Sunday, April 4, 2010

Bermalam dengan Pepohonan dan Hutan Belantara

Melawan rasa malas itu sangat sulit. Begitu sulitnya hingga sampai berminggu-minggu saya malas menulis. Menulis apapun, termasuk skripsi, bahkan juga status di Twitter dan tidak seberapa banyaknya itu. Namun kini saya kembali dari on-off-nya Multiply saya ini.




Remedy*
Jumat (2/4) bukan hanya milik umat Nasrani yang merayakan Jumat Agung. Karena hari itu Ibunda dari Mas Adit dan Anis dimakamkan. Pagi saat Alfi bertolak dari Jogja dan memulai liburan menjelang UTS-nya dengan keluarganya di Pamulang sana. Hari dimana saya dan Pipit juga tidak mau kalah. Kami punya rencana penting dengan dua tiket Hasta Manana kami, dan hari itu pasti jadi hari yang hebat.



Benar saja, saya, Pipit dan (mendadak muncul) Bayu bergegas menghampiri Amphi Theater Taman Budaya Yogyakarta. Sepertinya kami datang terlalu awal, waktu itu sekitar pukul 19. 15 WIB. Kami bahkan sempat menyaksikan check sound dari The Trees and The Wild (TTATW), band yang hari itu menjadi tujuan utama saya.


Setelah TTATW selesai merampungkan lagu 'Derau dan Kesalahan' versi gladi bersih itu, mereka pun menghambur pergi. Sepertinya sih kembali ke hotel untuk mandi dan berdandan untuk giliran tampil mereka yang hanya sekitar dua jam lagi itu.



Kisah 'Mbak Suketi' dari Black Stocking dan Individual Life dan Black Stocking lagi

Rombongan TTATW menghilang dari pandangan saya, Pipit dan Bayu yang kegirangan karena dapat tempat strategis di depan panggung. Berganti kemudian giliran check sound dari band yang semula belum saya ketahui identitasnya. Drummer-nya banyak minta, banyak cingcong. Bassistnya hiper aktif. Kibordisnya kalem seperti mayat. Dan vokalisnya yang mencolok dengan dandanan panggung yang edgy, dress selutut, jaket kulit hitam gaya masa kini, sneakers hitam semata kaki, plus pasmina yang menutupi kepala, membuatnya seperti 'Mbak Suketi' (kalau kata Pipit). Haha! Persiapan mereka sepertinya seru, jadi tidak sabar melihat penampilan resminya nanti.


Acara dibuka, jeng jeng! Hasta Manana yang artinya 'Sampai Bertemu Besok' ini ternyata acara FMF dari rangkaian kali ketiga perayaan Fallentine. Valentine yang dirayakan di waktu yang berbeda dengan cara berda, begitu kata duo MC kemarin. Saya tidak akan membahas tentang acaranya, karena biarpun pengisi acaranya super beres, namun tetap saja persiapannya agak ahem lah. Tapi tidak apa, sangat sepadan sih dengan kualitas pengisi acaranya. Bravo FMF! :))


Individual Life membuka acara di Amphi Theater TBY itu, menarik sekali. Singkat saja, saya akhirnya menyadari bahwa, "Ini tho band yang dipromosiin Eka (Komunikasi '08) mati-matian itu, yang drummer-nya anak prosfesor UGM, haha, apa sih."

Band kedua ternyata adalah band Mbak Suketi tadi. Black Stocking, begitu nama band pembuka konser Camera Obscura (20/3) kemarin sekaligus finalis LA Lights Indiefest 2009 itu. Oalah, keren juga ternyata. Selain lagu-lagunya asik yang kesannya cuek dan bitchy, aksi panggung Mbak yang ternyata bernama Nuranti Rachmasari itu juga asik. Ditambah mukanya yang mirip Opie Andaresta, hyahahaha! heboh!


Sebelumnya maaf kalau ulasan ini kurang berbau musik, maklum lah, saya cenderung tertarik pada hal-hal non esensial dari gigs yang pernah saya datangi. Hihi.



Aksi dua band naungan Lil'Fish Record, Armada Racun and Dear... TTATW!

Band ketiga adalah Armada Racun. Penampilan yang mengesankan, vokalis yang sudah punya anak usia SD, bassist laki-laki bermuka garang yang pakai topi golf, rok dan black stocking, dan kibordis wanita yang familiar (saya pernah melihatnya main di beberapa band, Risky Summerbee and The Honeythief dan Individual Life). Memukau, meski terkesan agak asal dengan membawa seorang bule Perancis naik panggung dan main kibor dan malah gagal memuaskan.


Dan yang ditunggu-tunggu pun tiba, TTATW! mereka yang tadi sepertinya balik ke hotel dan sudah pakai dandan segala kini sudah tampil kincling! Kincling karena Remedy, Iga, dan Andra kini sudah siap manggung yang sebenarnya. Asik, asik, asik! Tidak sabar!


Penantian pun terbayar, TTATW membuka penampilan mereka dengan Verdure, dilanjutkan dengan Malino, The Nobel Savage, Honeymoon on Ice, Our Roots, Irish Girl, dan ditutup dengan Derau dan Kesalahan. Jadi kali ini mereka tidak tampil full satu album sih.


Meskipun ada aib seputar sound yang membuat Remidy berulang kali nyetem ulang gitar, penampilan mereka memang tetap bikin merinding. Kemampuan komunikasi dengan penonton yang ekstra minus (Remedy yang sering menggumam tidak jelas, Iga yang agak 'krik krik' tapi manis, dan Andra yang kecilnya pernah di Klaten berusaha mencairkan suasana dengan bahasa Jawa yang wagu, hoooiii) namun semuanya dimaafkan selama mereka masih imut, manis, lucu dan terawat. Ya Tuhan! :D



Menyesal, saya terlalu terlena dengan persembahan terakhir 'Derau dan Kesalahan' yang menawan itu, set list mereka yang saya incar sudah ada di tangan Andrea! Oh Andrea... Huhu... Padahal set list itu rencananya akan saya pamerkan ke Mas Jaki.
Ya sudah lah.
Bagi saya TTATW sudah cukup, saya girang, saya pun melayang senang. Sayangnya dua makhluk yang mengapit saya lalu mengajak pulang, yap, Pipit dan Bayu sudah sangat lapar katanya. Jadilah kami mengucapkan Hasta Manana untuk Melancholic Bitch yang baru saja tampil. Adios!






* Foto di atas adalah foto yang saya ambil dari Facebook Bayu Jati, pacar Pipit. Remedy sang vokalis itu terlihat sangat aha-wow-oh oh dengan keringat bercucuran, sukses membuat saya dan Pipit berbinar.

** Review TTATW dapat dilihat http://duniakreatif.multiply.com/reviews/item/67/Rasuk_The_Trees_The_Wild

 

17 comments:

  1. Skripsi!!! skripsi!!! wkwkwkwkwkwkkw
    btw, lagunya emang asik, cuma yang kaya gamelan kuq ga masuk iagh?

    ReplyDelete
  2. @juned: mungkin maksudnya di lagu our roots? di situ emang gak ada gamelan, cuma campuran harmoni gitar, bener deh haha. Aku sih tetep doyan.. :D

    @dwi: minta foto ttatw versi kamu dong

    ReplyDelete
  3. duduk paling depan tapi tak dapat setlist nad, apa kata gayus tambunan nad?halah..

    ReplyDelete
  4. @awe: gayus tambunan awe.. marga tumbuan bisa marah tu garagara salah sebut! haha :p

    @dwi: woaaa, dwi merendah ki.. minta wik!

    ReplyDelete
  5. wes tak ganti nad, hehe sori boy..

    ReplyDelete
  6. santai we, marga tumbuan pasti mengerti haha

    ReplyDelete
  7. aku juga menikmati wajah mereka, so, minta wik! hahahahaha

    ReplyDelete
  8. nonton konser tanpa dapat setlist..apa kata anji drive ?

    ReplyDelete
  9. aku dapet setlist dia yg main di jnm..anji drive bilang aku hebat jak, halah

    ReplyDelete
  10. mantaappp, hadiahnya sheila marcia

    ReplyDelete
  11. aku bahkan gak jadi nonton, fak, rrrr

    ReplyDelete