Friday, July 30, 2010

Aroma 17 Agustus-an sudah mulai merebak, lapangan samping kos saya rasanya sudah seperti arena perang, urusan hidup-mati, heboh, berisik. Namanya juga lomba.

Belum Terlambat

Terima kasih kepada Imam Sadewa dan Anditya Eka yang berani dan lancang memutar video klip kesukaan mereka saat Ultah Internal SKM Bulaksumur Mei lalu. Tokyo Jihen atau Tokyo Incidents, begitu nama grup band yang saya saksikan di layar waktu itu. Band Jepang-Jepang-an yang menurut saya, kok unik, kok nge-jazz? kan jarang. Haha! Maklum lah, biasanya saya hanya mengerti band Jepang seperti yang mengisi soundtrack di anime-anime.

Tokyo Jihen akan selalu memukau saya. 

Ya sejak itu, saat pertama melihat video klip berjudul "Himitsu" itu. Selanjutnya adalah penjajakan, meminta dan meminta. Kyooiku (2004), Adult (2006), dan Variety (2007) adalah ketiga album yang saya minta dari Eka. Masih ditambah lagi, saya juga disuplai beberapa video klip cihuy dari Izat. Memang, kurang sejumlah singel dan album lain sih, namun dengan segitu saja saya jadi pemuja mereka setiap hari.

Aneh memang, memalukan, karena saya tidak mengerti lirik lagunya. Ntah maksudnya apa, memaki apa, bercerita tentang siapa, pokoknya blank. Tapi lebih dari CUKUP untuk mendengar harmonisasinya saja, saya sudah sangat bersyukur.

Distorsi gitarnya, denting keyboard yang jenius, dan vokal Shiina Ringo yang melengking membuat saya merinding. Jenis musiknya jazz, rock, pop, sulit didefinisikan, tapi tidak sulit dinikmati... :D

Dan rasanya terlambat sekali saya mengenal mereka, bahkan sampai beberapa saat lalu saya tak tahu siapa Shiina Ringo itu. Ternyata, penyanyi yang sudah sangat lama berhenti bersolo karir sekaligus pendiri Tokyo Jihen ini malah sempat banyak mengorbitkan band-band pengiringnya. Hingga saat ia memutuskan mengangkat tahi lalat di dagu kirinya, ia pun resmi melebur dalam band barunya saat itu, Tokyo Jihen.

September 2004 lalu, Ringo memang tidak terlalu tua untuk mulai berkarya dengan Tokyo Jihen-nya, dan di 2010 ini saya rasa saya juga tidak terlambat untuk mulai menyukai musik mereka.

:)

Thursday, July 22, 2010

Monokromantik

Perbedaan itu indah.
Namun, kesamaanlah yang yang menyatukan.

Satu induk warna, ada gradasi. 
Jika disatukan pasti apik sekali.

Apik lho, jauh dari membosankan :) 

Bukan sewarna, melainkan monokrom.
Dan menurut saya itu romantis.




Wednesday, July 21, 2010

Tulisan Membingungkan


Tulisan saya sebelumnya berjudul Balada Hari Tua. Waktu itu cukup emosional saya membuatnya. Namun untuk tulisan kali ini, saya mencoba membuatnya lebih datar.


Saya baru saja mendengar berita kematian dari salah seorang teman saya waktu SMP dan SMA, meskipun hanya kenal-kenal saja. Innalillahiwainnalillahiraji'un. Saya berduka dalam untuk itu, selain karena keluarga yang ditinggalkan salah satunya teman saya tadi, juga karena mereka adalah tetangga di belakang rumah. Ibu saya pun rutin mengikuti rangkaian tahlilannya.


Pertama kali yang saya tanyakan pada Ibu saya saat diberitahu kabar ini, selain kata duka, pertanyaan ini juga langsung keluar dari mulut saya, "Wiwik ada kan, Mam, di sana?" Ya, waktu itu saya pikir Wiwik masih kuliah. Ibu saya dengan cepat menjawab, "Ya ada lah, Na. Wiwik kan sekarang udah kerja, dulu kan di IPDN."


Deg deg. Satu lagi berita, teman seusia saya sudah lulus dan bekerja, setelah sebelumnya beruntun antara kelulusan, pernikahan, kelulusan, bekerja, blah blah blah. Ini dunia nyata. Dunia nyata yang membuat saya yakin, Wiwik sekarang sudah berada dalam dunia itu, dia bekerja, mungkin akan menikah, dan ayah tercintanya baru saja meninggal. Sementara saya, masih seperti dalam mimpi.


Sisipan cerita mengenai kemarin, saat saya menonton Inception dengan Alfi pacar saya. Film yang awalnya saya tonton karena spoiler teman-teman, katanya ini film terkeren yang pernah ia lihat. Juga karena ada Leonardo DiCaprio, dan ternyata ada Joseph Gordon-Levitt pula (Tom dalam 500 Days of Summer). Kisah insepsi mimpi atau istilah untuk menanamkan memori baru ke dalam alam bawah sadar targetnya melalui mimpi. Cukup membahas film ini karena saya 'benci' film ini, film dengan akhir cerita yang membikin saya merinding. Setelah film itu berakhir, saya terdiam selama hampir 1 jam, menjadikan pacar saya sebagai korban karena kebingungan.


Oh insepsi... Saya semakin bingung dengan kenyataan yang ada.  



Kembali pada cerita tadi, tidak ada yang menyenangkan dari meninggalnya orang tua seseorang, hanya saja ada kelegaan pada sang Ayah ketika putri yang ditinggalkannya telah hidup dengan layak dan mampu mandiri dari segi finansial. Mungkin ini akan berbeda dengan saya, orang tua saya tidak mungkin bisa tenang dengan saya yang seperti ini. Karena dia tahu putrinya masih hidup dalam mimpi, dan mungkin sedang diinsepsi untuk menafikan kenyataan.


Namun, percayalah saat menulis ini saya sedang berada dalam realita.




Salam Kebingungan!


*Aslinya, saya mau mencoba meresnsi Inception dengan cara yang berbeda, eh malah lebih banyak curhatnya. Hoho.

Tuesday, July 13, 2010

Blog Anak Muda

Mereka anak-anak muda yang paling dekat dengan saya, karena mereka anak Bulaksumur, dan menurut saya merekalah yang paling absurd dan kreatif. Kesamaannya: Keduanya suka menggambar, anak teknik, dan sangat bisa diandalkan. Sambutlah:


Addina Faizati alias Andin (17), layouter, aktif dan ceria. Kelebihan: membuat rekan saya, Mas Pradah penasaran, lalu terkesima! :D




Bayu Ardiyanto alias Bayu (18), ilustrator, kalem dan pemalu (zzz...). Kelebihan: menyaingi Irham Nur Anshari dalam hal rambut (Peace!)




Saya suka mereka yang absurd. Oke, sementara ini baru nemu dua :)