Thursday, May 6, 2010

Stress Bulanan


Saya pasti bukan orang yang tergolong kritis terhadap kehidupan, dunia kampus, dan segala dinamika yang terjadi di sekitar saya. Ya, saya memang tidak suka mempertanyakan hal-hal yang blibet. Saya cenderung terima-terima saja. Aduh, itulah buruknya...
Oke, paragraf tadi hanya prolog ngasal, bukan maksud ingin mengantar tulisan. Selanjutnya barulah tulisan saya yang utama. Yah, untuk sekedar mendapat "kecap" agar tidak perlu menjadi soto yang kelewat bening. Hehe.


Kursi Menteri Keuangan sedang kosong, tidak akan dibahas di sini. Ratusan blogger melakukannya. Saya tidak. Saya lebih ingin meracau tentang saya sebagai menteri keuangan bagi diri saya sendiri. Saya makhluk boros yang kalap, saya dan orang di sekitar saya tahu itu. Bukan lantaran saya setiap bulan membeli gaun dan seperangkat alat gaul. Namun karena saya kerap tidak sadar kemana duit awal bulan melayang. Tanpa bekas. Men!

Ah itu ironis miris mengiris-iris sekali. Ketika setiap bulan, saya yang tak berpenghasilan ini selalu terlambat menyadari, "Hey ini masih hari ke berapa dan kamu sudah mengkonsumsi setengahnya, kamu gila ya?" batin saya.

Ketika berbincang dengan beberapa rekan, bukan saya saja yang kesulitan mengatur keuangan sendiri. Ah seberapa susahnya sih mengatur dut dari orang tua untuk sekadar cukup sebulan. UH! SUSAH KALI!

Saat saya melihat benda "berkilau" dan hal-hal tak penting yang menyilaukan. Uh, seandainya saya punya 1 milyar. Pasti tak akan pernah cukup, karena pasti sebagai manusia saya tidak akan pernah puas. Lagi lagi lagi! Syukurnya saya masih jauh tidak separah Rebecca Bloomwood di film Confessions of a Shopaholic. Saya cuma agak suka tanpa berpikir merogoh kocek untuk hal-hal yang tak berbekas. Gaib, tapi bukan untuk keperluan perdukunan.

Ya Tuhan, semoga kelak saya bisa lebih mengendalikan hawa nafsu membuncah dan bisa tenang di akhir bulan... Haiyah...


Salam depresi!


Saya bukan Rebecca Bloomwood, ya tentu lah, jauh!

credit: Touchstone Pictures

16 comments:

  1. dompetnya digembok, kunci gemboknya ditanem.. mujarab deh.. hehe

    ReplyDelete
  2. dompet digembok, isinya gak ada, atm nya diambil, beres! lanjut lagi :D

    ReplyDelete
  3. haghag, anda memang dudul!

    kalo saran yang lebih serius, coba dikondisikan, selangkah lebih rumit dr hanya skedar membuat rule pribadi..

    nice blog, suka sm gaya ceritanya

    ReplyDelete
  4. wah makasi sarannya hahahaha :D

    ReplyDelete
  5. aku kalo udah bener2 kepepet resepnya satu nad, ngutang kesana kemari, dan berdoalah kamu bisa melunasinya..haha

    ReplyDelete
  6. aku cobaaaaaa! pertama-tama ngutang pulsa haha

    ReplyDelete
  7. beli buku buat pembukuan... belajar mencatat kiriman dengn pengeluaran...

    ReplyDelete
  8. melu lomba-lomba wae nad koyo awe

    ReplyDelete
  9. aku ga bisa motooo, huhu, melu neng rektorat wae koyo dini ah hehe

    ReplyDelete
  10. dulu pernah nyoba gitu wik, cuma tahan 1 bulan, ihihi. apa coba lagi? uooooo

    ReplyDelete
  11. bulan berikutnya males mencatat...

    ReplyDelete
  12. nyampah di majalah ae, lumayan lho...

    ReplyDelete