Monday, May 9, 2011

Suatu Siang, Suatu Bincang

Hei ini udah malam, kan? Kok malah membicarakan siang? Haha, biarlah, saya ingin berbagi tentang beberapa siang yang saya alami. Terutama yang terjadi baru-baru ini saja.


Siang ini saya menuju ke sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Barat, tujuannya untuk berbincang dengan narasumber. Hehe. Berbincang dengan tiap narasumber selalu menjadi saat yang spesial. Tapi bukan untuk saya bicarakan di sini tentunya, hasilnya cukup ditengok di output cetaknya saja.


Sepulangnya dari pusat perbelanjaan, saya pun pulang dijemput sopir kantor. Berbeda dengan beberapa perjalanan sebelumnya, saat pergi dan pulang saya biasanya bersama fotografer atau siapapun yang juga punya tujuan yang sama. Tapi kali ini hanya saya yang diantar Pak Arul. Cukup krik-krik sampai radio paling gaul se-Jakarta itu mengumandangkan lagu yang familiar. Kompak, saya dan Pak Arul sama-sama bersenandung, lagu
itu adalah lagu grup band Padi, "Semua Tak Sama".


Wah, Pak Arul sobat Padi ya? begitulah "balok es" hening itu terpecahkan. Pak Arul yang baru 3 hari kerja di kantor saya itu pun, ternyata lumayan bawel itu. Bercerita soal musik, baginya Padi yang sekarang udah nggak asik lagi. Saya angguk-angguk sambil tak kalah cerewet menimpali. Beberapa topik selanjutnya adalah tentang karir, fly over, ditilang, sampai FPI. Whaaaaaaaaaaaaaat! ternyata pengajian di sekitar rumah Pak Arul itu sering diisi oleh Habib-habib FPI sana. Oh ah eh hoho. Saya cuma cengengesan saja, apalagi ketika Pak Arul bercerita tentang proses penggerebekan ala FPI yang katanya bertahap. Ada survey, ada surat-suratan, sampai penggerebekan. Jadi bukannya asal gerebek. Wah, whatsoever deh, Pak... saya udah terlanjur nggak klik sama itu ormas. Bersyukur, setelah itu saya tetap damai-damai aja meski beda prinsip sama Pak Arul. Tuh kan damai itu indah, mamen...


Setengah jam lebih berlalu, nggak terasa udah hampir sampai di kantor. Lumayan jago juga Pak Arul menyetir (sumpah bagian ini saya sotoy belagu parah, kan saya aja buta dunia persetiran!). Saya pun tahu Pak Arul mukanya agak boros, karena ternyata putrinya baru berumur 3 tahun. Nggak apa-apa, Pak, yang penting anaknya lucu dong :D (Apasih Nad..)


Bincang-bincang siang itu pun berakhir. Saya dan Pak Arul sama-sama kembali ke tugas masing-masing. Makasih Pak Arul sudah mengantar, menjemput, dan berbincang non-basa-basi tadi! Saya jadi tahu masih banyak fan-base FPI di luar sana :p



2 comments:

  1. Suatu SIang Suati Bincang frontman e Arul, nek Sebuah Nama Sebuah Cerita frontman e Ariel

    ReplyDelete