Tuesday, October 27, 2009

Arti Kucing Buat Saya

Pertama-tama, selamat hari blogger nasional :))
Sadar juga saya paling malas namanya posting tulisan secara teratur, jadi ya mumpung ada tulisan yang menginspirasi (baca: tulisan diani "arti seorang aldi di mata saya") langsung saja saya kirim saja ke sini. Kali ini tentang makhluk ciptaan Tuhan juga, Kucing.


Kucing ya, konon binatang kesayangan Nabi Muhammad ini banyak sekali kita temukan menghiasi jalanan, rumah-rumah, kamar-kamar, laboratorium kosmetik, sampai kebun binatang (itu sih harimau, cing!). Tapi entah ya, binatang ini tidak menarik sama sekali untuk saya. Benar lho, saya tidak simpati sama sekali, mau angora, persia, kucing kampung, sama saja, KUCING.

Padahal, kata Mama saya, waktu kecil saya koleksi kucing hidup dan saya tidak takut menyayangi mereka. Hingga pada suatu waktu para kucing peliharaan saya (dan adik saya Icha) itu mati satu persatu dengan tidk elegan. Ada yang mati kecebur di bak mandi, mati di belakang pot bunga dan disemutin, mati kabur dan ketabrak dan entah apalagi cerita Mama saya waktu itu. Hmm... mungkin dulu saya trauma kucing karena semua peristiwa horor yang menimpa mendiang kucing-kucing kampung itu.

Sewaktu beranjak remaja, saya makin menunjukkan ketidaksimpatian terhadap makhluk yang era Cleopatra dipuja-puja bak dewa itu. Melihat, menyentuh, membayangkannya saja membuat saya bergidik. Beruntung, adik-adik saya saya didik untuk tidak simpati pula dengan makhluk pemakan segala itu. Bagus lah jadi di rumah tidak pernah terlontar ide konyol untuk mengadopsi kucing. Saya ingat ketika Fira (6 tahun, adik saya yang bungsu) berumur satu tahun, saya memasukkannya ke dalam keranjang yang berisi kelinci, voila! Dia pun menangis dan menjadi sangat trauma dengan sensasi geli, hangat dan aneh si kelinci, sama seperti kucing.
Setiap orang yang mengetahui betapa takutnya (sebenarnya sih bukan takut, hanya saja  tidak simpati) saya dengan para kucing menganggap saya berlebihan. Hey kalian, padahal kalau takut sama kumbang itu juga berlebihan tau! Sialan. Saya pun terkadang harus terjebak dalam situasi “diancam” akan dilempari kucing. Seringkali. Teman-teman sekamar saya saat KKN bahkan pernah nekad akan memasukkan kucing dan menaruhnya di samping wajah saya saat saya akan tidur. Alhamdulillah niat jahat itu NGGAK pernah sekalipun terlaksana. Allah Maha Penyayang. Mukjizat, ternyata setelah KKN ada tiga ekor kucing beruntung yang saya hormati selama saya KKN kemarin. Mereka para kucing Pak Lurah Drono: Jenkins, Michelle, dan Harrison (nama mereka diberikan teman saya si bung Rangga Aditya Dachlan). Yah, saya pun jadi agak menyukai mereka karena terbiasa selama sebulan lebih terus bersama mereka. Kucing lainnya? 

Tetap saja memuakkan.

Terakhir kali, saya (bukan sengaja, sungguh!) menginjak kucing ekor pendek yang biasa mangkal di Bulaksumur B21. Di suatu malam karena kucing itu tiduran di bawah motor saya, dan esok siangnya karena kucing itu tidur di samping kaki saya, kucing itu langsung berontak dan berusaha mencakar, wajar sih, yang saya injak perutnya. Tapi hal tersebut murni kecelakaan kok. Setelah itu si kucing tidak pernah memandang saya lagi.

Padahal kata teman dan orang-orang: para pecinta kucing, para penyayang binatang, apalagi kucing cenderung memiliki perasaan yang halus dan orangnya baik hati! Dan sebaliknya para pembencinya. Oke teman, saya tidak tahu kalau kebaikan hati seseorang ternyata bisa diukur dari eksis tidaknya dia di dunia perkucingan. Terserah lah. Saya toh ternyata masih belum bisa simpati juga.

Salam TidakSukaKucing!




Miss Communication

http://misscommunicationaffair.wordpress.com
Wah, saya keduluan, baru saja ada seorang teman (yang menolak disebutkan identitasnya) memberi tahu saya dia baru saja membuat website ini.

Wah wah lagi, dan situs ini bukan situs gosip yang saya bayangkan melainkan situs gosip yang lebih cerdas YA TUHAN! Isinya aja bahasa Inggris. Pembuatnya pasti punya banyak waktu luang dan terobsesi Gossip Girl (seperti saya tidak saja) Hehe. Maaf teman...

Dan saya sungguh ragu, bisa tidak ya saya jadi kontributornya? gosip bikinan saya kan sangat cadas tapi parah, cuma cocok buat konsumsi khalayak marmos saja hahahahaha.

Oke, langsung coba dikunjungi saja. Entah apa lagi aksi si pembuatnya ini. Well, saya pun jadi menunggu.

*SUMPAH itu bukan buatan saya ya! bahasanya bukan saya juga..

kenapa saya nggak bisa posting tulisan saya? "Javascript/CSS not allowed" What Tje Fuk! Saya nggak ngerti huhuuuu

Sunday, October 11, 2009

The Oncils dan Woodstock

Inilah akibatnya iseng-iseng menulis di hari Minggu, hasilnya sebagian besar tulisan ini adalah NGACO belaka! Hahahaha

Oh ya, saya baru saja membaca feature tentang World Music Events dan salah satu event yang dibahas ada Woodstock Festival! Saya langsung teringat dengan memori tentang sebuah grup band yang hampir manggung di event yang pertama kali diadakan di tahun 1969 ini, yaitu The Oncils, band  alternatif, edukatif, solutif, religius dan serius. Mungkin kalian sudah bisa menebak bahwa The Oncils, band yang besar karena postingan lirik, gosip dan sensasi di dunia maya ini akan batal manggung. Kendala visa yang pada awalnya menghalangi memang bisa teratasi, namun malah berganti dengan kesadaran manajemen Oncils sendiri yang dengan berat hati membatalkan tour bus-nya (merk: Safari Dharma Raya) menuju venue Woodstock hanya karena isu flu babi.

Sungguh miris ketika band ini yang beranggotakan Anwar (gitar), Moses (vokal), dan Riki (bass) —tolong dikoreksi jika terdapat kekeliruan, batal manggung. Padahal penampilan mereka sungguh sudah sangat dipersiapkan khusus untuk event yang diselenggarakan di farm milik Max Yasgur ini. Mereka berlatih keras 3 kali seminggu di tengah kesibukan kuliah, skripsi, mengedit tulisan, dan KKN. Akhirnya dengan ikhlas The Oncils mau tak mau merelakan event besar di tahun 2009 ini.

Lupakan Woodstock, Oncils! Masih ada Glastonbury, Rock in Rio, Big Day Out, bahkan Coachella untuk sekadar manggung.

Sepengamatan saya, The Oncils tidak hanya bermimpi manggung di Woodstock semata, bulan Ramadhan tahun ini tadinya The Oncils siap merekam album religi mereka khusus untuk menyaingi band Wali yang sedang bersinar-terangnya itu. Sayang, hanya karena para dedengkotnya (masih) sibuk skripsi, kuliah dan ibadah, mereka akhirnya LUPA rekaman. Poor dear Oncils…

Namun sebagai band yang pantang menyerah, The Oncils akhirnya berencana bangkit dari kevakuman bermusik di November 2009 ini. Kulo Nuwun Party (KNP), music event terbesar di Komunikasi UGM ini merupakan pijakan untuk mereguk sukses. Tampil dengan kolaborasi bersama Yogi, The Oncils akan menggebrak panggung KNP dengan nama hibrida: The Oncils and Yogi!

Oke Oncils, 44 orang fans The Oncils yang terdaftar di Facebook telah bersiap mengisi front rows saat kalian tampil. Saatnya pembuktian!

Salam Additional Harpis Oncils!

*gambar diunduh dari Fan page The Oncils di Facebook

Thursday, October 8, 2009

Piknik Mata, Cari Inspirasi

Sebelumnya, selamat ulang tahun untuk sahabat saya Beryl Artesian Girsang yang hari ini berulang tahun. Selamat berkarya dengan backdrop Dies Natalis UGM itu Bung!

dan

...

Berburu inspirasi. Di sinilah awal mula yang tepat untuk saya bulan ini. Pokoknya, MIMS (label kalung bikinan saya) harus bangkit dari kevakumannya 3 bulan ini. Hmm oke dan saya yang memulai perburuan ini dari kalung-kalung para teman di lingkungan saya. Menarik.

Setelah itu, mulaillah saya mendadak glamour dengan browsing situs majalah luar negeri favorit saya: www.teenvogue.com (ah gaya ya saya hahahaha)
Disana saya menemukan beberapa gambar yang menarik, kalung-kalung tepatnya jewelry yang timeless. Pastinya mahal. Tapi namanya juga mencari inspirasi, saya cuma mengagumi deretan benda-benda lucu itu dengan pandangan 'terinspirasi'



Erikson Beamon Jewelry



dan


Anna Sheffield and Bing Bang Jewelry




Elizabeth and James necklace created for Breast Cancer Awareness month


Yap, sejauh ini favorit saya adalah kalung terakhir dari label milik Olsen Twins itu, karena selain sederhana, juga karena bentuk bandulnya adalah bulu! hehehe.

Dan. Perburuan hari ini diakhiri dengan melihat gelang dari The Docent yang menurut saya blink blink tapi metal! BIG WOW!

Maklumlah, akhir-akhir ini saya agak terobsesi dengan segala ke-metal-an dan dark look.


Okay, I'm done.
Salam dunia perkalungan!