Thursday, December 23, 2010

Transit


Halo!

Kali ini ada hal yang sedikit membanggakan untuk dipamerkan, horeeee (akhirnya) lulus juga saya. Yah, yah, sementara kesampingkan dulu kenyataan bahwa revisi skripsi saya seabreg banyaknya. Yang penting: ALHAMDULILLAHIROBBILAMIN :)

Sekian, soal lulus, karena wisuda saja juga belum.

NAH. Masalah selanjutnya ya ya ya. Apa apa apa?

Masalahnya, jadi mahasiswa itu ENAK BANGET, nikmat, menyenangkan, guilty feeling ketika tetep jalan saja menghabiskan uang orang tua untuk kegiatan non akademik. Benar-benar masa yang rawkz! Dan pada masa transit untuk beralih ke jenjang yang lain ini, ada tanda tanya besar di situ.


Tanda tanyanya minjem di sini


Mungkin terjawab segera dalam proses transit ini. Santai banget sih kamu, Nad? Aaaaa! Pokoknya saya merasa belum salah menikmati rutinitas transit ini. Yah yang itu-itu... puasa, revisi, liburan, les TOEFL, petantang-petenteng kesana-kemari.


Olala, semoga saja pikiran ini tercerahkan lain waktu...

Monday, November 29, 2010

Rezim Otoriter Berakhir


Sekitar tiga tahun yang lalu, saya datang ke sebuah rumah kecil di sebelah barat Masjid Kampus UGM, di Bulaksumur B21. Kedatangan yang awalnya sudah harus saya lakukan sejak tahun 2006, tapi akhirnya malah terealisasi di tahun 2007. Berbekal formulir, CV, dan cengengesan, saya akhirnya diterima dalam bentuk awak magang redaksi. Hasil dari belas kasih Mba Tami dan Mbak Ipeh saya pikir, hehe.

Jadi reporter dengan kemampuan rata-rata dan mencari berita hanya terkesan sebagai formalitas, itu adalah gambaran di tahun pertama saya. Hah... Tahun yang berat karena saya sepertinya belum bertemu dengan 'klik' itu. Kemudian, tahun kedua berjudul tahun redaktur pelaksana menjadi jauh lebih sreg. Bukan hanya karena mungkin pekerjaan yang berbeda, berkutat seputar mengedit, dan bertelisik. Awe dan Mas Jaki adalah peneror sekaligus koordinator Telisik yang sangat ulung (dengan tentunya mengesampingkan kecacatan permanen pada pribadi mereka), saya jadi makin senang karena digelari penulis Telisik terbaik bersama Imel. Weheee... Rasa nyaman makin saya temukan perlahan dengan teman-teman super yang saya sebut sebagai para pendiri "Bulaksumur Gosip". Membuat saya ingin melanjutkan setahun lagi. Setahun lagi yang ternyata harus ditempuh dengan konsekuensi. Konsekuensi yang menyenangkan, anggap saja begitu :)

Kini di akhir, saya sudah bukan Punggawa Umum lagi. Tidak lagi meneror awak-awak media komunitas itu dengan kegiatan otoriter dari saya dan rekan-rekan Dewan Peneror yang lain. Buku Otoriter kami kini akan berhenti terisi oleh rencana-rencana licik setiap minggunya. Susan akan kembali fokus ke dunia kuliah dan proyeknya. Sinta kini tidak lagi akan terbagi waktunya, full time soybean ice cream researcher. Alfi akan kembali fokus memikirkan kuliah dan KP-nya. Tio akan dapat waktu sensus yang tenang. Dan, Beryl adalah tumbal terpilih untuk melanjutkan tugas berat meneror untuk setahun ke depan lagi, selamat berjuang dengan tim baru ya, Berlay!



Rapat Dewan Peneror yang terakhir, lengkap dengan LPJ.
Buku Otoriter, alias buku rapat Dewan Peneror. Ini dia cover yang menginspirasi gerakan otoriter kami. Hahahahahahaha!


Satu beban terangkat. Seribu kenangan terekam menyeruak. Dan kerinduan ini semakin menjadi-jadi.

Terima kasih yang terdalam untuk segalanya.
Untuk tempat sempit dengan orang-orang berhati lapang. Dan tentunya tempat dimana tawa renyah yang bisa didapat sedemikian gampang.

Semuanya.


People come, people go. So long, Surat Kabar Mahasiswa Bulaksumur :)


Bul, dari foto dari album "The Weekender"-nya Mas Jaki



Thursday, October 21, 2010

Perpus Idola


Halo!


Hari ini saya ngendon di perpus lagi. Itu, Perpustakaan Fisipol, bagian referensi. Sepertinya sudah seperti rutinitas berada di sini setiap hari. Eits, bukannya saya semangat belajar berlebih, cuma lebih tersugesti saja bahwa di perpus saya bisa lebih berpikir, fokus, dan tentunya tidak main plants vs zombies terus menerus.


Rutinitas di perpus adalah menata gundukan skripsi yang sama setiap harinya, padahal, belum tentu membacanya. Menatap laptop dengan muka seperti serius, padahal bengong kebingungan. Jika sial, saya akan bertemu rekan seperjuangan atau malah yang sudah lulus, yang akhirnya akan berujung ngerumpi yang tak berujung.


Jika lapar, break sholat, tinggal turun ke bawah (Perpus Fispol itu di lantai 3, saudara-saudara). Kelar, naik lagi.  Dan akan pulang menjelang diusir. Monoton sekali.


Bosan


Sekarang saya masih di perpus. Saya rasa betapa senangnya perpus ini punya fans seperti saya, ditambah pula fans fanatik lainnya seperti Anji, Dama, Dimas, Irham, hingga Aldi (bocah ingusan).


Masih bosan.


Semoga tidak bosan  berjuang.

Tuesday, October 12, 2010

Siraman Wanita

Seorang teman baru-baru ini berkata,  “Nanti pasti mata kamu akan terbuka.”

Tanpa tendensi selain apa yang disebutnya siraman wanita, dan ialah Evin sang penyiram itu. Saya dan Pipit hanya terpana mendengar ocehannya siang itu, tepatnya kami merumpikan sesuatu yang berat. Evin pun bercerita banyak, panjang-lebar. Dalam ingatan saya, semua celotehannya yang ditimpali kami itu pasti berujung tentang wanita, pekerjaan, kapan menikah, punya anak, prospek calon suami, sampai pensiun, pokoknya tentang segala hal yang lumrahnya mulai dikhawatirkan wanita usia 20-an.

Saya awalnya belum begitu khawatir, tapi jelas jadi makin khawatir setelah itu.

Sederhana saja, para pendengar saat itu sangat terkesan dengan apa yang Evin sampaikan. Kebenaran bahwa dalam hitungan detik, pikiran kami yang masih kekanak-kanakan ini bisa berubah. Mata kamu nanti akan terbuka. Tak bosan Evin melontarkan kalimat idolanya itu. Bahwa dunia ideal yang diinginkan wanita salah satunya bisa kami raih melalui pekerjaan dan dukungan pria yang mapan. Realistis. Dia tidak bermaksud membuat kami seketika muram hari itu, sekedar berbagi katanya. Saya rasa inilah oleh-oleh dari magang di Pertamina selama hampir dua bulan itu. Evin yang makin terorientasi.

Sip, ucapan Evin sangat mengena. Saya, Pipit, dan (mendadak muncul) Fathur, teman rumpi kami, jadi sedikit mengulasnya setelah berpisah dari sesi Evin. Mengiyakan pasti. Pipit pun punya pandangannya, sedikit berbeda dengan Evin, tapi ia jelas sudah tegas membayangkannya. Sementara bagi saya, samar saja. Hingga seenaknya saya menyimpulkan sendiri, adalah proyeksi sosok ideal bagi diri setiap orang pasti berbeda-beda. Mungkin mirip dengan paparan Evin, mungkin seperti yang Pipit pikirkan entah apa itu, mungkin seperti yang Fathur ternyata idamkan, atau malah mungkin seperti saya, mengalir saja.

Ah, saya memang tidak pernah jauh dari kata menggantung. Detik-detik berikutnya mungkin saja mata saya yang akan terbuka. Dan si pemberi siraman wanita berikutnya, bisa jadi adalah SAYA.

Oh waw...

:)



* Sebelumnya saya sempat memberi judul tulisan ini, 'Mata Terbuka' saya ganti dengan alasan, mata saya belum sungguh-sungguh terbuka :D

Friday, October 1, 2010

The Stalker

Sebagian di antara kalian, empat tahun yang lalu pasti masih ingat situs jejaring sosial idola kita, Friendster. Friendster adalah yang paling hip saat itu. Berbeda dengan Facebook si raja jejaring sosial masa kini, si Friendster membiarkan kita mengetahui siapa saja yang berkunjung ke profile kita. Ada juga yang memilih untuk jadi tak terlihat, saya lupa istilahnya apa, pokoknya begitulah.


Bingung?

Jangan.


Paragraf di atas cuma pengantar saja, menuju kata "Stalker", bisa berarti seseorang yang prowls (perampas), atau tentang sneaks (menyelinap), dengan konotasi yang cenderung negatif. Bagi saya anggaplah stalker sebagai penguntit, pemerhati banget, sampai bisa menjurus ke pengagum juga. 


Dan jangan bohong ketika kita tidak pernah sekalipun menjadi stalker. Mungkin, hanya saja dengan kepentingan dan intensitas yang berbeda. Saya sendiri sering iseng, kadang memang niat, berkelana ke profile Facebook orang-orang yang menarik, maupun orang-orang yang menyebalkan, hingga organisasi yang menyeramkan. Halah. Facebook seperti menjadi database orang-orang, ada perlu dengan orang ini, add account Facebook-nya, bersyukur ketika tawaran itu approved dan Voila! Selamat menikmati kehidupan a la Facebook-nya. 


Sama hal-nya ketika Twitter lahir, hore! Hore! Super hore! Kita bisa mengetahui apa saja yang dipikirkan dan dilakukan oleh orang-orang favorit kita. Misalnya saja dengan sok tahu saya menyatakan bahwa "SMS Selebriti" mendadak bangkrut, karena mengikuti timeline di Twitter si artis itu jauh lebih orisinil dan gratis. Langsung dari Blackberry mereka.


Satu lagi, mengamati blog orang dan membayangkan kehidupan mereka. Menjelajah blog ke blog kontan menjadi salah satu hobi paling merdeka sedunia. Yea... you go, blogwalker!


Ahem, ahem, masuk ke hal memuakkan, seperti mengagumi seseorang, jejaring sosial mempermudah kita melakukan tindak penguntitan via internet. Menambah pengatahuan tentang orang yang kita suka, mencari tahu kabar teman lama, atau gosip rakyat jelata. Ahem sekali lah pokoknya aktivitas bernama stalking ini. 

Terlalu unyu untuk dijabarkan.



Sampai Jumpa, Salam Kuntit!



*Saya sebenarnya sudah lama ingin menulis soal kuntit-menguntit ini. Dimulai dengan terbawa lagu pshyco bin manis si Adhitia Sofyan, The Stalker . Dilanjutkan dengan membaca tulisan di blog Andin, dan sedikit pengaruh candaan Awe tentang aktivitas stalking-nya di Twitter. Akhirnya sekarang ditunaikan sudah.

Sunday, September 26, 2010

Asisten I

Empat tahun yang lalu, masih ada saya di rumah. Saya sebagai kurir, pengurus rumah, sekaligus penanggung jawab  adik-adik saya, maka mari saya beri diri saya gelar sebagai Asisten I Mama. Kemudian, saya pergi. Masih kuliah hingga saat ini. Adik saya, Vidia, mendapat limpahan tugas sebagai Asisten I.


Tiga bulan yang lalu, adik saya, Vidia, masih bergelar asisten I. Kemudian hal yang sama terjadi, dia juga kuliah. Siapa Asisten I selanjutnya?


Sepertinya agak sangsi menyerahkan tampuk ini pada seorang Zulfi, adik laki-laki saya. Terus terang kami menanggap dia terlalu serampangan untuk urusan ini. Namun siapa yang tahu keajaiban apa yang akan datang? Dia mungkin bisa lebih baik dari kami berdua. Dan membuat Mama tidak lagi terlalu pusing sepulangnya dari kantor.



Selamat Ulang Tahun, Mama.
Semoga selalu sehat, bersemangat, dan tak jemu mengawasi kami.
Kado SIP-nya menyusul, Mam.
:)




Mama, dan kedua mantan Asisten I-nya, sekitar 17 tahun yang lalu.

Tuesday, September 14, 2010

Random

Akhir-akhir ini saya sering mendengar, membaca kata "random". Adalah sebagian orang yang mengenal kata ini dari istilah statistik, random sampling (preketek!). Dan sebagiannya lagi, seperti saya, lebih sering mendengarnya di luar itu.

Ya, mendengar, membaca, dan terpengaruh seperti biasa. Kemudian menggunakannya juga.
Biasanya melalui kata-kata yang keluar di mulut ini, namun lebih sering dibuat sebagai Twitter Hashtag (#random).

Saudara, akhirnya Multiply ini kena imbasnya juga. Jadi, sekarang saatnya saya ber-random-riaaaaaa! Wohooo *\('o')/*


#random1

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H.
Mohon maaf sebesar-besarnya atas segala sikap marmos, wagu, ngasal, sengaja dan tidak disengaja.


"Memaafkan memang tidak dapat merubah masa lalu. Tapi bisa merubah masa depan menjadi lebih baik."
Ditha - Temen Kos


#
random2

Saya resmi mendeklarasikan diri sebagai penggemar hal-hal berikut (tentunya ditulis secara random):

Plants vs Zombies, games.
The Stalker - Adhitia Sofyan.
Tinkerwish - Santamonica.
Sate Senggigi dua porsi :9
Penguin of Madagascar, kartun di Global TV.
Baju Gamis (??)
dan tentu saja beracak-acakan ria di rumah!

#random3


Teman baik saya, Pipit, Jumat (24/9) mendatang, akan diuji skripsinya. Saya agak iri, tapi saya rela dia duluan. Karena sebab musabab dari Ibu saya, kemungkinan kepulangan sahabat Anda ini agak simpang-siur.Maafkan.
Tapi saya akan berusaha, karena saya sudah janji.Doa menyertaimu, Pyt.
:)

...


Dan karena menulis edisi random ini sedikit banyak mengasyikkan, lain kali saya akan kembali di edisi random berikutnya!




...



Plants vs Zombies, games racun !!!

bisa diunduh disini

Sunday, September 5, 2010

Mudik ini Tidak Sepi, Ada Soundtrack-nya Lho

Halo!

(Pertama-tama maafkanlah saya untuk judul di atas yang enggak banget itu)

Sesekali saya menjajal kemampuan memeringkat lagu. Tetapi seperti yang dilakukan Mas Jaki, Asep, dan kabarnya (akan) Aldi, akan ada 5 peringkat saja. Yang kalau kata Andin, 5 itu memang angka ajaib, jadi gunakanlah 5 peringkat saja.

Sebenarnya saya sudah sampai di rumah, jadi memang ketika menulis peringkat musik untuk mudik sekarang rasanya pasti kurang nge-soul. Tapisepertinya belum terlambat karena musim mudik baru saja dimulai. Coba sajalah, dengan sedikit imaginasi dan dramatisasi, ini dia.



5. Nasib Anak Kos - Padhyangan Project

Lirik lagu milik pelopor grup musik parodi ini memang pol ngenes dan ngocol. Bisa jadi intisari lirik berikut ini lah yang membuat anak kos tak sabar untuk mudik, jadi ingin mudik secepat yang mereka bisa. 


Nasib anak kost tak kenal mengikuti mata kuliah
Ya nasib anak kost rajin belajar
Agar hidup tak susah la yaw ya nasib

Aku makan tiap hari kadang hanya makan mi
Gimana nggak kurang gizi
Wesel datang tak pasti

Ibu kost tak mau mengerti
Nagih sewa bulan ini ..
Hidup sangat sedih .. uhh

Nasib anak kost ya nasib anak kost ...


Wush wush, begitu dapat duit, beli tiket, langsung cap cus!



4. Tinkerwish - Santamonica

(Lebih karena selera pribadi memaksakan lagu ini masuk ke dalam peringkat, Haha!)

Terserah kalau ada yang bilang musiknya Santamonica seperti musik pengantar tidur, terlalu modern, apalah, karena memang benar adanya. Saat naik bus malam, kita membutuhkan musik yang bisa menenangkan kita dari aksi sopir yang setengah ugal-ugalan dan deg-deg-an karena takut nyungsruk (masih mending karena saya biasa naik Safari Dharma Raya, coba kalau Sumber Kencana). Cobalah lagu ini sebagai penenang, sensasinya seperti berada di alam penuh peri :)


Away away and dream away
And sleep and sleep do not wake up
Away away and dream away
And sleep and sleep do not wake up



3. Listen To The Island - Souljah

Cihuuuy bau-bau pantai mulai tercium. Andaikan saja apapun armadanya, bus maupun pesawat, pulang ke pulau Lombok pasti lewat pulau keren yang lain juga. Menyebrangi pulau pantai seperti Bali selalu membuat saya begitu ngiler untuk mampir. Tapi sebagai anak yang baik, sebaiknya istiqomah pada tujuan semula, mudik ke Lombok, bukan main ke Bali! Hohoho. Souljah membuat kita selalu semangat dan berapi-api di perjalanan yang melelahkan sekalipun. Makin selo rasanya, apalagi jika sedang didera cuaca panas. Ah...


There was a mythe from land of thousand Gods
A bash with blast would turn off our guts
But Gods are good it remains a dreamland
A place we should come hand in hand

Ohhh...listen to the island
Ohhh...listen to the island
Ohhh...listen to the island



2. A House is Not a Home - Glee Cast Cover Version

Saya sendiri belum pernah mendengar versi aslinya dari Luther Vandross, tapi malah sudah kecantol dengan versi lain oleh Chris Colfer ini. Sedih ketika rumah yang akan kita datangi nanti tidak selayaknya 'rumah'. Rasanya sangat galau di jalan. Serba gelisah, merusak suasana mudik. Misalnya, di rumah sedang ada 'gencatan senjata', keluarga tidak welcome, banyak tekanan, wah wah, rasanya rumah cuma sekedar bangunan beratap berperabot saja. Sigh...


A room is a still a room, even when there's nothin' there but gloom
But a room is not a house and a house is not a home
When the two of us are far apart
And one of us has a broken heart



1. Lucky Me - Mocca

Bagaimanapun juga sesampainya di rumah, kita adalah orang yang paling beruntung. Apapun yang terjadi, setidaknya kita masih memiliki tempat yang menerima kita sebagai keluarga (ahem, lebay). Lirik lagu yang saya bawa lebih universal, karena sangat beruntung punya keluarga yang menyayangi kita dan selalu ada.


you are always there when i call you
thought i know that you’re not feeling right
even in the dark and rainy night
you are always there to walk me home

I’m so lucky to have you
so happy to love you
don’t wanna live without your love
without your smile
without your sentimental


Lagu untuk Mama banget lho ini :)



Sekian.

Untuk kalian semua yang sedang dalam perjalanan mudik, sendiri, bersama teman, bersama orang tua, mudik dalam keadaan elite maupun kere, nikmati saja. Mudik itu menyehatkan, selamat mudik!

Thursday, September 2, 2010

Setelah Setahun Berlalu

Halo! lama tak berjumpa.

Sekarang.

Nama: Nadia.
Lokasi sekarang: Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Sedang apa: random saja.

Begini, begini, saya beberapa hari ini menghabiskan waktu di rumah. Untuk libur lebaran, setelah beberapa hari yang lalu juga menghabiskan waktu di Surabaya. Ah susah betul membuat sekarang ini seperti murni pulang kampung. Rasanya seperti pulang kampung dengan rasa bersalah. Setumpuk beban nyelip di ransel itu. Ya, ransel yang ada laptopnya itu.

Tapi tetap saja, menyenangkan sekali bisa di rumah :)

Sudah setahun berlalu sejak saya pulang ke rumah terakhir kali. Banyak yang saya lewatkan, cuma dari telepon mana bisa tahu semua tentang rumah selama setahun.

Misalnya.

  • Ada beberapa masalah kesehatan menerpa orang rumah. Membuat kami sekeluarga harus berkompromi dengan tidak terlalu "hura-hura", untuk sekarang.
  • Adik saya yang bungsu, Fira, semakin cerdas. Sudah bisa bikin komik dan cerita yang tidak standar. Terima kasih Tuhan! Dia selalu bisa menjadi penghibur di kala galau. Great! Saya setiap hari menjadi petugas antar jemput adik saya ke SD-nya. Oke, sejauh ini menyenangkan :)
  • Kota ini, Mataram, baru ulang tahun ke-17, lebih tua saya deh. Tapi selamat ya, banyak perubahan yang terjadi. Seluruh kota jadi lebih relijius, tarawih semakin lama dan khusyuk, sekolah dasar negeri seragam wajibnya jadi plus jilbab dan seragam serba panjang, belum lagi kantor Gubernur yang jadi tak ubahnya menjadi tempat pengajian rutin. Bagaimana tidak jika gubernur yang sekarang  full time-pemuka agama begitu. Yea haha.Mungkin bagus juga hehe.
  • Dan saya yang sekarang menjadi agak kurus karena sesuatu dan lain hal di Jogja, akan memulai proyek isi ulang badan. Setahun melewatkan ragam kuliner berharga di sini, menyedihkan. Nah, sekarang... Selamat datang masak-memasak, makan-memakan, gemuk-menggemuk. Sluurrrrppp :p


Sampai jumpa di tulisan lain yang nanti (mungkin) akan bermutu.


Tuesday, August 10, 2010

Selamat Puasa :)

Ini semua urusan saya sebagai manusia egois. Hobinya bertengkar, cari perkara. Namun percaya deh, itu gak semuanya disengaja.

Besok sudah masuk bulan puasa, baru saja tarawih pertama.

Ini nih, lirik dalem yang kembali menyeruak dan pas dalam suasana bulan suci: Senandung Maaf, White Shoes and The Couples Company :)

Senandungkan lagu ini
atas rindu di hati
berlutut dilantai bumi
bersedih menyepi

Toreh kisah, senandung kasih
Maafkan Tuan... aku berjanji

Tak mau menuai murka
untukmu oh.. kawan
berbisik didalam hati
kumohon maafkan

Berbagi peluh, menuju cita
Daku membasuh keringat duka

Merpati diatas dahan
menyusun sarangnya
Kukembalikan hatimu
seperti semula

Menghapus kelabu, langit jingga
Meniti lagu, menyemat suka

Gelombang nestapa...
Gelombang nestapa...
Gelombang nestapa kuharap sirna...

Oh..

Gelombang nestapa...
Gelombang nestapa...
Gelombang nestapa kuharap sirna...

Selamat puasa :))


hear no evil, see no evil, speak no evil*

link

Friday, July 30, 2010

Aroma 17 Agustus-an sudah mulai merebak, lapangan samping kos saya rasanya sudah seperti arena perang, urusan hidup-mati, heboh, berisik. Namanya juga lomba.

Belum Terlambat

Terima kasih kepada Imam Sadewa dan Anditya Eka yang berani dan lancang memutar video klip kesukaan mereka saat Ultah Internal SKM Bulaksumur Mei lalu. Tokyo Jihen atau Tokyo Incidents, begitu nama grup band yang saya saksikan di layar waktu itu. Band Jepang-Jepang-an yang menurut saya, kok unik, kok nge-jazz? kan jarang. Haha! Maklum lah, biasanya saya hanya mengerti band Jepang seperti yang mengisi soundtrack di anime-anime.

Tokyo Jihen akan selalu memukau saya. 

Ya sejak itu, saat pertama melihat video klip berjudul "Himitsu" itu. Selanjutnya adalah penjajakan, meminta dan meminta. Kyooiku (2004), Adult (2006), dan Variety (2007) adalah ketiga album yang saya minta dari Eka. Masih ditambah lagi, saya juga disuplai beberapa video klip cihuy dari Izat. Memang, kurang sejumlah singel dan album lain sih, namun dengan segitu saja saya jadi pemuja mereka setiap hari.

Aneh memang, memalukan, karena saya tidak mengerti lirik lagunya. Ntah maksudnya apa, memaki apa, bercerita tentang siapa, pokoknya blank. Tapi lebih dari CUKUP untuk mendengar harmonisasinya saja, saya sudah sangat bersyukur.

Distorsi gitarnya, denting keyboard yang jenius, dan vokal Shiina Ringo yang melengking membuat saya merinding. Jenis musiknya jazz, rock, pop, sulit didefinisikan, tapi tidak sulit dinikmati... :D

Dan rasanya terlambat sekali saya mengenal mereka, bahkan sampai beberapa saat lalu saya tak tahu siapa Shiina Ringo itu. Ternyata, penyanyi yang sudah sangat lama berhenti bersolo karir sekaligus pendiri Tokyo Jihen ini malah sempat banyak mengorbitkan band-band pengiringnya. Hingga saat ia memutuskan mengangkat tahi lalat di dagu kirinya, ia pun resmi melebur dalam band barunya saat itu, Tokyo Jihen.

September 2004 lalu, Ringo memang tidak terlalu tua untuk mulai berkarya dengan Tokyo Jihen-nya, dan di 2010 ini saya rasa saya juga tidak terlambat untuk mulai menyukai musik mereka.

:)

Thursday, July 22, 2010

Monokromantik

Perbedaan itu indah.
Namun, kesamaanlah yang yang menyatukan.

Satu induk warna, ada gradasi. 
Jika disatukan pasti apik sekali.

Apik lho, jauh dari membosankan :) 

Bukan sewarna, melainkan monokrom.
Dan menurut saya itu romantis.




Wednesday, July 21, 2010

Tulisan Membingungkan


Tulisan saya sebelumnya berjudul Balada Hari Tua. Waktu itu cukup emosional saya membuatnya. Namun untuk tulisan kali ini, saya mencoba membuatnya lebih datar.


Saya baru saja mendengar berita kematian dari salah seorang teman saya waktu SMP dan SMA, meskipun hanya kenal-kenal saja. Innalillahiwainnalillahiraji'un. Saya berduka dalam untuk itu, selain karena keluarga yang ditinggalkan salah satunya teman saya tadi, juga karena mereka adalah tetangga di belakang rumah. Ibu saya pun rutin mengikuti rangkaian tahlilannya.


Pertama kali yang saya tanyakan pada Ibu saya saat diberitahu kabar ini, selain kata duka, pertanyaan ini juga langsung keluar dari mulut saya, "Wiwik ada kan, Mam, di sana?" Ya, waktu itu saya pikir Wiwik masih kuliah. Ibu saya dengan cepat menjawab, "Ya ada lah, Na. Wiwik kan sekarang udah kerja, dulu kan di IPDN."


Deg deg. Satu lagi berita, teman seusia saya sudah lulus dan bekerja, setelah sebelumnya beruntun antara kelulusan, pernikahan, kelulusan, bekerja, blah blah blah. Ini dunia nyata. Dunia nyata yang membuat saya yakin, Wiwik sekarang sudah berada dalam dunia itu, dia bekerja, mungkin akan menikah, dan ayah tercintanya baru saja meninggal. Sementara saya, masih seperti dalam mimpi.


Sisipan cerita mengenai kemarin, saat saya menonton Inception dengan Alfi pacar saya. Film yang awalnya saya tonton karena spoiler teman-teman, katanya ini film terkeren yang pernah ia lihat. Juga karena ada Leonardo DiCaprio, dan ternyata ada Joseph Gordon-Levitt pula (Tom dalam 500 Days of Summer). Kisah insepsi mimpi atau istilah untuk menanamkan memori baru ke dalam alam bawah sadar targetnya melalui mimpi. Cukup membahas film ini karena saya 'benci' film ini, film dengan akhir cerita yang membikin saya merinding. Setelah film itu berakhir, saya terdiam selama hampir 1 jam, menjadikan pacar saya sebagai korban karena kebingungan.


Oh insepsi... Saya semakin bingung dengan kenyataan yang ada.  



Kembali pada cerita tadi, tidak ada yang menyenangkan dari meninggalnya orang tua seseorang, hanya saja ada kelegaan pada sang Ayah ketika putri yang ditinggalkannya telah hidup dengan layak dan mampu mandiri dari segi finansial. Mungkin ini akan berbeda dengan saya, orang tua saya tidak mungkin bisa tenang dengan saya yang seperti ini. Karena dia tahu putrinya masih hidup dalam mimpi, dan mungkin sedang diinsepsi untuk menafikan kenyataan.


Namun, percayalah saat menulis ini saya sedang berada dalam realita.




Salam Kebingungan!


*Aslinya, saya mau mencoba meresnsi Inception dengan cara yang berbeda, eh malah lebih banyak curhatnya. Hoho.

Tuesday, July 13, 2010

Blog Anak Muda

Mereka anak-anak muda yang paling dekat dengan saya, karena mereka anak Bulaksumur, dan menurut saya merekalah yang paling absurd dan kreatif. Kesamaannya: Keduanya suka menggambar, anak teknik, dan sangat bisa diandalkan. Sambutlah:


Addina Faizati alias Andin (17), layouter, aktif dan ceria. Kelebihan: membuat rekan saya, Mas Pradah penasaran, lalu terkesima! :D




Bayu Ardiyanto alias Bayu (18), ilustrator, kalem dan pemalu (zzz...). Kelebihan: menyaingi Irham Nur Anshari dalam hal rambut (Peace!)




Saya suka mereka yang absurd. Oke, sementara ini baru nemu dua :)

Sunday, June 13, 2010

Balada Hari Tua

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya di kampus, saya kembali bertemu dengan dia sang teman baik yang sudah jarang saya lihat. Tepatnya, jarang melihat secara langsung bukan via avatar satu sama lain di internet. Finni Finni Finni. Sandya Finnia. Saya kadang rindu sekali suasana lama dengan Finni, Pipit (kalau Pipit masih bisa saya jangkau sih), Endah, dan mungkin Robby. Semuanya seperti kenangan semester awal yang manis-asam-asin.


Waktu cepat berubah, namun manusia belum tentu berubah secepat itu juga. Finni yang baru saya temukan blog-nya saat blog walking memang jauh berubah dari segi penampilan, makin cantik dan menarik. Namun dia tetap Finni yang sama. Finni yang selalu berpikir positif, punya daya khayal tinggi, impian yang manis, dan suka dengan Amerika. Persis seperti Finni yang sebelumnya.


Sedikit tentang Finni, untuk mengantar saya melambung pada masa muda. Dan sedikit menyadarkan bahwa untuk dunia kampus, kami sudah TUA! Kalau kata Pipit, "Tiap ke gedung pusat (maksud dia: Gedung Rektorat UGM) aku jadi sedih mau ninggalin ni kampus dan harus menghadapi dunia yang kejam."


Dia  lebay. Dan dia benar.


Selamat datang kehidupan, ayolah saya cepat lulus!

Friday, May 28, 2010

Hari Baik


Saya kembali dari kebiasaan saya on-off di dunia multiply. Dasar pemalas dungu saya ini. Haha!

Sebuah kisah tentang tanggal. Saya sadar betapa sulitnya berbagai hal di dunia ini yang menggunakan pertimbangan tanggal. Makanya kemudian dikenal istilah pencarian hari baik. Bukan hari yang suka menolong lantas dikatakan baik, melainkan hari yang PAS! Diharapkan untuk menjadi hari yang tepat untuk sebuah rencana. Tidak mudah tentunya.

Saat lahir sepertinya tanggal lahir saya tidak direncanakan (kecuali oleh Tuhan), kecuali kebetulan hari ulang tahun saya itu bertepatan dengan tanggal pernikahan kedua orang tua saya. Selanjutnya kehidupan saya ditentukan oleh baiknya tanggal berapa. Tanggal baiknya saya di-aqiqah, piknik ke Bali, membeli sepeda pertama, dan kapan mengubur kucing peliharaan saya (Ya segera setelah dia mati tentunya). Banyak hal, sampai mungkin lidah ini akan kaku menjabarkannya.

Sekarang ini, saya lebih sering pusing menentukan hari baik untuk diri saya sendiri. Tanggal tepat untuk mulai, hari baik untuk menjalani. AH! Selalu selalu selalu. Memperkirakan tanggal baik rasanya sudah mulai tidak penting. Seiiring muncul istilah dari Mas Nunung, dosen saya, Tulis saja, kapan lagi? yang bisa diplesetkan menjadi Mulai saja, kapan lagi?

Tapi nyatanya masih penting, tidak pakai spontanitas melainkan harus terorganisir dan terencana. Okelah, semoga semua tanggal, rencana, dan perkiraan yang saya rencanakan tidak meleset. Dan hari baik tetap menjadi hari yang baik.


Viva la Aksi Kreasi!*


*Aksi kreasi adalah event tahunan SKM UGM Bulaksumur, merupakan rangkaian perayaan HUT Bulaksumur Pos yang resmi mandiri dan menjadi sebuah media komunitas independen di UGM. Aksi kreasi #2 tahun ini akan berlangsung pada Minggu, 30 Mei 2010, mulai pukul 08.00 WIB di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri. Keterangan lengkap, kunjungi www.bulaksumur-online.com

Sunday, May 9, 2010

Makin Tua Makin "Hancur"


Sebenarnya saya bermaksud menulis sebelum tanggal 8 dan meng-upload tepat tengah malam, ternyata otak saya tidak seberapa sinkron dengan jari. Hidung saya pun meler dan  menjelang tanggal 8 Mei 2010. Kepala saya pun mulai pusing. Sedikit linglung dan akhirnya memilih tidur.

Tanggal 8 Mei lalu memang bukan sekedar tanggal. "Studio" favorit saya, Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Bulaksumur atau biasa kami sebut Bul, resmi 10 tahun berdiri secara indenpenden! Selamat satu dekade Bul! :D

Senang sekali rasanya bisa diterima di tempat yang memberi banyak hal dal masa-masa kuliah saya ini. Agak gombal, tapi benarlah, Bulaksumur akan menjadi kenangan super spesial dalam perjalanan hidup saya. Dan semoga saya juga memiliki tempat spesial dalam perjalanan Bul yang masih sangat panjang. Amin. Amin.


Sedikit lirik modifikasi, maaf maaf yang sebesar-besarnya untuk band Shaggydog yang "Di Sayidan"-nya kami utak-atik.

Oh coba kawan kau dengar ku punya cerita
Tempat biasa ku berbagi rasa
Suka, duka,  tinggi bersama
Di gang gelap samping kantor SKKK

Mari, sini, berkumpul kawan (ouooo)
Nulis, cetak, lipat sambil tertawa (haha)

Bila kau datang dari selatan
Langsung saja menuju ke bundaran
Belok kanan sebelum lewat maskam
Teman-teman menunggu di B-21

# B-21, Bulaksumur, tempat cari ilmu dan cari kawan
   B-21, Bulaksumur, kalau beruntung dapat pacar

Jangan kau takut akan kelaparan
Ada mbak jajan yang selalu standby
Nutrisari, es teh atau gorengan
Selalu ada temani kita berkarya

Mari, sini, berkumpul kawan (ouooo)
Nulis, cetak, lipat sambil tertawa (haha)

## B-21, Bulaksumur, tempat cari ilmu dan cari kawan
     B-21, Bulaksumur, kalau beruntung dapat pacar

### Bulaksumur, Bulaksumur, ayo ayo kita terbit berwarna
      Bulaksumur, Bulaksumur, makin tua makin hancur, ups...
      Makin tua makin makmur...


Lagu persembahan ini kami tampilkan berenamSaya, Sinta, Beryl, Tio, Susan, dan Alfi persembahkan di malam ulang tahun internal SKM UGM Bulaksumur di B-19. Penampilan yang berantakan dan kurang persiapan, haha

Salam Bul!