Friday, May 28, 2010

Hari Baik


Saya kembali dari kebiasaan saya on-off di dunia multiply. Dasar pemalas dungu saya ini. Haha!

Sebuah kisah tentang tanggal. Saya sadar betapa sulitnya berbagai hal di dunia ini yang menggunakan pertimbangan tanggal. Makanya kemudian dikenal istilah pencarian hari baik. Bukan hari yang suka menolong lantas dikatakan baik, melainkan hari yang PAS! Diharapkan untuk menjadi hari yang tepat untuk sebuah rencana. Tidak mudah tentunya.

Saat lahir sepertinya tanggal lahir saya tidak direncanakan (kecuali oleh Tuhan), kecuali kebetulan hari ulang tahun saya itu bertepatan dengan tanggal pernikahan kedua orang tua saya. Selanjutnya kehidupan saya ditentukan oleh baiknya tanggal berapa. Tanggal baiknya saya di-aqiqah, piknik ke Bali, membeli sepeda pertama, dan kapan mengubur kucing peliharaan saya (Ya segera setelah dia mati tentunya). Banyak hal, sampai mungkin lidah ini akan kaku menjabarkannya.

Sekarang ini, saya lebih sering pusing menentukan hari baik untuk diri saya sendiri. Tanggal tepat untuk mulai, hari baik untuk menjalani. AH! Selalu selalu selalu. Memperkirakan tanggal baik rasanya sudah mulai tidak penting. Seiiring muncul istilah dari Mas Nunung, dosen saya, Tulis saja, kapan lagi? yang bisa diplesetkan menjadi Mulai saja, kapan lagi?

Tapi nyatanya masih penting, tidak pakai spontanitas melainkan harus terorganisir dan terencana. Okelah, semoga semua tanggal, rencana, dan perkiraan yang saya rencanakan tidak meleset. Dan hari baik tetap menjadi hari yang baik.


Viva la Aksi Kreasi!*


*Aksi kreasi adalah event tahunan SKM UGM Bulaksumur, merupakan rangkaian perayaan HUT Bulaksumur Pos yang resmi mandiri dan menjadi sebuah media komunitas independen di UGM. Aksi kreasi #2 tahun ini akan berlangsung pada Minggu, 30 Mei 2010, mulai pukul 08.00 WIB di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri. Keterangan lengkap, kunjungi www.bulaksumur-online.com

Sunday, May 9, 2010

Makin Tua Makin "Hancur"


Sebenarnya saya bermaksud menulis sebelum tanggal 8 dan meng-upload tepat tengah malam, ternyata otak saya tidak seberapa sinkron dengan jari. Hidung saya pun meler dan  menjelang tanggal 8 Mei 2010. Kepala saya pun mulai pusing. Sedikit linglung dan akhirnya memilih tidur.

Tanggal 8 Mei lalu memang bukan sekedar tanggal. "Studio" favorit saya, Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Bulaksumur atau biasa kami sebut Bul, resmi 10 tahun berdiri secara indenpenden! Selamat satu dekade Bul! :D

Senang sekali rasanya bisa diterima di tempat yang memberi banyak hal dal masa-masa kuliah saya ini. Agak gombal, tapi benarlah, Bulaksumur akan menjadi kenangan super spesial dalam perjalanan hidup saya. Dan semoga saya juga memiliki tempat spesial dalam perjalanan Bul yang masih sangat panjang. Amin. Amin.


Sedikit lirik modifikasi, maaf maaf yang sebesar-besarnya untuk band Shaggydog yang "Di Sayidan"-nya kami utak-atik.

Oh coba kawan kau dengar ku punya cerita
Tempat biasa ku berbagi rasa
Suka, duka,  tinggi bersama
Di gang gelap samping kantor SKKK

Mari, sini, berkumpul kawan (ouooo)
Nulis, cetak, lipat sambil tertawa (haha)

Bila kau datang dari selatan
Langsung saja menuju ke bundaran
Belok kanan sebelum lewat maskam
Teman-teman menunggu di B-21

# B-21, Bulaksumur, tempat cari ilmu dan cari kawan
   B-21, Bulaksumur, kalau beruntung dapat pacar

Jangan kau takut akan kelaparan
Ada mbak jajan yang selalu standby
Nutrisari, es teh atau gorengan
Selalu ada temani kita berkarya

Mari, sini, berkumpul kawan (ouooo)
Nulis, cetak, lipat sambil tertawa (haha)

## B-21, Bulaksumur, tempat cari ilmu dan cari kawan
     B-21, Bulaksumur, kalau beruntung dapat pacar

### Bulaksumur, Bulaksumur, ayo ayo kita terbit berwarna
      Bulaksumur, Bulaksumur, makin tua makin hancur, ups...
      Makin tua makin makmur...


Lagu persembahan ini kami tampilkan berenamSaya, Sinta, Beryl, Tio, Susan, dan Alfi persembahkan di malam ulang tahun internal SKM UGM Bulaksumur di B-19. Penampilan yang berantakan dan kurang persiapan, haha

Salam Bul!

Thursday, May 6, 2010

Saya tidak suka soda, menyengat dan merusak gigi. Tapi kalau sedang pilek seperti sekaran ini, soda kelihatan sangat menyegarkan... Glek...

Stress Bulanan


Saya pasti bukan orang yang tergolong kritis terhadap kehidupan, dunia kampus, dan segala dinamika yang terjadi di sekitar saya. Ya, saya memang tidak suka mempertanyakan hal-hal yang blibet. Saya cenderung terima-terima saja. Aduh, itulah buruknya...
Oke, paragraf tadi hanya prolog ngasal, bukan maksud ingin mengantar tulisan. Selanjutnya barulah tulisan saya yang utama. Yah, untuk sekedar mendapat "kecap" agar tidak perlu menjadi soto yang kelewat bening. Hehe.


Kursi Menteri Keuangan sedang kosong, tidak akan dibahas di sini. Ratusan blogger melakukannya. Saya tidak. Saya lebih ingin meracau tentang saya sebagai menteri keuangan bagi diri saya sendiri. Saya makhluk boros yang kalap, saya dan orang di sekitar saya tahu itu. Bukan lantaran saya setiap bulan membeli gaun dan seperangkat alat gaul. Namun karena saya kerap tidak sadar kemana duit awal bulan melayang. Tanpa bekas. Men!

Ah itu ironis miris mengiris-iris sekali. Ketika setiap bulan, saya yang tak berpenghasilan ini selalu terlambat menyadari, "Hey ini masih hari ke berapa dan kamu sudah mengkonsumsi setengahnya, kamu gila ya?" batin saya.

Ketika berbincang dengan beberapa rekan, bukan saya saja yang kesulitan mengatur keuangan sendiri. Ah seberapa susahnya sih mengatur dut dari orang tua untuk sekadar cukup sebulan. UH! SUSAH KALI!

Saat saya melihat benda "berkilau" dan hal-hal tak penting yang menyilaukan. Uh, seandainya saya punya 1 milyar. Pasti tak akan pernah cukup, karena pasti sebagai manusia saya tidak akan pernah puas. Lagi lagi lagi! Syukurnya saya masih jauh tidak separah Rebecca Bloomwood di film Confessions of a Shopaholic. Saya cuma agak suka tanpa berpikir merogoh kocek untuk hal-hal yang tak berbekas. Gaib, tapi bukan untuk keperluan perdukunan.

Ya Tuhan, semoga kelak saya bisa lebih mengendalikan hawa nafsu membuncah dan bisa tenang di akhir bulan... Haiyah...


Salam depresi!


Saya bukan Rebecca Bloomwood, ya tentu lah, jauh!

credit: Touchstone Pictures

Wednesday, May 5, 2010

Tertawa Pagi, Pagi Tertawa


Selamat bertemu saya lagi! Saya posting lagi auoooooo! setelah lebih dari sekian abad absen, yang kata Awe NO REASON saya gak bisa posting. Pokoknya saya harus posting sesuatu sekarang. Titik.

Oke, oke, pagi ini saya sudah cukup tertawa girang. Tertawa karena banyak hal.

Vidia atau Icha adik saya tercinta, resmi memilih eh dipilih Universitas Airlangga bagian ekonomi syariah. Dia positif akan menetap di Surabaya pasca lulus SMA ini. Hahahaha! Saya tertawa senang, ikut tertawa guling-guling untuk keberhasilan adik saya yang jutek itu.

Namun, jengjengjeng! Saya juga tertawa miris, pupus sudah harapan saya melihat adik saya kuliah manajemen di UGM karena UM-nya kemarin tidak lolos, halah. Alhasil saya meringis, ntar kalau saya lulus dan adik saya batal kuliah di sini, saya mau naroh barang-barang segambreng ini dimana?? Dikiloin? Dipaketin? Lebih mahal maketinnya daripada harga barang-barangnya. Oh Tuhan... lagi-lagi saya ribet soal masalah yang tak esensial rupanya.

Ya biarlah, saya bersyukur adik saya sudah bahagia sekarang. Lagian lumayan juga kalau ke Surabaya besok ada tempat bernaung. Agogo Icha!


Lagi-lagi saya tertawa, ini nih penyebabnya:
http://igamassardi.wordpress.com/ milik Iga Massardi.


BLOG INI LUCU MAMPUS! Ibarat kalau saya belum pernah baca blog Raditya Dika, saya pasti terguling-guling tepung panir membaca blog Gitaris The Trees and The Wild (TTATW) ini.

Awalnya dari Pipit sahabat saya yang lebih dahulu mengetahui blog ini lewat Facebook-nya Iga (Dasar Pipit Freak!). Maka dari itu atas dasar rekomendasi beliaulah saya menilik blog makhluk lucu berlesung pipit yang kalau di stage ngomongnya gagap ini. Haha!

Ternyata dong ternyata, saya terpingkal-pingkal. Saya takut setelah membaca 3 lembar blog Iga itu, adik saya cepat-cepat menelepon ibu saya dan mengadu. "Mam, Kak Nana di Jogja gak pulang-pulang ternyata udah gila. Ketawa-ketawa sendiri kayak orang jogang (bahasa Sasak dari gila, -Red)," ujar adik saya dalam imaginasi.

Tengok saja tulisan-tulisan renyah-seru-jujur-dan-KONYOL dalam blog itu. MATI SAYA, JATUH CINTA! haha lebay. Cerita-cerita yang sederhana mengenai Iga, pengalaman sederhana, impian, dan pastinya petualangan manggung dengan band classic rock, pop kreatif, death metal, dan blablabla-nya (sebut Iga pada TTATW) itu. Mungkin subjektif sekali saya menilai blog ini. Wajar sih ketika otak dan kesadaran ini sudah terlebih dahulu direnggut manisnya senyum Iga dan genjrengan gitar elektrik yang bikin mati rasa. Ditambah blog beginian, jadi makin hoaaaaaa! Igaaaa!

Saran klise, enaknya membaca blog ini sambil mendengarkan satu album TTATW dan Monkey to Millionaire lho (malah gak match sih, hihi). Sensasinya semakin aneh, tapi juga kian seru.

Wuahahaha!

Pagi ini langsung terasa penuh inspirasi. Ahahaa, saya banyak tertawa pagi ini. Semoga ini bukan pertanda bahwa siang, sore, atau malam saya akan ada tangis-menangis.


Salam Tawa!