Thursday, April 23, 2009

Musuh-musuh (alih-alih: misuh-misuh)

Sebelum menulis tulisan ini, saya sempat searching mengenai cinta segitiga. Haha! Sedang aneh saja, pikir saya. Tapi beberapa jam setelahnya saya malah tertarik dengan istilah yang disebutkan oleh Endah, teman saya tadi tentang public enemy. Yah, soal cinta segitiga saya tulis kapan-kapan saja lah.

Public enemy. Kalau bagi saya, orang yang disebut public enemy itu adalah orang yang sudah ketahuan busuk-busuknya, jelek-jeleknya, dan punya citra buruk di orang-orang di sekitarnya (publik di sini  saya tafsirkan sebagai sebagian orang). Pokoknya sudah jadi rahasia umum kalau dia itu menyebalkan. Biasanya citra buruk itu didapat dari track record-nya yang buruk karena suatu sebab musabab yang kadang susah didefinisikan. Parahnya, public enemy bahkan terkadang tidak tau kalo orang-orang di sekitarnya berpikiran seperti itu. Hmm…

Mislanya kalau kata Endah, teman saya tadi: ”Si ITU kan bisa aja pacaran sama semua orang. Tapi kenapa harus naksir sama si DOI. Semua juga tau kalau DOI itu public enemy!” Lah, apa si DOI separah itu? Setelah dipikir-pikir memang sih parah juga. Tapi siapa yang tau kalau si ITU itu telah menemukan hal-hal baik yang tertutupi selama ini.

Saya malah jadi berpikir, saya termasuk yang dikategorikan sebagai public enemy bukan sih? Kata beberapa (em, banyak sih) orang saya menyebalkan, berlebihan kadang-kadang, lenje, bahkan image sebagai tukang gosip malah sudah terlanjur melekat erat pada diri saya. Tapi saya bawa santai saja, setiap orang punya sekutu dan lawannya masing-masing, kan?

Atau sebenarnya masih ada kategori selain jutek, menyebalkan, pembual, munafik, doyan mabok, egois, tukang manfaatin orang, suka nusuk dari belakang, bla bla bla, gitu?
Hahaha! Lucu juga ketika mengingat saya sendiri juga sering membenci orang dengan alasan yang tidak jelas.

Well, menurut saya public enemy itu paling mantap kalau disematkan sama orang yang bermuka dua. Di depan manis, di belakang busuk. Tidak menutup kemungkinan, saya sering menjadi seperti itu. Tapi itu berbahaya banget, kita jadi sulit menentukan dia teman atau lawan.

Hidup akhir jaman emang gini nih (mengutip ungkapan Asep: mahasiswa akhir jaman), serba absurd. Tidak seperti cerita dongeng, garis musuh itu saklek. Garis teman juga jelas. Jadi ingat Tom and Jerry, Sylvester dan Tweety, Superman a.k.a Clark Kent dan Lex Luthor. Tapi lucunya, suatu saat musuh dan teman malah bisa berdamai, yah meskipun setelah itu mereka kembali jadi musuh.
Hmmm... how beautiful...


Sunday, April 5, 2009

My First Love


Rating:★★★★
Category:Music
Genre: Pop
Artist:Vierra
Betapa anehnya… tingkah lakunya…

Halahalah… lirik lagu Dengarkan Curhatku itu sempat membuat saya terlambat ke kuliah karena sempat-sempatnya terus mendengarkan. Serasa mendengarkan suara penyanyi orbitan Disney Channel dengan campuran The Click Five, sedikit Keane, plus masih dengan sedikit pengaruh Twilight Orchestra-nya Adie MS.

Sebenarnya sejak kemunculannya saya sudah gemas, ingin sekali mengulas album Vierra bertajuk My First Love yang judulnya sangat cheesy ini.

Vierra, band yang beraliran Pop Disney (tebakan saya sih) ini digawangi frontman sekelas Kevin Aprilio. Agak surprise juga Kevin kini menelurkan karya dengan image yang berbeda. Tidak lagi Kevin yang berada di belakang grand piano dan mengalunankan musik klasik.

Ada juga Raka Cyril yang dulunya gitaris band aliran Screamo Post Hardcore, Killing Me Inside, yang membawa sedikit sentuhan gahar pada project yang lebih terlihat ingin senang-senang ketimbang mencari duit ini.

Suara Widy yang imut (ada teman saya yang iseng bilang suaranya seperti kucing kejepit. Hyah…) juga cukup nge-blend ke dalam ramuan musiknya. Ngambang dan bikin melayang...
Ada juga Satrianda (drummer), mahasiswa fisip UI yang ikut mengaransemen lagu-lagu Vierra, and it works!

Musiknya yang enerjik, lucu, ringan, namun mudah sekali disukai ini membuat saya betah mendengar satu albumnya berulang-ulang. Keseluruhan liriknya masih bertema sangat mainstream: jatuh cinta, patah hati, dan bangkit dari patah hati. Tapi, lagu-lagu di album ini malah dengan nyamannya mengantar saya ke khayalan-khayalan aneh bukan hanya tentang cinta pertama, juga kisah hidup remaja tanggung yang masih mencari jati diri. Cih... Menarik juga sih.

Rekomendasi saya pastinya Dengarkan Curhatku yang lucu, Perih, Manusia. Musik bagus bisa yang Terbang dan No! Menunjukkan bahwa selain punya gaya rambut ala japanesse style (hubungannya apa?), mereka juga jago.

Let’s sing along!
Dengarkan curhatku.. .Tentang dirinya...