemani menjaga meteran listrik di daerah Timoho. Metal sekali kamu Novena... Oh... Tidak jarang saya kejam dengan tidak sengaja ketiduran saat si hitam ini terjaga. Beruntung dirinya pintar, kadang bisa berhibernasi secara otomatis.


Heh... (menghela napas)


Menjelang sore tadi di Bulaksumur B21 tempat tongkrongan saya, ada kejadian yang tidak mengenakkan, ada seseorang yang menggunakannya sebagai contoh barang pretelan berharga murah. WTF!

OK! Fine!

Saya biasa saja. Tapi eh tapi... Novena sedang dipinjamnya untuk mengirim atau mengunggah tugas apalah ah, dan saat itu sedang hujan super deras, Novena kecipratan air dari berbagai arah. Si oknum berusaha melindunginya sebisanya. Itikad baik, tetap saja... SAYA GONDOK!

Tidak perlu bersombong-sombong kalau akhirnya memanfaatkan Novena seperti itu. Kejam sekejam-kejamnya kejaaaaaam. Biarpun cuma netbook, tapi ya mbok dihargain lah... Gitu-gitu jasanya banyaaak sama aku, sama kamu... (tuh kan saya emosi).

Huh... Pada akhirnya si oknum pun minta maaf. Saya sudah memaafkan sebenarnya, hanya saja saya ingin tetap menulis ini. Sudah kepalang janji ke Novena.

Terserah jika akan mengatakan saya berlebihan, atau tidak wajar atau apapun. Yang pasti kalau tidak Novena, bisa membangkai ntah bagaimana bentuk saya selama di kamar, dengan televisi pun tidak punya, si Alien pun monitornya mbleduk, radio siarannya itu-itu saja... Neraka...

Akhir kata, semoga Novena selalu sehat!

Amiiiiiiiiiiiiiiin.





Novena dan kawan-kawan, setia dalam segala suasana.




Oknum yang konon bersalah pada Novena sore tadi. Pemilik netbook bermerk HP yang ternama dari Amerika. Bagusnya sudah segera meminta maaf setelah saya tegur. Dan katanya saya mudah tersinggung. Prek lah, Fi.
Omong-omong, gambar oknum diambil langsung dari webcam Novena lho.



Saturday, January 1, 2011

New Year's Issue


Judul di atas agak sok nginggris, hahaha, hanya teringat Gogirl! yang biasa menamai
tema bulanannya dengan gaya semacam itu. Issue.



Dan dengan bangga saya mempersembahkan tema saya untuk hari ini ... TRENGTENGTENG ... "Gaya-gayaan Edisi ke-2!" WUOHOO!

Gaya-gayaan edisi pertama, saya terapkan tahun lalu dengan berlagak seakan semua bisa dikerjakan bersama-sama. Jadilah, sepanjang tahun lalu saya (terlalu) banyak main, tapi sebenarnya cukup efektif. Seperti kata teman saya Anggi Mariatulkubtia Lubis, "Main dulu baru bisa kerja," agak sesat sih, tapi kok gaul juga. Jadilah saya menjalani gaya-gayaan tersebut dengan banyak main,
memanajeri Bul, pacaran, skripsi dan nekad pendadaran (meski belum beres dalam revisi :p). Bisa dibilang, ya saya sungguh gaya-gayaan edisi pertama tahun lalu.

Oke, oke, tahun yang layaknya surga itu baru saja berakhir. Tahun ini saya akan mencoba gaya-gayaan edisi ke-2. Berangsur-angsur tidak manja, melepaskan rekatan kenyamanan pelan-pelan, dan memikirkan orang tua lebih dan lebih dari sebelumnya. Sungguh sangat bergaya...

Jadi orang tuh harus optimis, Nad.



Nih mari ingat lirik ini, dan selamat menempuh tahun yang baru teman-teman! :D


Kala surya bersinar diangkasa

Burung-burung berkicau mempesona
Mega-mega menari tanpa duka
Hati penuh cerita tentang cita.

Tentang Cita - White Shoes & The Couples Company