Monday, February 9, 2009

Independent Image of Lombok

Dari curhatan seorang teman di Lombok Facebook Club, Zufri Hadi.
Setelah membaca message Pak Zufri, saya  jadi kepikiran dan berpikir (cukup dalam) tentang pulau kecintaan saya, Lombok, terutama mengenai statusnya yang sering diidentikkan sebagai Sister Island of Bali itu.
Dulu, saya biasa saja ketika Lombok mengikrarkan diri sebagai Sister Island of Bali. Kayaknya suatu kebanggaan gitu bisa bersanding dengan pulau dewata nan famous itu.

Dari cerita Pak Zufri, saya menangkap bahwa pulau yang saya anggap masih jauh pembangunannya dibandingkan Bali itu juga masih jauh dari kata terkenal, baik di dalam maupun luar negeri. Eh, ternyata lumayan famous juga lho! hahahahaha! (jadi bangga nih sebagai putra daerah)
Saat Pak Zufri sedang bertugas di Toronto, Kanada, dia sempat berbincang-bincang dengan asosiasi wisata Toronto dan masyarakat asing yang tergabung dalam Friends of Indonesia. Mereka sangat mengenal Lombok sebagai daerah yang indah, yang mungkin dapat kita istilahkan "surga dunia" bagi mereka.
Kebanyakan dari mereka malah sudah sering explore more ke Lombok. Bahkan dalam presentasinya waktu itu dalam visi "visit Indonesia" mereka menampilkan banyak slide tentang Lombok disamping daerah-daerah wisata lainnya.
Salah satu kelebihan Lombok dibandingkan sister island-nya menurut mereka adalah karena Lombok lebih alami dan masih terkesan Natural, dibandingkan dengan "sister island-nya tadi yang sudah banyak terjamah manusia.
Terbukti dengan banyaknya bangunan-bangunan modern yang justru menurut mereka merusak ke-alamian alam disitu.
Ternyata mereka begitu menyukai Lombok, dan bahkan salah satu diantara mereka sempat bercanda dan bilang, " Mungkin kalau Lombok sudah menyerupai sister island-nya, saya nggak mau lagi ah ke Lombok"
Could you imagine what he said? 
Hehehe. Saya jadi ingat, kalau baru sampai di Bandara Selaparang memang ada poster di gerbang kedatangan Bandar Udara Selaparang..."Welcome to Lombok, the sister Island of ......(you know lah)"...

Wah, apa Pemerintah Daerah sudah sedemikian mindernya? (Peace, Men!)
Saya mungkin mengerti apa yang dimaksud Pak Zufri dengan pentingnya Independet Image of Lombok. Memang tidak salah mendompleng popularitas Bali yang sudah sebegitunya itu untuk bisa semakin dikenal. Tapi tidak ada salahnya pula menggali lagi potensi sendiri yang sebenarnya tidak kalah menariknya. 
Memang sulit bisa lepas dari image "pulau di sebelah Bali itu tuh..." tapi setidaknya inget deh, ada slogan yang kayaknya dulu pernah dipakai: You Can See Bali in Lombok, but You Can't See Lombok In Bali.

Hah... Lombok is so special... at least for me.
Apalagi jika besok Bandara Internasional di Tanaq Awu, Lombok Tengah sudah rampung dibangun, saya sebagai anak Lombok juga pasti sangat mengharap wisatawan asing bisa dengan senang hati menjadikan Lombok sebagai tujuan utama, bukan lagi sekedar tujuan sampingan.



No comments:

Post a Comment