Thursday, December 24, 2009

Multiply Award 2009 for Communication UGM

Multiply bukan situs biasa bagi kami, beberapa orang yang biasanya menyalurkan rasa gemas, keluh kesah, bahkan “temuan” terbarunya dalam account mereka di sini. Meskipun kini eksistensi Multiply berkurang dikarenakan penggunanya sudah bisa menemukan pelabuhan lain untuk berekspresi. Entah itu blogspot, notes di facebook, twitter, plurk, dan sebagainya. Berbeda dengan situasi di awal 2009 lalu saat Multiply kembali digandrungi, di akhir 2009 ini makin banyak saja jajaran account yang layak masuk Kafan Award.
Saya jadi ingat sebuah paragraf menarik tentang Multiply yang saya kutip dari nominasi Multiply Award 2008 lalu (http://fakhritaksendiri.multiply.com/journal/item/51):

“Tak terasa 2008 tinggal dalam hitungan hari saja. Tentunya banyak fenomena-fenomena menarik yang layak untuk ditelisik. Salah satunya adalah bagaimana multiply, sebuah perpaduan antara blog dengan jejaring sosial. Multiply memungkinkan setiap orang untuk saling berbagi ide, cerita, keluh kesah atau apapun itu kepada orang lain, yang pada gilirannya akan menciptakan sebuah hubungan sosial (meski dalam dunia virtual) yang dekat dan hangat. Sebuah konsep yang tidak mungkin ditemui dalam situs seperti wordpress, blogger, friendster, atau bahkan facebook sekalipun.”

Adalah Ardi Wilda Irawan atau Awe (Komunikasi 2006, http://ardiwilda.multiply.com) salah seorang perintis kebiasaan menulis di Multiply yang masih tersisa. Berkeras bahwa tradisi memberi penghargaan terhadap setahun kiprah mahasiswa di Multiply,  Awe lah yang merongrong agar nominasi ini segera dirilis. Melalui percakapan online saya dan Awe, dimana Awe sangat dominan menentukan nominasi dan sedikit saran dari saya, ahem, kami berhasil merumuskan lembar ini. 

Jika tahun lalu MP Awards dijurikan oleh duet Ardi Wilda Irawan dan Rocky Ismail (mantan ketua Komako), tahun ini kami memperoleh kesempatan untuk langsung  dijurikan oleh Wisnu Martha Adiputra atau akrab disapa Mas Wisnu, Dosen Komunikasi UGM yang juga penggiat Multiply (http://duniakreatif.multiply.com/). Mungkin butuh waktu bagi kita untuk mengetahui para juara sesungguhnya, namun untuk nominasinya (tanpa banyak cingcong lagi) sudah bisa kita saksikan sekarang. Berikut nominasi Multiply Awards 2009.

Best Account
Merupakan sebuah penghargaan yang diberikan kepada individu dengan account multiply terbaik. Dilihat dari kreativitas individu yang tertuang dalam tiap karyanya, sekaligus bagaimana karyanya mempengaruhi lingkungan sekitarnya

1.      Adrian Jonathan Pasaribu (http://ajpasaribu.multiply.com/): kembali masuk nominasi tahun ini, meskipun dia sendiri sudah memutuskan untuk meninggalkan Multiply selamanya dan beralih ke blogspot. Sebuah keputusan yang sangat kami hormati, namun karya-karya dan konsistensinya selama berkiprah di Multiply masih terekam jelas. Berbobot dan bermutu. Cukup untuk menggambarkan keseluruhan account cah film sampai mati ini.

2.      Baiq Nadia Yunarthi (http://nadiadudul.multiply.com/): alias saya sendiri (agak tidak tahu diri). Entah kenapa Awe memasukkan saya yang baru aktif lagi (sebelumnya MP saya seperti soto bening-tidak ada apa-apanya) di Multiply Januari 2008 lalu. Kalau kata Awe, “Nek koe karena menularkan virus cheesy, kabeh uwong dadi cheesy, berarti kamu berhasil,” begitu. Oke, saya sih malah senang-senang saja.

3.      Fakhri Zakaria (http://fakhritaksendiri.multiply.com/): individu yang tegas bersikap, mencoba mengembalikan semua pada esensi awal (mengutip nominasi tahun lalu juga, hehe). Beruntungnya kita, tahun ini kita dapat menikmati tulisan-tulisan Mas Jaki tentang musik yang makin konsisten, rapi, dan tetap ciamik.

Best Posting
Merupakan posting yang dianggap berbeda, renyah dan dapat mempengaruhi orang-orang di sekitar penulis.

1.      “Selamat Tinggal” oleh Adrian Jonathan Pasaribu (http://ajpasaribu.multiply.com/journal/item/50/selamat_tinggal): sebuah tulisan yang menyadarkan kita bahwa membuat blog itu sebenarnya bukan perkara main-main.

2.      “Separuh Jiwaku Pergi“ oleh Ahmad Faisal Amri (http://iimblora.multiply.com/journal/item/8/Separuh_Jiwaku_Pergi): Ketua Komako 2009-2010 ini saat itu membuat tulisan dari hati, benar-benar keluar dari hati. Bagaimana Iim menyikapi musibah yang baru-baru ini menimpanya dengan tulisan pendek dengan judul yang kebetulan sedang hip saat ini.

3.      “SDT Gadjah Mada“ oleh Dian Pawestri (http://jakartaberisik.multiply.com/journal/item/32/SDT_Gadjah_Mada): beberapa orang (termasuk saya, Awe, Mas Jaki, dan Dwi pastinya) selalu mengidolakan merindukan tulisan Depe yang kritis-nyelekit, menusuk, populis dan mantap seperti ini. Depe you rawk!

Best Comment
Comment merupakan sebuah bentuk timbal balik yang nyata, yang pada gilirannya menciptakan sebuah interaksi meski hanya pada dunia maya. Kategori ini ditujukan bagi comment-comment yang mempunyai nilai keunikan tersendiri. Entah itu merupakan sebuah masukan berharga atau bahkan yang jenaka.

1.       Baiq Nadia Yunarthi dalam posting Ardi Wilda Irawan berjudul “Meja Makan” (http://ardiwilda.multiply.com/journal/item/85/Meja_Makan): “... intinya, kami masih menggunakan tivi sebagai lauk tambahan,“ karena hanya saat itu satu-satunya Nadia atau saya terlihat bermutu, namun tetap cheesy, kata Awe.

2.      Dwi Kurniawan dalam posting Dian Pawestri berjudul “Junk“ (http://jakartaberisik.multiply.com/journal/item/42): “yeaahh!!! depe i luv u!! bebeh...“ sangat kontroversial, sangat Dwi, dan membuat Depe seakan lebih baik mati saja.

3.      (kembali) Dwi Kurniawan dalam posting Baiq Nadia Yunarthi berjudul “Saya Suka Lukisan Yoshitomo Nara. Sukaaaaaaaaaa Sekali! “ (http://nadiadudul.multiply.com/journal/item/40): “adakah yang bisa melukis kisah hidupku?“ komentar sangat jujur dan membuat terharu khalayak.
Best Quick Notes
Kategori baru untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman "catatan pendek". Ditujukan untuk Quick Notes yang dianggap berkualitas, mewakili jati diri, serta jenaka.



3.       Saila Muti Rezcan (http://sailachan23.multiply.com/notes/item/6): “I never hate the sky.” catatan yang sangat dalam, menggambarkan siapa itu Saila. Ditambah lagi komen Aldi di bawahnya, yang kata Awe bikin gosip.


Soto Award
Ditujukan bagi account-account Multiply yang mengenaskan, sepi bagaikan semangkuk soto bening. Hidup segan mati pun ogah, pernah berjaya namun kini semakin terbengkalai. Namun ada sisi unik yang menghiasi account mereka masing-masing.

1.      Dian Pawestri (http://jakartaberisik.multiply.com/): meskipun baru-baru ini Depe memposting tulisan pendeknya, tetap saja Awe berkeras bahwa Multiply Depe yang sekarang sudah bukan seperti yang dulu lagi.

2.      Muhammad Zulfi Ifani (http://zulfigitu.multiply.com/): account yang bertema politik dan Muhammadiyah ini sempat mengalami masa kejayaan di awal tahun 2009. Namun kini Zulfi sepertinya agak melupakan Multiply.

3.      Sumayya Basir (http://begitujadibegini.multiply.com/): Cucum yang mengaku adalah pecinta segala hal berbau alay ini biasanya rajin mem-posting sesuatu yang absurd dan aneh POL. Namun kini dimana kau Cucum?

Kafan Award
Kategori baru yang hampir mirip soto award, hanya saja mp dalam kategori ini dipastikan tidak punya harapan hidup lagi! Entah karena sudah benar-benar jenuh, kehilangan password, atau keranjingan situs lain dan tidak mau kembali lagi. Namun tetap ada sisi unik yang membuat meskipun sudah dikafankan, account mereka tetap layak dikenang.

1.      Mayda Putri (http://maydaputri.multiply.com/): tahun lalu sempat masuk jajaran soto award karena lebih cocok menjadi situs iklan (penuh dengan orang yang numpang ngiklan) namun setelah benar-benar tidak ada perkembangan di tahun ini, account ini resmi mati.

2.      Perwiro Haryo Mukti (http://haryopradahkepaladua.multiply.com/): Pradah adalah simbol dari soto award tahun lalu, berangkat dari konsep yang sebenarnya brilian, berakhir dengan kehilangan password yang tidak diperjuangkan lagi. Account ini resmi dikafankan.

3.      Syafiatudina (http://dinasaurus.multiply.com/): Camen punya konsep unik tentang account-nya, absurd namun berkarakter. Sayangya kini account-nya sudah benar-benar sepi dan tak tersentuh lagi.

Best New Comer
Ditujukan bagi para pendatang baru Multiply yang berhasil menunjukkan konsisensinya dalam berkarya, baik secara kuantitas maupun kualitas.

1.      Dila Maretihaq Sari (http://diladol.multiply.com/): mengusung aliran dirinya yang sangat mainstream (katanya), Dildol tampil konsisten, mulai dari review tempat bersantap yang mantap  hingga cerita-cerita ringan dan jenakanya.

2.       Irham Nur Anshari (http://averyshortstory.multiply.com/): sebenarnya Irham sudah punya Multiply yang telah resmi dikafankan sebelumnya (http://rikirham.multiply.com/) namun kini dia hadir dengan konsep yang lebih matang: cerpen. Lahir kembali menjadi sangat menarik dan konsisten.

3.      Kemas Muhammad Nur Zahnanda (http://simarmos.multiply.com/): tertarik pada Multiply karena mendengar popularitas komunitas Multiply yang tersohor, Kemas pun mengemas account-nya dengan tulisan yang menunjukkan bahwa dia adalah cah marmos. Setidaknya dia telah berusaha, meskipun belakangan ini account-nya hampir menjadi soto.

Salam Nominasi!

*Curcol: Saya sempat mengusulkan kategori tambahan namun ditolak mentah-mentah oleh Awe karena katanya sudah terlalu banyak, nanti malah jadi wagu. Saya pun sempat mengusulkan dia sebagai salah satu nominasi Best Account namun ditolak mentah-mentah. Saya pun kembali mengusulkan bahwa nominasi jangan hanya 3 saja, namun kembali dipatahkan dengan alasan konsistensi (mungkin). Oke, oke, akhirnya saya pasrah. Tapi tetap saja saya berterima kasih sedalam-dalamnya kepada Awe yang telah berjuang untuk membantu hadirnya nominasi ini. Bungkus!

Monday, December 21, 2009

Dua Ucapan di 22


SATU. Hari ini tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu. Tentunya saya tidak mau kalah (em, dengan Irham dan Dildol? haha) memberikan ungkapan kasih sayang kepada wanita paling super di keluarga saya ini. Mama saya orang yang paling penuh dukungan, sampai saya sering bingung dan bertanya: apa mama saya tahu kelakuannya anaknya yang kebenarnya? hihihi... Beliau pula yang menjerumuskan saya dengan sikap a la supporting actress-nya, dia mengijinkan saya menjabat Pemimpin Umum di masa saya seharusnya fokus ke skripsi. Mama please...
Yang jelas, apapun hal menyebalkan yang muncul dari sosok kepala keluarga di rumah saya ini, saya pasti akan menerimanya. Selain mau bagaimana lagi, saya juga sangat sayang padanya apa adanya seperti dia selalu menyanyangi apa adanya saya.



KEDUA. Sebenarnya ucapan ini paling pas diucapkan di tanggal 23 Desember mendatang. Namun demi kepentingan 'kesesuaian judul' saya sampaikan sekalian di lembar ini. Besok adalah hari lahir adik ke-dua saya, Lalu Zulfikar Muslim atau Upi. Mantan si bungsu dan satu-satunya laki-laki dalam lingkaran saudara sekandung saya. Makhluk paling sensitif di antara kedua kakak dan seorang adik perempuannya. Pemuda tanggung yang selalu diam jika dianiaya dan melampiaskan semua kekesalannya hanya di rumah.
Ibu saya sering mengkhawatirkan keadaan bocah 15 tahun ini. Jangan tanya saya, saya juga amat khawatir! Ya, saya kakak perempuan yang protektif dengan adik laki-lakinya. Dan saya hanya ingin dia berkembang seperti anak lain seusianya. Selamat Ulang Tahun, Upi! Be brave, be strong, be happy :))

Salam 22!

Sunday, December 13, 2009

Ketergantungan

Saya terbiasa dengan sesuatu yang menyenangkan, yang saya senangi tepatnya. Sangat sulit untuk bisa lepas dari sesuatu yang menyenangkan itu. Padahal sebenarnya saya tahu, di sisi lain ada kehidupan lain yang harus dihadapi.

Misalnya ketika saya yang sering terbiasa mandiri dan sendiri mendadak merubah menjadi orang yang benci sendirian. Saya yang biasanya tenang-tenang saja jika makan malam seorang diri, kini jadi selalu merindukan keramaian. Sekedar teman bicara. Rekan untuk dihina. Dan sesoeorang untuk diajak tertawa.

Ketika mereka, dia, dan lainnya pergi, rasanya aneh. Memaksakan diri kembali ke mode: sendirian, dan sangat tidak enak. Oh kembalilah kalian, kamu dan yang lain. Saya yang sekarang suka keramaian. Suka dan kini dalam taraf ketergantungan. Kesal tapi akan sangat menyesal ketika melewatkannya.

Saya pernah sangat senang melewati waktu awal kuliah bersama Yur dan Indi.

Melewatkan saat penuh kesenangan bersama Pipit, Endah, dan Roby.

Menikmati hari-hari menyenangkan dengan orang-orang yang sangat dekat seperti Pipit, Beryl, Dimas, Chez, Udin, Juned, Remo dan manusia Bulaksumur yang lain.

Membicarakan organisasi dengan 5 orang hebat di Bulaksumur lagi.

Berkeliling tak tentu arah bersama Alfi, dan dikuntit Anji beserta si Moli.

Makan di Raso Minang untuk pertama kalinya dengan Ajepe dan Asep, membicarakan hal-hal yang absurd tapi sangat menarik.

Dan bersama Awe dan Mas Jaki menjelajahi Perumahan Dosen UGM, yang parahnya sampai pada aksi me-mreteli pohon rambutan orang.

Semuanya membuat saya ketergantungan, entah apa lagi yang akan bertambah. Sampai saat ini saya memang belum rela untuk sendiri lagi. Hehe.

Salam Ketergantungan!

Sunday, December 6, 2009

Bosan, Pameran, dan Ingatan tentang Kursi Teman-teman

Jumat (4/12) lalu, saya dan teman saya Pipit sedang sangat suntuk dengan kegiatan masing-masing. Timbullah inisiatif hedonis dari saya, “Ayo kita jalan!” Jadilah kami kemudian berada sebuah pusat perbelanjaan, oke Ambarukmo Plaza.

Kami tidak berencana nonton, tapi hanya menilik keadaan 21 dengan muka berkerut, tidak ada film yang menarik. Tenang, saja saya tidak akan menceritakan pengalaman memuakkan dua gadis aneh berjalan-jalan di mall. Yang membuat saya terkesan dalam perjalanan itu adalah pameran desain interior oleh mahasiswa, dosen, dan alumni ISI Yogyakarta. Mungkin pameran di plasa ini adalah bagian dari Pameran Besar Seni Visual Indonesia “Exposigns” di Jogja Expo Center tahun ini. Sayangnya, tidak sempat saya datangi.

Pada pameran kecil ini, hanya dtampilkan karya-karya desain interior, normalnya ada ragam kursi, perencanaan dan perancangan interior, maket fantasi, dan penyekat ruangan yang lucu sekali! Sangat mengingatkan saya pada teman-teman saya di ISI Denpasar. Semester 6 lalu, Yogi, Bella dan Atik juga membuat tugas “kursi” mereka. Dan saya lihat hasilnya via foto di Facebook. Karya mereka cute dan berkarakter.

Ini karya Yogi, teman saya sejak SMP, “Happy Sushi Seat” seperti namanya sofa bermodel sushi. Katanya karya yang menguras kantongnya ini dapat A. Selamat ya Ogik!
 

Ini karya Atik, “Soccer Sofa”
 
 
Dan ini karya Bella Sanisca Pande (terima kasih untuk foto-fotonya, Bell),si gadis pecandu daun semanggi atau clove. Judulnya "The Portable Clover Chair" tentu saja.
 
 
Semuanya kelihatan nyaman dan saya jadi sangat ingin membuat “kursi” a la saya juga. Pasti sulit sih. Hahahaha!  Kursi, kursi, lucu sekali kenapa saya jadi ingin mendesain kursi. Mungkin kelak kalau saya sudah punya rumah sendiri yang super cantik ya...


Salam Kursi!