Sunday, May 10, 2009

Kisah-kisah Kejutan

Wah wah wah! Di bulan ini banyak sekali teman-teman saya yang berulang tahun.
Hmmm... kalau dipikir-pikir mungkin bulan ini sangat strategis sebagai bulan ulang tahun. Hahahahahaha! Sebenarnya tidak juga sih, itu kan cuma fatwa saya saja...

Saya memang (bukan sombong tapi jumawa) punya teman berlebih dan Mei ini sederet teman-teman saya muncul terus menerus dalam upcoming birthday list di Facebook saya. 

Mulai dari Awe, Imel, Bang Idrus, Pipit, Endah, Momo, Diani, Aryanti, Restu, dan banyak lagi.

Bukan lantaran saya termasuk orang yang terlalu perhatian atau apa, tapi rasanya sangat menyenangkan ketika saya bisa menyenangkan teman di hari ulang tahunnya. Makanya, meskipun hanya sebentar, saya enggan sekali melewatkan ritual memberi selamat ulang tahun ke semua teman saya. Sekarang bisa lebih mudah lagi lewat Facebook (ngiklan ye?)

Tetapi ada treatment yang berbeda untuk beberapa orang teman saya.

1. Ulang tahun Fitria Anggraeni (Pipit) pada 6 Mei lalu. Surprise yang biasa, sopan, rapi dan hikmad. HAnya ada snow white cake, teh buah ultra dan kado berupa buku yang dirahasiakan judulnya.
Sebagian geng alay-bulgos (Vian, beryl, dan Dimas) termasuk saya menyambangi kos Pipit jam 12 lewat 30. Weh... kami sengaja memberikan kesempatan bagi para pengucap via telepon untuk memuaskan hasrat mereka dengan Pipit. Alah alah... Kejutan yang mungkin sudah diprediksi sebelumnya...
Beruntung Pipit masih mau bangun dan beranjak menemui kami di luar (padahal paginya dia langsung pulang ke Jakarta). Colak colek khas anak alay pun dimulai. Bukan hanya Pipit korbannya, saya pun tidak luput dijadikan tumbal lagi-laki berbadan tambun. Dibekap dan dimasker dengan krim lengket pun sudah tak terhindarkan.
Beruntung keriuhan tengah malam itu dihentikan oleh si Bapak Kosan Pipit yang mendadak keluar dan melotot. Ahem...
Bersyukur sih, bukan Listy (teman satu kos Pipit) yang keluar dan melotot. Bisa beda ceritanya... Hahahahahahahahha!
Bla bla bla. Dan Pipit pun melepas geng alay dengan haru...
2. Kali ini ulang tahun sahabat saya, Endah Indrawati, pada 8 Mei lalu. Kalau tadi Pipit pulang ke Jakarta pada hari ulang tahunnya, Endah malah sudah pulang ke Jakarta sehari sebelum ulang tahunnya. Jadi, jangankan merancang surprise, si empunya gawe malah sedang menikmati kehidupan  nyaman dalam lindungan keluarga di sana.
Untunglah, another Pipit (Pythagora) menyiapkan rencana cadangan, yaitu mengumpulkan sisa geng makan (geng apalagi ini naddd???) alias saya, Pipit, dan Roby yang sudah terpencar karena kesibukan masing-masing. ceileileee.... 
Kami memutuskan berfoto di halaman depan gedung rektorat UGM, tempat favorit Endah di UGM (katanya di sana romantis). 
Karena saya sibuk sampai sore (sok sibuk), Pipit yang notabene sangat buruk dalam hal prakarya  lah yang kebagian tugas mencari Roby sampai ketemu dan membuat sejenis papan ucapan selamat ulang tahun untuk Endah.
Ugh... seperti yang dikhawatirkan, kekacauan selalu ada. Pemotretan  yang aslinya dijadwalkan jam 5 sore malah molor sampai Magrib. Cahaya seadanya dari lampu bulat di dekat payung-payung rektorat dan kertas amburadul khas Pipit menjadi properti foto kami.
Bayu, pacar Pipit, yang menjadi tukang jepret malam itu sempat menyerah karena tidak kunjung menemukan gambar yang bisa membuat Endah terharu. Baguslah selain berfoto, kamu juga sempat merekam video harapan kami untuk teman kami yang paling galak itu.

Bungkus! Sesi foto selesai, sekarang tinggal tugas Pipit dan Bayu yang memastikan Endah menerima foto-foto dan video tersebut melalui Facebook.
Voila! Paginya Endah terharu... Hehe.
3. Ulang tahun Remo Adhi Pradana (Momo) tepat pada hari ini.
Di suatu sore, Momo yang sedang berada di salon untuk creambath (becanda, Mo...), kami  paksa untuk nge-Bul (istilah umum untuk main ke Bulaksumur Pos). Sebelumnya entah kenapa terlintas di benak saya untuk memberikan sesuatu yang manis untuk Momo. Kepribadian metal ala Momo menginspirasi saya untuk memberinya kue tart mini berbentuk kelinci, yang diklaim semua orang sebagai tikus, sial!
Momo yang menerima kue saat malam traktiran tadi, jelas terlihat heran. Hehe. Paling tidak dia bilang: "Makasi ya..."

Huaahahahahahahahh! Maaf Momo! bukan bermaksud meragukan ke-metal-anmu!
Momo dengan gontai membawa pulang kue kelinci itu...
Ohhh...
Oke, oke. Cukup cerita saya hari ini.
Sesungguhnya saya menganggap kalau memberi perhatian dan kejutan kecil itu memang menyenangkan. Paling tidak untuk orang-orang yang memberikannya. Sensasinya beda...
Mungkin tidak semua orang suka kejutan, tapi saya percaya setiap orang suka diberi perhatian di hari pentingnya.
So, happy birthday my people!

12 comments:

  1. HA HA HA HA, nanti jadi cerita pengalaman mistis yaa nad? eh bener kan tapi si pipit2 ini ngekos di griya fatima yang bareng popo kinong acha? :D :D :D

    ReplyDelete
  2. aheeemmm, yaaa macam selebritis aja si roby di quote ini, padahal siiiihhh :D :D

    ReplyDelete
  3. benar! si pipit kamarnya pas di atas ruang tamu.

    iya iya. takutnya kalo ntar listy kebangun trus dia ngamuk2 keluar barongnya! ahahhahahahah!

    ReplyDelete
  4. Ya Tuhan! khilaf saya...

    padahal sudah berkomitmen berteman secara khafah...

    maaf bang...

    ReplyDelete
  5. Makin banyak yang ultah makin baik. Karena nanti makin irit pengeluaran kita. (a.k.a. ditraktir). :D

    ReplyDelete
  6. gapapa nad
    berteman secara kaffah itu tidak bisa diukur dari inget ato engganya sama ultah seseorang
    he he...

    ReplyDelete
  7. bang idrus nraktir kamu ga fi?

    ReplyDelete
  8. Lah ultah kamu sendiri kpn nad?traktir duonk

    ReplyDelete
  9. Lah ultah kamu sendiri kpn nad?traktir duonk

    ReplyDelete
  10. em, apa gak sebaliknya?
    hahahhahahaha!
    untuk endah, dia memang sudah membuktikan bahwa kami benar-benar terpuaskan.
    huehhhhheee..........

    ReplyDelete
  11. pas kkn le...
    kasian deh aku...
    *padahal alhamdulillah banget...*

    ReplyDelete