Monday, May 2, 2011

Karir Manajerial


Kesannya saya belagu banget ya sama judul di atas. Hehe. Sebenarnya ini cuma efek euforia karena salah satu tim yang pernah saya tangani, Tim Futsal Komunikasi Angkatan 2006 Minggu (24/4) lalu berhasil juara pertama di Communivassion Cup 2011! Yea! Selamat teman-teman! Hadiah kompetisi made in Komako UGM ini juga lumayan hadiahnya, Rp. 1.000.000,- mamen.. Gahul! Sayangnya, saya baru tahu kalau mereka juara (bahkan mereka ikut pun saya baru tahu lho) baru sekitar Senin lalu, sigh… mantan manajer macam apa aku ini…

Yah kalau diingat-ingat lagi, saya sering mengaku dan diaku sebagai manajer apa saja. Dari manajer band fiktif (sebut saja: The Oncils, Celengan Ayam), tim futsal (misalnya: tim futsal SKM Bulaksumur, tim futsal Komunikasi, sampai tim sepakbola Tempel-Dongkelan KKN UGM) , sampai humas manajemen musik (sebut dengan lantang: Republik Primata Manajemen)
. Fiuh tinggi juga kan jam terbang saya? Hehehe. Meskipun abal-abal, tentang karier ini saya kadang suka berkhayal, seandainya saya jadi manajer betulan, artis betulan, tim betulan, wah… pasti sekarang saya sudah gila! Hahahaha…


Berikut beberapa trivia tentang karir manajerial saya, disusun secara random. Enjoy!
1.    Karier manajerial paling “sukses”: Celengan Ayam

Band (hampir) fiktif karena cuma sesumbar doing di dunia maya. Luckily, mereka akhirnya diijinin buat jadi performer utama di Kulo Nuwun Party 2010! Yuhuuu! Tampil dengan dua lagu kemarin sore (bikinnya), “Fotografer” dan “Si Emin”, band dengan personil inti Ardi Wilda, Efan Toghas, Jimmy Urbanus, Luhky Herwanayogi, dan banyak lagi fungsi additional lain, ini sukses bikin crowd saat itu terpana! Ya jelas terpana , pakai aksi debus dan badminton sih, hahaha… Pokoknya, tanpa banyak cingcong, Celengan Ayam sukses manggung untuk pertama dan terakhir kali. Saya pun sukses melahap rider kami yang lezat-lezat itu, nyam nyam!


2.    Karir manajerial paling “rusuh”: Tim Sepak Bola Cilik Te-do

Alkisah, KKN Unit 63 2009, tempat saya ditempa dulu, bikin pertandingan sepak bola anak-anak antar desa sub-unit. Berbekal semangat, saya waktu itu dengan lancang mengukuhkan diri sebagai manajer anak-anak dukuh Tempel dan Dongkelan (selanjutnya disingkat Te-do), Klaten itu. Rechsa, rekan KKN saya yang jago bola menjadi pelatih dan saya lebih ke arah ngumpulin pemain, koordinir supporter, bikin yel-yel, dan sedikit skenario provokasi. Puncak rusuh adalah ketika saya hampir “sikut-sikutan” sama preman sub-unit sebelah. Saya ingat, waktu itu saya pulang dari kandang lawan dengan full-pengawalan. Ceritanya takut diculik, hehehe… (ini sumpah agak berlebihan) Untunglah, di akhir kompetisi tim kami juara pertama! Woohoo!

3.    Karir manajerial paling “tekor”: Tim Futsal Komunikasi C, di HI Cup 2008

Kenapa tekor? Lah emangnya sejak kapan karir abal-abal ini digaji? Hohoho. Biasanya, meski tak digaji pun saya tetap usaha supaya nggak rugi. Eh pada pertandingan ini saya ingat banyak kartu kuning dan kartu merah bertebaran. Dan didenda sama panitia dong sodara-sodara! Faaaaaaaak! Hosh hosh, ya sudah lah karena mengaku manajer, saya talangi dulu. Percaya atau tidak, saya lupa apa uang saya waktu itu sudah diganti apa belum. Kami pun kalah, saya lupa kalahnya sama Ilmu Pemerintahan atau apa. Kayaknya itu karma dari saya. Hahahahahahaha. (nggak penting selangit)


4.     Karir manajerial paling “marmos”: The Oncils.

Singkat, padat, jelas, karena The Oncils band yang paling susah disatukan. Diajak latihan? Selalu nggak pernah komplit personilnya. Diajak manggung di Woodstock? Pada mangkir. Disuruh bikin lagu baru? Cuma bisa bikin variasi "Chicken" sampai segambreng. Nggak ada yang baru. Intinya, selama memanajeri band ini saya FRUSTASI! Oh kapan Harmoko jabat lagi, jadi band ini bisa bangkit. Huhuhu…


5.    Karir manajerial paling “promising”: RPM

Bukan cuma Ahmad Dhani yang bisa bikin manajemen sendiri, Fakhri Zakaria atasan saya sekaligus pentolan Oncils juga jago bikin manajemen sarat publisitas. Semua mahasiswa Komunikasi yang dipikirnya bakal bisa diorbitkan diekspos habis-habisan! Fortunately, saya senang karena tanggapan khalayak makin bagus hari ke hari. Apalagi setelah kami resmi me-launch duet baru Dila-Fat-Mala dan Riki Oncils (a.k.a. Irham Anshari). Penjualan album via dor to dor (pake tembak-tembakan) ini cukup menjanjikan hasilnya. Harapan ke depan, saya ingin manajemen bau kencur ini bisa go international. Gak gahul kalo cuma Jabodetabek-Jogja doang, Mas! :p





7 comments:

  1. jadi mentor ku di bul termasuk ga? hehe

    ReplyDelete
  2. sangaaar angkeeeer nyetiiiil!!!!!!!!!!!!

    ReplyDelete
  3. seusatu yang berlebihan itu tidak disukai Allah, ya ukhti.....

    ReplyDelete
  4. iya dildol, cukup pake satu kata saja, nyetil i like it! :D

    ReplyDelete
  5. Bul mau futsal antardivisi lho mbak, berminat jadi manajer? :p

    ReplyDelete