Wednesday, May 11, 2011

Cuci Tangan Lho


Hari cuci tangan sedunia memang masih bulan November nanti datangnya. Dan cuci tangan itu memang persoalan klise yang sudah terlalu kebal digembar-gemborkan buat bocah seusia saya ini. Tapi ya emang nggak pernah ada matinya mengkampanyekan gerakan cuci tangan sebelum makan, sehabis dari kamar mandi, sehabis megang duit sekarung, dan sehabis keliling pakai bus kota seharian. Alkisah saya terpikir meracaukan hal ini, karena tadi sore saya bersin-bersin. Nah tanda-tanda bisa jadi pilek betulan nih. Alih-alih mengambil tisu untuk menyeka bersin yang terlanjur ada di tangan. Saya ngacir ke wastafel untuk cuci tangan (tumben banget deh) pakai sabun dan damdaramdaaaam saya kayaknya batal pilek dong. Sekarang alhamdulillah saya masih segar. Hore hore! :D

Usut punya usut ternyata saya baru sadar ada hubungan antara kebiasaan jelek saya main-mainin muka pake tangan dengan tangan yang "kotor", mungkin yang sering bikin saya bersin-bersin. Tangan kotor kenap dagu, jerawatan, errrr. Tangan kotor kena jidat, jerawatan di jidat bisa-bisa, tangan kotor kena hidung, bisa pilek, zzz... Nah berdasarkan hipotesis ngasal saya , bahwa saya batal pilek setelah cuci tangan tadi, ternyata didukung oleh dokter yang saya temukan di Google, wush ini dia salah satunya (ntah siapa Pak dokter ini):

Menurut dr.Handrawan Nadesul, seorang praktisi kesehatan, tangan merupakan anggota tubuh yang paling banyak bersentuhan dengan banyak benda di sekitar. Akibatnya, tangan dengan mudah menjadi perantara penularan penyakit golongan waterborne disease (menular lewat air) maupun foodborne disease (menular lewat makanan). Penyakit tersebut antara lain, diare, tifus, kolera, disentri, hepatitis A, leptospirosis, polio, dan cacingan.

(Sumber: DetikFood)

Agen-agen yang kerap mengkampanyekan kebiasan cuci tangan pakai sabun ini masih dipegang oleh puskesmas terdekat, depkes, guru-guru sekolah dasar, dan sebagian dari orang tua yang cukup perhatian soal masalah kesehatan. Perusahaan yang memproduksi sabun kesehatan adalah pihak yang paling gemar mewanti-wanti soal hal ini (demi keuntungan mereka juga pastinya). Terima kasih juga untuk banyaknya merk hand sanitizer bentuk gel bening yang adem itu. Penemuan bagus, terutama untuk sebuah merk berkemasan bening bergari-garis hijau, oke, Detol yang tokcer banget itu. Meskipun merasakan sensasi cuci tangan pakai sabun itu sensasi bersihnya bisa lebih melegakan. Hoho.

Ah manja betul badan ini, nggak kooperatif banget sih. Padahal milyaran orang di luar sana biasa camat-comot tanpa cuci tangan pakai sabun. Cuci tangan pakai air aja udah luar biasa banget. Dan mereka tetap sehat, segar, bugar! Salut untuk para orang berdaya tahan tubuh handal.

Kayaknya saya jadi banyak cingcong banget ya, padahal biasanya saya cuek juga mau makan pake tangan bekas ngitung duit seamplop juga. Hehe. Tapi tetap saja buat kita yang berbadan cemen alias rentan berbagai penyakit dan jerawat, cuci tangan pakai sabun tetap jadi sebuah usaha yang patut dibiasakan. Kalau usia dini sudah berlalu, ya nggak salah dimulai dari sekarang. Doakan saya konsisten mencuci tangan dengan konsisten. Cuci tangan untuk sekarang dan nanti!




Poster cuci tangan yang baik dan benar ini diambil dari sini



2 comments: