Monday, July 27, 2009

Kenapa Ulang Tahun Saya Begitu Berkesan?

Baiq Nadia Yunarthi tepat berusia 21 tahun pada magrib ini. Entah mengapa ulang tahun ini yang paling berkesan selama hidup saya, sampai saat ini.
Mungkin karena...

1. 21 angka menuju ke-TUA-an. Hahahahahha! Bagi saya tetap sama saja. Saya paling tidak merenung, di usia segini, saya seharusnya tidak begini-begini saja. harus berubah lebih baik. Makanya ada pepatah hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, kan?

2. Hari ini pertama kalinya saya merayakan ulang tahun di luar rumah. Rumah di Mataram. Biasanya selama 20 tahun yang lalu, setiap pagi saya mendapat peluk-cium, kue, dan kado dari keluarga saya yang yahud itu. Sekarang, saya menyambut usia baru dengan menonton film Kawin Kontrak 2 (dipaksa dan iseng) dengan Hilda dan Enggar (rekan KKN tercinta). Keluarga saya cuma bisa menelepon, berdoa dan mengiming-imingi kado dari jauh. Aneh saja sih ulang tahun tanpa melihat langsung mereka. Rindu sekali...

3. Saya melewati hari dengan teman-teman KKN yang memboykot ucapan selamat ulang tahun pada saya karena tidak mau melihat wajah saya yang kegirangan. Hehehe. Biarlah...

4. Ulang tahun pertama dengan Facebook, karena tahun lalu saya baru menggunakan Facebook di bulan Agustus.  Buset! Ucapannya seperti jumlah beras Pak Lurah Drono (berlebihan sih), saya pun nggak mungkin membalas satu per satu. Ucapannya lucu-lucu, ada yang formal, biasa dan ada yang sangat sampah sekali. Hahaha!
Yang paling spesial adalah hadiah sebuah album foto online (via Facebook) dari Pythagora Yuliana (Pipit) sahabat saya. Ternyata, sejak bulan lalu mengumpulkan orang-orang yang saya sayangi. Mungkin dia hanya bisa mengumpulkan teman-teman di kampus dan di Bulaksumur. Sumpah, saya (yang amat sangat berlebihan ini) langsung nangis-nangis menelepon dia. Kok bisaa??? Saya juga sampai tidak sadar begitu. Ya Tuhan!
Ada Roby yang susah banget ditemuin sekarang, bahkan ada geng alay (Baca: Remo, beryl, Dimas, Vian dan Juned) yang berpose sangat gromang. Hehehe.

Kumpulan foto yang (jangan liat teknik mengeditnya) sangat niat! Terima Kasih Pipit sayang.

Ini dia Pipit, pelakunya yang meskipun super menyebalkan (sering) tapi lebih sering menyenangkan. Haha!

Monday, July 13, 2009

Top 9: Berita Seputar KKN Saya

Pertama, jangan protes karena saya sok ngartis. Biarin aja. Mumpung sekarang saya sudah merasa seperempat jalan KKN di Kota Klaten BERSINAR (Terik! Tapi kalau malam dingin minta ampun), Desa Drono, Dukuh Tempel dan Dongkelan. 

1. Sebelum KKN, saya dan teman-teman seperjuangan tentunya upacara KKn dulu. Dilepas. Pelepasan. Dijerumuskan. La La La! Okelah, itu sudah lewat. Beruntung Komunikasi 2006 masih bisa foto bersama untuk (tebakan saya) terakhir kalinya dalam formasi yang selengkap itu. Huah… Rindu.

2. KKN dengan barang seabrek-abrek yang diangkut dengan trek sampai rumah pak Lurah. Total tas bawaan saya, 4 tas. Belum termasuk kasur lipat, guling, bantal, selimut, dan satu tas super besar yang disarankan Pipit. Setelah itu puaslah saya ditertawakan DPL dan Pak Lurah.

3. Segera setelah menginap, saya langsung sembelit. Dengan alas an itu saya bias berkeliling sekitaran Klaten untuk berburu Activia, Yakult dan pencahar lainnya. Setelah itu hati dan perut saya kembali normal.

4. Saya bertambah berat 3 kilogram. Mengagumkan! Pantas saja, dengan pola makan teratur 3 kali sehari dengan lauk serba banyak. Tidur siang yang cukup, tidur malam yang selalu larut dan bangun pagi yang selalu telat, saya sukses menjadi GAJAH!

5. Saya menggunakan ijin libur Pemilu saya untuk berkumpul dengan sisa-sisa reruntuhan Geng Alay. Sedihnya kami sekarang sudah terpisah secara fisik.

6. Berbeda dengan unit-unit KKN lain (apa iya?) Unit 63 KKN masih tinggal serumah satu unit. Dua puluh dua orang menghuni satu rumah. Setiap hari bukan hanya sangat seru seru, tapi juga ramai, gaduh, dan penuh masalah. That’s life.

7. Unit saya sudah menyelenggrakan dua kali pesta kejutan ulang tahun untuk Droners yang berulang tahun, yang pertama Meju (10 Juli) dan baru saja Rechsa (13 Juli). Sebuah bentuk perhatian kecil dengan mencari took roti di tengah dinginnya malam kota Klaten. Selamat Ulang Tahun, Kawan!

8. Benci tapi mau bagaimana lagi, bahkan di tempat KKN yang baru pun. Teman-teman men-CAP saya sebagai tukang RAME, cerewet, ingin (seolah) DIBAKAR, dan mereka punya panggilan saya terhadap saya. Si Brengki. Oh teman-teman… makasi buat perhatian kalian, heos…


9. Acara pertama saya di KKN adalah membantu sub-unit 3 yang bukan sub-unit saya untuk membantu Posyandu di dukuh Modinan (12 Juli). Di sana saya bertemu dengan ibu-ibu yang (seperti biasa) terkejut mengetahui bahwa saya berasal dari Mataram. Hebring deh. Ada banyak bayi dan balita, hui hui, senang tapi ingin mencubit mereka. He… Seorang bayi menarik perhatian saya dengan pipi gemuk dan topi ubur-ubur birunya. Bayi itu ternyata masih mungil belia itu ternyata baru berusia 3 bulan saja. Sayang, saya lupa bertanya siapa namanya.

* berita KKn saya selanjutnya akan saya uptade jika sempat.


Klise: KKN ternyata gak seburuk itu, kecuali em, laporan.