Thursday, February 26, 2009

Belajar saja dipaksa

Em...
Saya bukan orang yang pintar sih. Tapi heran, saya tidak sengaja 'keceblung' ke dalam satu mata kuliah yang membutuhkan otak canggih. Sebenarnya bukan 'mata kuliahnya juga sih'. dosennya mungkin yang super canggih. Aheemmmmm...!
Karena mata kuliah bertajuk "blablabla komunikasi" itulah, otak saya yang selama ini berisi sarang laba-laba akut ini dipaksa berpikir.
Saya yang melankolis bisa-bisa menangis karena ditimpa tugas multi tafsir secara beruntun. Beruntung, saya dikelilingi teman-teman yang ingin maju, penuh inisiatif dan rajin. Sedangkan saya hanya bisa bersyukur.
"Victims" begitu kami menyebut klub non resmi itu, berusaha memperjelas pemahaman kami dengan sistem gotong royong H-1 deadline. Oh well! Percaya saja, itu sangat membantu. Serasa beban terangkat.
Bahkan setelah berdiskusi kami masih sempat bersyukur karena diberikan kesempatan (meskipun terpaksa) mengingat dan mendalami teori komunikasi sekali lagi. Itung-itung untuk menyicil menyongsong kutukan skripsi di masa yang akan datang.
Setelah itu, tinggalah kemampuan individu saya yang bertugas. tik, tik, tik, ketik-ketik!

13 comments:

  1. Ulfa..ayo blajar..jangn mikir nikah aja..

    ReplyDelete
  2. kayanya aku saksi hidup masalah ini..haha

    ReplyDelete
  3. Matkul paan sih??
    Nangisny ngalahin nangisny PNI kagak??

    ReplyDelete
  4. suabareeeeeee mbanya................

    masih 'g ngerti...mba jurusan opo toh
    salam kenal

    ReplyDelete
  5. welllleeeehhh... tiba harinya dan tadi saya mengacau.
    kelas privat itu berasa menyenangkan. Gak tau nya tugas berikutnya sudah seabrek-abrek lagi.
    makanya, belajar...

    ReplyDelete
  6. ada tuh, matkul yang tidak bisa disebut namanya.
    hehe. soskom aja.
    mas rizal orangnya asik kok, asal ngerti aja (kata dini)

    ReplyDelete
  7. komunikasi jeng. jurusan keren itu loh...
    oh oh oh...

    ReplyDelete
  8. hidup dan cuma jadi saksi.
    ikut we!!!

    ReplyDelete