Wednesday, July 21, 2010

Tulisan Membingungkan


Tulisan saya sebelumnya berjudul Balada Hari Tua. Waktu itu cukup emosional saya membuatnya. Namun untuk tulisan kali ini, saya mencoba membuatnya lebih datar.


Saya baru saja mendengar berita kematian dari salah seorang teman saya waktu SMP dan SMA, meskipun hanya kenal-kenal saja. Innalillahiwainnalillahiraji'un. Saya berduka dalam untuk itu, selain karena keluarga yang ditinggalkan salah satunya teman saya tadi, juga karena mereka adalah tetangga di belakang rumah. Ibu saya pun rutin mengikuti rangkaian tahlilannya.


Pertama kali yang saya tanyakan pada Ibu saya saat diberitahu kabar ini, selain kata duka, pertanyaan ini juga langsung keluar dari mulut saya, "Wiwik ada kan, Mam, di sana?" Ya, waktu itu saya pikir Wiwik masih kuliah. Ibu saya dengan cepat menjawab, "Ya ada lah, Na. Wiwik kan sekarang udah kerja, dulu kan di IPDN."


Deg deg. Satu lagi berita, teman seusia saya sudah lulus dan bekerja, setelah sebelumnya beruntun antara kelulusan, pernikahan, kelulusan, bekerja, blah blah blah. Ini dunia nyata. Dunia nyata yang membuat saya yakin, Wiwik sekarang sudah berada dalam dunia itu, dia bekerja, mungkin akan menikah, dan ayah tercintanya baru saja meninggal. Sementara saya, masih seperti dalam mimpi.


Sisipan cerita mengenai kemarin, saat saya menonton Inception dengan Alfi pacar saya. Film yang awalnya saya tonton karena spoiler teman-teman, katanya ini film terkeren yang pernah ia lihat. Juga karena ada Leonardo DiCaprio, dan ternyata ada Joseph Gordon-Levitt pula (Tom dalam 500 Days of Summer). Kisah insepsi mimpi atau istilah untuk menanamkan memori baru ke dalam alam bawah sadar targetnya melalui mimpi. Cukup membahas film ini karena saya 'benci' film ini, film dengan akhir cerita yang membikin saya merinding. Setelah film itu berakhir, saya terdiam selama hampir 1 jam, menjadikan pacar saya sebagai korban karena kebingungan.


Oh insepsi... Saya semakin bingung dengan kenyataan yang ada.  



Kembali pada cerita tadi, tidak ada yang menyenangkan dari meninggalnya orang tua seseorang, hanya saja ada kelegaan pada sang Ayah ketika putri yang ditinggalkannya telah hidup dengan layak dan mampu mandiri dari segi finansial. Mungkin ini akan berbeda dengan saya, orang tua saya tidak mungkin bisa tenang dengan saya yang seperti ini. Karena dia tahu putrinya masih hidup dalam mimpi, dan mungkin sedang diinsepsi untuk menafikan kenyataan.


Namun, percayalah saat menulis ini saya sedang berada dalam realita.




Salam Kebingungan!


*Aslinya, saya mau mencoba meresnsi Inception dengan cara yang berbeda, eh malah lebih banyak curhatnya. Hoho.

5 comments:

  1. nadiaaaa... huhuhuu... rada terharu baca postingan ini,,,

    ReplyDelete
  2. aku bingung loh bacanya, busettt hahahaha

    ReplyDelete
  3. opone sek gawe terharu toh star?aneh koe ki

    ReplyDelete
  4. itu lo,bagian ditinggal orang tua. wah,ra peka tenan kw ki weee we.

    ReplyDelete
  5. weh starin gak nyambung, awe opo meneh, nykripsi wae! :D

    ReplyDelete