Thursday, December 24, 2009

Multiply Award 2009 for Communication UGM

Multiply bukan situs biasa bagi kami, beberapa orang yang biasanya menyalurkan rasa gemas, keluh kesah, bahkan “temuan” terbarunya dalam account mereka di sini. Meskipun kini eksistensi Multiply berkurang dikarenakan penggunanya sudah bisa menemukan pelabuhan lain untuk berekspresi. Entah itu blogspot, notes di facebook, twitter, plurk, dan sebagainya. Berbeda dengan situasi di awal 2009 lalu saat Multiply kembali digandrungi, di akhir 2009 ini makin banyak saja jajaran account yang layak masuk Kafan Award.
Saya jadi ingat sebuah paragraf menarik tentang Multiply yang saya kutip dari nominasi Multiply Award 2008 lalu (http://fakhritaksendiri.multiply.com/journal/item/51):

“Tak terasa 2008 tinggal dalam hitungan hari saja. Tentunya banyak fenomena-fenomena menarik yang layak untuk ditelisik. Salah satunya adalah bagaimana multiply, sebuah perpaduan antara blog dengan jejaring sosial. Multiply memungkinkan setiap orang untuk saling berbagi ide, cerita, keluh kesah atau apapun itu kepada orang lain, yang pada gilirannya akan menciptakan sebuah hubungan sosial (meski dalam dunia virtual) yang dekat dan hangat. Sebuah konsep yang tidak mungkin ditemui dalam situs seperti wordpress, blogger, friendster, atau bahkan facebook sekalipun.”

Adalah Ardi Wilda Irawan atau Awe (Komunikasi 2006, http://ardiwilda.multiply.com) salah seorang perintis kebiasaan menulis di Multiply yang masih tersisa. Berkeras bahwa tradisi memberi penghargaan terhadap setahun kiprah mahasiswa di Multiply,  Awe lah yang merongrong agar nominasi ini segera dirilis. Melalui percakapan online saya dan Awe, dimana Awe sangat dominan menentukan nominasi dan sedikit saran dari saya, ahem, kami berhasil merumuskan lembar ini. 

Jika tahun lalu MP Awards dijurikan oleh duet Ardi Wilda Irawan dan Rocky Ismail (mantan ketua Komako), tahun ini kami memperoleh kesempatan untuk langsung  dijurikan oleh Wisnu Martha Adiputra atau akrab disapa Mas Wisnu, Dosen Komunikasi UGM yang juga penggiat Multiply (http://duniakreatif.multiply.com/). Mungkin butuh waktu bagi kita untuk mengetahui para juara sesungguhnya, namun untuk nominasinya (tanpa banyak cingcong lagi) sudah bisa kita saksikan sekarang. Berikut nominasi Multiply Awards 2009.

Best Account
Merupakan sebuah penghargaan yang diberikan kepada individu dengan account multiply terbaik. Dilihat dari kreativitas individu yang tertuang dalam tiap karyanya, sekaligus bagaimana karyanya mempengaruhi lingkungan sekitarnya

1.      Adrian Jonathan Pasaribu (http://ajpasaribu.multiply.com/): kembali masuk nominasi tahun ini, meskipun dia sendiri sudah memutuskan untuk meninggalkan Multiply selamanya dan beralih ke blogspot. Sebuah keputusan yang sangat kami hormati, namun karya-karya dan konsistensinya selama berkiprah di Multiply masih terekam jelas. Berbobot dan bermutu. Cukup untuk menggambarkan keseluruhan account cah film sampai mati ini.

2.      Baiq Nadia Yunarthi (http://nadiadudul.multiply.com/): alias saya sendiri (agak tidak tahu diri). Entah kenapa Awe memasukkan saya yang baru aktif lagi (sebelumnya MP saya seperti soto bening-tidak ada apa-apanya) di Multiply Januari 2008 lalu. Kalau kata Awe, “Nek koe karena menularkan virus cheesy, kabeh uwong dadi cheesy, berarti kamu berhasil,” begitu. Oke, saya sih malah senang-senang saja.

3.      Fakhri Zakaria (http://fakhritaksendiri.multiply.com/): individu yang tegas bersikap, mencoba mengembalikan semua pada esensi awal (mengutip nominasi tahun lalu juga, hehe). Beruntungnya kita, tahun ini kita dapat menikmati tulisan-tulisan Mas Jaki tentang musik yang makin konsisten, rapi, dan tetap ciamik.

Best Posting
Merupakan posting yang dianggap berbeda, renyah dan dapat mempengaruhi orang-orang di sekitar penulis.

1.      “Selamat Tinggal” oleh Adrian Jonathan Pasaribu (http://ajpasaribu.multiply.com/journal/item/50/selamat_tinggal): sebuah tulisan yang menyadarkan kita bahwa membuat blog itu sebenarnya bukan perkara main-main.

2.      “Separuh Jiwaku Pergi“ oleh Ahmad Faisal Amri (http://iimblora.multiply.com/journal/item/8/Separuh_Jiwaku_Pergi): Ketua Komako 2009-2010 ini saat itu membuat tulisan dari hati, benar-benar keluar dari hati. Bagaimana Iim menyikapi musibah yang baru-baru ini menimpanya dengan tulisan pendek dengan judul yang kebetulan sedang hip saat ini.

3.      “SDT Gadjah Mada“ oleh Dian Pawestri (http://jakartaberisik.multiply.com/journal/item/32/SDT_Gadjah_Mada): beberapa orang (termasuk saya, Awe, Mas Jaki, dan Dwi pastinya) selalu mengidolakan merindukan tulisan Depe yang kritis-nyelekit, menusuk, populis dan mantap seperti ini. Depe you rawk!

Best Comment
Comment merupakan sebuah bentuk timbal balik yang nyata, yang pada gilirannya menciptakan sebuah interaksi meski hanya pada dunia maya. Kategori ini ditujukan bagi comment-comment yang mempunyai nilai keunikan tersendiri. Entah itu merupakan sebuah masukan berharga atau bahkan yang jenaka.

1.       Baiq Nadia Yunarthi dalam posting Ardi Wilda Irawan berjudul “Meja Makan” (http://ardiwilda.multiply.com/journal/item/85/Meja_Makan): “... intinya, kami masih menggunakan tivi sebagai lauk tambahan,“ karena hanya saat itu satu-satunya Nadia atau saya terlihat bermutu, namun tetap cheesy, kata Awe.

2.      Dwi Kurniawan dalam posting Dian Pawestri berjudul “Junk“ (http://jakartaberisik.multiply.com/journal/item/42): “yeaahh!!! depe i luv u!! bebeh...“ sangat kontroversial, sangat Dwi, dan membuat Depe seakan lebih baik mati saja.

3.      (kembali) Dwi Kurniawan dalam posting Baiq Nadia Yunarthi berjudul “Saya Suka Lukisan Yoshitomo Nara. Sukaaaaaaaaaa Sekali! “ (http://nadiadudul.multiply.com/journal/item/40): “adakah yang bisa melukis kisah hidupku?“ komentar sangat jujur dan membuat terharu khalayak.
Best Quick Notes
Kategori baru untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman "catatan pendek". Ditujukan untuk Quick Notes yang dianggap berkualitas, mewakili jati diri, serta jenaka.



3.       Saila Muti Rezcan (http://sailachan23.multiply.com/notes/item/6): “I never hate the sky.” catatan yang sangat dalam, menggambarkan siapa itu Saila. Ditambah lagi komen Aldi di bawahnya, yang kata Awe bikin gosip.


Soto Award
Ditujukan bagi account-account Multiply yang mengenaskan, sepi bagaikan semangkuk soto bening. Hidup segan mati pun ogah, pernah berjaya namun kini semakin terbengkalai. Namun ada sisi unik yang menghiasi account mereka masing-masing.

1.      Dian Pawestri (http://jakartaberisik.multiply.com/): meskipun baru-baru ini Depe memposting tulisan pendeknya, tetap saja Awe berkeras bahwa Multiply Depe yang sekarang sudah bukan seperti yang dulu lagi.

2.      Muhammad Zulfi Ifani (http://zulfigitu.multiply.com/): account yang bertema politik dan Muhammadiyah ini sempat mengalami masa kejayaan di awal tahun 2009. Namun kini Zulfi sepertinya agak melupakan Multiply.

3.      Sumayya Basir (http://begitujadibegini.multiply.com/): Cucum yang mengaku adalah pecinta segala hal berbau alay ini biasanya rajin mem-posting sesuatu yang absurd dan aneh POL. Namun kini dimana kau Cucum?

Kafan Award
Kategori baru yang hampir mirip soto award, hanya saja mp dalam kategori ini dipastikan tidak punya harapan hidup lagi! Entah karena sudah benar-benar jenuh, kehilangan password, atau keranjingan situs lain dan tidak mau kembali lagi. Namun tetap ada sisi unik yang membuat meskipun sudah dikafankan, account mereka tetap layak dikenang.

1.      Mayda Putri (http://maydaputri.multiply.com/): tahun lalu sempat masuk jajaran soto award karena lebih cocok menjadi situs iklan (penuh dengan orang yang numpang ngiklan) namun setelah benar-benar tidak ada perkembangan di tahun ini, account ini resmi mati.

2.      Perwiro Haryo Mukti (http://haryopradahkepaladua.multiply.com/): Pradah adalah simbol dari soto award tahun lalu, berangkat dari konsep yang sebenarnya brilian, berakhir dengan kehilangan password yang tidak diperjuangkan lagi. Account ini resmi dikafankan.

3.      Syafiatudina (http://dinasaurus.multiply.com/): Camen punya konsep unik tentang account-nya, absurd namun berkarakter. Sayangya kini account-nya sudah benar-benar sepi dan tak tersentuh lagi.

Best New Comer
Ditujukan bagi para pendatang baru Multiply yang berhasil menunjukkan konsisensinya dalam berkarya, baik secara kuantitas maupun kualitas.

1.      Dila Maretihaq Sari (http://diladol.multiply.com/): mengusung aliran dirinya yang sangat mainstream (katanya), Dildol tampil konsisten, mulai dari review tempat bersantap yang mantap  hingga cerita-cerita ringan dan jenakanya.

2.       Irham Nur Anshari (http://averyshortstory.multiply.com/): sebenarnya Irham sudah punya Multiply yang telah resmi dikafankan sebelumnya (http://rikirham.multiply.com/) namun kini dia hadir dengan konsep yang lebih matang: cerpen. Lahir kembali menjadi sangat menarik dan konsisten.

3.      Kemas Muhammad Nur Zahnanda (http://simarmos.multiply.com/): tertarik pada Multiply karena mendengar popularitas komunitas Multiply yang tersohor, Kemas pun mengemas account-nya dengan tulisan yang menunjukkan bahwa dia adalah cah marmos. Setidaknya dia telah berusaha, meskipun belakangan ini account-nya hampir menjadi soto.

Salam Nominasi!

*Curcol: Saya sempat mengusulkan kategori tambahan namun ditolak mentah-mentah oleh Awe karena katanya sudah terlalu banyak, nanti malah jadi wagu. Saya pun sempat mengusulkan dia sebagai salah satu nominasi Best Account namun ditolak mentah-mentah. Saya pun kembali mengusulkan bahwa nominasi jangan hanya 3 saja, namun kembali dipatahkan dengan alasan konsistensi (mungkin). Oke, oke, akhirnya saya pasrah. Tapi tetap saja saya berterima kasih sedalam-dalamnya kepada Awe yang telah berjuang untuk membantu hadirnya nominasi ini. Bungkus!

Monday, December 21, 2009

Dua Ucapan di 22


SATU. Hari ini tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu. Tentunya saya tidak mau kalah (em, dengan Irham dan Dildol? haha) memberikan ungkapan kasih sayang kepada wanita paling super di keluarga saya ini. Mama saya orang yang paling penuh dukungan, sampai saya sering bingung dan bertanya: apa mama saya tahu kelakuannya anaknya yang kebenarnya? hihihi... Beliau pula yang menjerumuskan saya dengan sikap a la supporting actress-nya, dia mengijinkan saya menjabat Pemimpin Umum di masa saya seharusnya fokus ke skripsi. Mama please...
Yang jelas, apapun hal menyebalkan yang muncul dari sosok kepala keluarga di rumah saya ini, saya pasti akan menerimanya. Selain mau bagaimana lagi, saya juga sangat sayang padanya apa adanya seperti dia selalu menyanyangi apa adanya saya.



KEDUA. Sebenarnya ucapan ini paling pas diucapkan di tanggal 23 Desember mendatang. Namun demi kepentingan 'kesesuaian judul' saya sampaikan sekalian di lembar ini. Besok adalah hari lahir adik ke-dua saya, Lalu Zulfikar Muslim atau Upi. Mantan si bungsu dan satu-satunya laki-laki dalam lingkaran saudara sekandung saya. Makhluk paling sensitif di antara kedua kakak dan seorang adik perempuannya. Pemuda tanggung yang selalu diam jika dianiaya dan melampiaskan semua kekesalannya hanya di rumah.
Ibu saya sering mengkhawatirkan keadaan bocah 15 tahun ini. Jangan tanya saya, saya juga amat khawatir! Ya, saya kakak perempuan yang protektif dengan adik laki-lakinya. Dan saya hanya ingin dia berkembang seperti anak lain seusianya. Selamat Ulang Tahun, Upi! Be brave, be strong, be happy :))

Salam 22!

Sunday, December 13, 2009

Ketergantungan

Saya terbiasa dengan sesuatu yang menyenangkan, yang saya senangi tepatnya. Sangat sulit untuk bisa lepas dari sesuatu yang menyenangkan itu. Padahal sebenarnya saya tahu, di sisi lain ada kehidupan lain yang harus dihadapi.

Misalnya ketika saya yang sering terbiasa mandiri dan sendiri mendadak merubah menjadi orang yang benci sendirian. Saya yang biasanya tenang-tenang saja jika makan malam seorang diri, kini jadi selalu merindukan keramaian. Sekedar teman bicara. Rekan untuk dihina. Dan sesoeorang untuk diajak tertawa.

Ketika mereka, dia, dan lainnya pergi, rasanya aneh. Memaksakan diri kembali ke mode: sendirian, dan sangat tidak enak. Oh kembalilah kalian, kamu dan yang lain. Saya yang sekarang suka keramaian. Suka dan kini dalam taraf ketergantungan. Kesal tapi akan sangat menyesal ketika melewatkannya.

Saya pernah sangat senang melewati waktu awal kuliah bersama Yur dan Indi.

Melewatkan saat penuh kesenangan bersama Pipit, Endah, dan Roby.

Menikmati hari-hari menyenangkan dengan orang-orang yang sangat dekat seperti Pipit, Beryl, Dimas, Chez, Udin, Juned, Remo dan manusia Bulaksumur yang lain.

Membicarakan organisasi dengan 5 orang hebat di Bulaksumur lagi.

Berkeliling tak tentu arah bersama Alfi, dan dikuntit Anji beserta si Moli.

Makan di Raso Minang untuk pertama kalinya dengan Ajepe dan Asep, membicarakan hal-hal yang absurd tapi sangat menarik.

Dan bersama Awe dan Mas Jaki menjelajahi Perumahan Dosen UGM, yang parahnya sampai pada aksi me-mreteli pohon rambutan orang.

Semuanya membuat saya ketergantungan, entah apa lagi yang akan bertambah. Sampai saat ini saya memang belum rela untuk sendiri lagi. Hehe.

Salam Ketergantungan!

Sunday, December 6, 2009

Bosan, Pameran, dan Ingatan tentang Kursi Teman-teman

Jumat (4/12) lalu, saya dan teman saya Pipit sedang sangat suntuk dengan kegiatan masing-masing. Timbullah inisiatif hedonis dari saya, “Ayo kita jalan!” Jadilah kami kemudian berada sebuah pusat perbelanjaan, oke Ambarukmo Plaza.

Kami tidak berencana nonton, tapi hanya menilik keadaan 21 dengan muka berkerut, tidak ada film yang menarik. Tenang, saja saya tidak akan menceritakan pengalaman memuakkan dua gadis aneh berjalan-jalan di mall. Yang membuat saya terkesan dalam perjalanan itu adalah pameran desain interior oleh mahasiswa, dosen, dan alumni ISI Yogyakarta. Mungkin pameran di plasa ini adalah bagian dari Pameran Besar Seni Visual Indonesia “Exposigns” di Jogja Expo Center tahun ini. Sayangnya, tidak sempat saya datangi.

Pada pameran kecil ini, hanya dtampilkan karya-karya desain interior, normalnya ada ragam kursi, perencanaan dan perancangan interior, maket fantasi, dan penyekat ruangan yang lucu sekali! Sangat mengingatkan saya pada teman-teman saya di ISI Denpasar. Semester 6 lalu, Yogi, Bella dan Atik juga membuat tugas “kursi” mereka. Dan saya lihat hasilnya via foto di Facebook. Karya mereka cute dan berkarakter.

Ini karya Yogi, teman saya sejak SMP, “Happy Sushi Seat” seperti namanya sofa bermodel sushi. Katanya karya yang menguras kantongnya ini dapat A. Selamat ya Ogik!
 

Ini karya Atik, “Soccer Sofa”
 
 
Dan ini karya Bella Sanisca Pande (terima kasih untuk foto-fotonya, Bell),si gadis pecandu daun semanggi atau clove. Judulnya "The Portable Clover Chair" tentu saja.
 
 
Semuanya kelihatan nyaman dan saya jadi sangat ingin membuat “kursi” a la saya juga. Pasti sulit sih. Hahahaha!  Kursi, kursi, lucu sekali kenapa saya jadi ingin mendesain kursi. Mungkin kelak kalau saya sudah punya rumah sendiri yang super cantik ya...


Salam Kursi!

Sunday, November 29, 2009

There are songs that make us want to dance, songs that make us sing along. But the best song are the ones that bring you back to the moment you first heard them. And once again, break your heart.. (gossip girl 3rd season, 5th episode)

Multiply Award 2009: Coming Soon!

Setelah Multiply Award 2008 (MP Award 2008) dihelat (bukan di dunia nyata pastinya) awal Januari lalu, kini saatnya digelar kembali penghargaan prestisius untuk komunitas mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UGM sebagai penggiat situs yang awet-awet-eksis ini.

Berdasarkan pengamatan sepanjang tahun 2009 ini, berikut kategori-kategori yang akan diperebutkan:
1. Best Account
2. Best Posting
3. Best New Comer
4. Best Comment
5. Best Quick Note
6. Soto Award
7. Kafan Award

dan... kategori dadakan yang akan dipikirkan lagi (boleh usul juga kalian, gan!)

Dengan juri Dosen Ilmu Komunikasi, Mas Wisnu, diharapkan MP Award ini bisa menjadi semacam lecutan bagi para penggiat Multiply agar terus berprestasi dan aktif mengikuti perkembangan zaman.

Salam MP Award!

Tuesday, October 27, 2009

Arti Kucing Buat Saya

Pertama-tama, selamat hari blogger nasional :))
Sadar juga saya paling malas namanya posting tulisan secara teratur, jadi ya mumpung ada tulisan yang menginspirasi (baca: tulisan diani "arti seorang aldi di mata saya") langsung saja saya kirim saja ke sini. Kali ini tentang makhluk ciptaan Tuhan juga, Kucing.


Kucing ya, konon binatang kesayangan Nabi Muhammad ini banyak sekali kita temukan menghiasi jalanan, rumah-rumah, kamar-kamar, laboratorium kosmetik, sampai kebun binatang (itu sih harimau, cing!). Tapi entah ya, binatang ini tidak menarik sama sekali untuk saya. Benar lho, saya tidak simpati sama sekali, mau angora, persia, kucing kampung, sama saja, KUCING.

Padahal, kata Mama saya, waktu kecil saya koleksi kucing hidup dan saya tidak takut menyayangi mereka. Hingga pada suatu waktu para kucing peliharaan saya (dan adik saya Icha) itu mati satu persatu dengan tidk elegan. Ada yang mati kecebur di bak mandi, mati di belakang pot bunga dan disemutin, mati kabur dan ketabrak dan entah apalagi cerita Mama saya waktu itu. Hmm... mungkin dulu saya trauma kucing karena semua peristiwa horor yang menimpa mendiang kucing-kucing kampung itu.

Sewaktu beranjak remaja, saya makin menunjukkan ketidaksimpatian terhadap makhluk yang era Cleopatra dipuja-puja bak dewa itu. Melihat, menyentuh, membayangkannya saja membuat saya bergidik. Beruntung, adik-adik saya saya didik untuk tidak simpati pula dengan makhluk pemakan segala itu. Bagus lah jadi di rumah tidak pernah terlontar ide konyol untuk mengadopsi kucing. Saya ingat ketika Fira (6 tahun, adik saya yang bungsu) berumur satu tahun, saya memasukkannya ke dalam keranjang yang berisi kelinci, voila! Dia pun menangis dan menjadi sangat trauma dengan sensasi geli, hangat dan aneh si kelinci, sama seperti kucing.
Setiap orang yang mengetahui betapa takutnya (sebenarnya sih bukan takut, hanya saja  tidak simpati) saya dengan para kucing menganggap saya berlebihan. Hey kalian, padahal kalau takut sama kumbang itu juga berlebihan tau! Sialan. Saya pun terkadang harus terjebak dalam situasi “diancam” akan dilempari kucing. Seringkali. Teman-teman sekamar saya saat KKN bahkan pernah nekad akan memasukkan kucing dan menaruhnya di samping wajah saya saat saya akan tidur. Alhamdulillah niat jahat itu NGGAK pernah sekalipun terlaksana. Allah Maha Penyayang. Mukjizat, ternyata setelah KKN ada tiga ekor kucing beruntung yang saya hormati selama saya KKN kemarin. Mereka para kucing Pak Lurah Drono: Jenkins, Michelle, dan Harrison (nama mereka diberikan teman saya si bung Rangga Aditya Dachlan). Yah, saya pun jadi agak menyukai mereka karena terbiasa selama sebulan lebih terus bersama mereka. Kucing lainnya? 

Tetap saja memuakkan.

Terakhir kali, saya (bukan sengaja, sungguh!) menginjak kucing ekor pendek yang biasa mangkal di Bulaksumur B21. Di suatu malam karena kucing itu tiduran di bawah motor saya, dan esok siangnya karena kucing itu tidur di samping kaki saya, kucing itu langsung berontak dan berusaha mencakar, wajar sih, yang saya injak perutnya. Tapi hal tersebut murni kecelakaan kok. Setelah itu si kucing tidak pernah memandang saya lagi.

Padahal kata teman dan orang-orang: para pecinta kucing, para penyayang binatang, apalagi kucing cenderung memiliki perasaan yang halus dan orangnya baik hati! Dan sebaliknya para pembencinya. Oke teman, saya tidak tahu kalau kebaikan hati seseorang ternyata bisa diukur dari eksis tidaknya dia di dunia perkucingan. Terserah lah. Saya toh ternyata masih belum bisa simpati juga.

Salam TidakSukaKucing!




Miss Communication

http://misscommunicationaffair.wordpress.com
Wah, saya keduluan, baru saja ada seorang teman (yang menolak disebutkan identitasnya) memberi tahu saya dia baru saja membuat website ini.

Wah wah lagi, dan situs ini bukan situs gosip yang saya bayangkan melainkan situs gosip yang lebih cerdas YA TUHAN! Isinya aja bahasa Inggris. Pembuatnya pasti punya banyak waktu luang dan terobsesi Gossip Girl (seperti saya tidak saja) Hehe. Maaf teman...

Dan saya sungguh ragu, bisa tidak ya saya jadi kontributornya? gosip bikinan saya kan sangat cadas tapi parah, cuma cocok buat konsumsi khalayak marmos saja hahahahaha.

Oke, langsung coba dikunjungi saja. Entah apa lagi aksi si pembuatnya ini. Well, saya pun jadi menunggu.

*SUMPAH itu bukan buatan saya ya! bahasanya bukan saya juga..

kenapa saya nggak bisa posting tulisan saya? "Javascript/CSS not allowed" What Tje Fuk! Saya nggak ngerti huhuuuu

Sunday, October 11, 2009

The Oncils dan Woodstock

Inilah akibatnya iseng-iseng menulis di hari Minggu, hasilnya sebagian besar tulisan ini adalah NGACO belaka! Hahahaha

Oh ya, saya baru saja membaca feature tentang World Music Events dan salah satu event yang dibahas ada Woodstock Festival! Saya langsung teringat dengan memori tentang sebuah grup band yang hampir manggung di event yang pertama kali diadakan di tahun 1969 ini, yaitu The Oncils, band  alternatif, edukatif, solutif, religius dan serius. Mungkin kalian sudah bisa menebak bahwa The Oncils, band yang besar karena postingan lirik, gosip dan sensasi di dunia maya ini akan batal manggung. Kendala visa yang pada awalnya menghalangi memang bisa teratasi, namun malah berganti dengan kesadaran manajemen Oncils sendiri yang dengan berat hati membatalkan tour bus-nya (merk: Safari Dharma Raya) menuju venue Woodstock hanya karena isu flu babi.

Sungguh miris ketika band ini yang beranggotakan Anwar (gitar), Moses (vokal), dan Riki (bass) —tolong dikoreksi jika terdapat kekeliruan, batal manggung. Padahal penampilan mereka sungguh sudah sangat dipersiapkan khusus untuk event yang diselenggarakan di farm milik Max Yasgur ini. Mereka berlatih keras 3 kali seminggu di tengah kesibukan kuliah, skripsi, mengedit tulisan, dan KKN. Akhirnya dengan ikhlas The Oncils mau tak mau merelakan event besar di tahun 2009 ini.

Lupakan Woodstock, Oncils! Masih ada Glastonbury, Rock in Rio, Big Day Out, bahkan Coachella untuk sekadar manggung.

Sepengamatan saya, The Oncils tidak hanya bermimpi manggung di Woodstock semata, bulan Ramadhan tahun ini tadinya The Oncils siap merekam album religi mereka khusus untuk menyaingi band Wali yang sedang bersinar-terangnya itu. Sayang, hanya karena para dedengkotnya (masih) sibuk skripsi, kuliah dan ibadah, mereka akhirnya LUPA rekaman. Poor dear Oncils…

Namun sebagai band yang pantang menyerah, The Oncils akhirnya berencana bangkit dari kevakuman bermusik di November 2009 ini. Kulo Nuwun Party (KNP), music event terbesar di Komunikasi UGM ini merupakan pijakan untuk mereguk sukses. Tampil dengan kolaborasi bersama Yogi, The Oncils akan menggebrak panggung KNP dengan nama hibrida: The Oncils and Yogi!

Oke Oncils, 44 orang fans The Oncils yang terdaftar di Facebook telah bersiap mengisi front rows saat kalian tampil. Saatnya pembuktian!

Salam Additional Harpis Oncils!

*gambar diunduh dari Fan page The Oncils di Facebook

Thursday, October 8, 2009

Piknik Mata, Cari Inspirasi

Sebelumnya, selamat ulang tahun untuk sahabat saya Beryl Artesian Girsang yang hari ini berulang tahun. Selamat berkarya dengan backdrop Dies Natalis UGM itu Bung!

dan

...

Berburu inspirasi. Di sinilah awal mula yang tepat untuk saya bulan ini. Pokoknya, MIMS (label kalung bikinan saya) harus bangkit dari kevakumannya 3 bulan ini. Hmm oke dan saya yang memulai perburuan ini dari kalung-kalung para teman di lingkungan saya. Menarik.

Setelah itu, mulaillah saya mendadak glamour dengan browsing situs majalah luar negeri favorit saya: www.teenvogue.com (ah gaya ya saya hahahaha)
Disana saya menemukan beberapa gambar yang menarik, kalung-kalung tepatnya jewelry yang timeless. Pastinya mahal. Tapi namanya juga mencari inspirasi, saya cuma mengagumi deretan benda-benda lucu itu dengan pandangan 'terinspirasi'



Erikson Beamon Jewelry



dan


Anna Sheffield and Bing Bang Jewelry




Elizabeth and James necklace created for Breast Cancer Awareness month


Yap, sejauh ini favorit saya adalah kalung terakhir dari label milik Olsen Twins itu, karena selain sederhana, juga karena bentuk bandulnya adalah bulu! hehehe.

Dan. Perburuan hari ini diakhiri dengan melihat gelang dari The Docent yang menurut saya blink blink tapi metal! BIG WOW!

Maklumlah, akhir-akhir ini saya agak terobsesi dengan segala ke-metal-an dan dark look.


Okay, I'm done.
Salam dunia perkalungan!

Thursday, August 27, 2009

LUNGS


Rating:★★★★
Category:Music
Genre: Indie Music
Artist:Florence and The Machine
Florence Welch - This 22 year-old self-described geek has received critical acclaim and received the Critics’ Choice Award at the 2009 Brit Awards. She has sold over 1.2 million copies of her debut album, Lungs and her song Rabbit Heart (Raise It Up) was number 12 in the UK music charts.


Berawal dari resensi majalah Gogirl! Tentang band yang sedang menjadi bahan pembicaraan ini, saya mulai penasaaran untuk menjajal musiknya. Saya (ahem, bajak, actually) mulai dengan 'Rabbit Heart (Raise it Up)' single pemanasan yang ternyata sangat menarik. Dibuka alunan harpa dari salah satu anggota The Machine (sebutan untuk band Florence), Tom Monger, saya dibawa pada nostalgia (sedikit) suara Regina Spektor namun berbalut alunan musik indie-pop dan soul yang unik. Yummy!

Florence Welch-lah sang frontman, gadis London ini mampu meramu single ‘Kiss With A Fist’ yang bernuansa folk untuk nyaman didengar. Dengan bantuan sahabat-sahabatnya yaitu The Machine: Robert Ackroyd (guitar), Christopher Lloyd Hayden (drums), Isabella Summers (keyboards) dan Tom Monger (harp), Florence sukses merilis album Lungs, yang resmi beredar 6 Juli 2009 lalu. Kini Florence and The Machine tengah disibukkan dengan jadwal manggung yang padat di berbagai panggung festival.

Hampir sama seperti beberapa resensi tentang album Lungs ini, saya menjagokan ‘You’ve Got the Love’, ‘I’m Not Calling You A Liar’, ‘Dog Days are Over’, dan ‘Girl With One Eye’. Bunyi-bunyian harpa puas saya dengarkan. Soal lirik, Florence memilih menuangkan inspirasi dari patah hatinya dengan cara yang lebih menyenangkan dari sekedar berbicara dan menangis. Dan untuk saya, ada waktu luang yang bisa diisi dengan mendengarkan lagu cinta yang unik seperti ini. Lucky me, ya!


Monday, July 27, 2009

Kenapa Ulang Tahun Saya Begitu Berkesan?

Baiq Nadia Yunarthi tepat berusia 21 tahun pada magrib ini. Entah mengapa ulang tahun ini yang paling berkesan selama hidup saya, sampai saat ini.
Mungkin karena...

1. 21 angka menuju ke-TUA-an. Hahahahahha! Bagi saya tetap sama saja. Saya paling tidak merenung, di usia segini, saya seharusnya tidak begini-begini saja. harus berubah lebih baik. Makanya ada pepatah hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, kan?

2. Hari ini pertama kalinya saya merayakan ulang tahun di luar rumah. Rumah di Mataram. Biasanya selama 20 tahun yang lalu, setiap pagi saya mendapat peluk-cium, kue, dan kado dari keluarga saya yang yahud itu. Sekarang, saya menyambut usia baru dengan menonton film Kawin Kontrak 2 (dipaksa dan iseng) dengan Hilda dan Enggar (rekan KKN tercinta). Keluarga saya cuma bisa menelepon, berdoa dan mengiming-imingi kado dari jauh. Aneh saja sih ulang tahun tanpa melihat langsung mereka. Rindu sekali...

3. Saya melewati hari dengan teman-teman KKN yang memboykot ucapan selamat ulang tahun pada saya karena tidak mau melihat wajah saya yang kegirangan. Hehehe. Biarlah...

4. Ulang tahun pertama dengan Facebook, karena tahun lalu saya baru menggunakan Facebook di bulan Agustus.  Buset! Ucapannya seperti jumlah beras Pak Lurah Drono (berlebihan sih), saya pun nggak mungkin membalas satu per satu. Ucapannya lucu-lucu, ada yang formal, biasa dan ada yang sangat sampah sekali. Hahaha!
Yang paling spesial adalah hadiah sebuah album foto online (via Facebook) dari Pythagora Yuliana (Pipit) sahabat saya. Ternyata, sejak bulan lalu mengumpulkan orang-orang yang saya sayangi. Mungkin dia hanya bisa mengumpulkan teman-teman di kampus dan di Bulaksumur. Sumpah, saya (yang amat sangat berlebihan ini) langsung nangis-nangis menelepon dia. Kok bisaa??? Saya juga sampai tidak sadar begitu. Ya Tuhan!
Ada Roby yang susah banget ditemuin sekarang, bahkan ada geng alay (Baca: Remo, beryl, Dimas, Vian dan Juned) yang berpose sangat gromang. Hehehe.

Kumpulan foto yang (jangan liat teknik mengeditnya) sangat niat! Terima Kasih Pipit sayang.

Ini dia Pipit, pelakunya yang meskipun super menyebalkan (sering) tapi lebih sering menyenangkan. Haha!

Monday, July 13, 2009

Top 9: Berita Seputar KKN Saya

Pertama, jangan protes karena saya sok ngartis. Biarin aja. Mumpung sekarang saya sudah merasa seperempat jalan KKN di Kota Klaten BERSINAR (Terik! Tapi kalau malam dingin minta ampun), Desa Drono, Dukuh Tempel dan Dongkelan. 

1. Sebelum KKN, saya dan teman-teman seperjuangan tentunya upacara KKn dulu. Dilepas. Pelepasan. Dijerumuskan. La La La! Okelah, itu sudah lewat. Beruntung Komunikasi 2006 masih bisa foto bersama untuk (tebakan saya) terakhir kalinya dalam formasi yang selengkap itu. Huah… Rindu.

2. KKN dengan barang seabrek-abrek yang diangkut dengan trek sampai rumah pak Lurah. Total tas bawaan saya, 4 tas. Belum termasuk kasur lipat, guling, bantal, selimut, dan satu tas super besar yang disarankan Pipit. Setelah itu puaslah saya ditertawakan DPL dan Pak Lurah.

3. Segera setelah menginap, saya langsung sembelit. Dengan alas an itu saya bias berkeliling sekitaran Klaten untuk berburu Activia, Yakult dan pencahar lainnya. Setelah itu hati dan perut saya kembali normal.

4. Saya bertambah berat 3 kilogram. Mengagumkan! Pantas saja, dengan pola makan teratur 3 kali sehari dengan lauk serba banyak. Tidur siang yang cukup, tidur malam yang selalu larut dan bangun pagi yang selalu telat, saya sukses menjadi GAJAH!

5. Saya menggunakan ijin libur Pemilu saya untuk berkumpul dengan sisa-sisa reruntuhan Geng Alay. Sedihnya kami sekarang sudah terpisah secara fisik.

6. Berbeda dengan unit-unit KKN lain (apa iya?) Unit 63 KKN masih tinggal serumah satu unit. Dua puluh dua orang menghuni satu rumah. Setiap hari bukan hanya sangat seru seru, tapi juga ramai, gaduh, dan penuh masalah. That’s life.

7. Unit saya sudah menyelenggrakan dua kali pesta kejutan ulang tahun untuk Droners yang berulang tahun, yang pertama Meju (10 Juli) dan baru saja Rechsa (13 Juli). Sebuah bentuk perhatian kecil dengan mencari took roti di tengah dinginnya malam kota Klaten. Selamat Ulang Tahun, Kawan!

8. Benci tapi mau bagaimana lagi, bahkan di tempat KKN yang baru pun. Teman-teman men-CAP saya sebagai tukang RAME, cerewet, ingin (seolah) DIBAKAR, dan mereka punya panggilan saya terhadap saya. Si Brengki. Oh teman-teman… makasi buat perhatian kalian, heos…


9. Acara pertama saya di KKN adalah membantu sub-unit 3 yang bukan sub-unit saya untuk membantu Posyandu di dukuh Modinan (12 Juli). Di sana saya bertemu dengan ibu-ibu yang (seperti biasa) terkejut mengetahui bahwa saya berasal dari Mataram. Hebring deh. Ada banyak bayi dan balita, hui hui, senang tapi ingin mencubit mereka. He… Seorang bayi menarik perhatian saya dengan pipi gemuk dan topi ubur-ubur birunya. Bayi itu ternyata masih mungil belia itu ternyata baru berusia 3 bulan saja. Sayang, saya lupa bertanya siapa namanya.

* berita KKn saya selanjutnya akan saya uptade jika sempat.


Klise: KKN ternyata gak seburuk itu, kecuali em, laporan.

Monday, May 18, 2009

Banyak Teman (untuk bocor)

*Pembaca diharapkan tidak untuk mengerti benar-benar, sebab isi di dalam tulisan ini hanya bisa dimengerti oleh saya, mungkin Ajepe dan Pipit (karena saya sempat cerita pada mereka), dan tentunya Tuhan.*

Yap, saya bisa sombong. Saya punya banyak teman! Percaya nggak percaya. Setidaknya orang melihat begitu. Padahal kan kalau satu SMA tapi tidak pernah menyapa pun saya sebut dia teman. Haha! Stupid.
Gini ya, merasa punya banyak teman dekat, justru sering membuat saya bingung. Banyak teman, banyak bantuan, banyak solusi, sekaligus banyak masalah.

Misalnya gini, dari dulu saya sering jadi tong sampah warna pink untuk teman-teman saya. Anak manis tempat curhat yang keep. Aman lah kira-kira begitu pikir mereka.

Padahal ngerti nggak sih mereka kalau rahasia mereka saya simpan bersamaan dengan rahasia rival mereka. alhasil, saya yang pusing, dengar dua versi, harus percaya yang mana, bingung. Ukh...

Belakangan ini saya didera masalah klise dalam lingkaran persahabatan saya.

Oke, singkatnya begini. Saya punya sekumpulan teman, di dalamnya tumbuh cinta, tapi di dalamnya bukan hanya satu cinta, melainkan terdapat banyak cinta yang saling tumpang tindih. Istilahnya cinta segi-ribet blah blah blah. Ada sepasang yang bahagia, tapi sepasang lagi malah bermuram durja. Gemas melihatnya tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya pasang muka masam sendiri.

Dengan pedenya, saya mengklaim cuma saya yang tau kenyataan sebenarnya. Sampai saat ini sih begitu. Masih merasa begitu. kecuali ada pihak yang cukup jeli untuk menyadari. Ehehe...

Untungnya, ketika ada masalah dalam lingkaran pertemanan yang ini, ada teman lain yang bisa diajak berdiskusi. Oke, bukan diskusi, curhat. Saya malah sempat curhat pada sahabat saya sejak SMP, Yogi yang sedang kuliah di desain Interior di ISI Denpasar sana. Bela-belain meneponnya setiap jam 12 malam hanya untuk curhat gratis (kan pake XL... apa sih nad...). Membantu sih, sebagai pihak yang cuma bisa mendengar deskripsi masalah dari saya saja, dia cukup objektif dan membantu. Mendengar suaranya, membuat saya jadi ingin ke Bali saja...

Bagus.
Berikutnya Pipit, bisa dibilang sahabat saya, jauh di mata dekat di hati. Jarangnya intensitas pertemuan kami sekarang tidak menyurutkan sensitivitas kami satu sama lain. Saya masih tau ketika dia berantem dengan pacarnya. Dia juga tau saya sedang suka sama siapa dan bagaimana. Well... dia teman curhat yang sangat baik. Nasihatnya cenderung provokatif, feminis oportunis, tapi sering tidak sepaham dengan saya. Hehe. 

Tapi makasih banget, Pyt...
Terakhir, Ajepe, Bang Idrus, atau pemilik mp Machine Gun Kelly. Entah karena dia benar-benar baru berteman dengan saya atau karena apa: saya tiba-tiba bocor tentang masalah saya padanya hari ini. Agak nggak nyambung sih. Tapi justru di sana asiknya. Dia pun jadi bocor soal kehidupan cintanya yang emm... bisa dibilang kami sama-sama tolol (Bang, jangan protes, please... ijinkan aku ber-AKSI KREASI kali ini...).
Entahlah. Setelah curhat ke semua ragam teman saya itu, saya merasa emmm antara baikan atau takut malah jadi ketagihan curhat. Maunya sih dipendam, tapi kok bocor begini saja...
Aduh, susahnya (sok) banyak teman...

Friday, May 15, 2009

AKSI KREASI (by BULAKSUMUR)

Start:     May 24, '09 09:00a
End:     May 24, '09 10:15p
Location:     Purna Budaya
Lomba Mural di Tas Canvas - dengan 20.000 rupiah sudah bisa berlomba dan mendapat tas kreasi sendiri. Pokonya mantap!

Sembari berlomba kamu bisa menikmati pameran kuliner dan benda-benda kreatif.

Malamnya, ada talkshow (gratis) oleh pelaku indutsri kreatif, mendapatkan jurnal Telisik gratis dan menyaksikan siapa pemenang lomba Mural tadi pagi!

Yeahhh!!!

Sunday, May 10, 2009

Kisah-kisah Kejutan

Wah wah wah! Di bulan ini banyak sekali teman-teman saya yang berulang tahun.
Hmmm... kalau dipikir-pikir mungkin bulan ini sangat strategis sebagai bulan ulang tahun. Hahahahahaha! Sebenarnya tidak juga sih, itu kan cuma fatwa saya saja...

Saya memang (bukan sombong tapi jumawa) punya teman berlebih dan Mei ini sederet teman-teman saya muncul terus menerus dalam upcoming birthday list di Facebook saya. 

Mulai dari Awe, Imel, Bang Idrus, Pipit, Endah, Momo, Diani, Aryanti, Restu, dan banyak lagi.

Bukan lantaran saya termasuk orang yang terlalu perhatian atau apa, tapi rasanya sangat menyenangkan ketika saya bisa menyenangkan teman di hari ulang tahunnya. Makanya, meskipun hanya sebentar, saya enggan sekali melewatkan ritual memberi selamat ulang tahun ke semua teman saya. Sekarang bisa lebih mudah lagi lewat Facebook (ngiklan ye?)

Tetapi ada treatment yang berbeda untuk beberapa orang teman saya.

1. Ulang tahun Fitria Anggraeni (Pipit) pada 6 Mei lalu. Surprise yang biasa, sopan, rapi dan hikmad. HAnya ada snow white cake, teh buah ultra dan kado berupa buku yang dirahasiakan judulnya.
Sebagian geng alay-bulgos (Vian, beryl, dan Dimas) termasuk saya menyambangi kos Pipit jam 12 lewat 30. Weh... kami sengaja memberikan kesempatan bagi para pengucap via telepon untuk memuaskan hasrat mereka dengan Pipit. Alah alah... Kejutan yang mungkin sudah diprediksi sebelumnya...
Beruntung Pipit masih mau bangun dan beranjak menemui kami di luar (padahal paginya dia langsung pulang ke Jakarta). Colak colek khas anak alay pun dimulai. Bukan hanya Pipit korbannya, saya pun tidak luput dijadikan tumbal lagi-laki berbadan tambun. Dibekap dan dimasker dengan krim lengket pun sudah tak terhindarkan.
Beruntung keriuhan tengah malam itu dihentikan oleh si Bapak Kosan Pipit yang mendadak keluar dan melotot. Ahem...
Bersyukur sih, bukan Listy (teman satu kos Pipit) yang keluar dan melotot. Bisa beda ceritanya... Hahahahahahahahha!
Bla bla bla. Dan Pipit pun melepas geng alay dengan haru...
2. Kali ini ulang tahun sahabat saya, Endah Indrawati, pada 8 Mei lalu. Kalau tadi Pipit pulang ke Jakarta pada hari ulang tahunnya, Endah malah sudah pulang ke Jakarta sehari sebelum ulang tahunnya. Jadi, jangankan merancang surprise, si empunya gawe malah sedang menikmati kehidupan  nyaman dalam lindungan keluarga di sana.
Untunglah, another Pipit (Pythagora) menyiapkan rencana cadangan, yaitu mengumpulkan sisa geng makan (geng apalagi ini naddd???) alias saya, Pipit, dan Roby yang sudah terpencar karena kesibukan masing-masing. ceileileee.... 
Kami memutuskan berfoto di halaman depan gedung rektorat UGM, tempat favorit Endah di UGM (katanya di sana romantis). 
Karena saya sibuk sampai sore (sok sibuk), Pipit yang notabene sangat buruk dalam hal prakarya  lah yang kebagian tugas mencari Roby sampai ketemu dan membuat sejenis papan ucapan selamat ulang tahun untuk Endah.
Ugh... seperti yang dikhawatirkan, kekacauan selalu ada. Pemotretan  yang aslinya dijadwalkan jam 5 sore malah molor sampai Magrib. Cahaya seadanya dari lampu bulat di dekat payung-payung rektorat dan kertas amburadul khas Pipit menjadi properti foto kami.
Bayu, pacar Pipit, yang menjadi tukang jepret malam itu sempat menyerah karena tidak kunjung menemukan gambar yang bisa membuat Endah terharu. Baguslah selain berfoto, kamu juga sempat merekam video harapan kami untuk teman kami yang paling galak itu.

Bungkus! Sesi foto selesai, sekarang tinggal tugas Pipit dan Bayu yang memastikan Endah menerima foto-foto dan video tersebut melalui Facebook.
Voila! Paginya Endah terharu... Hehe.
3. Ulang tahun Remo Adhi Pradana (Momo) tepat pada hari ini.
Di suatu sore, Momo yang sedang berada di salon untuk creambath (becanda, Mo...), kami  paksa untuk nge-Bul (istilah umum untuk main ke Bulaksumur Pos). Sebelumnya entah kenapa terlintas di benak saya untuk memberikan sesuatu yang manis untuk Momo. Kepribadian metal ala Momo menginspirasi saya untuk memberinya kue tart mini berbentuk kelinci, yang diklaim semua orang sebagai tikus, sial!
Momo yang menerima kue saat malam traktiran tadi, jelas terlihat heran. Hehe. Paling tidak dia bilang: "Makasi ya..."

Huaahahahahahahahh! Maaf Momo! bukan bermaksud meragukan ke-metal-anmu!
Momo dengan gontai membawa pulang kue kelinci itu...
Ohhh...
Oke, oke. Cukup cerita saya hari ini.
Sesungguhnya saya menganggap kalau memberi perhatian dan kejutan kecil itu memang menyenangkan. Paling tidak untuk orang-orang yang memberikannya. Sensasinya beda...
Mungkin tidak semua orang suka kejutan, tapi saya percaya setiap orang suka diberi perhatian di hari pentingnya.
So, happy birthday my people!

Monday, May 4, 2009

Ultah Internal Bulaksumur Pos

Start:     May 8, '09 7:00p
Location:     Bulaksumur B19
Nikmatilah
Bergumullah
Reunilah
Bergayalah
Tertawalah
Tontonlah

Hadirilah!!!

Dresscode:
Redaksi: Biru
Produksi: Kuning
Ikrom: Merah
Litbang: Hijau
DP & Umum:
Alumni: sesuai divisi dulu, bebas juga boleh, hawaian style apalagi...

Thursday, April 23, 2009

Musuh-musuh (alih-alih: misuh-misuh)

Sebelum menulis tulisan ini, saya sempat searching mengenai cinta segitiga. Haha! Sedang aneh saja, pikir saya. Tapi beberapa jam setelahnya saya malah tertarik dengan istilah yang disebutkan oleh Endah, teman saya tadi tentang public enemy. Yah, soal cinta segitiga saya tulis kapan-kapan saja lah.

Public enemy. Kalau bagi saya, orang yang disebut public enemy itu adalah orang yang sudah ketahuan busuk-busuknya, jelek-jeleknya, dan punya citra buruk di orang-orang di sekitarnya (publik di sini  saya tafsirkan sebagai sebagian orang). Pokoknya sudah jadi rahasia umum kalau dia itu menyebalkan. Biasanya citra buruk itu didapat dari track record-nya yang buruk karena suatu sebab musabab yang kadang susah didefinisikan. Parahnya, public enemy bahkan terkadang tidak tau kalo orang-orang di sekitarnya berpikiran seperti itu. Hmm…

Mislanya kalau kata Endah, teman saya tadi: ”Si ITU kan bisa aja pacaran sama semua orang. Tapi kenapa harus naksir sama si DOI. Semua juga tau kalau DOI itu public enemy!” Lah, apa si DOI separah itu? Setelah dipikir-pikir memang sih parah juga. Tapi siapa yang tau kalau si ITU itu telah menemukan hal-hal baik yang tertutupi selama ini.

Saya malah jadi berpikir, saya termasuk yang dikategorikan sebagai public enemy bukan sih? Kata beberapa (em, banyak sih) orang saya menyebalkan, berlebihan kadang-kadang, lenje, bahkan image sebagai tukang gosip malah sudah terlanjur melekat erat pada diri saya. Tapi saya bawa santai saja, setiap orang punya sekutu dan lawannya masing-masing, kan?

Atau sebenarnya masih ada kategori selain jutek, menyebalkan, pembual, munafik, doyan mabok, egois, tukang manfaatin orang, suka nusuk dari belakang, bla bla bla, gitu?
Hahaha! Lucu juga ketika mengingat saya sendiri juga sering membenci orang dengan alasan yang tidak jelas.

Well, menurut saya public enemy itu paling mantap kalau disematkan sama orang yang bermuka dua. Di depan manis, di belakang busuk. Tidak menutup kemungkinan, saya sering menjadi seperti itu. Tapi itu berbahaya banget, kita jadi sulit menentukan dia teman atau lawan.

Hidup akhir jaman emang gini nih (mengutip ungkapan Asep: mahasiswa akhir jaman), serba absurd. Tidak seperti cerita dongeng, garis musuh itu saklek. Garis teman juga jelas. Jadi ingat Tom and Jerry, Sylvester dan Tweety, Superman a.k.a Clark Kent dan Lex Luthor. Tapi lucunya, suatu saat musuh dan teman malah bisa berdamai, yah meskipun setelah itu mereka kembali jadi musuh.
Hmmm... how beautiful...