Thursday, May 26, 2011

Jam Makan Siang

Setiap hari saat siang, saya punya suatu waktu berkualitas yang bisa dibilang menyenangkan. Ya tentunya bisa ditebak bahwa itu pasti jam istirahat atau waktunya makan siang, yea yea yea!


Dulu waktu kuliah, jam makan saya jauh lebih berantakan dari sekarang. Terbiasa tidak sarapan, memilih untuk makan pagi menjelang siang supaya lebih efisien. Hehehe.. Alasan aja.


Kembali lagi ke masa sekarang, satu jam untuk makan siang tadi buat saya sangat berharga. Karena saat itu adalah waktunya memompa tenaga, menambah ilmu pengetahuan sosial (bahasa lain: ngobrol non-kerjaan sama rekan-rekan kantor), dan kalau kurang beruntung: waktunya mulai "menanam" kantuk. Di kantor ada beberapa karyawan termasuk saya yang biasa makan bersama di ruang rapat, sisanya biasanya memilih makan di warung/resto sekitar kantor.


Saya yang hampir selalu makan bersama di ruang rapat, selalu membeli makanan bungkus di warung nasi depan kantor (bisa follow juga akun twitter warung langganan karyawan ini di @nasipakde lho). Kadang pengen juga bawa bekal di kotak makan kayak beberapa teman yang biasa masak dan dimasakin itu. Hmm, tapi keadaan nggak memungkinkan saya bangun pagi dan masak-masak (lagian mau masak dimana..?) Dan setelah dipikir, beli makan bisa lebih komplit kombinasinya daripada bekal yang cuma satu macam! Hohoho.


Sambil makan atau setelah makan perbincangan a la makan siang itu mengalir. Kadang-kadang saya nyeletuk kalau topiknya nyambung. Kadang tetap fokus pada makanan. Meskipun tabu membicarakan soal kerjaan di jam ini (kata saya) tapi toh ternyata topik kerjaan bakal muncul juga otomatis. Tema liburan juga jadi favorit karena tiap orang di situ sudah penat bukan main, apa-apa yang terbayang jadi liburan. Tapi nggak lupa juga topik yang lebih maut sesekali menyeruak: nikah! Wohoho. Seru juga kalau topik ini dimunculkan teman saya yang rata-rata udah nyiapin mental buat berkeluarga itu. Dari soal masak apa buat suami sampai biaya nikah jaman sekarang yang nggak ada murah-murahnya sama sekali. Fiuh... Saya tertegun saja.


Krik. Krik.


Begitulah sedikit apa para perempuan ini bicarakan di satu jam yang sangat berharga setiap harinya. Bagaimana dengan kisah di jam makan siang, Anda?

2 comments:

  1. seringnya sih makan siang di rumah ;p sendirian

    ReplyDelete
  2. aku kapan yak ngobrol di kantor hahahaha

    ReplyDelete