Monday, January 17, 2011

Cinnamon

Rating:★★★
Category:Restaurants
Cuisine: International
Location:Jl. Cempaka No. 32, Yogyakarta (Deresan, Depan Warung Gerobakku)
Ini sudah kedua kalinya mengunjungi tempat ini. Cinnamon yang dalam bahasa Indonesia disebut kayu manis, atau sebelumnya lebih sering terdengar seperti nama duo gitar akustik. Oke, pada intinya, saya suka tempat ini. Ini nih beberapa sebabnya :D

Adalah suasana di sini tenang dan nyaman, bukan seperti kafe-kafe berisik yang sebelumnya sering saya kunjungi. Mungkin ya, saya duga karena memang tempat ini masih baru, jadi belum begitu populer. Ah, ketenangan kadang tidak mutlak juga, sesekali ada suara iseng nan kencang yang akan memenuhi atmosfer ruangan.

Musik adalah faktor lain, kali kedua saya menegakkan monitor Novena ini, musik-musik bossa mendayu menghayutkan suasana. Yuhuu... Ditambah koneksi internet yang gratis di 3 jam pertama juga membuat saya terpaku. Yah koneksi internet di kosan saya memang tidak bisa diharapkan banget banget.

Interiornya khas kafe, cantik, classy. Dan karena mungkin awalnya merupakan rumah yang disulap menjadi kafe, maka di dalamnya ada beberapa ruang privat bagi yang membutuhkan keguyuban ekstra, seperti sekumpulan ibu-ibu rumpi (yang saat saya menulis ini) berada di ruangan seberang. Hehehe, ngomong-ngomong foto saya untuk kontes Dila&Zata Shop itu juga diambil oleh Dini di salah satu sudut tempat ini lho.

Yang penting ini, bagaimana dengan makanannya? Ah iya, makanan dan minumannya mungkin rasa rata-rata. Bagi saya cokelatnya terlalu pahit (berteman gula juga masih tetap pahit), dan Kafe Cokelat masih juara, namun untuk menu segarnya justru jauh lebih variatif, golongan fruity ice misalnya, lebih banyak menu spesial yang sekaligus jauh lebih mahal. Favorit saya, adalah sup szechuan (9,5 ribu) harganya pas, porsi agak imut, namun rasanya yang pedas segar membuat menu ini menjadi idola saya, seperti menyeruput tom yam kental. Kalau di cabang pancake, hmm, masih tetap lebih juara pancake dari kafe Cokelat, Dixie, maupun Pancake Company.

Apalah, tetapi keramahan pegawai beserta Pak Owner membuat ketentraman merebak meski lama tak beranjak. Dan saat membayar, harga yang tertera di menu sudah fix, tidak perlu menambahkan pajak. Sweet!

Selamat mencoba :D

11 comments:

  1. kok kalimatmu wagu ya..gatel pengen ngedit

    ReplyDelete
  2. kok kalimat iki wagu yo nad. gatel pengen ngedit *gaya ceritane aku*

    ReplyDelete
  3. depan gerobakku, deresan itu star pertigaan, sebelahnya monik persis ;)

    ReplyDelete
  4. belum mas, aku pengen nonton sesuatu band atau sesuatu yang manggung, tapi aku butuh pengawalan ekstra *gaya*. kenapa sih?

    ReplyDelete