Wednesday, May 4, 2011

Gossip Girl-s-Night Out


Gossip Girl (GG) adalah salah satu serial favorit saya, Dini, dan Anji. Selain tentunya kami penggemar Glee. Kedengarannya cukup gaya, doyan kok serial Amerika. Ya dulu semasa masih ada Keluarga Cemara, Si Doel, Tersanjung, sampai Petualangan Sherina saya juga doyan total. Hanya saja mengikuti kisah remaja-remaja belagu Upper East Side, New York, itu semacam bikin ketagihan. Penasaran yang tak tertahankan.


Season pertama serial ini mengudara di tahun 2007. Saya baru tahu GG waktu ngeliat iklannya di Trans TV. Karena televisi bersama, untuk menonton serial yang tayang tiap jam 8 malam ini, saya harus bersaing sama Mbak-mbak Kos yang juga mau liat sinetron di RCTI. Mereka jumlahnya lebih banyak, jadi saya kadang ngalah dan nontonnya jadi bolong-bolong. Lama-lama nggak excited lagi, sudah lupa juga.


Beruntunglah sekitar tahun 2009-2010 saya menemukan tambatan yang bisa sangat diandalkan, adalah Dini orangnya. Dialah yang kembali mengingatkan saya tentang GG, yang saat itu sudah berjalan hingga musim ke-3, wah saya tertinggal jauh. Dini yang gemar mengunduh, menyewa DVD, dan rela melakukan apa saja untuk tiap episode baru GG, berbaik hati membiarkan saya hanya tinggal comot dan nonton (akhirnya saya bisa barter dengan setumpuk file episode Glee punya saya.
Hehe...). Sesekali kami juga super antusias berbincang seputar intrik Serena, Blair, Nate, Dan, Chuck, dan Jenny itu. Lebih antusias ketimbang bicara soal skripsi :p


Meskipun saya awalnya banyak ketinggalan. Dini yang terkenal jago dalam urusan akademik ini tetap sabar dan lihai banget menjelaskan dengan runtut bagian-bagian yang saya lewatkan. Gahul kan Dini? ;) Setelah itu muncul pengakuan kalau Anji juga suka GG hanya saja sama kayak saya, nggak begitu intens ngikutinnya. Yap, dengan resminya Anji bergabung jadi penggemar GG, maka jadilah dimanapun kami berada, perbincangan kami sering bikin
orang-orang roaming sendiri, “lokal” banget sih. Sampai mungkin ada istilah baru, sambil nyekripsi (baca: mengerjakan skripsi) enaknya break pake GG lho. Hahahahahaha. Ngasal.


Sebenarnya apa sih spesialnya GG? Saya juga nggak bisa menjawab pasti. Kalau kata pacar saya dia nggak bisa dapet apa-apa dari serial ini kecuali scene ciuman dimana-mana, gonta-ganti pasangan, baju-baju bagus, dan kehidupan glamor sosialita New York. Yah, sayangnya dia benar... Tapi justru itu juga yang makin bikih kami makin betah! Lho lho, eits, selain tentunya jalan ceritanya memang bak roller coaster, wush wush.
Seru!


Geng Upper East Side yang semuanya berasal dari keluarga tersohor adalah inti utama cerita ini, sisanya para antagonis bisa berganti-ganti setiap saat. Sebenarnya mirip banget kayak sinetron di Indonesia lho, cuma ntah kenapa sinetron Indonesia buat saya nggak pernah enak diliat. Serial yang aslinya ditayangkan di The CW tiap Senin ini juga digarap jauh lebih serius, aktor-aktor di dalamnya, fortunately, jarang banget nangis. Puaslah kami cuci mata dengan kesegaran produk impor dan cerita super wah wah itu. Hehehe. Hidup kok kayak dunia mimpi. Mental terjajah banget kali ya?


Apapun lah. Pokoknya, kami menggemari GG untuk menghibur diri, membuat bahan obrolan makin panjang, dan berkhayal. Suka nggak suka orang lain, kami tetap suka. Dan bersyukur banget di kantor saya sekarang juga ada Micka yang juga doyan download GG season 4. Asik asik :))


Ah, sial. Setelah menulis racauan ini saya jadi kangen banget sama Dini dan Anji. Semoga suatu hari bisa Girls Night Out lagi... Aku kangen kalian teman-teman :)




No comments:

Post a Comment