Saturday, May 14, 2011

"Trending Topic"

Dulu, sebelum tampilan depan Twitter berubah, saat membuka halaman awal Twitter kita biasa disuguhi deretan kata-kata mirip seperti running text dalam siaran televisi. dan setelah masuk ke Home, barulah deretan kata-kata populer itu pindah ke sebelah kanan bawah. Yes, itulah deretan Trending Topics yang berisi topik-topik pembicaraan yang sedang hangat dibicarakan di Twitter saat itu. Biasanya tentang film, gosip, politik, sepak bola, sampai Ariel! (Kali ini Indonesia kembali "berprestasi" karena sering sekali bisa menempatkan kata-kata berbahasa Indonesia di jajaran Trending Topic. Gilihan gini GAHUL parah! Wowowowowowowwo!

Saya juga nggak mau kalah, di pikiran saya yang beruntal-untal ini terhampar jajaran
Trending Topics versi kehidupan saya sendiri. Berikut di antaranya, tingtong!



#31harimenulis
Mau tak mau, hastagh ini memenuhi pikiran saya sebulan penuh di Mei ini. Saya memang bukan tipe orang yang doyan menulis panjang, nah apalagi menulis setiap hari satu tulisan. Lumayan bikin mati gaya dong. Bersyukur setiap hari ternyata ada saja yang bisa ditulis. Kebanyakan curhat pribadi. Ya udah lah, apa adanya aja. Pernah terpikir untuk nulis macem-macem. Tapi karena waktu dan sarana yang nggak memungkinkan, rencana itu memang cuma tinggal rencana.


Detektif!
Bakat baru saya (sombong sendiri deh mulai). Bukannya apa-apa, akhir-akhir ini kemampuan saya melacak orang-orang random semakin terasah. terima kasih untuk teknologi, teman-teman, dan temannya teman. Suatu hari bukan nggak mungkin saya bakal membuka biro detektif swasta khusus urusan yang chessy-chessy. Hihihihi.

Sensus
Masih berkaitan dengan aktivitas detektif di atas. Hehe. Mengatas namakan sensus, saya sudah "meneror" beberapa teman untuk kepentingan saya yang sangat personal itu. Via apapun. Telepon, SMS, Ym, Facebook, direct message di Twitter. Hah... penghalalan segala cara ini di suatu waktu bisa sangat membuahkan pencerahan. Di lain waktu tidak ditanggapi, saya jadi nggak enak sendiri lho sampai-sampai :( Yah kembali lagi ke prinsip lama: Namanya juga usaha.

Misjudge
Salah menilai orang itu adalah musibah yang bisa menimpa setiap orang, kapanpun dimanapun. Bisa jadi malah beruntung karena salah menilai orang yang semula dikira jahat ternyata malah baiknya minta ampun. Tapi kalau salah menilai orang baik ternyata hmm... nggak seperti yang diduga, malah nggak asik bukan main. Menjadi naif memang terkadang sangat mengesalkan, sesekali mungkin saya harus belajar dari Pipit dan Nana. Semua orang di mata mereka pada dasarnya nggak ada yang benar :p


Bayi dan Balita! :D
Beberapa orang yang dekat dengan saya, cukup mengetahui kesukaan saya pada makhluk berumur 0-5 tahun ini. Dibatasi cuma sampai kategori balita, karena (kecuali anak itu ganteng) biasanya anak-anak akan melewati fase tumbuh dan tidak selucu dulu. Tidak sepenurut dulu. Oke, lanjut soal bayi dan balita. Kalau bayi sudah jelas, karena setiap bayi dilahirkan untuk lucu. Balita mungkin relatif, tergantung bagaimana orang tua membesarkan mereka (kalau soal Sandi-Macan saya angkat tangan!).

Pengamatan terhadap makhluk-makhluk ini bisa dilakukan dimana saja. di bus, saat salah seorang bayi memegang-megang tangan saya. Di mall, saat kereta dorong mereka tidak diawasi orang tua atau pengasuh, atau balita yang jalannya masih dituntun (biasanya saya ikuti dari belakang). Bwaaaaahhahahaha, psiko sekali kalau sudah begini. Di tempat wisata apalagi deh, karena biasanya anak-anak tampil lucu casual
, dan berwajah cerah. Orang tua mereka pun biasanya ramah dan mengijikan bayi-balita-nya berkenalan dengan orang asing seperti saya. Dan yang terakhir adalah saat anak salah seorang atasan saya mampir ke kantor. Bocah itu lucu minta ampun, busananya casual tapi dandy, agak bawel (namanya juga anak-anak baru kemaren sore bisa ngomong), dan ganteng sekali! Hahahahaha, ingin rasanya meminjamnya sebentar sekedar untuk dipandangi dan diajak bicara 5 menit. Tuh kan tulisan ini melebihi kuota jadinya, haha.


Jakarta Traffic
Nggak ada yang bisa dibahas di sini. Pokoknya itu lah. Halahahay...



Yak, yak, sekarang si otak saya bersiap mengganti jajaran trending topic berikutnya.
Yuk mari juga kita semangat berakhir pekaaaaaan ya!

2 comments: