Monday, May 18, 2009

Banyak Teman (untuk bocor)

*Pembaca diharapkan tidak untuk mengerti benar-benar, sebab isi di dalam tulisan ini hanya bisa dimengerti oleh saya, mungkin Ajepe dan Pipit (karena saya sempat cerita pada mereka), dan tentunya Tuhan.*

Yap, saya bisa sombong. Saya punya banyak teman! Percaya nggak percaya. Setidaknya orang melihat begitu. Padahal kan kalau satu SMA tapi tidak pernah menyapa pun saya sebut dia teman. Haha! Stupid.
Gini ya, merasa punya banyak teman dekat, justru sering membuat saya bingung. Banyak teman, banyak bantuan, banyak solusi, sekaligus banyak masalah.

Misalnya gini, dari dulu saya sering jadi tong sampah warna pink untuk teman-teman saya. Anak manis tempat curhat yang keep. Aman lah kira-kira begitu pikir mereka.

Padahal ngerti nggak sih mereka kalau rahasia mereka saya simpan bersamaan dengan rahasia rival mereka. alhasil, saya yang pusing, dengar dua versi, harus percaya yang mana, bingung. Ukh...

Belakangan ini saya didera masalah klise dalam lingkaran persahabatan saya.

Oke, singkatnya begini. Saya punya sekumpulan teman, di dalamnya tumbuh cinta, tapi di dalamnya bukan hanya satu cinta, melainkan terdapat banyak cinta yang saling tumpang tindih. Istilahnya cinta segi-ribet blah blah blah. Ada sepasang yang bahagia, tapi sepasang lagi malah bermuram durja. Gemas melihatnya tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya pasang muka masam sendiri.

Dengan pedenya, saya mengklaim cuma saya yang tau kenyataan sebenarnya. Sampai saat ini sih begitu. Masih merasa begitu. kecuali ada pihak yang cukup jeli untuk menyadari. Ehehe...

Untungnya, ketika ada masalah dalam lingkaran pertemanan yang ini, ada teman lain yang bisa diajak berdiskusi. Oke, bukan diskusi, curhat. Saya malah sempat curhat pada sahabat saya sejak SMP, Yogi yang sedang kuliah di desain Interior di ISI Denpasar sana. Bela-belain meneponnya setiap jam 12 malam hanya untuk curhat gratis (kan pake XL... apa sih nad...). Membantu sih, sebagai pihak yang cuma bisa mendengar deskripsi masalah dari saya saja, dia cukup objektif dan membantu. Mendengar suaranya, membuat saya jadi ingin ke Bali saja...

Bagus.
Berikutnya Pipit, bisa dibilang sahabat saya, jauh di mata dekat di hati. Jarangnya intensitas pertemuan kami sekarang tidak menyurutkan sensitivitas kami satu sama lain. Saya masih tau ketika dia berantem dengan pacarnya. Dia juga tau saya sedang suka sama siapa dan bagaimana. Well... dia teman curhat yang sangat baik. Nasihatnya cenderung provokatif, feminis oportunis, tapi sering tidak sepaham dengan saya. Hehe. 

Tapi makasih banget, Pyt...
Terakhir, Ajepe, Bang Idrus, atau pemilik mp Machine Gun Kelly. Entah karena dia benar-benar baru berteman dengan saya atau karena apa: saya tiba-tiba bocor tentang masalah saya padanya hari ini. Agak nggak nyambung sih. Tapi justru di sana asiknya. Dia pun jadi bocor soal kehidupan cintanya yang emm... bisa dibilang kami sama-sama tolol (Bang, jangan protes, please... ijinkan aku ber-AKSI KREASI kali ini...).
Entahlah. Setelah curhat ke semua ragam teman saya itu, saya merasa emmm antara baikan atau takut malah jadi ketagihan curhat. Maunya sih dipendam, tapi kok bocor begini saja...
Aduh, susahnya (sok) banyak teman...

8 comments:

  1. biar tolol yang penting kita enjoy! ahahahahahahaha

    ReplyDelete
  2. enjoy... berasa sms reg reg an gitu...

    ReplyDelete
  3. plis nad jangan bilang kamu suka aku, sungguh nad aku tak bisa menerimamu (ceritanya kaya sinetron akhir tahun 90-an) hehe..

    ReplyDelete
  4. hehehe, nadia..nadia..tapi bener katamu makin punya banyak temen makin punya solusi tapi juga makin punya masalah...

    ReplyDelete
  5. najis koe...

    buruan bayar aksi kreasi we...

    ReplyDelete
  6. hahahahahahah! tapi seneng sih.
    keribetan adalah salah satu seni hidup...
    tsahhhh....

    ReplyDelete
  7. ahahahaha, ngakak aku bacanya, banyol abis

    ReplyDelete
  8. ahirnya dia bayar, pe.
    yang belum bayar tinggal kemas! hahahaha!

    ReplyDelete