Tuesday, May 3, 2011

Didedikasikan untuk Diah Sri Utari


Tulisan ini saya buat karena janji yang keceplosan saya ucap, tulisan special pake telor didedikasikan buat Didi. Suka tidaknya Didi dengan tulisan ini adalah terserah dia seorang. Saya juga siap apabila ketidakpuasan klien membuat tulisan ini harus "turun".


Ya, mari saya mulai dengan sesosok Diah Sri Utari, biasa dipanggil Didi (atau untuk sebagian kliennya dia dipanggil "Mas Didi" hehehe). Gadis bertinggi 15* cm, berat ** kg ini saya anggap paling metal di antara semua anak cewek di SKM UGM Bulaksumur, media komunitas UGM tempat saya menimba ilmu dulu. Metal karena pertama, dia membayar uang CPU saya tepat waktu (ini penting demi kelangsungan hidup, tau!). Nggak usah berpanjang-panjang di bagian ini, tapi karena kesigapan Didi lah, untuk sementara saya tetap hidup meskipun kartu ATM Mandiri saya yang baru belum bisa diurus juga. Didi langsung menjadi idolaku seketika ((:



Kedua, Didi metal karena dia gigih, pekerja keras, bisa diandalkan, blablabla, pokoknya, tipe orang yang struggle pantang nyerah! Pada  sebuah kesempatan, saya pernah ikut mencari mangsa eh klien untuk diajak ngiklan di Bul. Eh Ya Allah ternyata susah banget ya merendahkan harga diri “sedikit”, mengiba sesekali, dan lebih sulit untuk bisa deal berkali-kali. Hahaha. Tapi entah bagaimana Didi melakukannya berkali-kali, sampai berbusa mulutnya berargumen dengan si klien. Tawar-menawar tiada henti tanpa memandang lelah (saya yakin saat menikah Didi pasti jadi ibu teladan) sampai akhirnya bisa deal dengan harga yang hampir diinginkan. Saya saja sampai berpikir, ini klien belagu banget, kalo nggak mau iklan ya udah, I’m done here! Terus melengos pergi, mutung. Gahahahaha, gaya kan? Pantas saya cuma bisa dapet deal Kokoh Tri Edhi waktu itu. Zzz. Sampai akhirnya Didi jadi kena kutukan Manajer Iklan dan Promosi saya sama sekali nggak heran, kayaknya sudah kodrat deh :D


Ketiga, Didi metal karena sesama penikmat dan pembuat gosip. Saya langsung merasa Didi itu titisan saya. Blarrr! Didi itu banyol banget, kalo istilah lawak, asal ketemu tiktok-nya deh, Didi langsung lancar nyela plus bikin publisitas yang aneh-aneh. Nggak sadar kalau ntar karma digosipin balik itu pasti menghinggapimu, Di. Dan kalau bercengkrama dengan anak ke-4 dari tujuh bersaudara ini, jangan harap bisa selamat tanpa pulang dengan malu. Jadi, saat terbaik bersama Didi bisa jadi adalah saat kamu bisa menangkis dan berhasil menyerang balik! Pergaulan yang sangat alami dan menyenangkan nih bareng Didi. Cikiciuw…


Terakhir, ini dia yang ditunggu-tunggu oleh Didi, ialah metal karena her lovelife. Didi seperti kebanyakan juwita lain, tergolong pemalu di urusan ini, setidaknya itu yang saya lihat di permukaan. Didi pernah menyukai seseorang yang cukup ganteng, murid teladan, bersinar, ganteng, kreatif, ganteng, lho lho gantengnya sampe tiga kali nih? Berarti emang yang ditaksir Didi dulu itu ganteng banget. Tapi langit bumi rumput bilang sekarang belum saatnya, Di. Didi yang nggak patah arang pun bertemu akhirnya bertemu dengan sinar harapannya yang baru, yang nggak kalah ganteng pastinya. Hihihi, sekarang  Didi hampir (doakan segera) jadian sama cowok yang nama yang serima dengannya, Ferdi namanya. Cinlok di Bul juga, meniru saya dan Alfi (Hahahahahaha, prek deh saya!). Apapun siapapun gimanapun, Didi adalah gadis semledot idaman. Selamat menikmati Ferdi, Di! (ambigu)


Oh, Didi. aku nggak bisa banyak berkata-kata hari ini.

Yes, janji saya ditunaikan!

Nyoh, Di!



Hehehe. Bagi kalian yang juga mengenal Didi, boleh lho ikut menambahkan :p

*Foto: Facebook Anindita Irnila



10 comments:

  1. wah, ini dia yang kita cari nad, bikin surat kontrak nad buat didi, posisinya : Manajer Bisnis dan Keuangan RPM

    ReplyDelete
  2. posisi kosong, dan sangat dibutuhkan... urgent

    ReplyDelete
  3. wah wah, mbak Nad sebut nama :D
    HIDUP DIDIIII

    ReplyDelete
  4. Wowwww, kamu harus baca, ndut! Frontal lho ini.. Hahaha

    ReplyDelete
  5. luluk dan nindi; wahahahahahahaha gahul kan? *dibacok didi*

    ReplyDelete
  6. edyaaaaann.... mbak nad, mbak nad.... bibir teatrikal tenan... hahahahahaha... ngakak ngakak deh baca ini... oya mbak, sedikit koreksi, kalo ga salah bukan didi deh yang transfer duit kemarin, tapi remo.. kemaren remo bilangnya gitu, didi ga bisa soalnya..hehe, jadi pahlawannya bukan didi dong, tapi remo...hahahahahahaha.....

    oya, didi metal karena dia suka pulang malam, kemaren ngajakin aku pulang malam dan sukses membuat saya tidak bisa masuk rumah (akhirnya kepaksa balik ke bul dan diketawain anak2.....hahahahaha)

    didi metal karena jago ngedance dan hobi banget makan permen (sampe2 aku heran, kok bisa dia makan permen sebanyak itu tanpa sakit gigi)

    tapi ada satu hal yang bikin didi jadi gak metal : DIDI TAKUT SETENGAH MATI SAMA KUCING!!!! hahahahahahahahahaha....... (tawa setan)

    ReplyDelete
  7. betewe kemaren aku kepikiran buat nulis tentang didi juga, yang soal dia hobi banget makan permen, tapi ternyata aku ga seselo itu, hahahaha...

    ReplyDelete
  8. didi tidak sekedar metal, dia juga rock abeess...

    ReplyDelete